Because of You

Alone trying to be Krishna's devotee

Kontroversi Seputar Sungai Gangga

October7

pavanaù pavatäm asmi rämaù çastra-bhåtäm aham jhañäëäà makaraç cäsmi srotasäm asmi jähnavé, Diantara segala sesuatu yang menyucikan, Aku adalah angin, di antara para pembawa senjata Aku adalah Rama. Di antara ikan-ikan Aku adalah ikan hiu, dan diantara sungai-sungai yang mengalir Aku adalah sungai Gangga (Bhagavad Gita 10.31).

Sloka di atas hanyalah salah satu sloka Veda dari sekian banyak sloka-sloka Veda yang mengagungkan tentang kesucian sungai Gangga.

Dari awal peradaban Veda, Sungai Gangga digunakan untuk berbagai kegiatan, terutamanya dalam kegiatan ritual karena dipercaya bahwa air sungai Gangga membawa kesucian dan dapat menjadi prayascita/penyucian terhadap semua kekotoran. Masyarakat yang hidup di sekitar sungai Gangga juga memanfaatkan air sungai Gangga sebagai air minum, mencuci dan juga membuang kotoran. Tidak hanya itu, sungai Gangga juga dijadikan tempat membuang abu jenasah oleh masyarakat Hindu yang tidak hanya dari India, tetapi dari penjuru dunia. Yang lebih mengerikan lagi, acap kali mayat yang belum terbakar secara sempurna sudah dihanyutkan ke dalam sungai Gangga. Sehingga jangan heran jika anda menemukan mayat manusia atau tengkorak utuh di sekitar sungai Gangga. Mengerikan bukan?

Secara kasat mata memang betul bahwasanya air sungai Gangga tampak keruh, dijejali oleh ribuan orang yang melakukan berbagai kegiatan. Ada yang sibuk dengan ritual keagamaan, mandi, mencuci, kakus atau hanya sekedar melancong. Berbagai kotoran tampak berserakan di sekitar sungai yang dianggap suci tersebut sehingga terkesan sangat-sangat kumuh.

Fenomena ini sering kali dijadikan isu menarik untuk melakukan propaganda agama oleh beberapa oknum umat agama lain untuk mengalihkan pengikut Hindu atau mencegah agar orang-orang tidak tertarik menjadi agama Hindu.

Namun dibalik kekotoran dan lingkungan yang kumuh tersebut, terdapat keanehan yang luar biasa yang membuat banyak orang-orang saint tercengang. Seorang senior di Narayana Smrti Ashram Yogayakarta, Budi Raharjo, M.BA yang merupakan seorang dosen dan juga guru di beberapa perguruan tinggi dan Sekolah Mengengah di Yogayakarta sempat hidup dan menempuh pendidikan master di India selama beberapa tahun. Pada suatu kesempatan di tahun 2004 yang lalu beliau mengambil dan membawa pulang sebotol kecil air sungai Gangga. Karena kebetulan beliau juga menjalankan usaha air RO (reverse osmosis) dan memiliki alat penguji kadar logam dan kualitas air yang dapat digunakan untuk menguji suatu air layak minum atau tidak, akhirnya beliau mencoba menguji beberapa sampel air yang beliau miliki. Beberapa sampel itu antara lain air sungai Gangga, air sumur bor yang berlokasi di dekat jalan di depan ashrama, air sumur di belakang yang dekat dengan kandang sapi, air minum bermerk dan air zamzam.

Apa yang terjadi? Ternyata kualitas air sungai Gangga sangat layak minum dan memiliki kadar logam sedikit di atas air dalam kemasan. Air sumur yang terletak di dekat kandang sapi juga memiliki kualitas yang lebih tinggi dari air sumur bor yang ada di depan dan air samsam memiliki kadar logam yang cukup tinggi. Bagaimana mungkin air sungai Gangga yang terlihat kotor tersebut menjadi layak minum?

Keanehan sungai Gangga ini ternyata juga mengundang banyak ahli-ahli saint modern melakukan penelitian terhadap air sungai Gangga.

Dr. D, Herelle adalah seorang dokter berkebangsaan Perancis. Pada suatu hari beliau melihat sendiri, mayat-mayat mengambang di Sungai Gangga. Mayat-mayat yang bergelimpangan di sungai itu, merupakan korban-korban keganasan wabah kolera dan desentri. Di hilir tidak jauh dari mayat-mayat yang menjijikkan itu, dilihat pula oleh Dr. D,Herele, orang-orang mandi dengan asyiknya. Malahan diantara mereka ada yang meminum air sungai tanpa merasakan jijik. Tetapi mengapa mereka tidak ketularan kolera dan desentri yang kejam itu? Aneh! Dr. D,Herele, yang tahu betul tentang medis sangat keheranan menyaksikan keajaiban dunia yang satu ini.

Sebagai seorang ilmuwan, dokter Prancis itu terpanggil untuk menyelidikinya. Ia pulang, kemudian mengumpulkan kuman-kuman itu dibawanya ke tepian Sungai Gangga. Dan dicampur dengan air Sungai Gangga yang telah diambilnya dengan gelas. Betapa terkejutnya  Dokter itu, ternyata, dalam waktu yang relatif singkat, kuman-kuman kolera dan desentri itu mati.

Penyelidikan pun dilanjutkan. Dr. D, Herelle mendekati mayat-mayat yang mengambang di Sungai Gangga. Dengan menggunakan mikroskop ia melakukan penelitian berikutnya. Dan ternyata cuplikan sampel yang dia ambil dengan radius kurang lebih setengah meter dari mayat-mayat itu sama sekali tidak ditemukan seekorpun kuman desentri dan kolera yang hidup. Dari hasil penyelidikkannya Dr. D,Herelle menyatakan, “suatu mineral yang tak dikenal, yang terkandung oleh air sungai Gangga, bisa membunuh kuman-kuman penyakit”.

Dr. G.E. Nelson, yaitu seorang dokter berkebangsaan Inggris, juga mengadakan penelitian mengenai keberadaan air sungai Gangga ini. Ia membuktikan, bahwa kapal-kapal yang berlayar dari Calcutta, pelabuhan India paling timur , yang menuju Inggris, mengambil air perbekalannya dari Sungai Hugli. Sungai Hugli, adalah suatu muara Sungai Gangga yang airnya paling kotor. Walau kapal-kapal itu berlayar berbulan-bulan, ternyata air yang dibawanya masih segar, tidak berbau. Sedangkan kapal-kapal yang berlayar dari Inggris menuju India, mengambil air perbekalan dari Pelabuhan Inggris, setelah kapal-kapal itu berlayar selama satu minggu, setibanya di pelabuhan India terbarat, Bombay air perbekalannya sudah berbau busuk, tidak dapat diminum lagi, walaupun air perbekalan itu telah diganti terusan Suez atau di Aden (Laut merah). Dari hasil penyelidikannya itu Dr. G.E. Nelson berpendapat, “Air sungai Gangga, mengandung suatu unsur-unsur yang belum dikenal, sehingga air itu tahan berbulan-bulan”. Bahkan telah dibuktikan, bahwa kesegaran air Sungai Gangga itu dapat bertahan bertahun-tahun.

Seorang sarjana Amerika yang berasal dari Kanada, Dr. F.G. Harrison, juga mengadakan penyelidikan terhadap keajaiban Sungai Gangga. Setelah melakukan penyelidikan, Ia berkata: “Suatu keajaiban alam yang belum dapat diterangkan. Ternyata, kuman-kuman kolera dan lain-lainnya, mati dengan cepatnya, setelah berada dalam air sungai Gangga. Anehnya, khasiat pembunuh kuman dari Sungai Gangga itu, akan hilang, jika air itu dimasak. Dan jika air Sungai Gangga dicampur dengan air lain, air sumur ditepian Sungai Gangga sekalipun, dengan seketika kuman-kuman penyakit tidak mati malah akan berkembang biak dengan cepatnya.”

Seorang doter Prancis yang paling laku di negerinya, memilih tinggal di tepi Sungai Gangga. Ia meninggalkan negerinya, setelah mengetahui Khasiat dari Sunga Gangga. Dan kini, ia menjadi sorang sadhu, orang suci Hindu.

Seorang Amerika, yang baru mendapat title Dotor dalam filsafat dari Benares Hindu University (BHU) dilaporkan meninggalkan asrama walaupun asrama itu mewah. Ia memilih hidup di sebuah perahu, yang mengambang ditepian Sungai Gangga. Kalau ia mandi, tidak pernah memakai sabun. “Percuma”, katanya. Ia percaya bahwa air Sungai Gangga saja sudah membunuh segala kuman yang mungkin ada di badan.

Jadi tidaklah salah apa yang disampaikan oleh Veda yang mengagung-agungkan kesucian sungai Gangga yang dikisahkan turun dari svargaloka dan disanggah oleh Dewa Siva dengan kepadanya di pegunungan himalaya sebelum akhirnya mengalir dalam bentuk sungai Gangga.

Anda belum yakin? Silahkan buktikan sendiri dengan datang langsung ke sungai Gangga

Sumber; dikutip dari mailinglist dan beberapa website tetangga dengan sedikit modifikasi

posted under Tradisi, Vedic Science
14 Comments to

“Kontroversi Seputar Sungai Gangga”

  1. On October 7th, 2009 at 1:59 pm Love_Peace Says:

    Meskipun ttiang blum pernah kesana,ada salah satu dosen d kmpuz tyang yg kbtulan pnah trta yatra ke india prnah brcrt tntang sungai gangga,singkatnya kata bliau,ad salah satu temannya yg meremehkan sungai gangga,ga di nyana,hanya dia sendiri yang merasakan hangat,pdahal semua temannya yg lain,yg tdk mrmehkan ksucian sungai gngga pada kdinginan,saat itu,brulah tmannya dzen sya itu sadar,dan sngktnya,bliau mnangs sejadi-jadinya mmnt maav kpd dewi gangga

  2. On October 8th, 2009 at 10:44 am ari_bcak Says:

    menarik sekali…..

  3. On October 8th, 2009 at 1:50 pm bhaskara Says:

    om swastyastu
    itu bukan AJAIB. tapi BIASA bagi orang hindu. seorang peneliti jepang Masaru emamoto, pernah melakukan penelitian unutk membuktikan bahwa air itu HIDUP, air merespon smua afirmasi yang diberikan.
    ia melakukan percobaan dengan mengamati kristal air, beberapa sampel air diberi tulisan, Benci, cinta, takut, dsb. ternyata setelah diteliti kristal airnya, sampel yang bertuliskan benci dan takut membentuk krital air yang sangat buruk namun ternyata sebaliknya pada smpel air yang berisikan tulisan cinta ternyata membentuk kristal air yang sempurna dan begitu indah,singkatnya air akan berubah menjadi apapun sesui dgn keinginan kita…ya wajar saja kalau air sungai gangga begitu LUARBIASA,karena sungai ini disucikan, dihormati, dijadikan sarana pemujaan ,di bacakan mantra OM, oleh umat hindu disana,pastilah air itu telah merespon perlakuan yang begitu istimewa sehingga menjdi SANGAT LUARBIASA.

    bahkan sakeng utamana air gangga pedanda di Bali juga padasaat nyuryasewana (memuja matahari)memohon air suci gangga supaya turun bercampur dengan air suci yang sedang dipuja, melalui mantra “GanggaAstawa”
    jangankan di diIndia di Bali pun sudah terbukti dengan kehebatan tirta yang ada di Pura-pura walaupun sudah disimpan lama dalam tong tanah tanpa perawatan toh masih tetap layak minum tanpa pernah ada umat yang diare karena nunas tirta, bahakn tirta itu jga sbagai obat…agama hindu diBali juga dulunya dikenal sebagai agama Tirta..
    oh ya ternyata DR masaru jga pernah melakukan penelitian dengan menempelkan nama-nama berbaga agama, islam, hindu, kristen, dsb, ternyata sampel air yang bertuliskan HINDU membentuk kristal air yang indah, sempurna, cemerlang, maaaf beda dengan Islam ternyata kristal air yang terbentuk tidak sempurna, kaku..
    ia juga menyimpulkan TSunami diAceh terjadi karena air merepon berbagi tindakan kejam, penghekangan yang terjadi, sehingga respon air begitu BURUK…………

    suksma nkeng tuas…

  4. On October 8th, 2009 at 1:59 pm dino Says:

    klo tidak salah diliput juga oleh BBC (klo g salah)
    disana juga menjadi tempat pembuangan limbah industri kulit.

    melihat siaran itu saya saya jadi merinding…gilaaa…sungai suci diperlakukan sembarangan. saya pun ragu jika ternyata sungai gangga masih suci pada daerah kotor tersebut (bukan yg dipembakaran yaa…) hanya sempat terpikir”yang sucinya pasti dibagian hulu”.

    menarik juga dan akhirnya disampaikan bahwa pada pelaksanaan Kubhamela kesekian para sadhu menolak mandi sampai sungai dibersihkan. akhirnya sonia gandhi turun tangan(pemerintahnya g peduli kok…). setelah dibersihkan akhirnya para sadhu mau melaksanakan ritual kembali. namun daerah hilir masih tergolong rawan (tercemar). ada beberapa titik yg terekam sangat tercemar.

    semoga kesucian sungai gangga tetap terjaga. dan semoga umat manusia menyadari dan memahami 3 hubungan harmonis (Tuhan, manusia, semesta/alam)..lupa bahasanya..he.he. agamanya jelek nie….

  5. On October 8th, 2009 at 5:58 pm SonyaSunny Says:

    Hello,
    Where are you from? Is it a secret? :)
    SonyaSunny

  6. On October 9th, 2009 at 6:24 am Cahya Says:

    Kalau tidak salah, beberapa tahun belakangan ini di sungai gangga telah dilepas berpasang-pasang kura-kura karnivora, karena banyak jenazah yang tidak membusuk di dasar sungai.

    Mungkin kura-kuranya jadi pembersih sungai :)

  7. On October 9th, 2009 at 10:05 am ngarayana Says:

    My Dear SonyaSunny,

    Thank You for visiting my home page. Do you ask me? I’m a Hindu from Bali (Indonesia). Nice to know you.

  8. On October 23rd, 2009 at 10:16 am Wan Says:

    Luar biasa..
    Pembahasan yg sangat bagus..
    Bener…saya sempat miris juga melihat berita ditv tentang sungai gangga..tp, dgn informasi yg baru saya baca keyakinan tentang sungai gangga sebagai sungai suci tidak terragukan lagi..
    Suksema

  9. On November 12th, 2009 at 8:01 pm no name Says:

    wow, infonya sangat menarik sekali uuntuk bacaan kalangan usia manapun dan sanagat bermanfaat untuk kedokteran

  10. On November 22nd, 2009 at 8:37 am zzz Says:

    like this .. sungai gangga adalah sungai yng suci bagi umat hindu ..
    hindu adalah agama universal…

  11. On December 14th, 2009 at 6:54 am cipluk Says:

    ah…biasa…..air zam-zam yang menurutnya banyak mengandung zat besi. sampai sekarang masih layak minum….bisa dibandingkan bagaimana jutaan orang yang kumpul menunaikan ibadah haji.. semuanya mulai dari MCK sampai minum menggunakan air zam-zam tapi belum pernah terdengar di daerah tandus tersebut kekurangan ait karena sumur zam-zam kekeringan…perlu anda ketahui juga di saudi arabia hujan paling banyak turun setahun 2-3 kali…anda bisa bayangkan dengan negara kita bagaimana seandainya hujan hanya turun 2-3 kali dalam setahun…

  12. On August 10th, 2010 at 1:15 pm LIMBAH KALIYUGA Says:

    @ Cipluk Coba baca link ini:

    http://indonesia.faithfreedom.org/forum/mus-air-zamzam-itu-ciptaan-amerika-bukan-dari-allah-t5897/

    Arab Saudia Krisis Air dan Air Zamzam Jadi Tak Ajaib Lagi !!!

    Inilah laporan dari Suara Merdeka:

    Arab Saudi Dihantui Krisis Air

    Jeddah, CyberNews. Krisis air kini menghantui Srab Saudi. Sejumlah warga Jeddah mengeluhkan langkanya air bersih akir-akhir ini. Menurut laporan harian Arab News edisi Minggu (24/9), air yang muncul dipasaran justru air bersih gelap yang dijual sangat mahal, 500 Riyal. Padahal harga resmi hanya 115 Riyal.

    Tim Media Center Haji Departemen Agama RI menyiarkan mahalnya harga air sangat dikeluhkan warga Jeddah. Bahkan, Jumat (22/9) lalu, sejumlah warga menjerit keras ketika air dipasaran gelap mendadak naik menjadi 400 Riyal. “Tidak hanya itu, air juga sulit ditemukan meski dengan harga sedemikian tinggi,” demikian rilis Tim MCH Depag RI, Minggu.

    Diakui Abdurrahman Al-Muhammadi, kepala Pengadaan Air Bersih Jeddah, bahwa pihaknya juga mengalami penurunan pengiriman air. Dari satujuta meter kubik perhari kini turun menjadi 650.000 meter kubik perhari.

    Menurut Muhammadi, krisis air akan berakhir setelah 6 November nanti sesuai perjanjian dengan kontraktor baru dari Prancis yang akan mendistribusikan air bersih ke seluruh wilayah Jeddah dan sekitarnya.

    Dari berita diatas, cukup jelas bagi mereka yang selalu mempropagandakan mata air zamzam se-olah2 merupakan keajaiban dunia untuk mereka yang muslim. Padahal seperti yang sudah aku tulis sebelumnya, mata air Zamzam itu sudah diperbaiki produksinya oleh sebuah perusahaan air dari Amerika Serikat. Jadi air zamzam yang ajaib itu adalah produksi Amerika Serikat bukan produksi Allah.

    Sekarang kembali Arab Saudi dilanda krisis air bersih dimana penyebabnya ini berkaitan dengan berakhirnya kontrak kerja perusahaan2 air minum Amerika yang berinvestasi di Arab Saudia sehubungan keamanan kerajaan Islam ini yang menteror berbagai perusahaan2 investasi Barat akhir2 ini. Krisis ini akan berkelanjutan karena meskipun dikabarkan kerajaan Arab Saudia melakukan perundingan dengan perusahaan2 air minum dari Perancis, tapi pihak investor Perancis belum memberi keputusannya. Ancaman teror di Arab Saudia bukan hanya terhadap perusahaan2 Amerika saja melainkan semua perusahaan2 Barat lainnya juga menghadapi teror yang sama karena bukan muslim.

    Akibat krisis yang berkepanjangan ini, terganggunya jemaah haji tidak mungkin diatasi lagi sehingga setiap jemaah haji diharapkan bisa membawa air minum sendiri dari negara asal mereka. Harga air minum di Arab Saudia akan terus meroket tidak bisa diatasi lagi karena banyak mesin Amerika yang dibeli kerajaan Arab Saudia tidak lagi bekerja
    karena spare parts maintenance- nya tidak bisa didapatkan lagi. Enggak heran kalo nantinya harga air di Arab Saudia akan sama dengan harga emas di negara lainnya.

    Ny. Muslim binti Muskitawati.

  13. On August 10th, 2010 at 1:22 pm LIMBAH KALIYUGA Says:

    @ Cipluk, Coba baca ini

    http://indonesia.faithfreedom.org/forum/mus-air-zamzam-itu-ciptaan-amerika-bukan-dari-allah-t5897/

    Arab Saudia Krisis Air dan Air Zamzam Jadi Tak Ajaib Lagi !!!

    Inilah laporan dari Suara Merdeka:

    Arab Saudi Dihantui Krisis Air

    Jeddah, CyberNews. Krisis air kini menghantui Srab Saudi. Sejumlah warga Jeddah mengeluhkan langkanya air bersih akir-akhir ini. Menurut laporan harian Arab News edisi Minggu (24/9), air yang muncul dipasaran justru air bersih gelap yang dijual sangat mahal, 500 Riyal. Padahal harga resmi hanya 115 Riyal.

    Tim Media Center Haji Departemen Agama RI menyiarkan mahalnya harga air sangat dikeluhkan warga Jeddah. Bahkan, Jumat (22/9) lalu, sejumlah warga menjerit keras ketika air dipasaran gelap mendadak naik menjadi 400 Riyal. “Tidak hanya itu, air juga sulit ditemukan meski dengan harga sedemikian tinggi,” demikian rilis Tim MCH Depag RI, Minggu.

    Diakui Abdurrahman Al-Muhammadi, kepala Pengadaan Air Bersih Jeddah, bahwa pihaknya juga mengalami penurunan pengiriman air. Dari satujuta meter kubik perhari kini turun menjadi 650.000 meter kubik perhari.

    Menurut Muhammadi, krisis air akan berakhir setelah 6 November nanti sesuai perjanjian dengan kontraktor baru dari Prancis yang akan mendistribusikan air bersih ke seluruh wilayah Jeddah dan sekitarnya.

    Dari berita diatas, cukup jelas bagi mereka yang selalu mempropagandakan mata air zamzam se-olah2 merupakan keajaiban dunia untuk mereka yang muslim. Padahal seperti yang sudah aku tulis sebelumnya, mata air Zamzam itu sudah diperbaiki produksinya oleh sebuah perusahaan air dari Amerika Serikat. Jadi air zamzam yang ajaib itu adalah produksi Amerika Serikat bukan produksi Allah.

    Sekarang kembali Arab Saudi dilanda krisis air bersih dimana penyebabnya ini berkaitan dengan berakhirnya kontrak kerja perusahaan2 air minum Amerika yang berinvestasi di Arab Saudia sehubungan keamanan kerajaan Islam ini yang menteror berbagai perusahaan2 investasi Barat akhir2 ini. Krisis ini akan berkelanjutan karena meskipun dikabarkan kerajaan Arab Saudia melakukan perundingan dengan perusahaan2 air minum dari Perancis, tapi pihak investor Perancis belum memberi keputusannya. Ancaman teror di Arab Saudia bukan hanya terhadap perusahaan2 Amerika saja melainkan semua perusahaan2 Barat lainnya juga menghadapi teror yang sama karena bukan muslim.

    Akibat krisis yang berkepanjangan ini, terganggunya jemaah haji tidak mungkin diatasi lagi sehingga setiap jemaah haji diharapkan bisa membawa air minum sendiri dari negara asal mereka. Harga air minum di Arab Saudia akan terus meroket tidak bisa diatasi lagi karena banyak mesin Amerika yang dibeli kerajaan Arab Saudia tidak lagi bekerja
    karena spare parts maintenance- nya tidak bisa didapatkan lagi. Enggak heran kalo nantinya harga air di Arab Saudia akan sama dengan harga emas di negara lainnya.

    Ny. Muslim binti Muskitawati.

  14. On February 11th, 2011 at 8:56 pm acil Says:

    LIMBAH KALIYUGA,
    itu berita tahun 2006, itupun disitus faithfreedom gak ada sumbernya.
    air di arabsaudi bukan diambil dari air zamzam doang.

    otak jangan ditaro didengkul.

You must be logged in to post a comment.