Seperti halnya nama suci yang tidak berbeda dengan Tuhan Sri Krishna, begitu juga dhäma atau tempat suci tidaklah berbeda dengan Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. Sastra menyatakan, “abhinnatvän näma-näminoù”, tidak ada perbedaan antara Tuhan dengan hal-hal yang berhubungan dengan Beliau seperti tempatNya ber-lila, paraphernalia yang beliau pakai dan lain-lain. Karena itu kita mesti berhati-hati ketika kita berkunjung ke tempat-tempat suci. Ada banyak hal yang perlu kita perhatikan ketika kita berada di tempat suci. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari kunjungan ke tempat suci, selain mendapat pergaulan dengan para penyembah Tuhan dan mendengarkan kegiatan rohani Tuhan di setiap tempat, kita perlu memperhatikan berbagai jenis kesalahan terhadap tempat suci yang mesti kita hindari. Dalam hal ini Çréla Bhaktivinoda Öhäkura memberi pernyataan untuk menghindari sepuluh jenis kesalahan terhadap Dhäma.

Sepuluh jenis kesalahan terhadap tempat suci (dhäma aparadha) adalah sebagai berikut:

  1. Tidak menghormati seorang guru yang telah mengungkapkan dhäma kepada para muridnya.
  2. Berpikir bahwa tempat suci (dhäma) bersifat sementara.
  3. Melakukan kekerasan terhadap setiap penduduk dhäma atau para pengunjung atau berpikir bahwa mereka adalah orang-orang biasa.
  4. Melakukan kegiatan-kegiatan material selama berada atau tinggal di tempat suci.
  5. Mencari uang dengan mengkomersialkan pemujaan arca dan nyanyian nama suci Tuhan di tempat suci
  6. Berpikir bahwa tempat suci merupakan bagian dari suatu Negara atau provinsi yang material seperti Bengal, atau berpikir bahwa tempat suci dimana Tuhan ber-lila sama dengan tempat perziarahan yang berhubungan dengan para dewa atau berusaha untuk mengukur atau membatasi areal tempat suci.
  7. Melakukan kegiatan berdosa selama berada atau tinggal di tempat suci.
  8. Menganggap bahwa Våndävana berbeda dengan Navadvépa.
  9. Menghina kesusastraan atau kitab suci atau buku-buku yang mengagungkan tempat suci.
  10. Tidak yakin pada tempat suci atau berpikir bahwa keagungan tempat suci adalah suatu imajinasi.

Selama kita tidak memperhatikan kesepuluh kesalahan diatas, maka kita tidak akan pernah bisa masuk kedalam dhäma atau tempat suci yang sejati dan mendapatkan hasil sempurna dalam pelaksanaan tirtha yatra.

Dikutip dari buku “Perjalanan Suci di Tanah Vraja”

Karya: Mendiang H.G. Bhagiratha Dasa Prabhu

%d bloggers like this: