Bhagavad Gita harus dimengerti secara muhkhya-vrtti, yaitu pemahaman secara langsung tanpa spekulasi penafsiran. Karena itu, jika pada saat anda membaca Bhagavad Gita dan mengerti bahwa yang bersabda dalam Bhagavad Gita adalah Krishna sebagai Tuhan Yang Maha Esa sendiri, bukan dengan spekualtif menyebutkan Krishna hanyalah medium yang dirasuki Tuhan untuk menyabdakan Bhagavad Gita, maka pemahaman anda akan Bhagavad Gita pastilah juga benar. Karena itulah Rsi Vyasa menulis “Bhagavan Uvaca” dan dalam Bhagavata Purana 1.3.28, disebutkan “Krsnas tu bhagavan svayam”, Krishna adalah Sri Bhagavan, Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa.

Bhagavad-Gita adalah ringkasan seluruh kitab Upanisad sehingga disebut dengan nama Gita-Upanisad atau Gitopanisad. Kenyataan ini dapat kita lihat dari  sloka Bhagavad Gita 2.17-25 yang menguraikan tentang sang roh atau jiva yang merupakan ringkasan kitab-kitab Upanisad.

Bhagavad Gita juga memberikan penjelasan dan kesimpulan tujuan tertinggi yang disampaikan oleh ajaran-ajaran Veda yang lain, yaitu Moksha. Hal ini dapat kita lihat dalam Bhagavad Gita 18.62 yang menyebutkan; tam eva çaraëaà gaccha   sarva-bhävena bhärata tat-prasädät paräà çäntià   sthänaà präpsyasi çäçvatam “Wahai Putra Keluarga Bharata, serahkanlah dirimu kepada Beliau sepenuhnya, Atas karunia Beliau engkau akan mencapai kedamaian rohani dan tempat tinggal yang kekal yang palin utama”.

Pernyataan sloka ini juga diperkuat oleh sloka Rig Veda 1.22.20tad viñëoù paramaà padam”. Kata “paramaà padam” disini mengacu pada arti angkasa rohani yang disebut Vaikunta, sebagai tempat tinggal rohani (Salokya Moksha).

Bhagavad Gita juga memberikan ringkasan penjelasan mengenai seluruh aspek-aspek Tuhan. Aspek Tuhan sebagai Brahman dijelaskan dalam sloka 9.4, “maya tatam idam sarvam jagat avyakta-murtina”. Dalam pada sloka 14.27,  “Brahmano  hi  pratisthaham”. Aspek Tuhan sebagai Paramatma dijelaskan pada sloka 15.15,”sarvasya ca ham hrdi sannivisthah” dan pada sloka 18.61, “Isvarah sarva bhutanam hrd dese’rjuna tisthati”. Sedangkan aspek Tuhan sebagai Bhagavan dijelaskan dalam sloka 9.4, “maya tatam idam sarvam … na caham tesu avasthitah”, sloka 9.5, “na camat sthani bhutani … mamatma bhuta bhavanah”, sloka 7.7, “ma tah parataram nanyat kincid asti dhananjaya”, dan pada sloka 10.8, “aham sarvasya prabhavo mattah sarvam pravartate ….”.

Sanjaya, pada sesi terakhir Bhagavad Gita, yaitu pada sloka 18.74-78 juga menjelaskan bahwa percakapan agung yang tertuang dalam Bhagavad Gita adalah pelajaran yang sangat rahasia, ajaib dan mahkota dari semua kesusastraan Veda.

 

Bhagavad Gita hanya dapat dimengerti dengan proses bhakti kepada Tuhan  sebagai mana disebutkan dalam Bhagavad Gita 4.3 dan 13.19, ”bhakto’si me sakha ceti rahasyam hy etad uttamam”, “mad bhakto etad vinaya mad bhava yo papadyate”. Seseorang tidak akan mampu mengerti Bhagavad Gita secara benar jika dia masih menyimpan egoisme. Sombong akan gelar profesor, gelar kesarjanaan atau sombong karena terlahir di keluarga brahmana. Bhagavad Gita hanya dapat dimengerti dengan rasa tunduk hati dan cinta kasih. Hal ini juga dikuatkan oleh sloka Bhagavad Gita 8.22, 11.54 dan 18.55 yang menyatakan bahwa untuk mengerti Tuhan, Sri Krishna hanya dengan proses tunduk hati dan proses bhakti (Sloka 8.22, “purusahsa parah partha bhaktya labhyas  tu  ananyaya” sloka 11.54, ”bhaktya tu ananyaya sakya aham eva  vidho’rjuna”, Sloka 18.55, “bhaktya mam abhijanati”.

Seseorang dan bahkan seorang ahli Yoga kebatinan hanya dapat mencapai Tuhan setelah memusatkan diri pada Beliau dengan memusatkan nafas hidupnya diantara kedua alis dalam bhakti kepada Tuhan seraya mengingat-Nya (Bhagavad Gita 8.10, “prayana kale manasa’calena bhaktya yukto … sa tam para purusam upaiti divyam”).

Bhagavad-Gita tidak boleh diajarkan kepada orang yang tidak melakukan pertapaan/pantangan-pantangan tertentu, kepada orang yang bukan bhakta atau tidak tekun dalam pelayanan bhakti, atau pun kepada orang yang iri-dengki kepada Sri Krishna, hal ini tertuang dalam Bhagavad Gita 18.67, “idam te na tapaskaya na bhaktaya kadacana na ca susrusave vacyam na ca mam yo’bhyasuyati”.

Pada link berikut ini anda dapat mendownload E-Book Bhagavad Gita Menurut Aslinya hasil terjemahan dari Srila Prabhupada, seorang Guru dari garis perguruan Brahma Gaudya Vaisnava.

Download

%d bloggers like this: