Dilaporkan oleh: HG Akincana Krishna Das dari Bali, Indonesia.

Dinginnya mandi di pagi hari adalah suatu hal yang tidak pernah saya impikan untuk menjadikannya sebagai rutinitas normal. Setelah perjalanan yang panjang dan sambutan yang meriah, semua penyembah tidur lebih awal bersiap untuk hari selanjutnya. Mangala Arati dimulai jam 4:15 pagi di temple penuh keluar sampai ke halaman. Manisnya doa guruvashtakam semakin bertambah ketika dinyanyikan dalam asosiasi dari begitu banyak penyembah dengan ketukan madhur dari mrdanga dan kartal. Program pagi ki jay!
Seusai program pagi, sebagaian besar para penyembah sibuk menyiapkan pandal dan panggung untuk perayaan Vyasapuja, sementara penyembah yang berkunjung melakukan tur singkat keliling desa. Gita Nagari Baru adalah desa yang dibangun dengan indah yang sesuai dengan prinsip-prinsip Vastu dari Veda. Semua jalan tegak lurus satu sama lain dengan lebar yang cukup. Setiap jalan diberi nama seperti tempat suci atau Dham yang selalu mengingatkan kita kepada Tuhan Krishna. Rumah-rumah dibangun megah. Dengan tanaman hijau melimpah dimana-mana dan burung-burung berkicau, berjalan japa di pagi hari begitu menyenangkan. Anak-anak kecil berlarian kesana-kemari bermain satu sama lainnya, beberapa dari mereka mengendarai sepeda, beberapa penyembah mengumpulkan bunga-bunga yang cantik dari pohonnya, semua ini begitu memukau.
Perayaan Vyasapuja bertempat di hutan Bhadrabana. Acara dimulai dengan HH RP Bhakti Raghava Swami mempersembahkan Go-Puja. Upacara diksha juga dilakukan dengan api suci. Tiga penyembah diberikan diksha hari-naam oleh HH RP Bhakti Raghava Swami; HG Krishna Charan Das, HG Hari Kripa Das and HG Krishna Murti Das. Dengan begitu banyak vaisnava yang hadir dan memberkati penyembah yang baru diinisiasi, ini merupakan upacara yang mengagumkan menandakan seseorang berkomitmen melayani Sri Guru dan Tuhan Krishna.
Berikutnya adalah persembahan doa pujian kepada HH RP Bhakti Raghava Swami dari murid-muridnya termasuk beberapa cerita-cerita lama dan realisasi yang menyemangatkan semua penyembah yang hadir. Ini diikuti dengan paad-puja; mencuci kaki padma guru spiritual dan persembahan bunga. Ini adalah pemandangan yang indah melihat semua murid-muridnya dan yang memberi selamat mempersembahkan rasa hormat mereka dan menerima karunia dari penyembah murni Tuhan. Banyak penyembah telah menyiapkan bahan makanan terbaik untuk dipersembahkan kepada Maharaj dengan kue berlapis empat yang indah. Maharaj membagikan karunianya dan menyirami berkatnya kepada setiap orang yang hadir. Krishna maha-prasadam dibagikan sebanyak-banyaknya kepada setiap orang dengan tema Bali dan tema versi India. Ada begitu banyak jenis sabji, gorengan dan kare yang enak disiapkan yang menjadikan setiap orang mabuk dengan karunia Krishna. Krishna prasadam ki jay!
Di sore hari kita mendapat keberuntungan dari Sri Sri Gaura Nitai dan Sri Sri Radha Madan Gopal bersama Lalita dan Vishaka keluar melakukan nagar sankirtan yang menakjubkan keliling desa. Itu adalah barisan yang panjang dari para penyembah yang menari dan bernyanyi dengan paru-paru mereka. Sebuah pemandangan yang menakjubkan melihat karunia dari nama suci yang menenggelamkan setiap orang. Jaya Srila Prabhupada!
Selanjutnya para penyembah menyaksikan pertunjukan budaya di balai masyarakat dengan pertunjukkan tari Bali. Beberapa dari penyembah yang berkunjung juga berbagi pengalaman mereka selama melakukan yatra. Hari yang sangat penting dan sadar Krishna ditutup dengan prasadam yang dibagikan dan kemudian para penyembah pergi untuk beristirahat.

%d bloggers like this: