Dengan Inisiatif Perlindungan Sapi Perah  / inisiatif perlindungan produk susu sapi (the Protected Cow Dairy Initiative) baru-nya, ISKCON New Vrindaban dengan seksama mengambil langkah kembali pada swasembada produk susu.

Nityodita Das, yang memimpin inisiatif , dengan penuh harapan mengingat saat-saat awal di New Vrindaban, Ketika Acharya pendiri ISKCON Srila Prabhupada masih hadir secara fisik

“Saya ingat ketika tinggal di perkebunan Vrindaban yang lama di tahun 1974 dan sesekali memerah susu bersama Radhanath Swami yang saat itu masih brahmacari,” dia berkata “saat itu kita tidak membeli susu atau produk susu lainnya, kecuali mungkin ketika ada perayaan besar. Kita biasanya memiliki ember besar penuh dengan ghee, dan Arca pun mendapatkan persembahan yang mewah. “

Srila Prabhupada, tentu saja, membayangkan New Vrindaban sebagai tempat suci yang dikenal di seluruh dunia untuk lima hal: mencintai Krishna, pendidikan spiritual, tempat suci, mandiri dan perlindungan sapi.

“Krishna dengan contoh nyata-Nya mengajarkan kita untuk memberi segala perlindungan kepada sapi dan ini harus menjadi tujuan utama dari New Vrindaban,” Prabhupada menulis kepada muridnya Hayagriva bulan juni 1968.

Tahun-tahun berikutnya setelah berpulangnya Srila Prbhupada di tahun 1977, penduduk New Vrindaban masih minum susu yang dihasilkan dari sapi mereka, tapi pada akhirnya kembali membeli mentega dan produk susu lainnya dari toko-toko lokal.

Namun belakangan ini, ada fokus baru pada visi Srila Prabhupada untuk New Vrindaban. Dalam dua tahun terakhir, para penyembah telah menambahkan delapan sapi baru —empat setiap tahunnya– sebagai langkah besar untuk menjadi bebas dari produk susu yang dibeli di toko yang diproduksi oleh perusahaan susu sapi komersial yang membantai sapi.

Di bulan Mei 2013, Inisiatif Perlindungan Sapi Perah, didukung oleh ISKCON New Vrindaban dan disponsori oleh non-profit Eco-Vrindaban, diluncurkan.

“Idenya adalah untuk membangkitkan kegiatan yang mana semua makanan yang dipersembahkan kepada Arca dihasilkan dari produk susu yang hanya dihasilkan oleh sapi yang dirawat oleh penduduk New Vrindaban,” kata anggota dewan ECOV Chaitanya Mangala Das.

New Vrindaban memiliki 47 kawanan sapi, dengan 6 sapi yang sedang bisa diperah. Berbeda dengan sapi-sapi yang disiksa dan dibantai di perusahaan produk susu komersial, semuanya di rawat dengan cinta dan kasih seperti anggota keluarga oleh pengawas kegiatan Ranaka Das dan pengasuh harian Chaitanya Bhagavat Das.

Semua sapi, tentu saja, tinggal dengan cara alami mereka. Selama musim panas, mereka merumput pada ratusan are padang rumput hijau yang subur. Selama musim dingin, ratusan tumpuk jerami dipanen bagi mereka untuk dimakan. Mereka dilindungi dari dingin di kandang yang nyaman, bersih dan luas. Dan anak sapi, seperti Pundarikaksa, anak sapi jantan yang berusia tiga bulan, tidak dipisahkan dari ibu mereka seperti yang dilakukan di perusahaan susu komersial, namun dijaga tetap dekat.

“Mereka diberi waktu bersama sepanjang hari,” kata Ananda-Vidya Das, yang memerah sapi bersama dengan istrinya Lalita-Gopi Dasi dan mengepalai produksi untuk Dairy Initiative. “Dan dua kali sehari, pada saat memerah, kami memberikan anak sapi seperempat dari susu untuk diminum dari ibu mereka.”

Setiap pagi pada pukul 7.00, Ananda-Vidya menuju ke kandang pememerahan di seberang jalan dari temple. Dia membutuhkan waktu hingga dua jam untuk memerah susu dari Punya, Malati, Yamuna, Anjali, Shankari, dan Surabhi, serta membersihkannya sesudahnya.

Untuk mengembangkan hubungan pribadi dengan sapi, Ananda-Vidya memerah setidaknya satu atau dua dari mereka dengan tangan setiap hari. Saat ia melakukannya, yang lainnya diperah dengan pemerah ember vakum, tipe yang paling halus dari mesin pemerah susu yang ada di pasaran saat ini.

“Hisapannya terasa cukup sebagaimana anak sapi yang melakukannya,” katanya, menambahkan, “Ketika saya dapat bantuan dari penyembah lain, sering kita dapat memerah mereka semua dengan tangan.”

Setelah memerah susu, Ananda-Vidya membawa susu ke temple. Dia kemudian menghangatkan susu sisa dari hari sebelumnya, membawa kembali ke kandang, dan memasukkannya melewati pemisah krim. Mesin ini menghasilkan krim dari satu corong, dan susu skim dari corong lainnya.

“Saya mendidihkan krimnya, dan menambahkan bibit yoghurt untuk membuatnya menjadi yoghurt,” kata Ananda-Vidya. “Setelah proses yoghurt dimulai, saya meninggalkannya sampai hari berikutnya. Kemudian pada sore hari, saya menempatkan yoghurt dari hari sebelumnya ke sebuah blender listrik yang mengaduknya menjadi mentega. Proses ini menghasilkan sekitar tiga atau empat pon mentega – hasilnya pun keluar dengan sangat baik “.

Pada akhirnya, Ananda-Vidya memerah sapi lagi untuk kedua kalinya pada pukul enam sore, sering dibantu juga dengan istrinya Lalita-Gopi.

Pelayanan Ananda-Viyda ini membutuhkan lima atau enam jam sehari, dan menghasilkan 14-15 galon susu. Ini digunakan untuk membuat permen susu, yoghurt, ghee dan produk susu lainnya untuk Arca di New Vrindaban, Sri Sri Radha Vrindaban Chandra.

Dairy initiative baru-baru ini berhasil menyelesaikan masa percobaan lima bulan nya. Sekarang, sudah siap untuk persiapan tahap percobaan kedua.

Selama musim dingin yang tenang, akan ada ekspansi program percobaan jalan sehingga makanan yang disajikan untuk penyembah di temple juga akan dibuat hanya dengan susu dari sapi yang dilindungi.

Ini tidak akan melibatkan peningkatan produksi susu. Sebaliknya, staf dapur, staf perlindungan sapi, dan manajemen New Vrindaban akan bekerja sama untuk memastikan bahwa susu yang tersedia digunakan dengan bijak.

Ada berbagai cara sehingga hal ini dapat terlaksana. Misalnya, memasak hidangan yang menggunakan susu berlebihan dapat diatur. Dan susu skim, hasil proses dari susu murni, dapat digunakan untuk membuat yoghurt lezat. Tentu saja, susu murni akan selalu dipersembahkan kepada Arca dan kemudian dihormati oleh penyembah sebagai maha-prasad.

Untuk membuat transisi ini berhasil, Nityodita Das mencatat bahwa “harus ada peningkatan kesadaran untuk memahami bahwa ketika kita pergi keluar dan membeli produk susu, kita pada dasarnya mendukung pembantaian sapi.” sejumlah kecil kesederhanaan diperlukan untuk mengubah ini , jika berjalan maka, sangat berharga.

Tentu saja, ada rencana untuk penambahan beberapa sapi dan produksi susu New Vrindaban di masa depan. Tapi setelah belajar dari upaya yang terlalu berambisi terbukti tidak terkendali di masa lalu, saat ini penyembah akan menambah dalam cara yang sangat sederhana, hati-hati dan berkesinambungan.

Ada rencana untuk secara bertahap mengembangkan kawanan keseluruhan dari 47 menjadi sekitar 70. Dan ada ruang dalam kandang pemerahan saat ini untuk menambah jumlah sapi yang bisa diperah menjadi delapan.

Di luar itu, ada rencana jangka panjang untuk membangun kandang lain di padang rumput di belakang rumah Srila Prabhupada, yang akan mampu menampung sampai dengan sepuluh sapi perah. Ini juga akan dirancang untuk difungsikan sebagai sebuah peternakan pengajar, di mana para tamu dapat mengamati dengan lebih baik dan berpartisipasi dalam kegiatan perlindungan sapi setiap hari.

Di balik semua ini adalah tim perawatan sapi, yang bertemu secara rutin di bawah kepemimpinan Ranaka Das untuk membahas perbaikan keseluruhan dalam perawatan sapi serta peningkatan yang diperlukan untuk kandang dan padang rumput.

Sementara itu, memerah susu sapi di kandang temple di New Vrindaban, Ananda-Vidya Das tidak khawatir tentang hal ini. Hidup sederhana baginya: itu kerja keras, tapi juga tenang.

“Ada beberapa pertapaan,” katanya. “Anda harus teratur dan tepat waktu. Anda harus mengangkat hal-hal berat dan menyekop kotoran. Kadang-kadang itu menjadi sangat dingin, duduk di sana di sebuah bangunan tanpa pemanas. “

“Tapi itu juga menenangkan. Matahari terbit dan terbenam adalah waktu yang damai. Tidak banyak orang di sekitar sini. Anda dapat mendengarkan ceramah, atau melantunkan ayat-ayat. “

Kecintaan tulus menghangatkan nada bicaranya. “Dan sapi benar-benar merupakan makhluk yang menarik. Mereka semua memiliki karakteristik dan kepribadian unik mereka. Sangat menyenangkan berada bersama mereka. “

“Yang paling penting, ini seperti pelayanan yang bermanfaat,” ia menyimpulkan, “Karena ini benar-benar inti dari apa yang diinginkan Srila Prabhupada untuk New Vrindaban.”

Dilaporkan oleh : Madhava Smullen, New Vrindaban, USA.

%d bloggers like this: