Because of You

Alone trying to be Krishna's devotee

Dimana letak Sorga dan Neraka?

August3

Neraka, sebuah kata yang membuat orang takut akan Tuhan, yang membuat orang takut melanggar aturan kitab suci dan yang membuat orang gelisah untuk melakukan kegiatan-kegiatan penebusan dosa. “Bisnis” neraka dalam sejarah kehidupan manusia ternyata cukup menjanjikan. Pihak gereja pada waktu lampau sanggup meraup milyaran dolar hanya dengan menjual surat penebusan dosa. Para tikus-tikus koruptor seolah-olah bebas dari dosa setelah melakukan pencucian uang dengan cara menyetorkan uang itu ke pundi-pundi sosial religius.

Sedangkan Sorga selalu menjadi media “iklan” yang paling menarik yang akan membuat manusia rajin sembahyang, rajin berderma dan berbuat baik, bahkan rajin melakukan tindakan-tindakan biadab atas dasar dogma-dogma agama.

Apakah sorga dan neraka itu nyata atau hanya ada dalam pikiran kita?

Pertanyaan yang sangat sering muncul, bahkan anehnya pertanyaan ini lebih sering mengantui mereka yang merupakan pengikut Veda, umat Hindu. Ironisnya, Neraka yang berasa dari kata sansekerta “Naraka” dan Sorga dari kata Svarga malah lebih diyakini keberadaannya oleh umat-umat agama Abrahamik. Bahkan kata sorga dan neraka ini malahan dijadikan bumerang terhadap umat Hindu agar dapat “diselamatkan” oleh mereka.

Apa, dimana dan bagaimana sebenarnya sorga dan neraka itu? Mari kita coba baca dan cermati kutipan-kutipan sloka-sloka berikut, dan akan saya mulai dari kutipan sloka-sloka tentang neraka.

Bhagavata Purana 5.26.7

“Beberapa sumber terpencaya mengatakan bahwa ada total 21 planet Neraka, dan beberapa mengatakan 28. Nama-nama planet Neraka itu adalah: Tamisra, Andhatamisra, Raurava, Maharaurava, Kumbhipaka, Kalasutra, Asipatravana, Sukaramukha, Andhakupa, Krmibhojana, Sandamsa, Taptasurmi, Vajrakanttaka-salmali, Vaitrani, Puyoda, Pranarodha, Visasana, Lalabhaksa, Sarameyadana, Avici, Ayahpana, Ksarakardama, Raksogana-bhojana, Sulaprota, Dandasuka, Avatanirodhana, Paryavartana da Sucimukha. Semua planet-planet Neraka ini dimaksudkan sebagai tempat hukuman bagi makhluk hidup.”

Bhagavata Purana 5.26.8

“Seseorang yang mengambil alih istri sah, anak-anak atau uang orang lain diseret pada saat kematian, oleh Yamadhuta yang menakutkan, yang mengikatnya dengan tali waktu dan melemparkannya dengan paksa ke dalam planet-planet Neraka yang bernama Tamisra. Di planet yang gelap ini, orang-orang berdosa di hukum oleh para Yamadhuta, yang memukuli dan memarahinya. Dia menderita kelaparan, dan ia tidak diberikan air untuk diminum. Demikianlah para asisten Yamaraj yang penuh murka, membuatnya menderita, dan kadang-kadang ia jatuh pingsan menerima berbagai siksaan mereka.”

Bhagavata Purana 5.26.11

“Di dalam kehidupan ini, orang-orang melakukan kekerasan terhadap para makhluk hidup. Oleh karena itu, setelah kematian, ketika ia diseret ke Neraka oleh Yamaraj, para makhluk hidup itu yang dulu ia sakiti muncul sebagai binatang yang bernama ruru untuk memberikan rasa yang amat sakit padanya. Orang terpelajar menyebut Neraka ini Raurava. Hewan ini tak dapat kita lihat di Bumi, ruru ini memiliki sifat lebih iri daripada ular.”

Bhagavata Purana 5.26.12-13

“Hukuman di Neraka yang bernama Maharaurava adalah wajib bagi orang yang memelihara badannya dengan menyakiti makhluk hidup lainnya. Di Neraka ini, ada hewan Ruru yang dikenal dengan nama Krayavada menyiksa dan memakan dagingnya. Untuk pemeliharaan badan mereka dan untuk kepuasan lidah mereka, Orang-orang jahat memasak hidup-hidup hewan-hewan dan burung–burung lemah. Orang-orang seperti itu dikutuk bahkan oleh pemakan manusia sekalipun. Pada kehidupan mereka kemudian, mereka diseret oleh para Yamadhuta ke Neraka yang bernama kumbhipaka, dimana mereka dimasukkan ke dalam minyak yang mendidih.”

Bhagavata Purana 5.26.14

“Seorang pembunuh Brahmana  dimasukkan ke Neraka yang bernama Kalasutra, yang memiliki garis tengah 80.000 mil dan seluruhnya terbuat dari tembaga. Dipanasi dari bawah oleh api dan dari atas oleh Matahari yang membara, permukaan tembaga planet ini sangat panas sekali. Demikianlah para pembunuh Brahmana menderita terbakar baik dari dalam maupun dari luar. Dari dalam ia terbakar oleh rasa lapar dan haus, dan dari luar dia terbakar oleh panas matahari dan api yang berada di bawah permukaan tembaga. Oleh karena itu, kadang-kadang mereka terbaring, kadang duduk, kadang-kadang berdiri, dan kadang-kadang berlari kesana kemari. Dia harus menderita seperti ini selama ribuan tahun sebanyak rambut yang ada di tubuh seekor hewan ”

Bhagavata Purana 5.26.16

“Di dalam kehidupan yang akan datang, seorang raja atau wakil pemerintah yang berdosa, yang menghukum orang yang tidak berdosa, atau yang memberikan hukuman pada badan seorang brahmana, diseret oleh Yamadhuta ke Neraka yang bernama Sukharamuka, dimana asisten Yamaraj yang paling perkasa menghancurkannya, percis seperti orang meremas tebu untuk mendapatkan airnya. Para makhluk hidup yang berdosa menangis dengan menyedihkan dan akhirnya pingsan, sama seperti seorang manusia yang tidak berdosa menjalani hukuman. Ini adalah akibat dari menghukum orang yang tidak bersalah.”

Bhagavata Purana 5.26.19

“Seseorang, yang bukan karena terancam jiwanya, merampok seorang Brahmana atau bahkan orang lain (yang bukan Brahmana sekalipun) dan mengambil permata (atau benda-benda berharga)-nya dan emas, ditempatkan ke dalam Neraka bernama Sandamsa. Di sana kulitnya dilapisi dan dipisahkan oleh bola-bola dan jepitan besi merah panas, maka keseluruhan badannya terpotong menjadi berkeping-keping.”

Bhagavata Purana 5.26.20

“Seorang laki-laki atau wanita yang terlibat dalam hubungan seksual dengan pasangan tidak sah, dihukum setelah kematiannya oleh para asisten Yamaraja di Neraka yang bernama Taptasurmi. Disanalah laki-laki dan wanita yang melakukan kesalahaan itu, dipukul dengan cambuk. Sang laki-laki dipaksa untuk memeluk besi merah panas yang berbentuk wanita. Dan yang wanita dipaksa untuk memeluk besi yang sama namun berbentuk laki-laki. Itulah hukuman bagi seks yang tidak sah.”

Sloka-sloka tentang neraka di atas hanyalah sebagian kecil dari gambaran neraka yang terdapat dalam kesusastraan Veda. Namun demikian sloka-sloka tersebut sudah memberikan gambaran yang sangat jelas tentang bagaimana menderitanya hukuman-hukuman yang harus di jalani di alam neraka.

Lalu bagaimana kenikmatan di sorga?

Dalam Bhagavata Purana 5.17.12 dikatakan bahwa di Surga atas termasuk di Bumi sebelum munculnya zaman kali ribuan tahun yang lalu para penduduk hidup selama sepuluh ribu tahun dan semuanya mirip dewa. Mereka mempunyai kekuatan badan sepuluh ribu gajah dan badan sekuat halilintar. Masa muda dalam kehidupan mereka sangat menyenangkan, baik pria dan wanita menikmati persatuan seks dengan sangat menyenangkan dengan jangka waktu yang lama. Setelah sekian lama mengalami kenikmatan sensual dan ketika sekitar setahun masa kehidupan masih tersisa sang istri mendapatkan seorang anak. Demikianlah standar kesenangan para penuduk Surga ini sama persis dengan manusia yang hidup pada Treta Yuga.

Lebih lanjut dikatakan bahwa di Sorga terdapat banyak taman penuh bunga dan buah sesuai dengan musim, dan ada pertapaan-pertapaan yang dihias dengan baik. Antara gunung-gunung besar yang membatasi wilayah-wilayah di sana, ada danau-danau sangat besar berisi air jernih penuh dengan bunga-bunga padma yang baru tumbuh. Burung air seperti angsa, bebek, ayam air, dan angsa merasa sangat senang karena keharuman bunga-bunga padma, dan suara-suara kumbang yang mempesona, memenuhi udara. Para penduduk tempat ini merupakan pemimpin-pemimpin penting di antara para dewa. Selalu disertai oleh para pelayan mereka yang terhormat, mereka menikmati hidup di taman-taman disisi-sisi danau. Dalam keadaan yang menyenangkan, istri-istri para dewa tersenyum dengan riang kepada suami-suami mereka dan melihat mereka dengan tatapan nafsu. Seluruh dewa dan istri-istrinya disediakan bubuk cendana dan kalungan bunga secara teratur oleh pelayan-pelayan mereka. Dengan cara demikian, para penduduk varshakedelapan menikmati, tertarik dengan kegiatan lawan jenis.

Bhagavata Purana 8.2.7-8;

“Tiga bahan dasar utama yang ada di puncak Gunung Trikuta terbuat dari besi, perak dan emas, yang memperindah segala arah dan angkasa. Gunung ini juga memiliki puncak yang lain, yang penuh dengan permata dan berbagai mineral dan dihiasi dengan pohon-pohon, tanaman menjalar dan semak-semak yang indah. Suara-suara air terjun di atas gunung menciptakan vibrasi yang menyenangkan. Begitulah adanya gunung itu, semakin meningkatkan keindahan disegala penjuru. Tanah lapang di kaki gunung selalu di bersihkan  oleh gelombang ombak susu membentuk jamrud di sekiling gunung, di delapan penjuru mata angin. Para penduduk planet-planet atas seperti para Siddha, Carana, Ghandarva, Vidyadhara, para Naga, Kinnara dan Apsara biasanya pergi ke gunung untuk bermain-main (sport). Demikianlah semua gua di gunung itu penuh dengan penduduk-penduduk Surgawi ini.”

“Lembah-lembah di bawah Gunung Trikuta terhias indah dengan beraneka ragam hewan hutan, dan di dalam pohon-pohon yang terawat di taman-taman oleh para dewa, ada beraneka jenis burung bersiul dengan suara-suara merdu. Gunung Trikuta memiliki banyak danau dan sungai, dengan pantai-pantai yang ditutupi dengan permata/mutiara-mutiara kecil menyerupai butiran-butiran pasir. Airnya sejernih kristal, dan ketika bidadari para dewa mandi di dalamnya, badan-badan mereka memberikan keharuman kepada air dan angin sepoi yang bertiup, yang memperkaya atmosfer di sana.”

Bhagavata Purana 7.4.8-11;

“Hiranyakasipu, yang memiliki segala kemewahan mulai tinggal di Surga, dengan taman Nandananya yang terkenal, yang dinikmati oleh para dewa. Pada kenyataannya, dia tinggal di istana Dewa Indra, Raja Surga. Istana itu dibangun secara langsung oleh arsitek para dewa, Visvakarma dan dibuat sedemikian indah, seolah-olah Dewi Keberuntangan alam semesta ini berstana di sana. Jalan-jalan setapak di kediaman Raja Indra terbuat dari coral, lantainya terhias dengan Jamrud yang tak ternilai, tembok-temboknya terbuat dari kristal, dan pilar-pilar terbuat dari batu yang bernama Vaidurya. Canopi-canopi terhias dengan indah, tempat-tempat duduk terhias dengan batu ruby, dan tempat tidur terbuat dari sutra, seputih busa, yang terhias mutiara. Gadis-gadis istana itu, yang diberkati dengan gigi-gigi yang indah, dan wajah-wajah yang paling cantik, berjalan ke sana dan ke mari di istana itu, gelang kaki mereka bergemerincing dengan merdu, dan mereka melihat  bayangan mereka sendiri di permata-permata.”

Kita sudah melihat gambaran tentang kondisi planet-planet neraka dan surga menurut Bhagavata Purana. Namun, sebagain dari kita mungkin masih bertanya, dimanakah surga dan neraka itu berada? Apakah itu berada di bumi ataukah di tempat lain?

Saya akan mencoba menjelaskan susunan alam (loka) dalam satu alam semesta ini sebagaimana yang sudah digambarkan dalam poster alam semesta yang bisa di download dalam website ini.

Sebelum kita mencoba menentukan letak susunan alam-alam yang lain, mari kita samakan persepsi tentang orientasi arah (antara atas dan bawah) terlebih dahulu. Kenapa hal ini penting? Karena pada dasarnya yang disebut atas dan bawah adalah suatu kesepakatan. Di bumi kita mengatakan atas untuk mengatakan arah yang berlawanan dengan arah gravitasi bumi, dan mengatakan bawah untuk yang searah dengan gravitasi bumi. Tentunya orientasi arah yang kita gunakan untuk menentukan posisi dalam satu alam semesta ini bukanlah gravitasi bumi lagi, tetapi orientasi yang lain.

Dalam Bhagavata Purana 5.20.43-46 dikatakan “Matahari kita berada di pertengahan alam semesta, yaitu di wilayah ruang (antariksha) antara Bhurloka dan Bhuvarloka.  Matahari ini membagi segala arah alam semesta. Karena kehadiran mataharilah kita dapat mengerti apa itu angkasa, apa itu planet-planet yang lebih tinggi, dan apa itu dunia ini”. Dengan berpatokan pada sloka ini kita akan menyepakati bahwa yang disebut atas dalam alam semesta kita adalah orientasi arah tata surya kita dengan pusat matahari menuju alam dewa brahma (Brahmaloka/satyaloka), dan yang disebut bawah adalah orientasi arah dari tata surya kita menuju kediaman Sri Sankarsana/Anantadeva.

Dalam Bhagavata Purana 5.23.9 dijelaskan jarak antara susunan alam-alam ini, yaitu sebagai berikut;

Dhruvaloka (bintang kutub), berjarak 3,800,000 yojana diatas matahari. Di atas Dhruvaloka yang berjarak 10,000,000 yojana adalah Maharloka, diatas Maharloka dengan jarak 20,000,000 yojana adalah Janaloka, diatas Janaloka dengan jarak 80,000,000 yojana adalah Tapoloka, dan di atas Tapoloka dengan jarak 120,000,000 yojana adalah Satyaloka. Alam Vaikuntha / Moksha / alam rohani terletak 26,200,000 yojana diatas Satyaloka.

susunan alam

susunan alam

Visnu Purana sendiri menjelaskan bahwa jari-jari alam semesta kita (dari matahari kita sampai pada sisi terluar dari satu alam semsta kita) adalah 260,000,000 yojanas.

Bhagavata Purana 9.24 58 dan 3.32.10 mejelaskan tentang planet Satyaloka yang merupakan susunan alam yang tertinggi dan dikatakan disana terdapat suatu bentuk menyerupai bunga padma raksasa yang sangat indah dan merupakan tempat singga sana Dewa Brahma yang selalu sibuk dalam meditasinya.

Di bawah satyaloka terdapat muniloka (tapaloka, janaloka dan mahaloka), yang merupakan tempat tinggal resi-resi agung yang selalu khusuk dalam meditasi. Sebagaimana dikatakan dalam Bhagavata Purana 11.24.11; “dengan yoga mistik, pengendalian diri yang luar biasa, mereka mencapai mahaloka, janaloka dan tapaloka, tetapi dengan yoga yang di tujukan kepada-Ku seseorang mencapai tempat tinggal-Ku yang kekal.

Di bawah Mahaloka terdapat Svargaloka atau alam sorga yang dipimpin oleh raja sorga, Dewa Indra. Di sorga hidup sekitar 330 juta dewa dengan tugas, kedudukan dan fungsinya masing-masing. Dan dalam Aitareya Brahmana 1.1.1 disebutkan “Diantara para dewa, Agni adalah yang paling rendah dan Visnu adalah yang paling tinggi dan dewa-dewa yang lainnya adalah diantara ini”. Lebih lanjut tentang kenikmatan di sroga dan serba serbinya dijelaskan antara lain dalam Bhagavata Purana 2.42-43, 10.84.12, 5.19.28.


Dalam Bhagavata Purana 5.24.1-6 menjelaskan bahwa di bawah ”planet-planet atas” dibawah Svargaloka, terdapat susunan planet Bhuvarloka yang terletak masih di atas Bumi, planet-planet ini, yaitu mulai dari planet Rahu yang berjarak 80.000 mil di bawah matahari. Planet ini bergerak bagaikan salah satu bintang namun ia merupakan sebuah planet gelap dan tak terlihat; yang mana, keberadaannya dapat dilihat kadang-kadang ketika ada sebuah gerhana. Di bawah rahu  80.000 mil lagi ada planet-planet yang bernama Siddhloka (dimana hidup para Siddha, atau makhluk-makhluk yang secara alamiah memiliki kesempurnaan mistis, seperti bisa terbang dari satu planet ke planet lain tanpa memakai mesin, Caranaloka (dimana hidup para Carana atau para makhluk mirip minstrel ’penyanyi atau penyair pengelana), Gandharvaloka (dimana hidup para Gandharva atau makhluk ’malaikat’ bersayap), dan Vidyadharaloka (dimana hidup para Vidyadhara, makhluk-makhluk halus yang menguntungkan, yang amat cantik dan bijaksana). Di bawah planet-planet ini merupakan tempat kenikmatan untuk para Yaksha (makhluk-makhluk halus misterius yang sering mengunjungi sawah-sawah dan hutan-hutan), para Rakshasha (makhluk raksasa yang mengembara tiap malam, dan juga membentuk kapal dan dapat mengambil wujud seperti anjing, burung hering, burung hantu, orang kerdil, dan lain-lain). Para Pishaca (makhluk-makhluk iblis yang makan daging, dapat merasuki orang-orang dan berkumpul di kuburan atau tempat crematorium dengan hantu lainnya), dan makhluk lainnya seperti hantu dan yang lainnya. Di bawah planet-planet yang gelap dan tak terlihat ini, sekitar ratusan mil adalah planet Bumi.

Berikutnya dalam Bhagavata Purana 5.24.87-9 menjelaskan bahwa di bawah tata surya kita masih terdapat tujuh planet lainnya, yang bernama Atala, Vitala, Sutala, Talatala, Mahatala, Rasatala dan Patala. Di tujuh sistem planet ini, yang juga terkenal dengan nama ”Surga Bawah” (bila-svarga), ada rumah-rumah, taman-taman dan tempat kenikmatan indrawi yang sangat indah, dan bahkan lebih mewah dibanding planet-planet diatas karena para raksasa memiliki standar kenimatan sensual yang sangat tinggi. Sebagian besar para penduduk planet-planet ini menikmati hidup tanpa gangguan. Demikianlah mereka dapat dimengerti sangat terikat kepada kebahagian ilusif. 240.000 mil di bawah Planet Patala tinggal salah satu inkarnasi Tuhan Yang Maha Kuasa, Sri Ananta atau Sri SankarsanaSri Sankarana merupakan lautan sifat-sifat rohani yang tidak terbatas.

Menurut Bhagavata Purana 5.26.5 dikatakan tepat di atas Sri Sankarsana dan dibawah sistem planet-planet bila-svarga, patala inilah terdapat susunan planet-planet neraka. Jadi letak planet-planet neraka adalah di susunan planet-planet terbawah dalam satu alam semesta.

Bhagavata Purana 5.26.37

“Di wilayah kekuasaan Yamaraja, ada ratusan dan ribuan planet-planet Neraka. Orang-orang tidak saleh seperti yang telah saya sebutkan-dan yang tidak saya sebutkan—semuanya harus masuk ke berbagai planet-planet ini sesuai dengan tingkat ketidaksalehan mereka. Mereka yang saleh, bagaimana pun juga, memasuki sistem planet yang lain, planet-planet para dewa. Namun, baik yang saleh maupun yang tidak saleh, kedua-duanya juga akan dibawa ke Bumi setelah segala pahala kegiatan saleh atau tidak saleh mereka habis.”

Jadi dari penjelasan yang cukup panjang mengenai susunan alam dalam satu alam semesta diatas kita sudah mengetahui dimana letak planet surga dan dimana letak neraka. Yang pasti, ternyata surga dan neraka tidaklah terletak di bumi atau hanya berupa kayalan kita saja, tetapi terletak di susunan planet-planet yang lain nan jauh disana. Sorga sebagai planet kenikmatan sementara juga bukanlah planet material yang tertinggi di alam semsta ini, tetapi masih ada planet-planet yang lebih tinggi, lebih indah dan lebih halus dari surga, yaitu Brahmaloka/Satyaloka. Sedangkan neraka sebagai “penjara” roh yang berbuat jahat terletak pada susunan planet-planet terbawah di alam semesta ini.

Meski standar kenikmatan dalam planet-planet atas begitu tinggi, jauh dibandingkan dengan di bumi, namun tujuan hidup kita bukanlah planet kenikmatan tersebut, tetapi mencapai alam rohani, Moksha yang Sat Cit Ananda sebagaimana disebutkan dalam Bhagavad Gita 8.16;

“Dari planet yang paling tinggi sampai planet yang paling rendah, semuanya adalah tempat-tempat kesengsaraan dimana berlangsung kelahiran dan kematian yang berulang. Namun, dia yang telah mencapai Tempat Tinggal-Ku, wahai putera Kunti, tidak akan pernah lahir lagi.”

Lebih lanjut dalam beberapa sloka-sloka dalam Bhagavata purana juga membenarkan tentang hal ini. Jangan menjadikan sorga sebagai tujuan akhir kehidupan kita di bumi ini, tetapi gunakan kesempatan hidup di dunia ini dengan sebaik-baiknya untuk mencapai alam Moksha, karena di bumi inilah disaat menjadi manusia kesempatan itu terbuka lebar.

Bhagavata Purana 5.19.21;

“Karena bentuk kehidupan manusia merupakan posisi yang mulia untuk keinsyafan spiritual, semua para dewa di Surga berbicara seperti ini: Betapa hebatnya makhluk manusia ini karena lahir di Bharata varsha (Planet Bumi). Mereka pasti telah melaksanakan kegiatan-kegiatan saleh berupa pertapaan di masa lalu, atau pribadi Tuhan Yang Maha Esa sendiri sudah puas dengan mereka. Kalau tidak, bagaimana mungkin mereka sibuk di dalam pengabdian suci dalam begitu banyak cara? Kita, para dewa hanya dapat bericta-cita untuk mendapat kelahiran sebagai manusia di Bharata Varsha untuk melaksanakan pengabdian suci, namun umat manusia ini sudah melaksanakan di sana”

Bhagavata Purana 5.19.22;

“Setelah melaksanakan tugas yang amat sulit dalam kurban suci ritualistik Veda, melaksanakan pertapaan, melaksanakan sumpah dan berderma, kami telah mendapatkan kedudukan ini sebagai penduduk planet-planet Surga. Namun apakah nilai dari pencapaian ini? Di sini kami sangat sibuk dalam kepuasan indra material, dan oleh karena itu kami sangat sulit untuk mengingat Kaki-Padma Narayana. Tentu saja, karena pemuasan indra yang berlebihan, kami hampir selalu melupakan Kaki-Padma-Nya.”

Bhagavata Purana 5.19.23;

“Sebuah hidup singkat di tanah Bharata Varsha adalah lebih baik dibandingkan sebuah hidup diBrahmaloka selama jutaan dan miliaran tahun karena jika seseorang diangkat ke Brahmaloka, dia juga mengulangi kelahiran dan kematian. Meskipun hidup di Bharata Varsha, sebuah planet yang lebih rendah, sangat singkat, namun orang yang hidup di sana dapat meningkatkan dirinya ke dalam Kesadaran Krishna (kesadaran akan Tuhan dan jati diri kita) penuh dan mencapai kesempurnaan tertinggi, bahkan dalam hidup yang singkat ini, dengan sepenuhnya menyerahkan diri kepada Kaki Padma Tuhan. Demikianlah seseorang dapat mencapai Vaikunthaloka (Planet-planet Rohani), dimana tidak ada kecemasan dan tidak pula ada kelahiran kembali dalam badan material.”

Bhagavata Purana 5.19.25;

“Bharata Varsa menawarkan lingkungan dan tempat yang tepat untuk melaksanakan pengabdian suci (Bhakti Yoga), yang dapat membebaskan orang dari segala akibat jnana (pengetahuan spekulasi) dankarma. Jika seseorang mendapatkan sebuah badan manusia di Bharata Varsha, dengan organ sensori yang jelas yang mana dapat melaksanakan Sankirtan Yajna ’mengucapkan atau menyanyikan keagungan nama suci Tuhan’, tetapi walaupun ada kesempatan ini, ia tidak menjalankan pengabdian suci, maka dia memang seperti hewan dan burung hutan yang bebas, yang kurang perawatan dan oleh karena itu,  sekali lagi tertangkap oleh pemburu.”

Veda juga mengajarkan bahwasanya hidup sebagai manusia tidaklah bertujuan untuk menghindari kehidupan neraka, seorang penyembah Tuhan yang agung tidak akan pernah mempermasalahkan dimana dia akan dilahirkan, tidak menolak bagaimanapun kondisi kelahirannya asalkan dia bisa tetap ingat kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagaimana disebutkan dalam Bhagavata Purana 3.15.49;

“Oh Tuhan, kami berdoa semoga Engkau membiarkan kami lahir di dalam segala kondisi kehidupan Neraka, kalau hati kami dan pikiran kami selalu sibuk di dalam pelayanan suci kepada Kaki Padma-Mu, kata-kata kami menjadi lebih indah (hanya dengan membicarakan segala kegiatan-Mu)  seperti halnya daun Tulasi dipercantik ketika dipersembahkan kepada Kaki Padma-Mu, dan sepanjang telinga kami selalu mendengar tentang sifat-sifat rohani-Mu.”

Akhir dari artikel ini, kembali lagi saya ingatkan, “jangan pergi ke Sorga”, jangan termakan iklan murahan sorga sebagaimana yang selama ini kita dengar. Berbanggalah sebagai Hindu karena kita mengetahui sorga yang sesungguhnya, Tuhan melalui Veda telah memberikan kita gambaran yang sangat lengkap tentang alam semesta ini, gambaran yang jauh lebih komplit dibandingkan “iklan tetangga kita” selama ini. Dan “jangan takut pergi ke neraka”, tentunya ketidaktakutan ini bukan karena berani dihukum di neraka, tapi karena kita bebas dari dosa, ke neraka bukan untuk dihukum, tapi mungkin sebagai petugas yang menghukum atau sebagai sadhu (orang suci) yang memberikan pelajaran rohani terhadap roh-roh yang sedang dihukum di neraka sehingga mereka dapat mencapai kehidupan yang lebih tinggi dan bahkan insaf akan Tuhan.

Sumber: 1. http://www.veda.harekrsna.cz

2. http://www.bvinstitute.org/

posted under Filsafat Veda
86 Comments to

“Dimana letak Sorga dan Neraka?”

  1. On August 6th, 2009 at 2:48 pm Gede Subudi Says:

    Om Swastyastu Prabhu,

    Suksma atas upload tulisan ini. Pertanyaan bodoh tyange sudah terjawab. Beberapa tulisan lain juga sudah tyang baca, di buku dan di web (bvinstitute.org), banyak hal yang bisa tyang pelajari dan tyang yakin masih banyak lagi yang belum tyang ketahui.

    Semoga tidak bosan-bosannya meng-upload tulisan-tulisan bermutu di web ini. Tyang selalu mengikuti.

    Suksma
    Om Cantih-Cantih-Cantih,

    Gede Subudi_Denpasar

  2. On August 28th, 2009 at 4:49 pm hermi Says:

    sekali lagi ajaran hindu rupanya adalah induk ajaran islam, kalau surga menjadi tempat nafsu berahi, maka ketahuilah bahwa itu namanya sorga dunia …
    ajaran hindu dan islam sami mawon, sangat tidak bermoral , anehnya kok mereka bermusuhan ya…

    meski islam mengajarkan poligami , maka standar moral dunia termasuk islam sendiri ( kaum wanitanya ) umumnya menolak poligami, tetapi anehnya khrisna dan muhammad tukang esek esek, aduh boooo ampun deh

    najis banget sorga menurut agama agama aneh ini!!!

  3. On August 29th, 2009 at 8:42 am ari Says:

    wah sdr. Hermi ini klo kagak ngerti tanya donk mbak,….:)

    emang sih ajaran Hindu itu adalah ajaran yang menuntut spiritual atau kedewasaan roh atau atman (dalam Hindu) yang tinggi dan bukannya ajaran seperti anak SD yang selalu diberikan contoh, jika anda ingin memahami ajaran Hindu itu maka dipahami secara bertahap klo tidak yach,……
    kira-kira seperti anda ini lah,…..:)

  4. On August 29th, 2009 at 11:53 am Subudi Says:

    Yth Mas/Mba Hermi,

    Anda mungkin harus mebaca secara lebih pelan trus dimengerti dan mohon untuk tidak melihat gambar-gambarnya saja dan menyimpulkan dengan acuan Judul tulisan diatas. Kalau Anda hanya melihat gambar-gambar saja, saya memaklumi tanggapan anda dan sepertinya anda masih sangat-sangat harus belajar.

    Bisakah anda uraikan lebih detail dari kalimat anda tentang “Sorga Duniawi”? Dari manakah anda petik kalimat itu? Seberapa mengertikah anda tentang “Sorga”?

    Apakah dasar anda yang menyatakan bahwa Ajaran Hindu dan Islah adalah “Sami Mawon”?

    Apakah anda punya standar “Moral” yang anda tulis di kalimat anda diatas dan menyimpulkan Krishna adalah tukang esek-esek?

    Saya sangat berterimakasih kalau semua pendapat anda juda disertai sumber-sumber yang valid sehingga “kengawuran” anda bisa lebih dikurangi.

    Trimaksih.

  5. On August 31st, 2009 at 8:56 am ngarayana Says:

    Apa ada manusia biasa yang bisa memiliki istri 16.108 dan dapat melayani semuanya dengan adil?

    Sebelum anda mengklaim Krishna si tukang nafsu, anda harus mengerti terlebih dahulu bagaimana istri-istri itu diperoleh dan siapa sesungguhnya mereka. Dengan memenggal 1 bagian Veda, tidaklah cukup bagi anda mengerti Veda yang maha luas bro….

    Sebelumnya 16.000 istri Kresna yang lain ditawan oleh Narakasura, sampai akhirnya Kresna membunuh Narakasura dan membebaskan mereka semua. Menurut adat yang keras pada waktu itu, seluruh wanita tawanan tidak layak untuk menikah sebagaimana mereka masih di bawah kekuasaan Narakasura, namun Kresna dengan gembira menyambut mereka sebagai puteri bangsawan di kerajaannya. Dalam tradisi Waisnawa, para istri Krishna di Dwarka dipercaya sebagai penitisan dari berbagai wujud Dewi Lakshmi.

    Begitu lho… bro… :-)

  6. On September 2nd, 2009 at 12:11 am hermi Says:

    Kalau sorga dipenuhi dengan perzinahan, maka inilah yang disebut sorga dunia, ini tak bedanya dengan Hugh Hefner yang raja playboy dari Amerika itu. Kisah Krishna itu perlu diragukan karena dateng dari kisah yang sampai sekarang dianggap mitos saja. Kisah mengawini sekian ribu istri itu, semacam kisah mistis, tetapi pengaruh atau efek dari kisah itulah yang bisa berakibat buruk buat manusia , bayangkan Syekh Puji menjadi korban kepercayaan ( bagi saya dia tak salah karena mengikut contoh junjungannya ) , makanya kalau umat Hindu kawin dengan ratusan istri atau ribuan istri , ini juga tak salah karena mengikuti junjungannya . Bukan saya menyanjung ajaran Buddha, tetapi untuk moralitas memang Buddha telah meluruskan kekeliruan moral dari Hindu yang telah keliru selama berabad abad, akibat kultus moral yang keliru itulah yang juga menyebabkan Hindu akhirnya kehilangan pamor di Indonesia, karena urusan moral kelemahan seksualitasnya yang menyebabkan rela membuang hindu dari kerajaan di Nusantara ( yang notabene adalah agama yang sama perilaku amoralnya yaitu Islam ) . Mengapa umpamanya Sidharta menekankan agar para biksunya mengambil hidup selibat ( tak beristri ) karena percaya bahwa urusan esek esek itu, dapat membuat kemurnian hati menjadi tidak bening bila menjadi rohaniwan. Ini berkaitan dengan moral!!

  7. On September 2nd, 2009 at 8:25 am ngarayana Says:

    Thanks Mbak/Mas Hermi atas tanggapan anda.

    Setidaknya ada beberapa point yang dapat saya tangkap dari anda.

    1. Anda tidak mengerti tentang konsep Surga (Svarga). Jika anda orang Kristen, tentu saya paham itu, karena terjemahan Alkitab dalam bahas indonesia mengatakan Surga adalah tempat tinggal Allah Bapa dan Roh kudus. Sekarang saya tanya ke anda, apa sebutan alam rohani menurut bahasa ibrani? Surga kah? Svarga asli bahasa sansekerta yang artinya alam yang lebih halus dan penuh kenikmatan material. Karena itulah tujuan dari umat Hindu bukan mencapai Svarga, tapi mencapai Moksha / Alam rohani dimana atman mencapai Sat Cit Ananda

    2. Anda tidak mengerti ajaran Veda secara mendalam, melainkan hanya mendengar dari kata-kata orang. Saya juga dapat memakluminya, karena memang begitulah metode Islam dan Kristen menyebarkan agamanya. contohnya ayat Gothama Smrti yang sudah diputar balikkan artinya dijadikan kata pengantar di Al-Qur’an dan juga di buku-buku Kristen agar para pembaca menganggap Hindu buruk bahkan tanpa pernah mempelajarinya sebelumnya. Keyakinan ini juga ditanamkan sebagaimana layaknya dogma dari sejak kecil.

    3. Apa anda tahu kalau dalam aturan Hindu, Seorang dapat mengajarkan Veda dan menerima murid kalau dia sudah melepaskan keterikatannya akan material (Sanyasin) atau kalau dia menjalani kehidupan Brahmachari (Tidak menikah)? Anda sudah tahu aturan yang mengatakan bahwa tujuan melakukan hubungan sex bukanlah untuk kenikmatan, tetapi hanya untuk menghasilkan anak? Jika seseorang menjalani hidup sebagai brahmana yang sejati, maka pantangan ini harus dia jalankan.

    4. Anda sudah tahu bagaimana sejarah Brawijaya yang diserang puranya sendiri, raden patah? Bagaimana politik busuk diterapkan untuk menghancurkan majapahit?

    Mengenai orang yang meniru Tuhan atau kepribadian agung lainnya, adalah orang-orang bodoh. Dalam Bhagavata Purana 10.33.30-31 disebutkan;“Jangan meniru perbuatan para kepribadian agung dan mulia, tetapi turuti perintah-perintahnya”. Jadi jangan coba-coba punya suami/istri ribuan seperti itu ya…. :-)

    Jadi mari mbak/mas kita berargumentasi, tapi dengan dasar-dasar/bukti-bukti yang jelas.. :-)

  8. On September 2nd, 2009 at 8:48 am Alexander Agung Says:

    Very interesting, keep posting bli…

  9. On September 2nd, 2009 at 11:02 am hermi Says:

    masih ada kekeliruan pandangan anda, soal sex memang ada dua untuk rekreasi ( kenikmatan ) dan pro kreasi ( menjadikan anak ) ini mungkin istilah yang anda perlu renungkan, tetapi sex memang dijadikan nikmat agar orang mau berkembang biak ( istilahnya suami menghampiri istri karena disamping mau punya anak, jujur saja ada juga unsur enak ) … menurut saya kalau orang beristri banyak maka kemungkinan utamanya bukan untuk anak tapi untuk “enak” , enak ini yang akan membuahkan anak , bukankah begitu ?
    sama saja istilahnya dengan mengatakan bahwa saya mau makan hanya untuk mengisi perut, tetapi benarkah demikian, ini jawaban yang kurang jujur, karena toh kita masih memilih menu untuk makan kita karena ada unsur kenikmatan disana …

    jadi maaf sekali jawaban anda soal poligami kurang tepat !

    sama halnya ketika ada teman yang vegetarian makan makanan daging sintetis yang terbuat dari kedelai , maka secara kesehatan mungkin tepat cara vegetariannya ini, namun secara kemurnian agama , ini perlu dipertanyakan, karena ia menjadi munafik yang ingin makan daging tetapi ingin juga vegetarian, kalau mau vegetarian ya tidak usah cari daging sintetis lah..makan saja sayur yang benar benar sayur gitu lho… gitu aja kok repot !!

  10. On September 2nd, 2009 at 11:03 am hermi Says:

    dan darimana anda tahu bahwa krishna itu menikahi banyak istri karena ingin punya anak banyak ?

  11. On September 2nd, 2009 at 11:21 am ngarayana Says:

    Wah dosen saya ikut posting juga………

    Sorry ya pak Alex kalau bahasan dalam website ini ngalor ngidul dan mungkin dapat menusuk perasaan bapak.. tapi saya berusaha mengatakan fakta yang sesungguhnya dan tentunya dengan bukti2 ayat-ayat atau sejarah yang ada.

  12. On September 13th, 2009 at 10:05 pm arya Says:

    hk prabhu ngarayana,,wah saya senang sekali dengan penjelasan prabhu…semangat bol..hb

  13. On September 25th, 2009 at 8:09 am lingga wardana Says:

    sebenarnya yang dicari oleh seorang Hindu adalah MOksartham Jagadhita Ya ca iti dharma…

    dan sebenarnya jika karmaphala sudah di resapi dengan sedimikian rupa, maka seorang Hindu sebenarnya tiada perlu lagi memerlukan arti surga dan neraka..

    simpelnya kalo berbuat baik maka baik hasilnya..jahat buruk hasilnya…itu saja sudah cukup…apakah kita mendapatkan neraka di bumi dan merasa tidak adil, yah diiklaskan karena membayar karma kita yang terdahulu saat reinkarnasi yang lalu…

    dengan moral yang tinggi terhadap ajaran agama khususnya Hindu, maka sebenarnya surga dan neraka kita ciptakan sendiri di dunia..saya yakini itu…

    surga dunia yang tiada bermoral pun akan mengakibatkan balasan neraka pada akhirnya…

    tapi terimakasih banyak atas slokanya..memang dalam Hindu tujuan terakhir bukanlah nikmat surga namun persatuan brahman dengan atman itu sendiri yang dijelaskan dalam moksa…

  14. On February 6th, 2010 at 9:57 am Skeptis Says:

    Saya bingung dgn konsep Tuhan agama hindu. Sebenarnya trimurti itu bgmn sih? Brahma, wisnu dan siwa itu itu berbeda kan? Ada yg bilang hindu itu monotheisme juga, dan katanya brahma wisnu siwa itu sami mawon.. Tapi, dalam artikel di atas dewa brahma tinggal di satyaloka/brahmaloka dan dewa wisnu tinggal di svargaloka.. Lah ini kan jelas kalo mereka beda. Berarti benar kalo hindu itu bukan monotheisme. Terus brahma itu berarti bukan tuhan dong? Kan tuhan itu di alam vaikunthi/mokhsa, diatas satyaloka. sedangkn brahma disatyaloka, berarti brahma bkn tuhan dong. Siapa sih tuhan agama hindu? Terus ada orang hindu juga sering mengejek org islam, dimana org hindu itu bilang kalo mnrt islam Allah itu jauh sekali nun diatas sana d atas singgasana arsy nya, katanya beda sekali dgn agama hindu dimana Tuhan itu dekat sekali dgn manusia. Hmm..pdhl dlm islam juga dikatakn Allah itu Maha Mengetahui, Pengetahuannya meliputi segala sesuatu, Maha mengatur segala urusan dan sangat dekat bhkn lebih dekat drpd urat leher manusia. Nah setelah baca artikel diatas, trnyata sm aja dimana tuhan hindu juga di atas sana bersemayamnya.
    Terus apakah surga atau neraka itu termasuk tmpt reinkarnasi juga? Bgmn dgn manusia yg tempat reinkarnasinya di planet bumi kita ini? Apakah mereka yg dibumi kita ini kehidupan masa lalunya pahala dan dosanya seimbang shg tdk reinkarnasi di surga atau neraka tapi tetap di planet bumi ini?

  15. On March 2nd, 2010 at 8:27 pm wanda Says:

    bagus banget…makasih ya dah share :)

  16. On March 3rd, 2010 at 10:25 am ngarayana Says:

    @ Skeptis

    Saya bingung dgn konsep Tuhan agama hindu.

    Wajar bro.. karena Veda bagaikan buku besar yang perlu waktu untuk dapat mengerti isinya.. namun jika mau membaca resume/rangkumannya, saya sarankan baca dulu Bhagavad Gita yang hanya 700-an sloka..

    ebenarnya trimurti itu bgmn sih? Brahma, wisnu dan siwa itu itu berbeda kan? Ada yg bilang hindu itu monotheisme juga, dan katanya brahma wisnu siwa itu sami mawon.. Tapi, dalam artikel di atas dewa brahma tinggal di satyaloka/brahmaloka dan dewa wisnu tinggal di svargaloka.. Lah ini kan jelas kalo mereka beda. Berarti benar kalo hindu itu bukan monotheisme. Terus brahma itu berarti bukan tuhan dong? Kan tuhan itu di alam vaikunthi/mokhsa, diatas satyaloka. sedangkn brahma disatyaloka, berarti brahma bkn tuhan dong. Siapa sih tuhan agama hindu?

    Mohon baca artikel “Brahma Visnu Siva” yang erat kaitannya dengan “Tri Guna, tiga sifat alam material” ya bro. dan jawabannya memang tri murti itu berbeda…

    Jika ada yang mengatakan Tuhan Hindu ada 3, jika ada yang berkata Brahma, Visnu dan Siva adalah sama… maka tanyalah bukti slokanya bro… Lewat penelusuran sloka yang saya cantumkan disini Brahma Visnu dan Siva berbeda… Jadi Hindu tidak sama dengan triniti Kristen. Brahma tinggal di Brahmaloka, Siva di Kailasa dan Visnu di lautan penyebab, bukan di svarga/sorga.
    Siapa Tuhan Hindu? Coba baca Bhagavata Purana 1.3.28 dan pelajari Veda sebagaimana penjabaran dalam artikel terakhir “Pustaka Suci Veda” dan sebagaimana saya jelaskan dalam comment sebelumnya dalam artikel Avatara, cabang ajaran Veda umumnya dapat dibagi menjadi tiga, yaitu dalam sifat satvam, rajas dan tamas yang ditujukan untuk karakter dan taraf kemampuan manusia yang berbeda-beda dalam memahami Tuhan. Bagaimana karakter Tuhan menurut Hindu? Baca artikel 1000 nama suci Tuhan ya bro… disana disebutkan 1000 sifat-sifat dan kemahakuasaan Tuhan disamping sifat dan kemahakuasaannya yang tidak terbatas yang tidak mugkin diuraikan satu persatu.

    Terus ada orang hindu juga sering mengejek org islam, dimana org hindu itu bilang kalo mnrt islam Allah itu jauh sekali nun diatas sana d atas singgasana arsy nya, katanya beda sekali dgn agama hindu dimana Tuhan itu dekat sekali dgn manusia. Hmm..pdhl dlm islam juga dikatakn Allah itu Maha Mengetahui, Pengetahuannya meliputi segala sesuatu, Maha mengatur segala urusan dan sangat dekat bhkn lebih dekat drpd urat leher manusia. Nah setelah baca artikel diatas, trnyata sm aja dimana tuhan hindu juga di atas sana bersemayamnya.

    Untuk jawaban ini kita harus mengerti 3 aspek Tuhan, yaitu Tuhan sebagai Bhagavan yang berwujud dan ada di Vaikuntaloka/moksa, Tuhan yang tidak berwujud dan meresapi segalanya yaitu dalam aspek sebagai Brahman dan Tuhan sebagai Paramatman yang ada dalam setiap atom sekalipun… Jadi dalam satu satuan waktu Tuhan hanya satu, tetapi juga ada di mana-mana.. Bagaikan cahaya lampu yang hanya ada satu, namun foto cahaya dan panasnya menyebar kemana-mana… Nah kalau anda mengatakan Allah itu juga ada sangat dekat dan ada dimana-mana, lalu apa yang membedakan Allah dengan Tuhan Hindu? Kenapa demikian? ;-)

    erus apakah surga atau neraka itu termasuk tmpt reinkarnasi juga? Bgmn dgn manusia yg tempat reinkarnasinya di planet bumi kita ini? Apakah mereka yg dibumi kita ini kehidupan masa lalunya pahala dan dosanya seimbang shg tdk reinkarnasi di surga atau neraka tapi tetap di planet bumi ini?

    Yup… benar sekali.. Jiva bisa berpindah dari satu alam ke alam lain untuk menjalani karma pala dan reinkarnasinya.. tentunya unsur yang paling kuat mempengaruhi kemana dia akan dilahirkan adalah hukum karma dan keinginan pribadinya (yang dibatasi oleh karma), sehingga tidak dapat dipastikan kemana orang itu akan lahir, apakah ke surga dulu lalu kembali ke bumi, atau langsung di bumi tanpa melalui sorga… hanya Tuhan dengan hukum karma dan punarbawa-Nya yang bagaikan sistem komputer cluster yang sangat besar bisa menjawabnya.

  17. On March 4th, 2010 at 12:03 pm efendi Says:

    @ngarayana

    Saya ingin mengutip dogma Veda

    Mengenai orang yang meniru Tuhan atau kepribadian agung lainnya, adalah orang-orang bodoh. Dalam Bhagavata Purana 10.33.30-31 disebutkan;“Jangan meniru perbuatan para kepribadian agung dan mulia, tetapi turuti perintah-perintahnya”. Jadi jangan coba-coba punya suami/istri ribuan seperti itu ya….

    Catatan saya:
    Mungkin hal diatas sangat kontras dengan ajaran veda sendiri untuk menuju kepeningkatan rohani harus melakukan pantangan salah satunya sex, namun ini hanya berlaku untuk makhluk kelas Rendah karena untuk makhluk kelas mulia boleh melakukan apa saja.

    Saya jadi ingat joke egoisme/kelaliman

    Pasal 1 : Bos tidak pernah salah
    Pasal 2 : Jika Bos salah lihat pasal satu

    Saya berpendapat mungkin akal sehat kita perlu digunakan begitu melihat text yang tidak fair dan kita harus berani merubahnya atau mengkritisinya, bisa saja para pendeta penulis veda ini lagi tidak in line.

    Demikianlah

    Damai selalu lebih baik

    efendi

  18. On March 5th, 2010 at 9:39 am Pemuja Gayatri Says:

    Heeee apa benar kaka…ada planet planet seperti itu?

    hummmm selama ini yang saya pelajari segala kesempurnaan itu akan terjadi saat kita berhasil “Moksa”

    dan bisa gak kita ke planet2 itu pakek pesawatnya Nasa?
    ato nunggu kita mati dulu baru bisa ke sana?

    terus buat satuan “yojanas” ntu sama gag sama satuan yang di pakek astrnot2 yaitu “tahun cahaya”?

    terus ada lagi yang mauh aqu tanyain…..
    seseoran perna bilang sama aq bahwa….
    kesadaran rohani kita akan dunia selain bumi bisa dcapai dengan otang kita saat otak itu sudah mampu mencapai gelombang otak “teta”…(kalo gak slah ingat…hehehehe)

    tolong dijawab ya kaka pertanyaan na…
    soal na aq masi sukar memasukkannya dalam persepsi saya…
    dannnnnnnnnnnnnn bisa gag tolong dijelasin lagi soal dewa…
    saya baru tahu dewa itu juga makhaluk hidup yang punya umur….
    soal na dari dulu taunya dewa adalah sinar Tuhan….

    naaahhh nahhhh….tolng dijelaskan yaaa…

  19. On March 5th, 2010 at 9:45 am toshiya Says:

    @ efendi

    anda kayaknya tidak mengerti inti dari ayat itu ya?

    maksudnya jangan meniru orang brkeperibadian agung adalah “apabila anda tidak mampu, jangan lakukan” atau “kalau ngga kompeten, jangan maksa”

    kalau anda memang berkeperibadian agung dan mampu menafkahi ribuan istri tanpa ada satupun yang protes, silakan saja….jangan sampai sudah bilang adil tetapi mengancam menceraikan istri yang tua kalau ngga merelakan jatah dia buat istri yang lebih muda….

    di bali ada adat yang mencoba untuk mengaplikasikan kompetensi seseorang untuk melakukan poligami, yaitu apabila ingin beristri lebih dari satu maka harus diumumkan ke masyarakat (adat), tinggal di dalam satu pekarangan, dan harus seijin istri terdahulu…..kalau ngga begitu, anaknya bisa ngga diakui oleh adat…..

  20. On March 5th, 2010 at 9:55 am toshiya Says:

    @ pemuja gayatri

    gw coba bantu jawab ya

    atman kita juga berasal dari setitik kecil sinar Tuhan…oleh karena itu atman bersifat abadi tetapi karena unsur ke_Tuhanan sangat kecil maka atman dapat dikotori oleh karma….

    coba perhatikan kata “di atas” dalam Bhagavata Purana 5.23.9….kata ini sudah cukup menjelaskan bahwa tempat-tempat tersebut berada di dimensi di atas dimensi tempat kita hidup…

    mungkin bisa ke sana kalau nasa sudah menciptakan pesawat canggih berkecepatan tinggi dan mampu lintas dimensi…..tetapi manusia pun sudah pernah mampu menembus surga/neraka dengan badan kasar…manusia tersebut bernama yudistira…

  21. On March 5th, 2010 at 1:06 pm ngarayana Says:

    @ efendi

    “Jangan meniru perbuatan para kepribadian agung dan mulia, tetapi turuti perintah-perintahnya” (Bhagavata Purana 10.33.30-31).

    Dalam hal ini, Jiwa Agung yang dimaksud salah satunya adalah Dewa Siva. Dewa Siva adalah perwujudan dari Tamo Guna Avatara yang memiliki misi khusus. Salah satunya adalah membuat para asura (orang yang berpikiran jahat dan terpuruk) agar tidak semakin terpuruk dan bersedia menyembah Tuhan dan menerapkan bratha/pantangan-pantangan. Siva yang maha suci hidup bagaikan gelandangan dan seolah-olah bertentangan dengan ajaran Dharma. Mengolesi badannya dengan abu mayat, kotor dan tidak memiliki tempat tinggal yang tetap. Bergaul dengan para mahluk hidup berwatak asurik. Namun beliau sendiri tetap suci.

    Analoginya adalah seperti seorang intelijen yang masuk dalam suatu sistem mafia dan seolah-olah ikut melakukan kejahatan, mabuk dan merokok. Tetapi pada dasarnya sang intelijen bukanlah penjahat meski dia bergaul dalam lingkungan penjahat. Namun itu adalah suatu misi dalam memberantas tindak kejahatan.

    Nah sama juga dengan hubungan sloka ini. Apakah anda adalah seperti dewa siva atau seperti seorang intelijen ini yang memiliki tugas khusus? Jika tidak, maka jangan tiru kelakukan mereka… tapi taati aturan-aturan main yang berlaku.

    Oh ya… teks kitab suci tidak boleh dirubah dan dikoreksi dengan pikiran kita yang sempit dan terbatas… kita harus memahaminya dan mencoba mengerti konsep ini secara total dan menyeluruh. Jangan bilang sesuatu itu salah atau benar jika kita baru mengerti secara parsial.. apa lagi langsung pengen mengubahnya..

    Begitu kira-kira, kalau ada yang ingin menambahkan … monggo..

    Salam,-

    Ngarayana

  22. On March 5th, 2010 at 4:07 pm efendi Says:

    Dear @ngarayana

    Saya ingin memberi Catatan penjelasan Dear@ngarayana mengenai :

    Dogma Veda sbb:

    “Jangan meniru perbuatan para kepribadian agung dan mulia, tetapi turuti perintah-perintahnya” (Bhagavata Purana 10.33.30-31).

    Dengan Penjelasan sbb:
    Dewa Siva adalah perwujudan dari Tamo Guna Avatara yang memiliki misi khusus
    Mengolesi badannya dengan abu mayat, kotor dan tidak memiliki tempat tinggal yang tetap. Bergaul dengan para mahluk hidup berwatak asurik. adalah seperti seorang intelijen yang masuk dalam suatu sistem mafia dan seolah-olah ikut melakukan kejahatan, mabuk dan merokok. Tetapi pada dasarnya sang intelijen bukanlah penjahat meski dia bergaul dalam lingkungan penjahat. Namun itu adalah suatu misi dalam memberantas tindak kejahatan.

    Catatan pertama saya mengenai Penjelasan Dear@ngarayana sbb:

    Saya berpendapat Narasi tentang Tamo Guna Avatara ini perlu dikeritisi karena sangat bertentangan dengan sifat Tuhan dimana Tuhan Maha Mengetahui bahkan Mengetahui sesuatu yang masih didalam hati, sehingga untuk mengetahui sesuatu tidak perlu intelijen sebagaimana manusia, Manusia bila ingin mengetahui rencana musuhnya maka mereka membutuhkan intelijen. Tuhan itu tidak serupa dengan Manusia yang lemah.

    Dan kita juga harusnya keritis dengan penggambaran Tamo Guna Avatara ini yang agar bisa dekat dengan asurik berpenampilan Jorok atau menjijikan kalo kita gunakan akal sehat orang jahat seperti ini adanya di jaman baheula saya berpendapat yang menarasikan ini barangkali orang tua kita di jaman prasejarah sehingga dia tidak menyangka oang jahat masa depan sangat bersih dan wangi dan Coba lihat bagaimana penampilan orang jahat jaman sekarang sangat bersih dan wangi, tinggalnya dihotel-hotel mewah uangnya banyak bagaimana mungkin Tamo Guna Avatara yang jorok bisa diterima. Yang berpenampilan seperti Tamo Guna Avatara dijaman sekarang ini hanyalah orang Papa/miskin hidup dikolong jembatan yang perlu kita bantu.

    Tamo Guna Avatara bermisi dalam memberantas tindak kejahatan. Kata memberantas ini adalah kata represif atau pemaksaan. Saya berpendapat tugas Tamo Guna Avatara sangat bertentangan dengan teori karmapala dan reinkarnasi dan ajaran veda lainya bahwa kita memiliki kebebasan baik dan buruk tanpa harus dihantui akan diberantas/dipaksa.
    Belum lagi bagaimana menjelaskan cara kerja Tamo Guna Avatara dg fesennya (menjijikan, kotor dll) dalam memberantas kejahatan yang bisa kita cerna secara nalar dalam dunia modern hari ini.

    Catatan kedua saya mengenai Dogma Veda sbb:

    “Jangan meniru perbuatan para kepribadian agung dan mulia, tetapi turuti perintah-perintahnya” (Bhagavata Purana 10.33.30-31).

    Ajaran ini sangat bertentangan dengan etika dan kepatutan yang dipraktekan jaman modern ini. Mulai kita lahir sampai kita dewasa ini meniru adalah kemampuan yang paling kita andalkan dalam kehidupan ini. Maka barang siapa meniru orang baik (berperilaku baik) maka orang ini akan menjadi baik dan barang siapa meniru orang jahat maka orang ini akan menjadi orang jahat. Bagaimana mungkin orang baik tidak boleh ditiru perbuatanya bukankah secara logika orang baik akan memerintahkan kita mengikuti perilakunya yang baik.

    Namun dunia ini tidak hitam atau putih seperti itu, ada abu-abu nah orang abu-abu inilah yang berpotensi akan mengatakan seperti itu.dengan Nafsu sex nya dia ingin mengawini beribu-ribu gadis perawan dan cantik atau dengan nafsu kuasanya dia ingin memiliki kekuasaan dan harta dan dia akan mewujudkannya dengan suatu cara tertentu dan tentu itu tidak masuk akal maka diperlukan suatu dogma (yang tidak bisa diukur secara logika, harus diimani/dipercaya, tidak boleh dibantah, pengetahuan kita belum sampai! dll) yang melegalkan perbuatanya.

    Kita berkembang sebaik ini sekarang karena kita meniru yang baik dan mengkritisi yang jelek dari orang tua kita dulu, dan ini menjadi tradisi manusia dari dulu sampai sekarang.

    Demikianlah mohon penjelasanya

    Damai selalu lebih baik

    efendi

  23. On March 6th, 2010 at 7:30 am toshiya Says:

    @ efendi

    anda tidak mengerti arti dari kompetensi ya?

    untuk meniru sesuatu yang dilakukan oleh khresna, anda harus memiliki kompetensi seperti khrsna

    kompetensi khrsna adalah :
    1. dia adalah raja kerajaan dwaraka. apakah anda seorang raja?
    2. dia adalah avatara. apakah anda seorang avatar?
    3. istri-istrinya adalah berasal dari atma yang sama (laksmi/sri). apakah istri-istri anda berasal dari atma yang sama?

    jawabannya :
    1. anda mungkin bisa menjadi raja
    2. anda pastilah bukan avatar karena avatar yang belum turun adalah kalki avatar
    3. untuk membuktikan jawaban ke 3, istri-istri anda harus mendapatkan petunjuk batin bahwa mereka berasal dari atman yang sama sehingga mereka dengan sukarela menjadi istri anda karena mereka sangat sadar sesadar-sadarnya bahwa andalah jodoh mereka….bukan dengan cara dipaksa dengan menggunakan kekuasaan anda atau dengan menggunakan tipu daya…

    untuk pernyataan anda yang kedua mengenai tamo avatara
    pernahkah anda mengerti istilah asimilasi?

    untuk mencari bukti dibutuhkan kemampuan berasimilasi di tempat perkara untuk mengumpulkan bukti

    Untuk melakukan tindakan yang dapat diterima oleh manusia atau pihak yang dihukum, dibutuhkan bukti yang kuat….tidak hanya dengan sabda Tuhan bahwa “Saya Maha Mengetahui”….bagaimana apabila Tuhan diargumen dengan kata-kata ini? “Kalau Anda Maha Mengetahui dan Maha Segalanya, maka perlihatkanlah bukti otentik kepada saya bahwa memang benar perbuatan itu saya lakukan”….kalau pada saat kejadian Tuhan berada di sana maka Tuhan akan berkata “ingatkah kamu dengan si A yang kamu ancam untuk tutup mulut? itulah Saya. Lihat Saya telah berubah wujud menjadi si A dan inilah alat yang dipakai untuk melakukan kejahatanmu”….kalau sudah begitu, tidak ada lagi argumen yang dapat dipakai untuk mengelak dari segala tuduhan..

    sama dengan avatar yang turun ke dunia, apabila Dia memang maha segalanya buat apa Dia repot-repot menjelma menjadi manusia atau mahkluk hidup lainnya?…cukup dengan mencabut nyawa mereka bukan?….tetapi Tuhan memiliki tujuan lain dengan menjadi avatar selain hanya sekedar mencabut nyawa biang adharma…..

  24. On March 6th, 2010 at 12:27 pm wawan Says:

    Dear Efendi

    Dalam Hindu/Veda tidak ada dan tidak dikenal istilah/yang namanya DOGMA, karna Hindu bukanlah agama yang berdasarkan DOGMA tetapi agama SPIRITUAL.

    “Jangan meniru perbuatan para kepribadian agung dan mulia, tetapi turuti perintah-perintahnya” (Bhagavata Purana 10.33.30-31).

    >>>Ayat di atas lengkapnya sbb:

    Naitat samacarej jatu manasapi hy anisvarah
    Vinasyaty acaran maudhyad yatha rudro bdhijam visam

    Isvaranam vacah satyam tathaivacaritam kvacit
    Tesam yat sva vaco yuktam buddhimams tat samacaret

    Artinya: “Hendaknya seseorang hanya mengikuti pelajaran Tuhan dan hamba-hamba Beliau yang telah dikuasakan. Ajaran mereka baik bagi kita semua, dan setiap orang cerdas akan melaksanakannya sebagaimana diajarkan. Akan tetapi, hendaknya seseorang hati-hati jangan sampai dia mencoba meniru perbuatan mereka. Hendaknya seseorang jangan mencoba minum lautan racun untuk meniru Dewa Siwa”

    Kata mengikuti dan meniru tidaklah sama/sejajar, karena itu untuk mengerti ayat ini, kita harus memakai kecerdasan kita, karna sebagai manusia yang masih penuh dengan dosa,mustahil kita bisa meniru apa yang dilakukan oleh Tuhan/kepribadian-kepribadian agung yang berkualifikasi, karna itu mengikuti ajaran Tuhan adalah yg terbaik.

    Semoga bermanfaat.

    Santi selalu

  25. On March 6th, 2010 at 7:09 pm Pemuja Gayatri Says:

    @toshiya

    haaaaa…yang bener???
    hummm ada yang bisa postingin aq ceritanya yudhistira paz nembus surga pake badan kasar?

    ehhh pertanyaan q soal satuan yojanas…

    he he sankyuuuu bangeth ama penjelasannya..^^

  26. On March 7th, 2010 at 2:20 pm ari_bcak Says:

    @Pemuja Gayatri:

    ehhh pertanyaan q soal satuan yojanas…

    coba cari di artikel Besaran dan satuan dalam Veda
    yang menyebutkan tentang relevansi antara perhitungan tsb,

    2000 Danda = 1 Krosha

    4 Krosha = 1 Yojana

    1 Danda = 1 Meter

    jadi setelah didapat satuan dalam meter bisa dicari persamaan-nya dengan “tahun cahaya”, dan juga banyak artikel disini yang saling terkait, tolong dibaca satu-persatu agar tidak bingung…… :)

  27. On March 7th, 2010 at 8:59 pm ADI WIRA KUSUMA Says:

    1 tahun cahaya = kelajuan cahaya X waktu 1 tahun

    1 tahun cahaya = 3 × 10^8 m/s X 3.1536.000 s

    1 tahun cahaya sama dengan 9,4608 x 10^15 meter = 94608 * 10^11 Meter = 94608 * 10^8 KM. Kalo di Veda, termasuk satuan apa ya?

  28. On March 7th, 2010 at 10:02 pm toshiya Says:

    @ pemuja gayatri

    cari aja buku mahabharata….bisa dibaca di bab pandawa seda (judul di versi jawa/indonesia)

  29. On March 8th, 2010 at 11:09 am ngarayana Says:

    Thanks bro toshiya and wawan,

    Saya coba tambahkan sedikit mengenai apa yang saya sampaikan kepada saudara efendi sebelumnya.

    Saya berpendapat Narasi tentang Tamo Guna Avatara ini perlu dikeritisi karena sangat bertentangan dengan sifat Tuhan dimana Tuhan Maha Mengetahui bahkan Mengetahui sesuatu yang masih didalam hati, sehingga untuk mengetahui sesuatu tidak perlu intelijen sebagaimana manusia, Manusia bila ingin mengetahui rencana musuhnya maka mereka membutuhkan intelijen. Tuhan itu tidak serupa dengan Manusia yang lemah.

    Tuhan memang Maha Mengetahui… karena itulah beliau dapat meramalkan akan kemunculan setiap Avatara, termasuk Tugas dari Tamo Guna Avatara yang tergolong Siva-tattva ini.

    Istilah intelejen yang saya gunakan hanya untuk analogi semata, bukan berarti Tuhan harus turun ke dunia untuk memata-matai mereka… Bukankah dalam Hindu dikenal aspek Tuhan sebagai Paramatman, yaitu beliau yang bersemayam dalam setiap insan yang mengetahui segala hal yang dipikirkan dan dilakukan oleh mahluknya?

    Tujuan Siva, Sebagai Tamo Guna Avatara, bukan memata-matai, melainkan untuk memberikan contoh tingkah laku. Okay, saya tambahkan analogi lagi… Jika anda mengajar seorang anak kecil membaca, maka anda juga harus bertingkah seperti gaya anak kecil tersebut… contohnya membaca kata “BABI”, maka anda akan melakukannya dengan mengucapkan “B….A…. BA….. B…. I……BI….. BABI….
    Demikian juga saat anda mengajak anak kecil merangkak… maka anda akan seolah-olah ikut merrangkak…
    Apakah si pengajar anak kecil tersebut tidak bisa membaca sehingga harus membaca dengan cara demikian? Atau tidak bisa bediri sehingga harus merangkak? Tentu tidak kan?
    Nah jika anda melihat seseorang yang bertingkah seperti itu dengan tujuan mengajar anak kecil… jangan anda tiru-tiru dan praktekkan di tempat dan waktu yang tidak tepat ya…. bisa-bisa anda dianggap gila… he..he..he..

    Kenapa mereka, para Asura harus diajar seperti itu? Apa susahnya bagi Tuhan yang maha kuasa untuk menjadikan mereka baik? Pertanyaannya sama, kenapa Allah tidak segera memasukkan semua mahluk ke sorga? Kenapa harus “di uji” di bumi ini?

    Tamo Guna Avatara bermisi dalam memberantas tindak kejahatan. Kata memberantas ini adalah kata represif atau pemaksaan. Saya berpendapat tugas Tamo Guna Avatara sangat bertentangan dengan teori karmapala dan reinkarnasi dan ajaran veda lainya bahwa kita memiliki kebebasan baik dan buruk tanpa harus dihantui akan diberantas/dipaksa.
    Belum lagi bagaimana menjelaskan cara kerja Tamo Guna Avatara dg fesennya (menjijikan, kotor dll) dalam memberantas kejahatan yang bisa kita cerna secara nalar dalam dunia modern hari ini.

    Sekarang analogi lagi ya bro…

    “PEMERINTAH MEMBERANTAS KEBODOHAN DAN KEMISKINAN”

    Apakah pemerintah memaksa agar seseorang pinter dan kaya? Pemerintah akan memberikan contoh, program dan berbagai usaha agar penduduknya bebas dari kebodohan dan kemiskinan. Tapi kalau penduduknya sendiri tidak pengen menjadi kaya dan tidak pengen pinter, apakah pemerintah akan tetap memaksa dan memberi punishment?
    Untuk penduduk di pedalaman seperti di Irian dan suku anak dalam, maka pemerintah mengirim sukarelawan yang bersedia hidup seperti suku anak dalam yang berpenampilan jauh dari kata modern.

    Sama halnya dengan Tuhan… Tuhan menurunkan para Nabi, para Avatara karena Tuhan sayang sama mahluknya dan agar mereka tahu mana jalan yang benar dan mana jalan yang salah… Sebelum dosa-dosa dan kesalahan mahluk hidup menjadi semakin besar, Tuhan mengirimkan “penjelmaan-penjelmaan” yang memiliki misi khusus untuk mengingatkan mahluk hidup agar kembali ke jalan Dharma..
    Untuk mahluk-mahluk kotor seperti para asura, maka disanalah Siva bertindak dengan berpenampilan seolah-olah menjijikkan sebagaimana penampilan para asura tersebut..

    Apakah mereka dihantui ketakutan karena Tuhan ingin mengangkat mereka ke jalan yang lebih baik? Tidak.. malahan mereka akan dihantui oleh dosa-dosa mereka dan hukum karma, bukan karena penjelmaan-penjelmaan yang datang mengajarkan mereka ajaran Dharma.

    Ajaran ini sangat bertentangan dengan etika dan kepatutan yang dipraktekan jaman modern ini. Mulai kita lahir sampai kita dewasa ini meniru adalah kemampuan yang paling kita andalkan dalam kehidupan ini. Maka barang siapa meniru orang baik (berperilaku baik) maka orang ini akan menjadi baik dan barang siapa meniru orang jahat maka orang ini akan menjadi orang jahat. Bagaimana mungkin orang baik tidak boleh ditiru perbuatanya bukankah secara logika orang baik akan memerintahkan kita mengikuti perilakunya yang baik.

    Apakah Siva hidup dan memberikan contoh pada manusia modern? Tidak kan? Coba deh baca dulu bagaimana kehidupan Dewa Siva dan siapa yang beliau pimpin.. Beliau adalah pemimpin para raksasa, picasa, asura dan golongan-golongan mahluk-mahluk yang sejenis…
    Nah kembali lagi pada analogi mengajar anak kecil yang saya sampaikan sebelumnya… gunakan kecerdasan kita.. kalau kita merasa dewasa dan tahu bahwa usaha “si pengajar” adalah untuk mengajar anak kecil, bukan mengajari anda, maka jangan contoh gerakan merangkak dan membaca terbata-bata seperti itu ya…

    Namun dunia ini tidak hitam atau putih seperti itu, ada abu-abu nah orang abu-abu inilah yang berpotensi akan mengatakan seperti itu.dengan Nafsu sex nya dia ingin mengawini beribu-ribu gadis perawan dan cantik atau dengan nafsu kuasanya dia ingin memiliki kekuasaan dan harta dan dia akan mewujudkannya dengan suatu cara tertentu dan tentu itu tidak masuk akal maka diperlukan suatu dogma (yang tidak bisa diukur secara logika, harus diimani/dipercaya, tidak boleh dibantah, pengetahuan kita belum sampai! dll) yang melegalkan perbuatanya.

    Menurut saya, orang abu-abu seperti inilah yang perlu ditanamkan spiritualitas… kesadaran diri.. bukan dengan dogma dan hukum tanpa kesadaran.

    di dunia ini, ada dua jenis agama, yaitu agama spiritual dan agama hukum. Agama spiritual akan mengedepankan kesadaran (awareness), tetapi agama hukum adalah agama yang memberi koridor tingkah laku dimana seolah-olah kesadaran mereka dapat dikatakan nol… para pemeluk agama hukum akan sibuk membicarakan benar dan salah… mencari reward and punishment dan kadang kala sering kali mencari celah “kenikmatan” yang tidak diatur dalam kitab sucinya… Mereka itulah orang-orang yang bagaikan anak SD yang belum memiliki kesadaran…

    Nah sekarang, apakah orang yang abu-abu yang seperti anda maksud ini lebih baik kita berikan kesadaran spiritual atau koridor dogma?

    Salam,-

  30. On March 9th, 2010 at 8:47 am ari_bcak Says:

    @Pemuja Gayatri:

    haaaaa…yang bener???
    hummm ada yang bisa postingin aq ceritanya yudhistira paz nembus surga pake badan kasar?

    coba cek di “The Mahabharata of Krishna-Dwaipayana Vyasa” cari pada ‘Book 17: Mahaprasthanika Parva’, dan bagian ke 3,

    Then Narada, that foremost of all speakers, endued with penances, and conversant with all the worlds, from amidst that concourse of deities, said these words: ‘All those royal sages that are here have their achievements transcended by those of Yudhishthira. Covering all the worlds by his fame and splendour and by his wealth of conduct, he has attained to Heaven in his own (human) body. None else than the son of Pandu has been heard to achieve this.’

  31. On August 28th, 2010 at 4:42 pm trisnaabuyafi Says:

    sudahlah jangan memperdebatkan hal-hal seperti ini.kalo kita orang Indonesia yang satunya mebelain India yang lainnya mbelain Arab,terus yang di dapatkan apa?Rasa saling benar dan saling benci?
    Siapapun yang merasa benar itu sudah tidak benar….

  32. On August 30th, 2010 at 3:54 pm a_a Says:

    @trisnaabuyafi

    ini ajang diskusi bro, mari berdiskusi dengan kepala dingin…

  33. On October 6th, 2010 at 7:46 pm ucox Says:

    @ngarayana…gw shalut bgt lo udah tahu neraka ma syurga?…….lo pernah berkunjung ya?……berarti lo pernah mati ya?……kalu lo belum mati gw ga yakin lo tahu neraka or syurga…..gw pengen lihat foto2 lo waktu di syurga or neraka dunkz….?kasih tahu gw link nya ya….?
    bagaimana kalo forum ini dikasih nama aj forum pembualan dan sesumbar sebebebas bebasnya…….btw gw mo tanya?….ko di atas ga ada gambar doraemon ya…..?
    satu saran gw banggalah punya budaya indonesia dan jadi orang indonesia bro….
    jangan bangga budaya india yg orang2 nya jelek hitam2 pula….numpang dagang kain kain di tanah abang
    sambilan nya nipu orang indonesia deh….berikut pelit….
    be your self bro…..!
    bangga jadi orang bali….kalu perlu bikin agama sendiri…..

  34. On October 30th, 2010 at 12:06 pm osamah Says:

    menarik…….
    @ALL
    veda mengenal surga dan neraka tetapi ada reinkarnasi,bisa dijelaskan hubungan keduanya?
    uraian diatas kan bagi manusia (kalo gak salah saya pahami demikian) lantas untuk dewa yang membunuh dewa ada penjelasankah?

    makan dulu bro….lapar.

  35. On October 30th, 2010 at 2:23 pm Xarel X Says:

    @Osamah

    Imam ALi Berkata:
    “WAHAI MANUSIA, KITA DICIPTAKAN UNTUK HIDUP ABADI, TIDAK UNTUK BINASA. MESKIPUN DEMIKIAN, TEMPAT TINGGALMU AKAN BERUBAH, DAN BERPINDAH DARI SATU TAHAPAN KETAHAPAN YANG LAIN.KARENA ITU BERSIAPLAH UNTUK HIDUP DIDUNIA YANG ABADI YANG DATANG SETELAH DUNIA TEMPAT TRANSIT INI, DAN DISANALAH KAMU AKAN HIDUP KEKAL”. (Kitab: Bihar al-Anwar, Jilid V, hal 182.)

    Surga dan Neraka itu bukan tujuan akhir, tetapi terminal sementara. tujuan utama manusia adalah kembali ke asal-NYA. maka selama manusia belum bisa mensucikan dirinya, maka dia belum bisa kembali pulang. “Inna Lillahi wa InnaIlaihi Rojiun” (sesungguhnya Kita berasal Dari Allah dan akan kembali kepada Allah).
    Sekarang sudahkan anda mulai berkemas untuk kehidupan berikutnya…………?

  36. On October 30th, 2010 at 8:36 pm Ardhani Says:

    @Xarel X

    Bro memang benar bahwa Ruh itu diciptakan Allah untuk hidup abadi
    ruh tidak pernah mati, kecuali Allah menghendaki lain.

    kalo anda mampu menukil hadist dari imam Ali diatas, tentulah anda juga mampu untuk memahami kata2 beliau itu, bahwa “DISANALAH KAMU AKAN HIDUP KEKAL”
    kata “DiSANALAH” itu mengacu kepada “HIDUP DIDUNIA YANG ABADI YANG DATANG SETELAH DUNIA TEMPAT TRANSIT INI”
    itu berarti perubahan tahapan2 hidup itu TIDAK TERJADI DI BUMI INI (tempat transit)

    dengan demikian, masihkan anda bersikeras Islam mendukung teori reinkarnasi yg dipercayai orang Hindu (Reinkarnasi berulang ulang di bumi tempat transit ini berdasarkan karmaphala masing2) ???

    mungkin perlu anda ingat2 sekali lagi, dalam Islam segalanya didahului dengan takdir Tuhan,
    Tidak ada tempat untuk meyakini lahir kembali tergantung karmaphala.

    kalau anda meyakini kehidupan berikutnya berkaitan dengan karmaphala, maka silahkan berkemas2 mulai sekarang untuk kehidupan berikutnya.

    tapi jika meyakini hanya karena Ridha dan kehendak Allah, maka mulai sekarang hadapkan diri pada Allah saja di segala bagian takdir kehidupan anda.

    [57.20] Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

    [57.21] Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.

    [57.22] Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh mahfuz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

    [57.23] (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri,

    Terus terang, bagi saya, mempelajari reinkarnasi itu tidak mencerahkan sama sekali, kecuali memberi manusia sedikit alasan pembenaran (baca : dispensasi waktu) untuk menunda2 penyelarasan hidup dengan kehendak Allah, disebabkan kemalasan mereka dan kesukaan akan nikmat duniawi.

    Wassalam.

    @Osamah

    benar Bro, saya juga bingung
    jika segalanya diserahkan pada mekanisme karmaphala dan reinkarnasi, maka bisa2 Tuhan itu nganggur gak ada kerjaan.
    kehidupan jalan otomatis sesuai system, tanpa campur tangan Tuhan pun system tetap bisa jalan.

    karena itu pernah saya katakan dulu, bahwa sebenarnya orang Hindu itu tidak butuh Tuhan kecuali hanya pada saat penciptaan mereka yg pertama kalinya saja.

    contoh soal kebingungan saya :
    tentu orang Hindu percaya Tuhan itu Maha Pengampun,
    tetapi jika prinsipnya mutlak reinkarnasi sesuai karmaphala, maka kapan Tuhan bisa mempraktekkan sifat pengampunNya ??
    tidak ada jeda untuk itu.

    Padahal dalam Islam, sifat Pengampun Tuhan itu diwujudkan dalam penghapusan dosa atau penutupan dosa orang2 beriman,
    artinya, walau Tuhan maha Adil, tetapi karmaphala bisa dikesampingkan oleh Tuhan demi Hak Nya untuk mengampuni kesalahan para makhluk.

    saya belum pernah mendapat penjelasan yg memuaskan tentang hal ini dari orang2 Hindu.
    ada yg bisa jawab gak ya ??

    Wassalam

  37. On October 30th, 2010 at 10:37 pm Xarel X Says:

    @ Ardhani

    Di sini (bumi) mempunyai makna alam sebab-akibat, dunai tempat berproses. disini juga mempunyai arti alam materi, alam yg bisa hancur.

    di sana (Moksa) menunjukkan tempat hasil proses yg sempurna, juga mempunyai arti non materi yaitu kekekalan.

    Maka jika manusia sudah tdk mempunyai hutang sebab akibat/karma, dan bisa mensucikan diri, maka dia kembali ke tempat asalnya.

    Masalah Taqdir.

    saudara Ardhani, Jika anda cari dalam al-qur’an tentang masalah takdir kemudian dibandingkan dengan hadits-hadits maslaah takdir, maka akan banyak menemukan pertentangan. QUR’AN SUDAH JELAS VALIDNYA, AKAN TETAPI JUSTRU DLM HADITS INI MUNCUL BANYAK RIWAYAT-RIWAYAT HADITS TAQDIR YANG SALING BERTENTANGAN. Sehingga mengapa muncul aliran teologi dlm Islam. untuk itu kita harus belajar juga sejarah politik Islam dari awal nabi Muhammad sampai munculnya aliran-aliran dalam islam.

    Baru kamu akan menemukan perbedaanya antara taqdir yg diajarkan oleh qur’an dan taqdir yg ada dlm hadist, karena sudah banyak tangan-tangan penguasa yg ikut campur, agar otoriter mereka tidak disalahkan oleh rakyat.

    Suatu contoh: hadits tentang ketika janin dalam kandungan berusia 4 bulan, maka Allah telah mennetukan, rizki, jodoh, mati, surga ato nerka baginya.
    hadits di atas dalam aliran Muktazilah dan Ahlul Bait tidak ada ato ditolak. disamping itu juga bertentangan dg ayat-ayat yg menyatkan manusia itu ebbas memilih antara kebaikan dan keburukan.

    tema yg paling “ruwet” dlm islam adalah pembahasan taqdir, sehingga banyak aliran yg berbeda pendapat. bahkn sampi-sampai ada fatwa barang siapa yg memperdebatkan taqdir maksa kufur.

    Masalah reinkarnasi
    reinkarnasi itu bukan rukun Iman, jadi anda percaya ato tidak percaya tdk masalah.
    dalam islam ketika melarang sesuatu hrs ada dalil, dan ternyata tdk ada satupun baik ayat ato hadits yg menyatakan reinkarnasi itu adalah harom atau sesat. justru banyak ayat-ayat ato hadits yg menceritakan kaum yang berubah wujudnya menjadi bentuk hewan (mirip reinkarnasi)

    jika anda Anda menolak bahwa hidup berulang kali, maka akupun menolak bahwa hidup hanya satu kali.
    Cobalah anda renungkan:
    1. Siapakah kita ini ?
    2. dari manakah saya?
    3. Di Dunia untuk apa?
    4. Setelah mati kemana perginya?
    “Jangan terjebak pd kulitnya, tetapi ambilah isinya”

  38. On October 31st, 2010 at 7:45 am putratridharma Says:

    @All

    Saya pernah berdiskusi dengan teman baik saya seorang Muslim

    Saya bertanya: “Mengapa ada orang kaya dan orang miskin?” “Itu karena kehendak Tuhan, karena Beliau tahu apa yang terbaik bagi umatNya. Mendapat jawaban itu, saya katakan, “kasihan benar ya nasibnya orang yang lahir miskin dan cacat, yang karena kemiskinannya sering kelaparan, terus… karena keadaan itu dan untuk bertahan hidup kemudian menjadi jahat (pencopet, pencuri, perampok, pembunuh), terus… ditangkap polisi dan diadili, terus…dijatuhi hukuman 15 tahun penjara, terus…meninggal di penjara, terus…kalau sudah begitu rohnya akan masuk neraka yang menurut kamu neraka jahanam itu kekal selamanya (abadi). Yah…sungguh kasihan, sudah sengsara di dunia, dapat neraka pula di akhirat. Lalu, di mana keadilan Tuhan kepada ciptaanNya? Jika begitu, bukankah Tuhan sudah berbuat semena-mena terhadap umatNya? Coba kamu berikan jawaban yang logislah sedikit! Teman saya kemudian berkata, “Ya, itu rahasia Tuhan…, kajian ini masuk pada pokok bahasan yang tidak boleh diperdebatkan, yang penting kita harus yakin, serahkan urusan seperti itu kepada Tuhan.” Beliau tahu apa yang terbaik bagi umatNya.
    “Temanku, saya mungkin bukan orang suci, tetapi saya begitu menikmati indahnya ‘luapan logika’ yang yang mengalir dari agama yang saya anut, sebab menurut saya ajaran agama itu harus logis. Ajaran agama yang saya anut semuanya masuk akal. Kami orang-orang Hindu bukan semacam ‘keranjang sampah dogma’ juga kami tidak mengenal ‘kultus individu’. Teman saya kemudian bungkam. Saya tepuk pundaknya, Oke temanku, jika besok atau lusa kamu sudah dapat jawaban yang logis, kita diskusi lagi ya?”

  39. On October 31st, 2010 at 10:16 am Witschen Says:

    Huff… entah kenapa orang-orang terlalu berharap akan memperoleh kehidupan dan kebahagiaan kekal yg hanya merupakan janji tanpa bukti dan kesaksian segelintir orang yg mengklaim pernah sampai ke-“tempat idaman” tsb. Lebih baik menciptakan kebahagiaan sendiri di bumi yang terbukti benar ada, daripada terlalu berharap akan kebahagiaan kekal di suatu tempat yang hingga kini tidak jelas keberadaannya.

    Salam,,, ;)

  40. On October 31st, 2010 at 10:36 am putratridharma Says:

    @Witschen

    Katakanlah begini:
    1. Tangannya Anda dipotong: Anda bilang tanganku dipotong….
    2. Lidah Anda dipotong: Anda bilang lidah saya dipotong…..
    3. Kemaluan Anda (maaf) dipotong atau dibakar besi panas: Anda bilang aduh anuku….
    4. Kepala Anda ditusuk besi panas: Anda bilang kepalaku tertusuk…
    5. Seluruh badan Anda dicincang menjadi 1000 potong: Anda bilang ohhh badanku hancur….

    ANDA INI SIAPA SEBENARNYA?
    Anda itu ROH, anda akan terus hidup selamanya. Walau di dunia ini jasad anda sudah mati, tapi anda sendiri masih punya kehidupan setelah mati.

    salam

  41. On October 31st, 2010 at 8:44 pm ardhani Says:

    @Xarel X & Putratridharma :

    ***

    TQ atas tanggapannya, Bro Xarel.

    ===== Xarel X :
    Di sini (bumi) mempunyai makna alam sebab-akibat, dunai tempat berproses. disini juga mempunyai arti alam materi, alam yg bisa hancur.
    di sana (Moksa) menunjukkan tempat hasil proses yg sempurna, juga mempunyai arti non materi yaitu kekekalan.
    Maka jika manusia sudah tdk mempunyai hutang sebab akibat/karma, dan bisa mensucikan diri, maka dia kembali ke tempat asalnya.

    ******** Ardhani :

    Tanggapan anda ini bertentangan dengan apa yg pernah anda tulis dengan menyitir ucapan dari Imam jaffar Shodiq, yg anda maknai “alam sana” sebagai “alam sini”, di thread misteri kehidupan manusia.
    Karena itu menurut anda, ucapan beliau mendukung keyakinan reinkanasi Hindu.
    Padahal tidak sama sekali.
    Baik ucapan imam Jafar maupun ucapan imam Ali, sama2 menceritakan berlanjutnya kehidupan di “alam sana” bukan di “alam sini”
    Islam memang mengajarkan keabadian hidup baik di alam materi (dunia) maupun di alam rohani (akherat), tapi itu tidak sama dengan reinkarnasi dalam keyakinan Hindu.
    Sedikit contoh saja :
    1) Kebangkitan kembali dalam Islam baru akan terjadi setelah hari kiamat. Dalam Hindu sebelum kiamat pun atman sudah bisa ber-reinkarnasi berulang kali.
    2) Dalam Islam, Ruh yg celaka biarpun dikasih kesempatan oleh Allah untuk kembali ke dunia lagi, mereka akan tetap kembali kepada perbuatan buruknya. Dalam Hindu, atman bisa memperbaiki dirinya dalam kelahiran2 kembali mereka.

    ***
    Masalah Taqdir.
    Nah Lho, kalo udah tahu begitu, mengapa anda memaksakan diri untuk mempercayai hadist2 yg ketahuan telah dipalsukan ??
    Ambil hadist yg benar dong,
    Kalo kesulitan memahami hadist ya udah kembalikan kepada Al Quran,
    Bukankah anda mengakui Al Quran sebagai otoritas yg paling valid ?
    Tul Ngak ?
    Aslinya yg bikin ruwet membahas masalah takdir itu adalah otak2 manusianya, yg sok lebih pinter daripada Allah. Lalu membuat argument yg macem2, padahal intinya cuma satu, mau berhujjah dihadapan Allah untuk mencari pembenaran atas penentangan mereka padaNya.
    Padahal masalah takdir itu amat sederhana sekali, Allah yg Maha Tahu, wajib mengetahui segala sesuatu. Itu thok kuncinya !
    Kalau Allah mengetahui segala sesuatu itu benar
    Justru kalo Allah tidak tahu itu walau hanya sebesar atom sekalipun itu menjadi tidak benar.
    Pengetahuan itu melahirkan kejadian, untuk membuktikan bahwa pengetahuanNya benar, padahal kenyataannya memang Dia adalah Maha Benar.
    Itu semua adalah wajib ada pada Tuhan.
    Yg bikin masalah adalah manusia2 sok tahu tentang takdir, padahal pengetahuan takdir itu rahasia Allah yg tidak dibagikan kepada kebanyakan manusia secara gratis.
    Manusia hanya diperintahkan Allah untuk mencari kebaikan dan menjauhi keburukan, karena mereka gak dikasih tahu ketentuan takdir masing2.
    Mereka disuruh bekerja nyata, bukan malahan sibuk berlogika dan berargumen yg ujung2nya menyalahkan Tuhan yg telah mengetahuai bagaimana akhir dari takdir mereka.

    Emang dimana sih ruwetnya memahami takdir menurut anda ?

    ======== Xarel X :
    Masalah reinkarnasi
    reinkarnasi itu bukan rukun Iman, jadi anda percaya ato tidak percaya tdk masalah.
    dalam islam ketika melarang sesuatu hrs ada dalil, dan ternyata tdk ada satupun baik ayat ato hadits yg menyatakan reinkarnasi itu adalah harom atau sesat. justru banyak ayat-ayat ato hadits yg menceritakan kaum yang berubah wujudnya menjadi bentuk hewan (mirip reinkarnasi)

    ****** Ardhani :
    Kebangkitan kembali (anda lebih suka bilang reinkarnasi) itu masalah ghaib, dan itu masuk dalam satu bab rukun iman.
    Kalo anda tidak mempercayai kebangkitan kembali maka anda tidak beriman.
    Tapi kalo anda meyakini reinkarnasi ala keyakinan Hindu, ditakutkan anda akan tersesat, karena tidak satupun ajaran Islam yg mengajarkan kehidupan di alam ghaib itu seperti yg dipikirkan oleh orang2 Hindu.

    ======= Xarel X :
    jika anda Anda menolak bahwa hidup berulang kali, maka akupun menolak bahwa hidup hanya satu kali.

    ******** Ardhani :
    Hidup itu tidak berulang kali, hidup ini adalah jalan yg panjang sejak ruh diciptakan, berpindah tanpa terputus dari satu alam ke alam yg lain, yang hanya Allah sendiri yg mengetahui kapan itu akan berakhir, jika Dia menghendaki.

    Cobalah anda renungkan:
    1. Siapakah kita ini ? ————- > HAMBA ALLAH
    2. dari manakah saya? ————- > DARI ALLAH
    3. Di Dunia untuk apa? ———— > UNTUK MENJALANKAN KEHENDAK ALLAH
    4. Setelah mati kemana perginya? ——– > KEPADA ALLAH

    “Jangan terjebak pd kulitnya, tetapi ambilah isinya”
    ——— > ISI TANPA KULIT, BISA MASUK ANGIN LHO MAS !
    Justru kulit diciptakan agar isi tidak mecotot kemana2
    Intinya, terimalah kulit dan isinya sebagaiman telah didesign dengan indah oleh Allah sebagai satu kesatuan yg mempunyai peran dan kegunaan masing2.

    Wassalam.

    @Putratridharma :

    =========== Putratridharma :
    @All
    Saya pernah berdiskusi dengan teman baik saya seorang Muslim
    Saya bertanya: “Mengapa ada orang kaya dan orang miskin?” “Itu karena kehendak Tuhan, karena Beliau tahu apa yang terbaik bagi umatNya. Mendapat jawaban itu, saya katakan, “kasihan benar ya nasibnya orang yang lahir miskin dan cacat, yang karena kemiskinannya sering kelaparan, terus… karena keadaan itu dan untuk bertahan hidup kemudian menjadi jahat (pencopet, pencuri, perampok, pembunuh), terus… ditangkap polisi dan diadili, terus…dijatuhi hukuman 15 tahun penjara, terus…meninggal di penjara, terus…kalau sudah begitu rohnya akan masuk neraka yang menurut kamu neraka jahanam itu kekal selamanya (abadi). Yah…sungguh kasihan, sudah sengsara di dunia, dapat neraka pula di akhirat. Lalu, di mana keadilan Tuhan kepada ciptaanNya? Jika begitu, bukankah Tuhan sudah berbuat semena-mena terhadap umatNya? Coba kamu berikan jawaban yang logislah sedikit! Teman saya kemudian berkata, “Ya, itu rahasia Tuhan…, kajian ini masuk pada pokok bahasan yang tidak boleh diperdebatkan, yang penting kita harus yakin, serahkan urusan seperti itu kepada Tuhan.” Beliau tahu apa yang terbaik bagi umatNya.
    “Temanku, saya mungkin bukan orang suci, tetapi saya begitu menikmati indahnya ‘luapan logika’ yang yang mengalir dari agama yang saya anut, sebab menurut saya ajaran agama itu harus logis. Ajaran agama yang saya anut semuanya masuk akal. Kami orang-orang Hindu bukan semacam ‘keranjang sampah dogma’ juga kami tidak mengenal ‘kultus individu’. Teman saya kemudian bungkam. Saya tepuk pundaknya, Oke temanku, jika besok atau lusa kamu sudah dapat jawaban yang logis, kita diskusi lagi ya?”

    ********* Ardhani :

    Bro Putra, jadi anda menganggap orang yg lahir dalam kemiskinan serta cacat adalah aib besar ??

    Apakah anda pernah memperhatikan dahsyatnya cobaan dibalik materi berlimpah dan keindahan fisik yg diberikan Allah pada manusia ?
    Pernahkah anda memperhatikan bagaimana materi dengan gampangnya memalingkan orang dari perintah Tuhannya ?
    Contoh soal sederhana, anda makan siang dimana hari ini ? direstoran kah ? berapa harga makan siang yg anda keluarkan itu ? Rp. 50.000,- seporsi ? atau lebih ?
    Dan anda dengan enaknya makan sebesar itu !

    Padahal tahukah anda, tidak jauh dari anda makan ada beberapa orang lain yg perutnya melilit kelaparan dan tidak mempunyai uang untuk membeli makan ?

    Padahal jika anda tadi hanya membeli ketoprak atau gado2 yg paling2 Cuma seharga Rp. 7.000,- dan membagikan yg Rp. 43.000,- kepada orang2 lapar tesebut, baik anda ataupun mereka akan sama2 kenyang.
    Tidak tahukah anda bahwa Tuhan menyuruh anda untuk saling berbagi dengan sesama yg membutuhkan ?
    Tidak tahu atau tidak ingat ?
    Lihatlah, betapa mudahnya anda dipalingkan dari perintah Tuhan hanya gara2 makan siang ! Dipalingkan oleh perut dan uang Rp. 50.000 saja !
    Bagimana kalo ada uang semilyar di kocek anda ??
    Akan semakin jauh anda dari Tuhan anda (walau mungkin anda rajin ke pura untuk beribadah menyembah Tuhan)

    Dari uang Rp. 50.000,- anda, Rp. 7.000,- adalah hak kebutuhan anda yg tidak perlu anda pertanggung jawabkan, sementara yg Rp. 43.000,- harus anda petanggung jawabkan pembelanjaannya.
    Mengapa ada orang lapar, tapi uang itu anda habiskan hanya untuk memenuhi ego perut anda sendiri ?
    Tuhan akan menuntut anda terhadap ketidak setiaan anda akan perintahNya.
    Itu dari pembelanjaan, belum dari cara anda memperoleh uang yg Rp. 50.000,- tadi, halal gak cara memperolehnya ?
    Ada dua perkara yg harus anda pertanggung jawabkan dari uang Rp. 50.000,- anda !
    Lha kalo uang anda bermilyar-milyar ?
    Sudahkan anda siap menghadapi keadilan Tuhan di hari pembalasan ??
    Dan apakah anda akan selamat dari keadilanNya ?????

    Lain cerita jika anda adalah orang2 miskin kelaparan tersebut, biarpun ada orang kaya yg mengeluarkan duit berjuta2 sekali makan, itu tidak ada urusan dengan anda.
    Kemiskinan dan kelaparan anda adalah ujian kesabaran anda !
    Jika anda sabar dalam kemiskinan anda dan tetap setia beriman pada Tuhan, bisa anda bayangkan akibatnya ??
    Benar !! Tidak ada satupun yg menghalangi kedekatan anda dengan Tuhan anda !
    Di hari pembalasan, anda akan melenggang kangkung kepada Rahnat Tuhan anda secepat kilat, karena tidak ada yg harus anda pertanggung jawabkan kepadaNya.

    Kalo anda percaya Moksa,
    Maka sebagai orang miskin yg beriman, anda akan moksa lebih cepat kepada Tuhan.
    Dibandingkan orang kaya yg juga sama2 beriman, mereka masih direpotkan dengan pertanggung jawaban akan perolehan dan penggunaan harta2 meraka.
    Kalo tidak lulus, mereka harus lahir kembali bukan ??

    Begitu pula dengan orang miskin yg tidak beriman serta berperilaku jahat.
    Percaya pada saya deh ! orang miskin yg jahat, tidak menimbulkan kerusakan yg luas bagi masyarakat dibandingkan dengan orang kaya yg sama2 jahat !
    Benar atau benar ????

    Nabi Muhammad = “Aku melihat surga, kebanyakan penduduknya adalah orang2 miskin”
    Yesus = “Orang kaya susah masuk surga, seperti susahnya onta masuk lubang jarum”

    Nah, masihkan anda menganggap kemiskinan dan kecacatan sebagai aib kehidupan ???
    Bro, Tuhan itu Maha Adil, dan keadilan Tuhan tidak seperti yg anda bayangkan !
    Apa yg anda anggap kebaikan belum tentu baik dihadapan Tuhan, dan apa yg anda anggap keburukan belum tentu buruk dihadapan Tuhan.

    Begitulah Muslim memahami hal ini, hidup adalah ujian dari Tuhan.
    Entah bagaimana orang Hindu memahaminya
    Apakah anda bisa menjelaskan ??

    Wassalam.

    NB :
    Komen anda yg lainnya, insya Allah besok2 saya tanggapi, sekarang udah malam.

  42. On October 31st, 2010 at 10:29 pm osamah Says:

    makin malam makin seru…makin lapar karena hujan di surabaya..segelas kopi+sebungkus rokok (mumpung gak ada pengunjung laen) hahahha…

    @xarel x..
    trims atas kunjungannya bro
    btw,sehebat apapun imam ali+abu bakar+umar+usman plus nabi muhammad pun harus dikembalikan lagi ke allah (dalam hal ini al quran sebagai rujukan utama)

    @puteratridharma..
    lha kalo anda berpendapat begitu berarti kasihan dong saya?gaji satpam berapa bro?plus tunjangan gak sampai 1,5 juta.tetapi kami dilarang berbuat apa saja untuk mencukupi kebutuhan hidup.hari ini tempe,besok tahu kalo ada duit makan daging ada lebih soto ayam.nyolong tidak boleh malah disuruh sedekah,caranya gimana?ya gampang bro,beli nasi pecel lauk tempe sama sedikit ikan.untuk ikan saya bagi dua dengan kucing/anjing yang lewat.nah kan,kenyang dapat,sedekah bisa.gizi juga ok (tempe bro=kedelai).
    gak ada yang hina buat saya kecuali pencuri agama,maling harta,pemerkosa (hak manusia plus wanita),perampok dan lain2.

    begitu bro,,,,

  43. On October 31st, 2010 at 11:30 pm putratridharma Says:

    @ All Muslim

    saya tidak mengatakan miskin itu hina. Saya tidak mengatakan Tuhan tidak adil. Saya hanya mempertanyakan: penyebab seseorang lahir dengan tidak beruntung seperti itu.

    All, coba jawab:

    Mana yang lebih baik: hidup kaya raya, cantik/tampan, pintar, dermawan, beriman, ahli agama, rendah hati DIBANDINGKAN dengan hidup miskin, kufur atau mungkin kafir, fisiknya cacat, kelakuannya jahat, hatinya dengki?

    Saya bertanya seperti itu karena sebagian orang yang miskin harta, hatinya juga ikut miskin.

    Oke sebenarnya saya hanya ingin mengatakan kalau segala realitas dalam hidup ini adalah tidak terlepas dari buah perbuatan (KARMAPHALA) pada kehidupan yang lalu. Pada saat REINKARNASI sekaranglah baru dinikmati.

    SALAM

  44. On November 1st, 2010 at 9:55 am Xarel X Says:

    @ Ardhani

    trims telah menjwab pertanyaanku:
    1. Siapakah kita ini ? ————- > HAMBA ALLAH
    2. dari manakah saya? ————- > DARI ALLAH
    3. Di Dunia untuk apa? ———— > UNTUK MENJALANKAN KEHENDAK ALLAH
    4. Setelah mati kemana perginya? ——– > KEPADA ALLAH

    berikutnya adalah:
    1. apakah hidupmu selam ini suci mulus terus sampai mati…?
    2. Apakah Ibadahmu Khusyu’ terus sampai mati…?
    2. Apakah dlm hidup ini dosamu sedikit….?
    dari semua pertanyaan saya tsb. coba deh anda total hasilnya gimana…?
    Lalu apa layak kamu setelah mati akan kembali kepada Allah….?!

  45. On November 1st, 2010 at 11:46 am Made Says:

    Berapa minggu lalu aku terbangun dair tidurku di pagi hari. jam baru menunjukkan pukul 6.00 dan karena kebetulan remote TV tergeletak di sebelah tempat tidurku, buru-buru aku hidupkan TV yang terpampang tepat di ujung tempat tidurku.

    Apa yang kulihat?

    Hampir semua siaran TV dipenuhi oleh acara ceramah oleh para ustat-ustat. Setelah melihat-lihat sebentar. Akhirnya perhatianku terpaut pada acara TransTV yang menghadirkan seorang ustat muda dan dengan pendengar dari kalangan tua yang diperlihatkan dari penaampilannya. Kajiannya sangat menarik. Mereka asyik membahas masalah cinta kasih dan keadilan Allah terhadap semua ciptaan-Nya. Hanya saja acara mendadat menjadi senyap disaat sesi tanya jawab. Ada seorang peserta tua yang kelihatannya juga ustat karena ustat penceramah memanggil dia dengan sebutan pak ustat.

    Sang ustat tua berkata: “Bapak Ustat yang saya hormati dan dimuliakan Allah. Berkenaan dengan topik bahasan kita kali ini, saya masih menyimpan kebingungan. Dari tadi kita telah membahas bahwa Allah adalah Maha Adil dan Maha Penyayang. Tetapi ada suatu kasus real yang saya hadapi di lapangan. Saya mengenal sebuah keluarga sangat miskin dan sangat jauh dari agama. Kehidupan mereka yang seperti ini sudah berlangsung dari generasi sebelumnya. Dulu orang tuanya adalah pemulung yang miskin dan dia juga seorang pemabuk, suka melakukan maksiat dan kriminal. Sang anak terpaksa hidup dari uang kejahatan orang tuanya. Dididik jauh dari agama dan akhirnya tumbuh menjadi penjahat juga. Dan beberapa saat lalu dia mati sebagai seorang penjahat.
    Sementara di sisi lain ada seorang anak yang lahir di keluarga kaya dan orang tuanya adalah seorang haji yang mambur. Karena ingkungannya yang kondusif, akhirnya anak tersebut tumbuh sesuai dengan ajaran agama dan meninggalnyapun sebagai anak yang soleha. Lalu dimana letak keadilah Allah melihat dua hal yang sangat berbeda ini? Apakah masuk sorga dan neraka itu merupakan takdir Allah?

    Ustat penceramah sontak termenung sepi dalam waktu yang cukup lama dan akhirnya hanya bisa menjawab, “terus terang saya tidak mengerti dan tidak punya ilmu mengenai hal tersebut. Saya pending dulu ya dan akan saya tanyakan pada guru-guru saya setelah acara ini. Insya Allah akan saya jawab pada sesi minggu depan”. Dengan raut muka yang berubah dan dengan berkali-kali mengucapkan minta maaf dan kata insya Allah dia berusaha mencairkan suasana yang sempat hening.

    So, apakah memang tidak ada penjelasan yang lengkap di Al-Qur’an yang dikatakan penyempurna kitab-kitab sebelumnya tentang keadilan Allah? Ataukah ustat muda itu saja yang belum tahu? :D

  46. On November 1st, 2010 at 7:07 pm Xarel X Says:

    @ Made
    Kemungkinan Ustad mudanya:
    1. datanya lagi troubel
    2. jaringannya lagi bermasalah
    3. Produsernya mengatur deikian, agar minggu depan penontonnya lebih banyak.

  47. On November 2nd, 2010 at 9:18 am Ngarayana Says:

    Wah bahasan yang panjang dan menarik…. tapi saya lagi mengamati dan menghitung perolehan poin dari kadidat penerima buku nih… jadi selamat berdiskusi aja temen-temen..

    Tapi sepertinya masalah yang disampaikan saudara Made juga bagus dipergunjingkan. Andainya kehidupan ini hanya sekali, lalu dimana letak keadilan Tuhan ketika ada orang yang dilahirkan dalam kondisi cacat dari keluarga penjahat, besar dan tumbuh menjadi penjahat dan matinyapun masuk neraka. Sementara di sisi lain ada yang lahir menjadi anak seorang raja, dibesarkan dengan pendidikan agama yang kuat, menjadi sorang alim dan masuk sorga..

    Sangat debatable

    Salam,-

  48. On November 2nd, 2010 at 8:14 pm ardhani Says:

    @Xarel X :

    =========== Xarel :
    berikutnya adalah:
    1. apakah hidupmu selam ini suci mulus terus sampai mati…? ——- > ENGGAK
    2. Apakah Ibadahmu Khusyu’ terus sampai mati…? ——– > ENGGAK
    2. Apakah dlm hidup ini dosamu sedikit….? ——– > ENGGAK

    *
    dari semua pertanyaan saya tsb. coba deh anda total hasilnya gimana…?
    Lalu apa layak kamu setelah mati akan kembali kepada Allah….?!

    ********* Ardhani :

    Jelas, total hasilnya saya gak tahu, saya masih hidup saat ini dan mudah2an hingga beberapa puluh tahun ke depan, jika Allah menghendaki.
    Kalo gitu ngitung totalnya gimana ? hayo ?

    Tapi yg selalu saya buat pegangan utama adalah : KEADAAN KITA NANTI TIDAK DITENTUKAN OLEH PERBUATAN KITA SEMATA, TETAPI KARENA RAHMAT ALLAH PADA KITA.

    Mungkin anda lupa atau belum tahu (saya kasih tahu) tentang hadist Rasululah SAW yg menceritakan seorang sholeh dari kalangan bani Israel yg puluhan tahun hidupnya didedikasikan untuk beribadah kepada Allah dengan sempurna, sehingga dia hidup tanpa dosa sedikitpun dan dan dikenal sebagai seorang ahli ibadah yg jempolan.
    Ketika dia mati, Allah memerintahkan malaikat untuk membawanya ke surga karena RahmatNya.
    Orang itu protes, “Ya Allah, aku ingin masuk surga karena amal ibadahku bukan karena RahmatMu.”
    OK. Allah memerintahkan malaikat untuk mengkalkulasi berapa total nikmat Allah yg telah diberikan pada hamba itu sepanjang hidupnya untuk dibandingkan dengan amal ibadah dia.
    Ternyata nilai amal ibadahnya selama puluhan tahun tidak cukup untuk membayar nikmat dari pemberian sepasang mata dari Allah.
    Terus ditanya oleh Allah, Gimana, apa kamu mau masuk neraka karena keadilanKu atau masuk surga karena rahmatKu ?
    Akhirnya hamba itu menerima dimasukkan surga dengan rahmat Allah.

    Itulah pegangan saya.
    Sebesar apapun dosa saya, Allah tetap akan mengampuni, jika saya bertobat dan memohon ampunan padaNya.
    Tidak ada kata putus asa terhadap rahmat Allah, kecuali hanya orang2 kafir.

    ***
    Dan mungkin anda juga telah lupa, bahwa semua makhluk gak peduli berdosa atau tidak setelah mati kembalinya ya kepada Allah.

    Quran yg terbukti valid berkata :
    Dan peliharalah dirimu dari hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya .
    (QS 2:281)

    Jadi ga usah mikir bisa kembali kepada Allah atau tidak, itu sudah otomatis.
    Cuma masalahnya adalah dalam keadaan apa kita kembali kepadaNya.

    Wassalam.

    ========================================================

    @Made :

    Kalo saya jadi ustadz muda yg ditanya itu, insya Allah akan saya jawab begini :


    Subhanallah, apakah pak ustadz (yg bertanya) meragukan keadilan Allah ?

    Allah itu Maha Adil,
    Sifat Dunia dan akhrat itu dihadapan Allah berbanding terbalik.
    Dunia adalah tempat ujian, akhirat adalah tempat pembalasan.
    Dia menjadikan dunia bagi hamba2 terkasihNya sebagai tempat pengekangan yg ketat ditengah2 gemerlap keindahan dan kenikmatannya.
    Dunia adalah surga bagi orang2 kafir, dan penjara bagi orang2 beriman.
    Orang kafir menemukan kebebasan didunia, orang beriman menemukan kebebasan diakherat.
    Orang yg biasa bersenang2 di kehidupan dunia, dia akan sangat susah mendapatkan manisnya kehidupan akherat.
    Semakin kecil / sedikit kebutuhan orang akan dunia, semakin dipermudah jalan mereka untuk mendapatkan kenikmatan akhirat.
    Ibarat orang yg memasukkan buah2an kedalam keranjang. Semakin sedikit buah yg harus dimasukkan kedalam keranjang, maka semakin singkat waktu mereka untuk menyelesaikan pekerjaan mereka. Demikian juga, bila semakin banyak buah yg harus dimasukkan mereka, maka akan semakin lama waktu mereka untuk menyelesaikan tugas mereka.
    Begitulah prinsip mainnya.

    Akan halnya cerita anak orang miskin yg jadi maling dengan anak orang kaya lagi sholeh yg jadi sholeh pula, beginilah keadilan Allah bekerja pada mereka :

    1) Itu anak penjahat dan anak ustadz dikasih Allah potensi akal pikiran, hati nurani dan hawa nafsu yg sama nggak ??
    2) Itu anak penjahat dan anak ustadz dihadapkan Allah pada godaan2 duniawi yg sama nggak ??

    Jawabnya pasti dikasih yg sama antara keduanya.
    Tapi kenapa hasilnya jadi berbeda ?

    Jawabnya :

    1) Anak penjahat nggak mau menggunakan potensi akal pikiran dan hati nuraninya, malahan dia lebih suka menuruti hawa nafsunya.
    Dia tidak sabar dengan kemiskinannya maka dia cari harta dengan menghalalkan segala cara.
    Dia tidak sabar dengan kelaparannya, dia mencuri.
    Dia tidak sabar dengan sahwatnya pada wanita semetara dia tidak ada cukup harta untuk menikahi seorang wanita, maka dia memperkosa wanita yg jalan sendirian ditengah malam.
    Dia mempunyai mata yg bisa melihat orang2 pergi ke masjid untuk menimba ilmu pengetahuan agama, tapi dia lebih suka melangkahkan kakinya ke temapat2 perjudian, prostitusi, dan tempat orang mabuk2an.
    Dia mempunyai telinga yg dapat mendengar panggilan adzan mengajak orang untuk menghadap Allah, tapi dia lebih memilih melanjutkan tidurnya.
    Terhadap orang lain, dia suka mengumpat, memaki, menghardik dan tidak segaan2 melayangkan jotosan hanya karena merasa pribadinya disinggung.
    Dll.

    2) anak ustadz mau mengunakan dan mengasah potensi akal pikiran dan hati nuraninya, serta mau bersusah payah mengekang hawa nafsunya.
    Dia mempunyai makanan yg berlimpah di rumahnya, tapi dia bersabar untuk memilih berlapar2 puasa dan memberikan makanan2 kepada orang lain.
    Dia mempuanyai harta berlimpah yg bisa mencukupi segala yg dia inginkan, tetapi dia bersabar dengan membatasi diri untuk menggunakan hanya sedikit hartanya untuk keperluan yg pokok tanpa berlebih2an, dan memberikan banyak hartanya kepada orang2 lain yg membutuhkan.
    Dia mempunyai harta berlimpah, wajah yg tampan dan gagah, sehingga mudah baginya untuk disukai wanita2 cantik, tetapi dia mengendalikan diri agar tidak jatuh kedalam pergaulan bebas, perzinahan, dan selalu berusaha setia dan bertanggung jawab pada istrinya.
    Begitu mendengar adzan dikumadangkan, maka perdagangan, pekerjaan, hobby, kesenangan, kenikmatan kamar tidur empuk dan dinginnya AC, kemesraan dan kehangatan istri segera ditinggalkannya. Dia bergegas bersuci untuk menghadapkan diri kepada Ilahi.
    Dia melihat orang miskin, dibantu. Melihat kemaksiatan, dia berpaling. Melihat ketidak adilan, dia luruskan.
    Ketika ada orang memperolok, mengumpat, dan memarahi nya, dia bersabar, diam tidak membalas, malahan tetap mengucapkan kata2 yg baik, sopan, lemah lembut.
    Dll.

    Nah kalo urusannya sudah begitu, siapa yg harus disalahkan ??
    Orang tua yg mendidik dan membesarkan mereka ?
    Lingkungan mereka ?
    Atau justru Tuhan lah yg harusnya paling disalahkan karena menempatkan mereka pada keadaan2 yg berbeda itu ???
    Apa jawaban bapak Ustadz (yg bertanya) ???

    apakah wajar jika kita menyalahkan Tuhan terhadap status sosial yg tidak sama yg Dia berikan pada masing2 mereka ??
    Bukankah itu sepenuhnya hasil perbuatan2 mereka sendiri ??
    Bukankah suatu perbuatan bodoh, jika kita menyalahkan guru yg memberi kita soal2 ujian yg sulit sehingga kita tidak bisa menjawabnya dan akibatnya tidak lulus ujian.
    Padahal sebenarnya soal2 itu memang materi pembelajaran di tingkat kita.
    Kita nya yang malas belajar sehingga tidak bisa menjawab soal2 ujian, tetapi kita BERDALIH dgn menyalahkan guru yg membuat soal2 sulit, hanya karena kita ingin menutupi kesalahan kita sendiri.

    Padahal aturan mainnya kan udah jelas,
    Dunia adalah tempat pengekangan diri, akhirat adalah tempat pembalasan
    Siapa yg didunia mampu mengekang diri, maka di akherat dia akan mendapat balasan yg jauh lebih baik
    Sedangkan diapa yg didunia tidak mampu mengekang dirinya, malah mengumbar hawa nafsunya, di aherat akan mendapatkan balasan yg jauh lebih buruk.

    Padahal Allah juga dengan sangat adil memberi kemudahan pada si anak penjahat untuk mendapatkan surga akherat.
    Secara alamiah si anak penjahat ditempatkan dalam keturunan orang2 miskin,
    Itu artinya seharusnya dia jauh lebih kuat untuk berpuasa karena secara alamiah dia telah terbiasa lapar, tapi dia lebih suka memilih kenyang dengan cara yg tidak halal.
    Seharusnya dia lebih mudah tidak terpancing menuju kemaksiatan, prostitusi, kemabukan, karena itu semua membutuhkan uang yg banyak untuk mendapatkannya, karena secara alamiah dia tidak mempunyai banyak harta, yg sebenarnya Allah secara alamiah telah menutup pintu baginya untuk mengakses segala perbuatan buruk tersebut, namun dia justru mendobrak pintu yg telah ditutup Allah tersebut dengan cara merampok, menodong, memperkosa, menipu untuk bisa mengakses segala keburukan tersebut.
    Sebenarnya Allah telah mendekatkan orang itu ke surga sedekat2nya, dengan hanya memberikan satu atau dua buah untuk dimasukkan dalam keranjangnya, agar tugasnya cepat selesai. Tetapi dia malah memilih sibuk mencuri dan memasukkan buah2 orang lain kedalam keranjangnya sendiri, sehingga pekerjaannya menjadi semakin panjang dan berat untuk diselesaikan.

    Sebaliknya,
    sebenarnya Allah memberi ujian yg berat kepada anak ustadz dengan menjauhkan pintu surga darinya dengan begitu banyak pemberian kenikmatan yg secara alamiah bisa membuatnya sibuk dari mengingat Allah.
    Tetapi si anak ustadz ini justru mencari jalan yg dapat lebih mendekatkan dirinya pada Allah.
    Dia diberi Allah satu truk buah2an untuk dimasukkan keranjangnya,
    Bukannya malah loncat2 kegirangan, dia malah memberikan sebagian besar buah2nya kepada orang lain, dan mencukupkan diri dengan hanya mengambil beberapa buah saja yg menurut dia bisa mempermudah. memperingan dan memperlancar pekerjaannya memasukkan buah kedalam keranjangnya sendiri.

    Kalo sudah seperti ini, bisakah pak ustadz (yg ditanya) mengatakan lagi dimanakah letak keadilan Allah ???
    Dan masih pantaskah anda mempertanyakan keadilan Allah padahal kuncinya ada dalam perbuatan anda sendiri ???

    ***
    Kira2 begitu jawaban yg akan saya berikan, jika saya yg ditanya begitu
    (untungnya saya tidak ditanya)

    Wassalam.

    =============================================

    @Ngarayana & All Hindu

    Saya ingin bertanya dan mohon dengan sangat hormat untuk mendapatkan jawaban dari anda2 semua.

    begini :
    Bukankah anda mengakui Tuhan itu Maha pengampun ?
    Dan bukankah anda juga mengakui Tuhan itu Maha Adil ?

    Keadilan Tuhan tercermin dalam prinsip karmaphala dan reinkarnasi yg anda percayai itu
    Bahwa setiap perbuatan harus dipertangung jawabkan secara adil dalam kehidupan berikutnya, hingga semua perbuatan buruk anda habis tak tersisa, yg akan mengantarkan anda2 moksa kepada Tuhan anda.
    Itu satu bentuk keadilan yg sempurna (menurut anda)

    Tetapi bagaimana jika ada orang yg perbuatan jahatnya luar biasa buanyak.
    Ibaratnya seluas langit dan bumi, dan beberapa bulan ketika hampir meninggal orang tersebut sadar, begitu menyesal dan bertobat , memohon pengampunan sunguh2 dari hati terdalam dan dengan cucuran air mata penyesalan kepada Tuhan anda.
    Namun dia tidak sempat berbuat banyak untuk mengadakan perbaikan kepada orang2 yg telah disakitinya selama itu., dia keburu dipanggil Tuhan anda, mati.
    Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.

    Pertanyaannya adalah :
    Bagimana hubungan antara sifat MAHA PENGAMPUN dengan MAHA ADIL Tuhan dalam kasus seperti ini ?

    Apakah Maha PengampunNya membuat Dia mencuci bersih seluruh dosa2 orang itu?

    Atau orang tersebut tetap harus melalui reinkarnasi berkepanjangan sehingga dosa2nya terbalas semua (prinsip keadilan karmaphala) ?

    Jika orang tersebut harus berinkarnasi berulang kali, maka Tuhan anda Maha Adil tapi tidak Maha Pengampun
    Dan Jika orang tersebut diampuni segala dosanya, maka Tuhan anda Maha pengampun tetapi tidak Maha Adil, karena begitu banyak orang telah terzhalimi mengharapkan Tuhan anda membalas perbuatan orang itu yg telah membuat mereka menderita, tapi Tuhan anda ternyata membebaskan dia begitu saja secara sepihak

    Bagimana jawabannya dalam kacamata Hindu ???
    Mohon pencerahannya dari saudara2 sekalian ?

    Wassalam.

  49. On November 2nd, 2010 at 8:55 pm ardhani Says:

    @ Putatridharma :

    saya tidak mengatakan miskin itu hina. Saya tidak mengatakan Tuhan tidak adil. Saya hanya mempertanyakan: penyebab seseorang lahir dengan tidak beruntung seperti itu.

    ******** Ardhani :

    jawabnya cukup jelas,
    Allah menguji mereka dengan keadaan masing2.

    ========= putratridharma :

    All, coba jawab:

    Mana yang lebih baik: hidup kaya raya, cantik/tampan, pintar, dermawan, beriman, ahli agama, rendah hati DIBANDINGKAN dengan hidup miskin, kufur atau mungkin kafir, fisiknya cacat, kelakuannya jahat, hatinya dengki?

    Saya bertanya seperti itu karena sebagian orang yang miskin harta, hatinya juga ikut miskin.

    Oke sebenarnya saya hanya ingin mengatakan kalau segala realitas dalam hidup ini adalah tidak terlepas dari buah perbuatan (KARMAPHALA) pada kehidupan yang lalu. Pada saat REINKARNASI sekaranglah baru dinikmati.

    SALAM

    ******* Ardhani :

    jangan memukul rata bahwa orang miskin cenderung hatinya juga miskin, bro

    BTW,
    jika anda beranggapan lebih baik: hidup kaya raya, cantik/tampan, pintar, dermawan, beriman, ahli agama, rendah hati DIBANDINGKAN dengan hidup miskin, kufur atau mungkin kafir, fisiknya cacat, kelakuannya jahat, hatinya dengki?

    mungkin anda boleh mulai merenungkan, kenapa pandit Hindu, Bhiksu Buddha, dan orang2 suci lebih meilih hidup ala pertapa, dan bukannya malah menyibukkan diri menjadi pengusaha yg kaya raya ??

    tapi pertanyaan anda jawabnya jelas; lebih baik jadi kaya, ngganteng dan dermawan, beriman dan ahli agama daripada jadi orang jelek, item, kafir, bejat kelakuannya.

    tapi kalo pertanyaannya :
    lebih baik jadi kaya, ngganteng dan dermawan, beriman dan ahli agama ato jadi orang miskin, jelek, item, kudisan, kerempeng tapi beriman, dermawan, baik hati dan ahli agama ?

    coba anda tanyakan kepada para pandit dan orang2 suci Hindu yg tercerahkan,
    mereka lebih suka memilih jadi orang kaya itu atau jadi orang miskinnya ???

    dijamin jawabannya, mereka lebih suka memilih jadi orang miskin yg bahagia itu !

    Wassalam

  50. On November 3rd, 2010 at 9:19 am Adi Wira Kusuma Says:

    @Ardhani

    Maaf sist… Mungkin dialog kita terputus, maklum ada job dari kantor,dan lg bikin buku nih…

    Hmmm sampai mana ya obrolannya…

    Anda tanya :
    Bukankah anda mengakui Tuhan itu Maha pengampun ?
    Dan bukankah anda juga mengakui Tuhan itu Maha Adil ?

    Jawab simple… Klo anda mengerti status/posisi anda dlm kehidupan/sistem ini, maka anda pasti mengakui Beliau maha adil,maha pengampun, maha segalanya deh. Tapi klo g…ya jgn harap lah….

    Sepertinya anda mau mengakali Beliau dg kata “Maha pengampunNya”. Tp sayangnya Tuhan kami tetap pada sistemNya… Jd selama kita bisa lepas dari karma/purnabawa… Ya tetap saja…berputar…

    Terus… anda melihat bahwa posisi miskin sebuah posisi wuenak… Ya ..klo begitu jdlah golongan itu… Tp saya rasa, itu sama artinya blm memahami dimana posisiku, aq berfungsi sbg apa?

    Saya pernah baca buku Vedanta, Ada raja bertanya kpd Rsi…Mana yg lebih tinggi antara sanyasin (org yg berusaha melepaskan keduniawian secara mengembara/tidak kawin) dengan pekerja/berkeluarga?
    Rsi menjawab: kedua Job itu sama tingginya…

    Ya klo secara bodoh2an…klo org spt anda semua, bisa2 alam ini tidak akan seimbang….

  51. On November 3rd, 2010 at 4:11 pm ardhani Says:

    @Adi Wira Kusuma :

    Hallo juga Bung Adi, senang berjumpa lagi
    Rupanya anda seorang penulis buku ya ?
    Wah gak nyangka.
    Saya dulu juga sempat membuat buku,
    Tapi cuma bikin buku tulis doang, bukan buku bacaan
    Ha..ha..

    Ok. Mari lanjutkan obrolan kita,

    ======= Adi Wira :
    Jawab simple… Klo anda mengerti status/posisi anda dlm kehidupan/sistem ini, maka anda pasti mengakui Beliau maha adil,maha pengampun, maha segalanya deh. Tapi klo g…ya jgn harap lah…

    ******* Ardhani :

    Anggap saja saya gak tahu posisi saya dalam kehidupan / system ini, dapatkan anda memberi tahu apa status saya dalam system ?
    Dan apa hubungan status saya dengan keadilan Tuhan ??
    Bisa anda jelaskan dgn lebih jelas maksud anda ?

    ======= Adi Wira :

    Sepertinya anda mau mengakali Beliau dg kata “Maha pengampunNya”. Tp sayangnya Tuhan kami tetap pada sistemNya… Jd selama kita bisa lepas dari karma/purnabawa… Ya tetap saja…berputar…

    ******** Ardhani :

    Saya tidak sedang mengakali siapa2, apalagi mengakali Tuhan.
    Bukankah kita semua mengakui Tuhan itu Maha Pengampun sekaligus Maha Adil ?
    Lalu bagaimana korelasi antara ke Maha AdilanNya dengan Ke Maha PengangampunanNya bila dikaitkan dengan system karmaphala dan reinkarnasi ?
    Saya benar2 tidak bisa mengerti hal tersebut,
    Sebab dalam ajaran agama saya diajarkan bahwa KeMaha Pengampunan Tuhan itu lebih tinggi derajatnya dibandingkan Ke Maha AdilanNya.
    Karena manusia tidak satupun akan ada yg selamat jika standart penilaian yg dipakai adalah keadilan Allah.

    Sebagai satu contoh :
    Jika anda pernah membunuh seseorang yg tak berdosa, maka biarpun anda diberi waktu untuk berinkarnasi milyaran kali, anda tidak akan mampu membayar dosa pembunuhan anda. Meskipun anda diberi kehidupan abadi, anda (tanpa pertolongan Allah) toh tetap tidak akan bisa menciptakan seorang manusia sebagai ganti orang yg anda bunuh itu. Karena satu nyawa manusia itu adalah priceless dihadapan Allah, sehingga dengan standart keadilan Allah, tidak akan ada reinkarnasi milyaran kali yg bisa digunakan untuk menebus dosa tsb. Itu artinya, wassalam, anda tidak akan bisa kembali kepada Allah selama2nya.

    Karena itu lah keadilan Allah bukan harga mati yg harus dibebankan seluruhnya pada manusia, namun RahmatNya lah yg paling ditonjolkan. Sebab hanya karena Rahmat Allah itulah kehidupan bisa ada dan tetap berjalan hingga saat ini.
    Maha Pengampun adalah salah satu bentuk Rahmat Allah, yg karenanya semua makhluk yg bersalah masih bisa berharap kepada KemurahanNya.

    Mohon anda jelaskan korelasi antara hal2 itu dalam pemahaman agama Hindu.

    ======= Adi Wira :

    Terus… anda melihat bahwa posisi miskin sebuah posisi wuenak… Ya ..klo begitu jdlah golongan itu… Tp saya rasa, itu sama artinya blm memahami dimana posisiku, aq berfungsi sbg apa?

    ******** Ardhani :
    Kemiskinan adalah posisi wuenak, itu tergantung pada orientasi keduniawian orang yg mengatakannya.
    Orang yg orientasinya cinta keduniawian (materialistik) , akan menolak mentah2 mengatakan kemiskinan adalah posisi wuenak ! Kemiskinan itu jauh dari kata enak, lengket dengan penderitaan, kesengsaraan dan kesusahan hidup
    Orang macam gini, jika kaya dia akan berusaha menumpuk materi hingga berlebihan karena takutnya akan jatuh miskin, sehingga dia menajdi orang yg bertabiat bakhil, kikir, pelit, medit.
    Dan bagi orang miskinnya, mereka akan mati2an berusaha untuk mengentaskan diri dari kemiskinannya hingga segala cara dihalalkan..

    Sementara orang yg orientasi keduniawiannya hanya sekedar lalu, yaitu hanya mengambil sedikit sekedar menutup kebutuhan pokok untuk dapat bertahan hidup, dia akan mensyukuri setiap keadaan yg ada pada dirinya.
    Kalo dia dari golongan orang miskin, dia tetap bersyukur dan bersabar dengan kemiskinannya. Dalam Islam sifat seperti itu disebut Qonaah.
    Sementara jika dia dari golongan orang yg kebetulan kaya, maka dia akan lebih enjoy dengan kehidupan sederhana ala orang miskin. Itu disebut hidup Zuhud. Biasanya sifat seperti ini dibarengi dengan sifat dermawan. Kalo dapat sepuluh, maka dia hanya mengambil satu atau dua saja, sisanya diberikan orang lain yg membutuhkan.
    Bagi mereka miskin itu adalah posisi yg wuenak, karena dengan kemiskinan itu energi mereka tidak terkuras habis untuk mengejar kematerialan. Pikiran jadi terang, tenang dan tentram.

    **
    BTW bung Adi,
    Dimana posisi anda dalam kehidupan, dan anda sekarang sedang jadi apa ?
    Apakah anda sudah mengetahuinya ?
    Dan apa yg anda kerjakan dengan pengetahuan itu ?

    ======== Adi Wira :

    Saya pernah baca buku Vedanta, Ada raja bertanya kpd Rsi…Mana yg lebih tinggi antara sanyasin (org yg berusaha melepaskan keduniawian secara mengembara/tidak kawin) dengan pekerja/berkeluarga?
    Rsi menjawab: kedua Job itu sama tingginya…

    ********* Ardhani :
    Jangan salah memaknai kata2 sang Rsi Bung Adi,
    Yg dimaksud Sang Rsi sebagai sama saja adalah derajat mereka dihadapan Tuhan,
    bukan sedang berbicara perbedaan soal banyak sedikitnya materi keduniawiaan yg mereka miliki.
    Kalo dalam agama saya sih dikatakan, semua manusia derajatnya sama dihadapan Tuhan, yg membedakan adalah ketaqwaan mereka.
    Jadi, Tuhan itu sejatinya gak peduli anda ganteng ato jelek, kaya ato miskin, sempurna ato cacat, majikan atau kacung, bangsawan atau gedibal, pendeta ato awam, itu gak masuk bahan penilaian dihadapan Allah.
    Yg dipandang Allah hanya ketaqwaan masing2 orang. Status sprititualnya bukan status sospolbudhankam nya.

    Makanya itu, orang Islam benar2 heran jika anda2 orang Hindu mempertanyakan dimana letak keadilan Allah jika ada orang yg ditakdirkan lahir dalam kemiskinan, sementara yg lainnya ditakdirkan lahir dalam kekayaan dan status sosial yg tinggi.
    Ya karena orang Islam sadar sesadar2nya bahwa Tuhan nggak sedikitpun menilai orang dari hal2 lahiriah seperti itu. Semua itu cuma sekedar bahan ujian, bukan keutamaan.
    Artinya, orang yg masih suka mengungkit2 hal itu sebenarnya belum tahu hidup ini mesti ngapain. Akhirnya terjebak kedalam materialisme ketika menyikapi fenomena2 seperti itu. Lebih parahnya lagi mereka menyeret Tuhan sebagai tertuduh yg jadi biang kerok ketidak adilan.

    ====== Adi Wira :

    Ya klo secara bodoh2an…klo org spt anda semua, bisa2 alam ini tidak akan seimbang….

    ******** Ardhani :

    BENER ! klo org spt anda semua, bisa2 alam ini tidak akan seimbang….

    Memang sih, Segala sesuatu diciptakan dalam keseimbangan dan saling menyeimbangkan.
    Yg berkepentingan dengan keseimbangan itu manusia, bukan Tuhan.

    Wassalam.

  52. On November 3rd, 2010 at 8:19 pm ardhani Says:

    @ All :

    Mencermati artikel surga dan neraka Hindu ini, ada yg menggelitik saya untuk bertanya.

    surga dan neraka Hindu adalah tempat pembalasan perbuatan2 manusia yg tidak kekal.
    setelah dosa2 dan kebaikan terbalas dengan tuntas disana, atman2 manusia akan dikeluarkan dari dalamnya.
    pada saat itu lingkaran reinkarnasi dimulai lagi.

    lalu atas dasar apa atman2 itu memilih posisi lahir kembali nya ?
    apakah atas dasar perbuatan / karmaphala kehidupan yg lalu ?
    rasanya tidak mungkin, bukankah dosa dan kebaikan sudah diganjar secara tuntas di surga dan neraka ?
    jiwa2 yg dikeluarkan dari sorga dan neraka, adalah jiwa2 murni, putih bersih dan suci, yg tidak terbebani oleh dosa maupun kebaikan sedikitpun.

    lalu kenapa dikatakan reinkarnasi tergantung karmaphala ?
    karmaphala yg mana lagi ??

    apakah Tuhan masih menyimpan dendam kepada jiwa2 berdosa yg telah membayar tuntas kesalahannya dengan cara yg sangat menyedihkan ???

    mengingat jiwa2 yg akan diperintahkan dan diatur tempat lahir kembalinya oleh Tuhan adalah jiwa2 yg telah murni kembali,
    maka kenapa orang Hindu keberatan (dengan sangat) jika dikatakan hak mentakdirkan seseorang akan dilahirkan dilingkungan kemiskinan, penderitaan, kekayaan, kesenangan, kesempurnaan dan kecacatan adalah murni karena kehendak Tuhan saja tanpa ada sedikitpun pertimbangan catatan karmaphala yg sejatinya telah diputihkan dalam siksa neraka dan nikmatnya surga ???
    Yg mana keputusan sepihak Tuhan itu hanyalah untuk menguji jiwa2 itu saja ??
    tidak lain dan tidak lebih ??

    mengapa ya kok mereka bisa menolaknya ???

    ada yg mau komentar ???
    dipersilahkan…….

    Wassalam

  53. On November 3rd, 2010 at 9:35 pm bodogendeng Says:

    pertanyaan ini mohon ada yang menjawab :
    Seseorang yang makan daging sapi atau membunuh sapi adalah dosa
    Dosa akan menuju ke neraka
    apakah jalan islam yang menghalalkan membunuh dan makan daging sapi adalah jalan menuju neraka ???

  54. On November 3rd, 2010 at 9:37 pm putratridharma Says:

    @ Ardhani

    Memperoleh kenikmatan surga atau menerima hukuman neraka tidaklah membuat roh-roh menjadi murni sepenuhnya. Dengan kata lain, hasil karmanya tidak benar-benar habis. Bahkan ada hasil karma yang menunggu beberapa kelahiran baru kemudian dinikmati.

    Ada karma yang diperbuat sekarang dinikmati sekarang, ada yang diperbuat sekarang dinikmati setelah mati, dan ada karmapala yang diperbuat sekarang tetapi dinikmati di kelahiran yang akan datang (entah di berapa kelahiran). Jadi ada 3 jenis karmaphala.

    Setelah Roh menikmati hasil perbuatannya, masih ada bekas2 karma yang akan menentukan jenis kelahirannya. Seperti sebotol minyak wangi, ketika minyaknya habis, maka botolnya ketika dicium masih menebarkan wangi seperti minyak wangi. Nah bekas-bekas karma seperti inilah yyang disebut “Karma Wasana” yang akan menentukan kelahiran Roh. Akan menjadi apa nanti bergantung karma wasana ini.

    Salam

  55. On November 3rd, 2010 at 9:49 pm putratridharma Says:

    @ Ardhani

    Walaupun begitu, ada cara untuk memotong lingnkaran kelahiran dan kematian tersebut supaya bisa abadi (tidak mengalami kelahiran dan kematian). Dengan berzikir minimal 16 putaran tasbih setiap hari dengan sungguh-sungguh (penuh perhatian), tidak melanggar empat prinsip, melakukan pertapaan, dan melayani Guru dan Krishna dengan penuh rasa cinta, setelah murni sepenuhnya, maka seseorang akan mencapai alam kebahagiaan abadi. Tidak terlahirkan lagi.

  56. On November 3rd, 2010 at 10:07 pm putratridharma Says:

    @ Bodoh bin Gendeng

    Apakah jalan islam yang menghalalkan membunuh dan makan daging sapi adalah jalan menuju neraka?

    Apa iya Allah bilang seperti itu? jangan2 yang menghalalkan itu hanya orang2 yang doyan daging aja. Coba kutipkan ayatnya bro…

  57. On November 4th, 2010 at 4:51 pm ardhani Says:

    @ Bodogendeng

    pertanyaan ini mohon ada yang menjawab :
    Seseorang yang makan daging sapi atau membunuh sapi adalah dosa
    Dosa akan menuju ke neraka
    apakah jalan islam yang menghalalkan membunuh dan makan daging sapi adalah jalan menuju neraka ???

    ======== Jawaban :

    Kalo sapinya didapat dari nyolong ato nipu, ya pasti jalan menuju neraka bagi yang bersangkutan.

    emang kenapa ya memakan daging sapi aja gak boleh ?
    apa karena tunggangan bosnya dewa yg bernama Nandi adalah seekor sapi, maka seluruh kerabat sapi dilarang di makan ?

    Emang dewa naik sapi ya ?
    manusia aja udah naik pesawat terbang kemana2.
    mosok masih ada dewa yg naik sapi ?
    jadul banget

    Wassalam

  58. On November 4th, 2010 at 5:24 pm putratridharma Says:

    @ Ardhani

    emang kenapa ya memakan daging sapi aja gak boleh ?
    apa karena tunggangan bosnya dewa yg bernama Nandi adalah seekor sapi, maka seluruh kerabat sapi dilarang di makan ?

    Emang dewa naik sapi ya ?
    manusia aja udah naik pesawat terbang kemana2.
    mosok masih ada dewa yg naik sapi ?
    jadul banget

    Wassalam

    Tolong Baca:

    KEAGUNGAN SAPI

    Dalam kehidupan sehari-hari, kata sapi sudah tidak asing lagi bagi telinga kita. Namun setiap orang berpandangan berbeda terhadap satu binatang yang unik ini. Meskipu di jaman modern ini, orang orang sudah melupakan betapa agung dan pentingnya sapi, namun para umat yang mengikuti tradisi Veda masih tetap tegar untuk memberi penghormatan dan perlindungan kepada keturunan ibu Surabhi, bibi deva Indra, pemimpin para deva, yaitu para sapi. Berdasarkan peradaban Veda, sapi merupakan binatang yang sangat di sakralkan. Diuraikan bahwa kita umat manusya memliki tujuh ibu dan salah satu dari tujuh ibu itu adalah sapi. Beliau merupakan lambang dari ibu pertiwi yang memberikan kesejahtrean kepada semua makhluk hidup di bumi ini. Karena itulah para umat manusya diajarkan untuk tidak menyemblih dan memakan daging sapi. Selain mempunyai manfaat di dalam kehidupan rohani, sapi juga memelihara kita di dalam kehidupan material kita seperti misalnya dengan memberikan susu sapi dan berbagai produk susu. Selain susu dan berbagai produk, sapi juga memberikan berbagai jenis bahan obat obatan seperti misalnya kencing sapi dan tahi sapi yang bahkan ilmuwan modern sekalipun menerima bahwa air kencing sapi dan kotoran sapi mengandung zat anti septik yang bisa digunakan untuk mengobati berbagai jenis penyakit. Di India, didalam system pengobatan Ayur Veda, ada system yang di sebut pengobatan panca gavya. Panca gavya adalah lima jenis produk yang di hasilkan oleh sapi yaitu; susu, yogurt, ghee, kencing sapi dan kotoran sapi. Panca gavya ini diangap sebagai bahan bahan yang menyucikan. Bahkan di dalam yajna dan memandikan pratima di berbagai kuil, bahan bahan ini sangat diperlukan. Tanpa panca gavya, seseorang tidak bisa menginstalasi pratima di dalam kuil. Selain bahan bahan yang bisa di komsumsi dari segi material, sapi juga membantu para petani di dalam berbagai hal. Sapi jantan di gunakan untuk membajak dan kotoran sapi digunakan untuk pupuk.

    Diuraikan bahwa 33 juta para dewa yang bertugas di alam semesta ini bertempat tingal di setiap bagian badan sapi. Ibu Ganga, yang merupakan kepribadian devi yang sangat termasyur yang mampu menhapuskan berbagai dosa orang yang mandi di di sungai Ganga, bertempat tingal di dalam kencing sapi. Ini hanya salah satu keagungan dari ibu sapi yang diuraikan di dalam sastra Veda. Karena itulah umat manusya dianjurkan untuk memelihara sapi dan memberikan penghormatan kepada sapi seperti kita memberikan hormat kepada seorang ibu. Tuhan Sri Krsna sendiri yang muncul ke dunia material ini memberikan contoh kepada kita semua untuk menghormati sapi. Beliau bahkan lebih memementingkan sapi dari semua makhluk hidup lainya termasuk para brahmana. Seprti diuraikan di dalam sastra “namo brahmaëya-deväya go-brähmaëa-hitäya ca jagad-dhitäya kåñëäya govindäya namo namaù”.

    Di vrndavan, tradisi menghormati sapi sapi masih berlangsung sampai sekarang. Di beberpa tempat di daerah pedalaman di Vraja bumi, ketika mereka memasak roti ( capati ), roti pertama akan diberikan kepada sapi karena mereka mengangap bahwa krsna hanya akan menerima persembahan kalau mereka memuaskan sapi sapi dan para brahmana.kemudian roti kedua di berikan kepada orang suci yan kebetulan lewat di daerah desa tersebut dan roti lainnya, di persembahkan kepada arca Sri Krsna.

    Srila Bhaktivedanta swami Prabhupada, pendiri dan acarya ISKCON menguraikan bahwa perlindungan sapi sangat penting sekali di dalam kehidupan rohani. Beliau menjelaskan sebagai berikut:

    Umat manusya mesti mengetahui pentingnya baik sapi jantan maupun sapi betina dengan demikian memberikan perlindungan sepenuhnya pada binatang yang sangat penting ini, dengan mengikuti jejak kaki maharaj Pariksit. Karena dengan melindungi sapi sapi dan tradisi kebrahmanaan, maka tuhan yang sangat mencintai sapi sapi dan para brahmana (go-brähmaëa-hitäya), akan menjadi puas sehinga akan mengaugrahkan ketenangan atau kedamaian sejati kepada kita. ( SBhg 1.17.9 PP )

    Dengan melalaikan sapi sapi, apa lagi dengan mendirikan tempat pemotongan sapi sapi, ini hanya akan menghancurkan kesejahtraan dunia. Seperti Srila prabhupada sekali lagi mengaris bawahi, “ membunuh sapi berarti mengakhiri peradaban manusya” (SBhg, 1.4.9 PP)

    Secara pribadi saya masih teringat di masyarakat kita di kalangan hindhu di Bali. Ketika saya masih kecil, orang tua saya sering memperingatkan bahwa kalau kamu makan daging sapi, kamu tidak boleh datang ke pura tanpa mandi terlebih dahulu. Peringatan ini di berikan oleh orang tua saya dan sudah merupakan peringatan turun temurun dari nenek moyang kami. Namu sayangnya beberapa orang berangapan bahwa karena kalau kita makan daging sapi, maka kita tidak bisa masuk ke pura, itu berarti sapi adalah binatang haram. Ternyata setelah kita amati dan mempelajari kitab suci veda, ternyata sapi merupakan binatang yang suci yang dihormati oleh para dewa sekalipun. Bukanlah karena sapi merupakan binatang haram, maka kalau kita makan daging sapi kita tidak bisa ke pura tetapi karena sapi merupakan binatang yang sangat suci, sehinga kalau kita memakan daging sapi, maka kita diangap orang yang sangat berdosa, degan demikian tidak bisa masuk ke pura. Karena itu, setelah makan daging sapi, kita harus menyuckan diri, paling tidak mandi terlebih dahulu sebelum memasuki tempat suci.

    Ini bukan berarti bahwa kita bisa berlangsung memakan daging sapi dan kemudian mandi dan menyucikan diri. Tidak! Itu bukanlah proses prayascita yang sejati. Proses prayascita yang sejati adalah menyucikan diri dari perbuatan berdosa, merenungkan kegiatan berdosa tersebut dan berusaha untuk menghindari kegiatan tersebut. Kita hendaknya tidak melakukan prayascita seperti gajah mandi. Sri Pariksit maharaj di dalam Srimad Bhagavatam menguraikan sebagai berikut.

    kvacin nivartate ‘bhadrät

    kvacic carati tat punaù

    präyaçcittam atho ‘pärthaà

    manye kuïjara-çaucavat

    Kadang kadang, orang sadar akan kegiatan berdosa namun melakukan kegitan berdosa lagi. Dengan demikian saya mengangap proces melakukan kegiatan berdosa yang berulang ulang dan penyucian berulang ulang sebagai hal yang tidak berguna. Ini sama halnya dengan gajah mandi ( kunjara-sauca-vat), karena gajah membersihkan dirinya dengan mandi namun begitu selesai mandi dan kembali ke daratan, sang gajah akan menghamburkan lumpur pada kepala dan badannya. ( Srimad Bhagavatam, 6.1.10).

    Jadi ajaran dari orang tua kita, tidak boleh ke pura setelah makan daging sapi, hendaknya diambil serius dan menghindari daging sapi selama lamanya dan berusaha mengerti keagungan ibu sapi. Diuraikan juga bahwa orang yang membunuh sapi, atau makan daging sapi, akan menderita di planet neraka selama ratusan tahun untuk membayar satu dari bulu sapi yang mereka makan. kalau seseorang makan daging sapi yang memliki seratus ribu bulu, maka orang tersebut mesti menderita di neraka selama 100.000 dikali 100 tahun. Sudah tentunya kita menghindari penyemblihan sapi dan makan daging sapi bukan karena takut untuk masuk neraka tapi karena rasa kasih sayang kita kepada ibu sapi yang telah berkenan memberikan kita berbagai jenis makanan terbuat dari susu sapi dll sperti yang diuraikan di atas. Tanpa kita bisa menghormati ibu sapi, maka kita tidak akan bisa memuaskan yang maha kuasa, yang mempunyai rasa cinta yang sangat daam kepada sapi. Tanpa seseorang memuaskan yang maha kuasa, maka tidak ada kata kedamaian baik di dalam hidup ini maupun di dalam kehidupan mendatang bagi orang seeprti itu.

    Segala pujian kepada Go-mata.

    Sri Govindäya namo namas te

  59. On November 4th, 2010 at 5:42 pm osamah Says:

    @ardhian
    ass wr..
    akan lebih baik bro pada saat berargumen kita menggunakan bahasa yang santun meski dalam kondisi emosi (prinsip jujur dan adil tetap harus digunakan meski anda bertarung hidup-mati dengan musauh anda).

    @puteratridharma…
    nais impo…

  60. On November 4th, 2010 at 7:58 pm ardhani Says:

    @Putratridharma

    =========== Putratridharma :
    Memperoleh kenikmatan surga atau menerima hukuman neraka tidaklah membuat roh-roh menjadi murni sepenuhnya. Dengan kata lain, hasil karmanya tidak benar-benar habis. Bahkan ada hasil karma yang menunggu beberapa kelahiran baru kemudian dinikmati.

    ******* Ardhani :
    Anda bilang karmanya TIDAK BENAR-BENAR HABIS.
    Sedangkan kitab anda bilang :
    Bhagavata Purana 5.26.37
    “Di wilayah kekuasaan Yamaraja, ada ratusan dan ribuan planet-planet Neraka. Orang-orang tidak saleh seperti yang telah saya sebutkan-dan yang tidak saya sebutkan—semuanya harus masuk ke berbagai planet-planet ini sesuai dengan tingkat ketidaksalehan mereka. Mereka yang saleh, bagaimana pun juga, memasuki sistem planet yang lain, planet-planet para dewa. Namun, baik yang saleh maupun yang tidak saleh, kedua-duanya juga akan dibawa ke Bumi setelah SEGALA PAHALA KEGIATAN SALEH ATAU TIDAK SALEH MEREKA HABIS..”

    Jadi omongan siapa yg harus dipercaya ??

    ======== Putratridharma :

    Ada karma yang diperbuat sekarang dinikmati sekarang, ada yang diperbuat sekarang dinikmati setelah mati, dan ada karmapala yang diperbuat sekarang tetapi dinikmati di kelahiran yang akan datang (entah di berapa kelahiran). Jadi ada 3 jenis karmaphala.

    ********* Ardhani :

    Sebenarnya mana sih yg betul :
    Setiap orang yg telah mati, dimasukkan surga dan neraka dulu untuk pembalasan amal2nya, setelah habis baru dilahirkan kembali ?
    Atau setelah mati bisa lahir kembali secara langsung tanpa lewat pembalasan surga neraka dulu ?
    Terus jatahnya surga dan neraka kapan ? menunggu pralaya ?

    ========= Putratridharma :

    Setelah Roh menikmati hasil perbuatannya, masih ada bekas2 karma yang akan menentukan jenis kelahirannya. Seperti sebotol minyak wangi, ketika minyaknya habis, maka botolnya ketika dicium masih menebarkan wangi seperti minyak wangi. Nah bekas-bekas karma seperti inilah yyang disebut “Karma Wasana” yang akan menentukan kelahiran Roh. Akan menjadi apa nanti bergantung karma wasana ini.

    ********* Ardhani :
    Jadi ada teori botol minyak wangi ?
    Mungkin ex penghuni surga baunya wangi, ex penghuni neraka baunya sangit.
    Karma Wasana ini apa ada dalam Veda ? ato hanya hasil olah pikiran para tetua ?

    BTW,
    Roh ex penghuni surga akan dilahirkan kembali dalam keadaan apa ?
    Apakah dilahirkan dalam keluarga terhormat ? kaya ? Sempurna fisiknya ?
    Roh ex penghuni neraka akan dilahirkan kembali dalam keadaan apa ?
    Apakah dilahirkan dalam keluarga hina ? melarat ? cacat ?

    Dan mengapa harus seperti itu ??

    *
    Lagipula, ada pepatah : keledaipun tidak akan jatuh pada lubang yg sama.
    ex penghuni surga sudah pasti rindu akan kenikmatan2 yg telah diterima, karena itu dia pasti akan menghindari perbuatan2 jahat agar dapat kembali ke surga, atau lebih dahsyat lagi meraih kenikmatan yg lebih tinggi, moksa.
    Baginya nikmatnya kehidupan dunia ini sungguh sangat jauh gak ada apa2nya dibanding nikmatnya sorga.
    Jadi dijamin dia tidak akan tergoda pada keduniawiaan dalam reinkarnasinya yg kedua.

    Sebaliknya,
    Ex penghuni neraka yg sudah merasakan betapa pedih dan sengsara yg berlipat2 dalam kehidupan neraka dibandingkan kepedihan dan kesusahan di dunia, akan segera menjadi orang baik pada kehidupan kedua. Dia gak akan pernah lagi punya cita2 kembali ke neraka lagi. Kecuali dia lebih goblok dari keledai.

    Intinya,
    Gak butuh lahir berkali2 orang akan mencapai moksa semua, kecuali ya itu tadi, orang yg lebih goblok dari keledai, karena keledaipun gak akan jatuh pada lubang yg sama lagi.
    Sebenarnya prinsip reinkarnasi gak heboh2 banget.
    Yg jadi heboh (dan ini keterlaluannya), Tuhan menjadikan orang2 itu lupa dengan pengalaman2 kehidupannya yg telah lalu.
    Jadi maksud dari kebijaksanaan ini adalah, agar roh gak belajar dari masa lalu. Try and error terus.
    Orang yg dasarnya bebal, akan tetap bebal, gak akan pernah belajar dari masa lalu.
    Bagi dia hidup hanya masa kini. Kalo toh ada ancaman di masukin neraka, pikir dia, gak papa lah wong sekarang juga udah gak inget apa2 kalo dulu pernah kesana kok.
    Bohong dan gak inget itu batasannya lebih tipis dari kulit tomat.
    Kalo toh neraka itu ada, dan dia akan dimasukkan ke sana lagi, no problem aja, besok2 juga akan balik lagi bisa seneng2 didunia kayak sekarang ini.
    Dan enaknya, lagi2 udah gak inget dengan apa itu siksa neraka.

    Dibanding dgn buatan manusia, system efek jera Tuhan Hindu benar2 gak efektif sama sekali.
    Kalo system manusia, orang jahat dipenjara, kalo udah habis masa hukuman dilepas kembali.
    Efeknya bagi pelaku, setidaknya dia ingat, hidup di penjara itu gak enak, jadi kalo mau berbuat jahat dia akan berfikir2 ulang, jangan sampai masuk penjara lagi, ntar dipukuli polisi lagi.
    Itu namanya pembelajaran.

    Bahkan Ir Soekarno aja bilang : “JANGAN SEKALI-SEKALI MELUPAKAN SEJARAH.”

    Lha ini kok malah dibikin lupa ?
    Lupa….lupaaa….lupaa…..lupaaa lagi syairnya !

    Jadi, pertanyaannya :
    Apa urgensinya menyadarkan orang bebal hatinya dengan reinkarnasi ???

    ======== Putratridharma :

    Walaupun begitu, ada cara untuk memotong lingnkaran kelahiran dan kematian tersebut supaya bisa abadi (tidak mengalami kelahiran dan kematian). Dengan berzikir minimal 16 putaran tasbih setiap hari dengan sungguh-sungguh (penuh perhatian), tidak melanggar empat prinsip, melakukan pertapaan, dan melayani Guru dan Krishna dengan penuh rasa cinta, setelah murni sepenuhnya, maka seseorang akan mencapai alam kebahagiaan abadi. Tidak terlahirkan lagi.

    ******** ardhani :

    Terbukti nggak sih ??
    Bagaimana membuktikannya ?
    Kan udah lupa ???

    Wassalam.

  61. On November 4th, 2010 at 10:12 pm putratridharma Says:

    @Ardhani:

    Iya karmaphala tidak benar-benar habis, masih ada bau/bekasnya. Karma yang berpahala ini pun adalah karma yang sudah matang. Kalau belum matang maka harus menunggu dulu di kelahiran yang akan datang baru hasilnya dinikmati.

    Hukum karmaphala sangat rumit, tapi keadilannya sempurna. Saya berikan ilustrasi: Setelah meninggalkan badan, roh “diregistrasi”. Setelah diregistrasi Roh harus transit dan antre. Ada yang transitnya hanya sebentar kemudian lahir kembali, ada yang lama (di Surga atau di Neraka). Jenis transit ini ditentukan oleh karma (perbuatan) yang telah dijalaninya semasa hidup.

    Botol minya wangi adalah analogi untuk memahami istilah karma wasana yang ada dalam ajaran Hindu. Orang-orang bijaksana sudah menggunakannya sejak dulu.

    Secara umum, kelahiran surga tampak dari fisiknya yang penuh keberuntungan. Cantik/tampan, kaya, berkuasa, pintar dll. sedangkan kelahiran neraka itu kebalikan dari itu, bahkan bisa jadi hewan atau tumbuhan. TAPI ini tidaklah mutlak seperti itu. Banyak roh-roh agung yang fisiknya tidak menawan/cacat dan miskin. Tapi tetap berbeda dengan kelahiran neraka.

    Semua Roh takut untuk jatuh ke lubang yang sama. Oleh karena itu selama di kandungan, bayi ini sebenarnya sudah sangat ketakutan. Dia takut kalau nanti lahir akan lupa segalanya. Tapi apa hendak dikata, penderitaan dalam kandungan ditambah dahsyatnya rasa sakit ketika keluar kandungan menyebabkan dia lupa. Saking sakitnya, bayi kemudian menangis. Dan begitu keluar, sang bayi sudah disambut oleh “maya” yang mengakibatkan ia lupa akan jati dirinya. Kenapa Tuhan membiarkan sang Roh lupa? jawaban dari pertanyaan ini adalah: kenapa sang Roh “nakal”? awalnya, dia ingin menikmati sendiri (terpisah dari Tuhan). Karena itulah sang roh terlempar ke alam material dan mengalami berbagai penderitaan. Tuhan pun mengabulkan keinginan Roh tersebut dengan memberi fasilitas material (badan dan berbagai kenikmatan material). Mengenai ini terlalu panjang kalau dibahas di sini. Kalau ingin yang lebih jelas, silakan datang ke Asram2 Hare Krishna. Bertanyalah di sana. (jangan khawatir, saya tidak bermaksud mencari anggota lhoo…)

    Kalau ingin membuktikannya, belajarlah Kesadaran Krishna. Ucapkanlah maha mantra tersbut. Jika anda sungguh-sungguh itu pasti terbukti.

    Salam hormat

  62. On November 5th, 2010 at 10:24 am Sutha Says:

    @Bodohgendeng & Ardhani
    Dalam Veda sapi adalah sama dengan bumi.
    Periharlah bumi seperti kita memelihara sapi, dan sebaliknya.
    Kalau kita merawat sapi dengan baik, maka sapi akan menghasilkan susu yang baik buat kita. Begitu juga bumi, jika kita pelihara dengan baik, maka hasil2 bumi itu dapat kita nikmati.
    Tetapi jangan karena nafsu sesaat, rasa lapar sesaat, kita membunuh sapi itu untuk dimakan dagingnya. Mungkin kita kenyang sesaat, tetapi besok dan seterusnya, tidak akan ada yng bisa kita makan(minum). karena pengahasil susu kita setiap hari sudah mati.
    Begitu juga bumi ini, karena keserakahan manusia mereka menghabiskan hutan2, mengebor minyak2 bumi, memburu ikan dan hewan besar2an, jika itu sampai habis, maka tidak ada lagi yang memberikan makanan untuk kita.
    tentu saja jaman sekarang membunuh satu ekor sapi tiak ada pengaruh apapun yang terasa. Sekarang di McD beef burger tersedia setiap hari. Jadi wajar anda menganggap itu sepele. tetapi seperti kata pepatah “ciuman adalah gerbang menuju seks bebas”(pepatah dari dokter boyke) begitu juga umat hindu terpelajar sekarang masih meyakini, memakan daging sapi adalah awal munculnya niat memakan habis isi dunia. Tidak menyayangi sapi berarti tidak menyayangi dunia. kurang ilmiah memang, tetapi perilaku menyayangi dunia, sapi, hewan2 apapun, adalah baik.
    Yang perlu jadi sorotan adalah faktanya rata2 4000 sapi dibunuh perjam hanya di amerika, total perhari mencapai 35 juta ekor, masih hanya di satu negara itu. jauh lebih tinggi dari ayam, yang 24/27 ekor perhari. Sedangkan apakah pertumbuhan sapi tiap hari bisa melampaui angka itu? Tidak, sapi tidak sama seperti ayam, buktinya AS pun harus berkali2 mengimpor daging sapi padahal banyak sekali peternakan sapi di AS. Lalu bagaimana dengan negara yang dibeli sapinya? nanti dia harus mengimpor dari siapa?
    Walaupun khawatir, tetapi untungnya karena saya tidak pernah terlibat pengkonsumsian daging sapi tsb, saya merasa lebih tenang/tidak merasa bersalah.

    @Ardhani
    “apa karena tunggangan bosnya dewa yg bernama Nandi adalah seekor sapi, maka seluruh kerabat sapi dilarang di makan ?
    Emang dewa naik sapi ya ?
    manusia aja udah naik pesawat terbang kemana2.
    mosok masih ada dewa yg naik sapi ?”

    saya tertarik statemen anda ini, Dewa Siva wahananya Lembu karena beliau memberikan kesejahteraan(balik ke filsafat di atas). Banyak wahana2/ dewa lain seperti burung, kambing, ikan, kura2, babi hutan, gajah, kuda, angsa, singa, dll.
    mungkin kalau kita menggunakan cara berpikir anda itu, maka semua binatang dan mahluk hidup akan eksis terus di dunia.

  63. On November 5th, 2010 at 5:19 pm ardhani Says:

    @Putratridharma & Sutha

    Membaca uraian anda tentang sapi, saya jadi tahu alasannya kenapa nabi Musa berang terhadap umatnya, yaitu bani Israel, ketika mereka membuat patung anak sapi dari emas dan memujanya

    Mungkin mereka mau menghormati sapi seperti model penghormatan kalian, bahkan ini dilakukan dengan cara yg sangat berlebihan, membuat patung sapi dari emas, terus dipuja.
    Dan murka lah Nabi Musa.

    Islam itu prinsipnya sangat jelas, benda / bentuk / makhluk ataupun pemikiran apa saja yg dipuja secara berlebihan / tidak semestinya, akan ditendang jauh2.
    Pemujaan hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tidak ada sesuatupun yg layak dipuja selain Dia. Memuja selain Allah itu namanya perbuatan syrik, pelakunya disebut musyrik. Itu termasuk dosa besar dihadapan Allah.

    Dulu umat Yahudi memandang hari sabtu / sabbath sebagai hari suci, dimana saking sucinya sampai orang tidak boleh bekerja sedikitpun, dan seabrek larangan dan ketidak bolehan dibebankan pada hari itu.
    Bagi Islam ini adalah pandangan yg sudah nggak sehat,
    Sabbath seharusnya dipahami sebagai hari2 libur / istirahat setelah lelah bekerja selama 6 hari lamanya. Artinya hari untuk merefresingkan diri, boleh picnic, silahturahmi, melakukan hobby, hiburan, kontemplasi atau pekerjaan2 lain yg bisa menghibur diri dan melupakan kepenatan bekerja 6 hari penuh.
    Bukan malah dilarang total untuk bekerja apapun, dan dilarang keluar rumah tanpa alasan yg masuk akal.
    Yesus aja memprotes kesalah pahaman orang Yahudi tentang hari Sabbath dengan secara demonstratif melakukan praktek pengobatan secara terbuka pada hari Sabbath, yg tentunya membuat orang2 yahudi berang.
    Karena pemaknaannya sudah masuk ke tahap tidak sehat itulah, oleh islam kesakralan hari Sabbath ditendang jauh2.
    Pesannya : Jangan mempersekutukan Tuhan dengan hari Sabbath !

    Begitupula dengan yg namanya S-A-P-I = Sapi
    Gak ada alasan untuk mengistimewakan sapi kedalam perlakuan yg sedemikian istimewa, yg bahkan dianggap lebih istimewa dari nilai seorang manusia.
    apalagi alasan yg dipakai hampir2 gak masuk akal sama sekali.
    Karena itu potong dan makan saja sapi, silahkan gak dilarang oleh Tuhan.
    apalagi sapi2 juga gak keberatan dimakan manusia.
    (kalo mereka keberatan, udah pasti menggelar unjuk rasa dan mogok kerja bukan …..hehehe)
    (kalo sapi sampai unjuk rasa, bisa2 kiamat udah dekat, maklum Tuhan kan ada di pihak sapi…..hehehe lagi)

    Dalam adat istiadat masyarakat Arab Jadul, onta dan kambing itu sebegitu berharga dan bermanfaat dalam kehidupan mereka sehari2. kira2 bisa sama dengan peran sapi dalam masyarakat India.
    Untuk bekerja, mereka mengunakan jasa onta, kebutuhan2 hidup lainnya dipenuhi oleh onta dan kambing, bahkan dari bayi hingga dewasa kebutuhan mereka akan susu dipenuhi oleh dua binatang ini, tidak ada susu sapi, karena sapi akan merana bila hidup di padang pasir yg minim rumput.
    Kalo orang India menganggap sapi adalah satu dari ibu2 mereka, orang arab mungkin akan berkata onta dan kambing adalah salah satu dari ibu2 mereka, maklum mereka disusui oleh onta dan kambing.
    Sedemikian bergantungnya dengan kedua binatang ini, sampai2 tercipta tradisi2 ini :
    1) Bahiirah = Onta betina yg udah beranak lima kali, dan anak kelimanya jantan, onta ini akan ditandai telinganya, lalu dilepas, dan tidak boleh ditunggangi dan tidak boleh diambil susunya oleh siapapun.
    2) Saaibah = onta betina yg dibiarkan pergi kemana saja, sebagai perwujudan dari satu nazar (janji untuk suatu tujuan yg akhirnya terpenuhi)
    3) Washiilah = seekor domba betina yg melahirkan anak kembar jantan dan betina, anak yg jantan itu disebut washillah, tidak boleh disembelih dan diserahkan kepada berhala.
    4) Haam = Unta jantan yg tidak boleh diganggu gugat lagi, karena telah berhasil membunting unta betina sepuluh kali.

    Kepercayaan itu dibabat habis oleh Islam, dengan diturunkannya ayat ini :

    Allah sekali-kali tidak pernah mensyari’atkan adanya bahiirah , saaibah , washiilah dan haam . Akan tetapi orang-orang kafir membuat-buat kedustaan terhadap Allah, dan kebanyakan mereka tidak mengerti.
    (QS 5:103)

    Islam menghalalkan suatu binatang untuk dikonsumsi, bukan berarti melegalkan mengexploitasi secara berlebihan.
    Berlebih-lebihan dalam segala hal itu dilarang oleh Islam.
    Demikian juga ketika Islam mengharamkan sesuatu binatang untuk dimakan, bukan berarti kita boleh membunuhi begitu saja binatang2 yg diharamkan.
    Binatang itu baik yg halal maupun yg haram bisa dibunuh secara patut untuk ditarik manfaatnya secara baik2 dan terkendali.
    Tidak ada pembenaran mengexploitasi secara berlebihan, apalagi membunuhi mereka hanya sekedar demi kesenangan.

    Lagipula, kalo sapi dilarang untuk dibunuh dan dimakan, dari jaman veda hingga kini bisa dipastikan planet bumi akan penuh sesak dengan para sapi, trus anda2 mau tinggal dimana ?
    Sapi2 mau dikasih makan apa, kalo pertumbuhan rumput tidak bisa mengimbangi pertumbuhan sapi ?
    Masih ingat soal keseimbangan ekosistem dalam pelajaran biologi SMP ?
    Meledaknya pertumbuhan sapi yg tidak terkontrol akan membuat ekosistem pincang, dan ujung2nya rusak semuanya.
    Mari bicara fakta, biarpun puluhan ribu sapi dipotong setiap harinya di muka bumi ini, apa pernah sapi dimasukkan kedalam program proteksi binatang langka ??
    Enggak kan ??
    Sapi dimakan aja stocknya nggak akan kehabisan, apalagi kalo nggak boleh dimakan?
    Kalian sendiri yg akan repot bersaing hidup dengan para sapi.
    Apa perlu sapi2 di ikutkan program keluarga berencana untuk mengendalikan pertumbuhan mereka ?

    Wassalam.

  64. On November 5th, 2010 at 6:17 pm putratridharma Says:

    @ Ardhani

    Inilah perbedaan antara Hindu dengan Islam. Punya konsep tatwam asi, ahimsa, karmaphala, dan reinkarnasi. Melalui Veda kami mengetahui kalau pada binatang pun ada percikan Tuhan (atman) yang sama. Inilah juga yang menjadi dasar mengapa kami tidak memperlakukan sapi dan juga binatang/tumbuhan secara kejam, di samping karena alasan karena sapi merupakan kesayangan Sri Krishna ketika berlila (bermain secara rohani)di Vrindavan. Bagi Anda yang gelap tentang ini, mungkin menganggap kami bodoh? Sekali lagi inilah bedanya. Pertanyaan saya: Apa iya isi alam ini (binatang-binatang termasuk sapi) memang diciptakan Tuhan hanya untuk disantap oleh manusia2 seperti kalian? Ada nggak di AlQuran?

    Anda tahu kenapa Nietsche (Si Raja Atheis) sampai mengaku membunuh Tuhan? Tuhan telah mati katanya. Tuhan yang seperti di benak kalianlah yang sudah dibunuh oleh Nietsche. Tuhan yang pencemburu, tuhan yang pemarah, tuhan yang kejam karena menyiksa orang berdosa selamanya. Tapi Nietsche konon sangat mencintai Sri Krishna… Inilah bedanya dengan konsep Hindu. Tuhannya mengizinkan untuk dibuatkan arca. Melalui Veda, kami bisa membuat arca atau perwujudan Tuhan.

    Oh ya, gaya diskusi Anda mirip dengan gaya K.H. Zainuddin MZ. dalam mendebat lawan-lawannya. Penuh penghinaan terhadap nilai-nilai kebenaran. Orang kemudian bisa tertawa atas kelucuan Beliau. Gimana perkembangan kasusnya Beliau? Tolong infonya ya…

  65. On November 5th, 2010 at 6:19 pm Witschen Says:

    Vegetarian boleh-boleh aja, tapi kalau untuk orang awam sebaiknya juga diimbangi dengan mengkonsumsi telur atau susu… ^^

    http://www.faktailmiah.com/2010/09/13/vegetarian.html

  66. On November 5th, 2010 at 6:22 pm putratridharma Says:

    @Witschen

    Susu aja dan kacang2an. jangan telur….

  67. On November 6th, 2010 at 12:22 am bodogendeng Says:

    jadi inkarnasi itu hanya untuk orang yang tidak tertarik kembali kepada Tuhan Yang Maha Esa, inkarnasi hanya untuk roh atau jiwa yang masih ingin menikmati dunia material ini ya.

    katanya ada ilmu yang diberikan kepada nabi muhamad dan tidak diajarkan ke umat islam

    wah kalau itu benar-benar berarti QS. belum lengkap ya
    apa QS. hanya berkisar urusan dunia (bumi), surga dan neraka.
    jangan-jangan itu adalah ilmu reinkarnasi
    dan pemujaan pada sapi
    apa alasannya ya, mohon ada yang menjelaskan

  68. On November 7th, 2010 at 5:13 pm ardhani Says:

    @Putratridharma & Bodogendeng :

    =====Putra :
    nilah perbedaan antara Hindu dengan Islam. Punya konsep tatwam asi, ahimsa, karmaphala, dan reinkarnasi. Melalui Veda kami mengetahui kalau pada binatang pun ada percikan Tuhan (atman) yang sama. Inilah juga yang menjadi dasar mengapa kami tidak memperlakukan sapi dan juga binatang/tumbuhan secara kejam, di samping karena alasan karena sapi merupakan kesayangan Sri Krishna ketika berlila (bermain secara rohani)di Vrindavan. Bagi Anda yang gelap tentang ini, mungkin menganggap kami bodoh? Sekali lagi inilah bedanya.

    ********** Ardhani :
    Memang ini jelas beda antara dua agama.
    Sayangnya anda tidak bisa menjawab secara logis dasar pemikiran dari berbedanya agama anda dari agama saya.

    Saya rasa anda orang yg benar2 tidak logis atau bisa jadi juga tidak konsisten dalam berfikir dan bertindak.
    Anda berkata : “Melalui Veda kami mengetahui kalau pada binatang pun ada percikan Tuhan (atman) yang sama. Inilah juga yang menjadi dasar mengapa kami tidak memperlakukan sapi dan juga binatang/tumbuhan secara kejam.”

    Tidak logis dan tidak konsistennya adalah dalam kenyataannya orang Hindu seperti anda tetap membunuh binatang2 lain kecuali sapi untuk dimakan.
    Padahal kalau anda mengetahui ada percikan Tuhan (atman) dalam segala binatang, maka anda juga tidak akan memakan bintang2 yg lain itu sebagaimana anda perbuat pada sapi.
    Begitu juga pada tumbuhan, anda seharusnya juga tidak memakan mereka, karena semuanya mengandung percikan Tuhan.
    Kenapa mereka dibedakan dengan sapi ?

    Tidak logisnya yg lain adalah,
    Satu yg berbuat, semua menanggung akibatnya.
    Gara2 Krisna ketika berlila akrab dengan seekor sapi pada jaman itu, maka seluruh sapi didunia mendapat keistimewaan dialam pikiran orang Hindu
    Itu sama tidak logisnya dengan ajaran Kristen, satu orang berbuat dosa, maka seluruh manusia menanggung dosa turunan.
    iti tidak mencerminkan nilai2 keadilan sama sekali,
    seperti pada jaman orde baru dulu,
    gara2 bapaknya terlibat PKI, maka seluruh anak cucunya mencapat stigma yg sama, dan dipersulit dalam birokrasi.

    ======= Putra:
    Pertanyaan saya: Apa iya isi alam ini (binatang-binatang termasuk sapi) memang diciptakan Tuhan hanya untuk disantap oleh manusia2 seperti kalian? Ada nggak di AlQuran?

    ****** Ardhani :
    Kalau semua isi alam semesta diciptakan hanya utuk disantap manusia, jelas itu tidak ada dalam Al Quran.
    Babi itu juga anggota alam semesta, tapi gak boleh disantap oleh Tuhan.
    esensi pertanyaan anda salah.

    Justru andalah yg harus memberikan ayatnya dalam Veda, bahwa Tuhan memberi perintah kepada manusia untuk tidak memakan sapi.

    ======== Putra :
    Anda tahu kenapa Nietsche (Si Raja Atheis) sampai mengaku membunuh Tuhan? Tuhan telah mati katanya. Tuhan yang seperti di benak kalianlah yang sudah dibunuh oleh Nietsche. Tuhan yang pencemburu, tuhan yang pemarah, tuhan yang kejam karena menyiksa orang berdosa selamanya. Tapi Nietsche konon sangat mencintai Sri Krishna… Inilah bedanya dengan konsep Hindu. Tuhannya mengizinkan untuk dibuatkan arca. Melalui Veda, kami bisa membuat arca atau perwujudan Tuhan.

    ******* Ardhani :
    Tidak ada bedanya Bro,
    Dalam agama anda pun, orang2 yg berdosa masih harus disiksa dalam neraka,
    Ada pula karma yg harus dipertangung jawabkan.
    Itu tandanya, Tuhan anda pun pecemburu, pemarah, kejam karena menyiksa orang yg berdosa.

    ====== Putra :
    Oh ya, gaya diskusi Anda mirip dengan gaya K.H. Zainuddin MZ. dalam mendebat lawan-lawannya. Penuh penghinaan terhadap nilai-nilai kebenaran. Orang kemudian bisa tertawa atas kelucuan Beliau. Gimana perkembangan kasusnya Beliau? Tolong infonya ya…

    ****** ardhani :
    Kalimat anda benar2 tendensius, “Penuh penghinaan terhadap nilai2 kebenaran”
    Kebenaran menurut siapa Bro ?
    Apa yg anda percayai kebenaran belum tentu merupakan kebenaran juga bagi orang lain.

    Penghinaan ??
    Tidak juga,
    Suatu tulisan bisa dianggap menghina oleh sebagian orang, tetapi tidak bagi sebagian yg lain.
    Itu hanya tergantung pada mood dan kebesaran hati anda saja.

    Wassalam

    ====================================================================================================================

    @BodoGendeng :

    katanya ada ilmu yang diberikan kepada nabi muhamad dan tidak diajarkan ke umat islam
    wah kalau itu benar-benar berarti QS. belum lengkap ya
    apa QS. hanya berkisar urusan dunia (bumi), surga dan neraka.
    jangan-jangan itu adalah ilmu reinkarnasi
    dan pemujaan pada sapi
    apa alasannya ya, mohon ada yang menjelaskan

    ****** Ardhani :

    Itu kan bisa-bisa anda aja, yg paling suka mempraktekkan ilmu “jangan-jangan”
    Sedang Allah sendiri sudah memperingatkan pada Nabi Muhammad SAW dalam salah satu wahyuNya :

    Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari manusia . Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.
    (QS 5:67)

    Kewajiban dari Nabi Muhammad SAW adalah menyampaikan apa yg diwahyukan Allah dengan jelas dan terus terang, tanpa ada yg perlu ditutupi, disamarkan atau bahkan ditahan penyampainnya, seperti perintah Allah ini :

    Jika mereka tetap berpaling, maka sesungguhnya kewajiban yang dibebankan atasmu hanyalah menyampaikan dengan terang .
    (QS 16:82)

    Dan jika kamu mendustakan, maka umat yang sebelum kamu juga telah mendustakan. Dan kewajiban rasul itu, tidak lain hanyalah menyampaikan dengan seterang-terangnya.”
    (QS 29:18)

    Nabi Muhammad SAW itu ketika berbuat salah sedikit saja, akan langsung turun wahyu Ilahi yg menegur kesalahan beliau.
    Itu karena Allah benar2 mengawasi beliau untuk menyampaikan semua wahyu yg diturunkan dariNya.

    Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga di muka dan di belakangnya.
    Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedang ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu.
    (QS 72:27-28)

    Jadi praduga yg anda olah lewat ilmu “jangan-jangan” anda itu sepenuhnya tidak benar.

  69. On November 7th, 2010 at 6:08 pm putratridharma Says:

    @Ardani
    1. Inilah perbedaan antara Hindu dengan Islam. Punya konsep tatwam asi, ahimsa, karmaphala, dan reinkarnasi. Melalui Veda kami mengetahui kalau pada binatang pun ada percikan Tuhan (atman) yang sama. Inilah juga yang menjadi dasar mengapa kami tidak memperlakukan sapi dan juga binatang/tumbuhan secara kejam, di samping karena alasan karena sapi merupakan kesayangan Sri Krishna ketika berlila (bermain secara rohani)di Vrindavan. Bagi Anda yang gelap tentang ini, mungkin menganggap kami bodoh? Sekali lagi inilah bedanya.
    ********** Ardhani :
    Memang ini jelas beda antara dua agama.
    Sayangnya anda tidak bisa menjawab secara logis dasar pemikiran dari berbedanya agama anda dari agama saya.
    KOMENTAR SAYA: Apa ajaran Anda logis? Saya tanya kenapa seseorang bisa lahir cacat, miskin, bodoh, dan jahat sementara yang lain fisiknya utuh, tampan, kaya, pintar, dan saleh saja anda tidak mampu memberi jawaban yang logis. Bagaimana dengan yang lain?
    2. Saya rasa anda orang yg benar2 tidak logis atau bisa jadi juga tidak konsisten dalam berfikir dan bertindak. Anda berkata : “Melalui Veda kami mengetahui kalau pada binatang pun ada percikan Tuhan (atman) yang sama. Inilah juga yang menjadi dasar mengapa kami tidak memperlakukan sapi dan juga binatang/tumbuhan secara kejam.”
    Tidak logis dan tidak konsistennya adalah dalam kenyataannya orang Hindu seperti anda tetap membunuh binatang2 lain kecuali sapi untuk dimakan. Padahal kalau anda mengetahui ada percikan Tuhan (atman) dalam segala binatang, maka anda juga tidak akan memakan bintang2 yg lain itu sebagaimana anda perbuat pada sapi. Begitu juga pada tumbuhan, anda seharusnya juga tidak memakan mereka, karena semuanya mengandung percikan Tuhan. Kenapa mereka dibedakan dengan sapi?
    KOMENTAR SAYA: Oh jangan salah…. Para vaishnava (penyembah Krishna) sangat anti dengan pembunuhan binatang. Itulah sebabnya kami sangat keras menentang pembunuhan binatang. Kami di Vaishnava tidak makan daging, ikan, telor, (dari jenis apapun) dan makanan lain yang berefek negatif. Kalau ada orang yang mengaku penyembah Krishna tetapi masih makan daging, maka itu sejatinya belumlah jadi penyembah. Oh iya memang di agama Hindu kenyataannya masih ada orang2 yang makan daging, benar, tapi itu karena pengetahuan rohaninya belum sampai ke situ. Tapi para penyembah Tuhan yang sudah mulai maju, pasti pantang makan daging ikan dan telur. Jadi kami tidak pilih-pilih. Binatang apapun sama2 binatang dan tidak boleh dibunuh dengan alasan yang tidak benar, terutama untuk dikonsumsi!
    3. Tidak logisnya yg lain adalah, Satu yg berbuat, semua menanggung akibatnya.
    Gara2 Krisna ketika berlila akrab dengan seekor sapi pada jaman itu, maka seluruh sapi didunia mendapat keistimewaan dialam pikiran orang Hindu. Itu sama tidak logisnya dengan ajaran Kristen, satu orang berbuat dosa, maka seluruh manusia menanggung dosa turunan. iti tidak mencerminkan nilai2 keadilan sama sekali, seperti pada jaman orde baru dulu, gara2 bapaknya terlibat PKI, maka seluruh anak cucunya mencapat stigma yg sama, dan dipersulit dalam birokrasi.
    KOMENTAR SAYA: Lagi-lagi Anda salah memahami hukum karmaphala? Kata siapa kalau satu yang berbuat semua bertanggung jawab? Itu sontoloyo namanya! Yang benar adalah Anda berbuat, maka andalah yang bertanggung jawab. Setiap perbuatan dipertanggungjawabkan sendiri. Inilah hukum karma yang bernar!
    4. ======= Putra:
    Pertanyaan saya: Apa iya isi alam ini (binatang-binatang termasuk sapi) memang diciptakan Tuhan hanya untuk disantap oleh manusia2 seperti kalian? Ada nggak di AlQuran?
    ****** Ardhani :
    Kalau semua isi alam semesta diciptakan hanya utuk disantap manusia, jelas itu tidak ada dalam Al Quran. Babi itu juga anggota alam semesta, tapi gak boleh disantap oleh Tuhan.
    esensi pertanyaan anda salah.
    KOMENTAR SAYA: Mungkin Anda salah ketik, kok disantap oleh Tuhan? Mungkin maksud anda disantap oleh anda dan kawan-kawan. Itu artinya, kalian sok2 menganggap bahwa Tuhan menciptakan sapi, ikan, ayam, dan lain-lain adalah untu kalian santap. Betapa tidak tahu malu. Wong Tuhan tidak ada bilang kalau itu untuk santapan kalian, kenapa kalian santap? Ehhhh seandainya babi tdk difatwa haram oleh Muhammad pada waktu itu, tentu juga kalian santap kan?
    5. Justru andalah yg harus memberikan ayatnya dalam Veda, bahwa Tuhan memberi perintah kepada manusia untuk tidak memakan sapi.
    KOMENTAR SAYA: Silakan baca pelan2 tulisan ini: http://ngarayana.web.ugm.ac.id/2009/08/kenapa-orang-hindu-menghormati-sapi dan http://gaurangga.wordpress.com/2008/10/01/keagungan-sapi serta uraian lengkapnya ada di kitab Srimad Bhagavatam.
    6. ======== Putra :
    Anda tahu kenapa Nietsche (Si Raja Atheis) sampai mengaku membunuh Tuhan? Tuhan telah mati katanya. Tuhan yang seperti di benak kalianlah yang sudah dibunuh oleh Nietsche. Tuhan yang pencemburu, tuhan yang pemarah, tuhan yang kejam karena menyiksa orang berdosa selamanya. Tapi Nietsche konon sangat mencintai Sri Krishna… Inilah bedanya dengan konsep Hindu. Tuhannya mengizinkan untuk dibuatkan arca. Melalui Veda, kami bisa membuat arca atau perwujudan Tuhan.
    ******* Ardhani :
    Tidak ada bedanya Bro,
    Dalam agama anda pun, orang2 yg berdosa masih harus disiksa dalam neraka, Ada pula karma yg harus dipertangung jawabkan. Itu tandanya, Tuhan anda pun pecemburu, pemarah, kejam karena menyiksa orang yg berdosa.
    KOMENTAR SAYA: Sangat berbeda. Dalam Hindu orang masuk surga atau neraka tidak selamanya (tidak kekal). Surga hanya sementara. Demikian pula orang yang dihukum di neraka, setelah tiba saatnya dia diberikan kesempatan utk memperbaiki karmanya dengan lahir (reinkarnasi ).
    7. ====== Putra :
    Oh ya, gaya diskusi Anda mirip dengan gaya K.H. Zainuddin MZ. dalam mendebat lawan-lawannya. Penuh penghinaan terhadap nilai-nilai kebenaran. Orang kemudian bisa tertawa atas kelucuan Beliau. Gimana perkembangan kasusnya Beliau? Tolong infonya ya…
    8. ****** ardhani :
    Kalimat anda benar2 tendensius, “Penuh penghinaan terhadap nilai2 kebenaran”
    Kebenaran menurut siapa Bro? Apa yg anda percayai kebenaran belum tentu merupakan kebenaran juga bagi orang lain.
    Penghinaan? Tidak juga, Suatu tulisan bisa dianggap menghina oleh sebagian orang, tetapi tidak bagi sebagian yg lain. Itu hanya tergantung pada mood dan kebesaran hati anda saja.
    KOMENTAR SAYA: Saya yakini bahwa melindungi sapi adalah sebuah kebenaran yang berlaku di manapun di seluruh alam semesta. Saya percaya orang2 islam yang maju rohaninya akan mengiyakan apa yang dikatakan oleh Veda ini.

  70. On November 8th, 2010 at 11:18 am Sutha Says:

    @Ardhani
    Saya lihat komentar2 anda semakin lama semakin berkembang. Lama2 anda bisa menyaingi mas Samaranji dan membuat blog sendiri..

    Saya akan coba menjawab komen yang ditujukan pada saya saja, karena saya takut jadi tamu tak diundang lagi.hehehe

    Memuliakan(menyayangi) sapi biasa, dan memuja Nandini adalah hal yang berbeda. Nandini bukan sapi biasa, begitu juga semua sapi tidak sama dengan Nandini atau semua Gajah adalah Ganesha atau semua kera adalah Hanoman, bukan.
    Sebelumnya saya sudah berusaha menjelaskan kepada anda ketika anda mengira semua sapi dimuliakan karena sapi tunggangan dewa, saya bilang bukan. Sapi dimuliakan karena sumber kesejahteraan.
    Seperti penjelasan saudara Putratridharma, sapi bisa dianggap ibu kita juga. Apakah anda menyayangi ibu anda? kalau iya apakah itu sama dengan disebut memuja? tidak kan?
    Brahma disimbolkan dengan api, Narayana air. Api bisa dipakai bakar sampah, air juga ada yang dipakai cebokan! tidak harus disakralkan semua api/air. Begitulah cara berpikir hindu biar anda tidak salah kaprah, karena sebenarnya andalah yang menganggap kami seperti itu, padahal tidak.

    Kalau masalah kami menyayangi sapi/mahluk lain, apakah itu salah? Hanya karena agama anda tidak mengajarkan, bukan berati anda harus menganggap usaha baik orang lain salah kan? Kenapa anda harus selalu berseberangan sampai mengungkapkan teori anda yang menurut saya kurang masuk akal:

    “Lagipula, kalo sapi dilarang untuk dibunuh dan dimakan, dari jaman veda hingga kini bisa dipastikan planet bumi akan penuh sesak dengan para sapi, trus anda2 mau tinggal dimana ?
    Sapi2 mau dikasih makan apa, kalo pertumbuhan rumput tidak bisa mengimbangi pertumbuhan sapi ?”

    Terdengar sangat naif sekali, apakah anda menutup mata dan telinga selama ini? lebih banyak mana? binatang yang punah oleh manusia atau binatang yang selamat oleh manusia?
    Bisa jadi para koloni yang datang ke Amerika dan Australia kemudian memburu habis beberapa binatang yang kini dinyatakan punah juga berpikir seperti anda. “ah, segini banyaknya binatang ga akan habis, daripada daerah ini dipenuhi binatang beginian mending diburu aja”
    manusia berpikir menyeimbangkan ekosistem sudah biasa, tetapi yang sering dilupakan adalah manusia sudah terlalu jauh “menyeimbangkan ekosistem”.
    Saya ingat ceramah Cak Nur dulu: Kalau manusia tidak ada, alam itu tidak akan apa2. Tetapi kalau alam kenapa2 sedikit saja, maka maunisa bisa tidak ada lagi.
    Alam berjalan sesuai keinginannya tanpa manusia, kini terserah manusia mau mengambil peran apa.

    Kenapa anda bisa makan Beefburger tiap hari? saya sudah menglumit penjelasan google tentang sapi yang diternakkan secara masal. Di alas purwo ada beberapa sapi liar yang dilindungi masyarakat, tetapi tetap segitu2 aja dari dulu kok. Kadang lahir banyak, kadang mati banyak.
    Kinipun dunia akan bersiap2 menghadapi krisis ternak (terutama sapi). Kalau saja tidak ada beberapa umat hindu yang melindungi sapi mungkin krisi itu akan jauh lebih cepat. Jadi kalau sekarang anda masih bisa makan daging sapi, paling tidak hargai usaha kami(dan kalau benar kata anda diatas tentang islam menentang eksploitasi, anda akan mendukung kami cepat atau lambat). kok malah dilecehkan?

  71. On November 8th, 2010 at 6:32 pm ardhani Says:

    @Putratridharma & Sutha

    KOMENTAR SAYA: Apa ajaran Anda logis? Saya tanya kenapa seseorang bisa lahir cacat, miskin, bodoh, dan jahat sementara yang lain fisiknya utuh, tampan, kaya, pintar, dan saleh saja anda tidak mampu memberi jawaban yang logis. Bagaimana dengan yang lain?

    ******** Ardhani :

    Luar biasa.
    Saya sudah sering membahas tentang hal itu, justru saya tidak mendengar bantahan anda atas komentar saya.
    Coba anda telusuri lagi komentar saya tentang hal itu di thread ini, atau di thread misteri kehidupan manusia (kalo tidak salah)
    Saya ingin membaca komentar anda atas tanggapan saya, apakah itu logis ? atau malah tidak logis ? jika tidak logis tunjukkan dimana ketidak logisannya.

    BTW,
    Kalo anda keberatan, bahwa keadaan fisik manusia ketika dilahirkan adalah ketentuan / Kehendak Tuhan, dan anda ngotot itu berhubungan dengan karmaphala.
    Coba anda jelaskan pada saya, kalo saya ingin terlahir kembali kelak sebagai orang bule, anak raja Inggris, bapak ibu muslim taat kaya raya dan terhormat, wajah secakep tom cruise, perbuatan2 apa yg mulai harus saya programkan di kehidupan sekarang ini ?
    Bisa nggak diprogram kayak gitu ??
    Ato sebenarnya posisi2 kelahiran dipilihkan oleh Tuhan ??
    bukan pilihan manusia sendiri ?
    jadi saya juga tidak bisa memilih mau jadi apa besok ?

    Jawaaaabbbbb………….
    (he..he..)

    ======= Putra :

    KOMENTAR SAYA: Oh jangan salah…. Para vaishnava (penyembah Krishna) sangat anti dengan pembunuhan binatang. Itulah sebabnya kami sangat keras menentang pembunuhan binatang. Kami di Vaishnava tidak makan daging, ikan, telor, (dari jenis apapun) dan makanan lain yang berefek negatif. Kalau ada orang yang mengaku penyembah Krishna tetapi masih makan daging, maka itu sejatinya belumlah jadi penyembah. Oh iya memang di agama Hindu kenyataannya masih ada orang2 yang makan daging, benar, tapi itu karena pengetahuan rohaninya belum sampai ke situ. Tapi para penyembah Tuhan yang sudah mulai maju, pasti pantang makan daging ikan dan telur. Jadi kami tidak pilih-pilih. Binatang apapun sama2 binatang dan tidak boleh dibunuh dengan alasan yang tidak benar, terutama untuk dikonsumsi!

    ******* Ardhani :

    Saya tidak melihat korelasi antara penyembah Tuhan sejati dengan kebiasaan tidak memakan daging atau produk2 hewani.

    Berfikir logis aja bro,
    Jika Tuhan menciptakan binatang2, yg semuanya dilarang manusia memakannya, terus apa gunanya binatang2 itu diciptakan ?
    Untuk membantu kerja manusia ?

    Ok. Taruhlah sapi, digunakan tenaganya untuk membajak sawah, mengangkut barang, dll
    Dengan kemajuan teknologi pertanian dan transportasi sekarang ini, apakah tenaga sapi masih diperlukan lagi ?
    Apakah tugas sapi sekarang ini hanya untuk menghasilkan susu saja ?
    Jadi sapi perahan (baca : exploitasi industrialisasi) manusia ?
    Lalu buat apa sapi jantannya ? mereka tidak menghasilkan susu ?
    Satu sapi jantan bisa membuahai ribuan sapi betina, teknologi inseminasi buatan sudah maju pesat. Untuk apa memelihara sapi jantan jika tidak bisa diambil manfaatnya lagi ?
    Rugi pemeliharaannya. Malah jadi beban.

    Itu baru satu binatang : SAPI.
    Bagaimana dengan ribuan jenis binatang lainnya ?
    Apa manfaat yg diberikan mereka bagi manusia, jika mereka bukan salah satu sumber penghasil pangan bagi kita ?

    Bagaimana anda akan menyelesaiakan masalah persaingan sumber daya alam antara manusia dan dunia binatang, karena sebagian besar dari mereka memakan tumbuh2an yg sama dengan anda (manusia) ??
    Sumber daya nabati terbatas, tidak mampu mencukupi ledakan jumlah manusia dan binatang. Anda bisa memberi solusi ?
    Apa anda masih bisa berfikir logis ?

    Yang pasti Tuhan tidak berfikir sesempit anda ketika Dia memfirmankan ayat2 ini kepada umat manusia :

    Maka makanlah binatang-binatang yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, jika kamu beriman kepada ayat-ayatNya.
    Mengapa kamu tidak mau memakan yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, padahal sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya. Dan sesungguhnya kebanyakan benar benar hendak menyesatkan dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan. Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas.
    (QS 6:118-119)

    Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya . Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu; dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik.
    (QS 6:121)

    Katakanlah: “Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi karena sesungguhnya semua itu kotor atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yang dalam keadaan terpaksa, sedang dia tidak menginginkannya dan tidak melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
    Dan kepada orang-orang Yahudi, Kami haramkan segala binatang yang berkuku, dan dari sapi dan domba Kami haramkan atas mereka lemak dari kedua binatang itu, selain lemak yang melekat di punggung keduanya atau yang di perut besar dan usus atau yang bercampur dengan tulang. Demikianlah Kami hukum mereka disebabkan kedurhakaan mereka; dan sesungguhnya Kami adalah Maha Benar.
    Maka jika mereka mendustakan kamu, katakanlah: “Tuhanmu mempunyai rahmat yang luas; dan siksa-Nya tidak dapat ditolak dari kaum yang berdosa”.
    (QS 6:145-147)

    Dan sesungguhnya pada binatang-binatang ternak, benar-benar terdapat pelajaran yang penting bagi kamu, Kami memberi minum kamu dari air susu yang ada dalam perutnya, dan pada binatang-binatang ternak itu terdapat faedah yang banyak untuk kamu, dan sebagian daripadanya kamu makan,
    (QS23:21)

    Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan , supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh ,
    (QS22:34)

    ======== putra :

    KOMENTAR SAYA: Lagi-lagi Anda salah memahami hukum karmaphala? Kata siapa kalau satu yang berbuat semua bertanggung jawab? Itu sontoloyo namanya! Yang benar adalah Anda berbuat, maka andalah yang bertanggung jawab. Setiap perbuatan dipertanggungjawabkan sendiri. Inilah hukum karma yang bernar!

    ******** Ardhani :

    Nah itu baru BENAR !
    Krisna ketika berlila bergaul akrab dengan sapi dijamannya.
    Maka tidak ada alasan bagi anda sekarang ini untuk tidak boleh memakan daging sapi
    Karena sapi sekarang BUKANLAH sapi Nandi tunggangan dewa, juga bukan sapi teman Krisna di desa Vrindavan.
    Kalo anda tidak mau makan sapi disebabkan perasan sentimental terhadap “sapi istimewa” yg terdahulu, itu namanya TIDAK LOGIS.
    dan ada tertulis di dalam ajaran agama anda, yg selalu dibangga2kan oleh kaum anda ketika berusaha menjelekkan kebiasaan kami mengikuti sunnah rasul, bahwa tidak baik manusia meniru perbuatan orang lain
    mengapa sekarang anda meniru2 orang lain tidak makan daging sapi karena Krisna akrab dengan sapi dan dewa punya tunggangan sapi ?

    Sekarang anda mengerti ketidak logisan cara berfikir anda ??

    4. ======= Putra:
    KOMENTAR SAYA: Mungkin Anda salah ketik, kok disantap oleh Tuhan? Mungkin maksud anda disantap oleh anda dan kawan-kawan. Itu artinya, kalian sok2 menganggap bahwa Tuhan menciptakan sapi, ikan, ayam, dan lain-lain adalah untu kalian santap. Betapa tidak tahu malu. Wong Tuhan tidak ada bilang kalau itu untuk santapan kalian, kenapa kalian santap? Ehhhh seandainya babi tdk difatwa haram oleh Muhammad pada waktu itu, tentu juga kalian santap kan?

    ******** Ardhani :
    Ya, memang salah tulis, maaf.

    Saya sudah kasih ayat2 Al Quran nya dimana Tuhan memperbolehkan manusia memakan sebagian binatang.
    Lihat atas.

    Dapatkah anda memberikan ayat2 Vedanya bahwa Tuhan JELAS-JELAS MELARANG untuk memakan daging binatang ???

    Atau itu hanya bisa2 anda saja, sok mengatakan Tuhan telah melarangnya, padahal Tuhan tidak melarangnya ?
    Itu namanya fitnah.
    Dan anda tahu siapa yg anda fitnah ? Tuhan , T-U-H-A-N , Tuhan.
    Gak takut berbuat sekeji itu ya ??

    ========= Putra :
    KOMENTAR SAYA: Silakan baca pelan2 tulisan ini: http://ngarayana.web.ugm.ac.id/2009/08/kenapa-orang-hindu-menghormati-sapi dan http://gaurangga.wordpress.com/2008/10/01/keagungan-sapi serta uraian lengkapnya ada di kitab Srimad Bhagavatam.

    ********* Ardhani :
    Itu sudah ada yg ngepost disini, copas plek.
    Biarpun saya membaca dengan pelan2, kecepatan dua kilometer perhari sekalipun, tidak ada bukti Tuhan bersabda melarang anda untuk memakan daging binatang termasuk sapi

    Anda mau memfitnah Tuhan dengan mengatakan ini dikatakan Tuhan, padahal Tuhan tidak mengatakannya ???

    6. ======== Putra :
    KOMENTAR SAYA: Sangat berbeda. Dalam Hindu orang masuk surga atau neraka tidak selamanya (tidak kekal). Surga hanya sementara. Demikian pula orang yang dihukum di neraka, setelah tiba saatnya dia diberikan kesempatan utk memperbaiki karmanya dengan lahir (reinkarnasi ).

    ********** Ardhani :

    Apa bedanya ?
    Selamanya atau tidak selamanya, neraka ada karena diciptakan Tuhan anda, sebagai tempat menghukum dengan sangat keras siksanya kepada orang2 berdosa ?
    Memerintahkan untuk menyiksa, membangun tempat penyiksaan, menunjuk aparat untuk menyiksa, mengundang-undangkan peraturan tentang pelanggaran, dapatkah anda mengatakan Tuhan anda cuci tangan dari system yg kejam itu ??

    Diberi kesempatan atau tidak, sama saja juga.
    Sebelum ada kesempatan kedua, ada penyiksaan,
    Gagal di kesempatan kedua, disiksa lagi,
    Kesempatan ketiga, gagal, disiksa lagi……..seterusnya hingga kesempatan ke sejuta kali, jika terus gagal, maka sejuta siksaan juga harus dijalani.

    Dengan itu anda menuduh Tuhan orang lain kejam, sementara Tuhan anda tidak ??
    Jika Tuhan adan tidak kejam, Dia akan mengampuni dikali yg pertama.
    Tapi apakah Tuhan anda punya sifat Pengampun ???
    I doubt about it !

    ============ Putra :

    KOMENTAR SAYA: Saya yakini bahwa melindungi sapi adalah sebuah kebenaran yang berlaku di manapun di seluruh alam semesta. Saya percaya orang2 islam yang maju rohaninya akan mengiyakan apa yang dikatakan oleh Veda ini.

    ********** Ardhani :

    Lagi2 anda menyampaikan kalimat tendensius, “melindungi sapi adalah sebuah kebenaran yang berlaku di manapun di seluruh alam semesta”
    Padahal secara universal, melindungi sapi hanya berlaku efektif di India saja.
    Dan itu anda katakan kebenaran universal.

    Wassalam

    ===========================================================================================================

    @Sutha

    Memuliakan(menyayangi) sapi biasa, dan memuja Nandini adalah hal yang berbeda. Nandini bukan sapi biasa, begitu juga semua sapi tidak sama dengan Nandini atau semua Gajah adalah Ganesha atau semua kera adalah Hanoman, bukan.
    Sebelumnya saya sudah berusaha menjelaskan kepada anda ketika anda mengira semua sapi dimuliakan karena sapi tunggangan dewa, saya bilang bukan. Sapi dimuliakan karena sumber kesejahteraan.
    Seperti penjelasan saudara Putratridharma, sapi bisa dianggap ibu kita juga. Apakah anda menyayangi ibu anda? kalau iya apakah itu sama dengan disebut memuja? tidak kan?
    Brahma disimbolkan dengan api, Narayana air. Api bisa dipakai bakar sampah, air juga ada yang dipakai cebokan! tidak harus disakralkan semua api/air. Begitulah cara berpikir hindu biar anda tidak salah kaprah, karena sebenarnya andalah yang menganggap kami seperti itu, padahal tidak.
    Kalau masalah kami menyayangi sapi/mahluk lain, apakah itu salah? Hanya karena agama anda tidak mengajarkan, bukan berati anda harus menganggap usaha baik orang lain salah kan? Kenapa anda harus selalu berseberangan sampai mengungkapkan teori anda yang menurut saya kurang masuk akal:
    “Lagipula, kalo sapi dilarang untuk dibunuh dan dimakan, dari jaman veda hingga kini bisa dipastikan planet bumi akan penuh sesak dengan para sapi, trus anda2 mau tinggal dimana ?
    Sapi2 mau dikasih makan apa, kalo pertumbuhan rumput tidak bisa mengimbangi pertumbuhan sapi ?”
    Terdengar sangat naif sekali, apakah anda menutup mata dan telinga selama ini? lebih banyak mana? binatang yang punah oleh manusia atau binatang yang selamat oleh manusia?
    Bisa jadi para koloni yang datang ke Amerika dan Australia kemudian memburu habis beberapa binatang yang kini dinyatakan punah juga berpikir seperti anda. “ah, segini banyaknya binatang ga akan habis, daripada daerah ini dipenuhi binatang beginian mending diburu aja”
    manusia berpikir menyeimbangkan ekosistem sudah biasa, tetapi yang sering dilupakan adalah manusia sudah terlalu jauh “menyeimbangkan ekosistem”.
    Saya ingat ceramah Cak Nur dulu: Kalau manusia tidak ada, alam itu tidak akan apa2. Tetapi kalau alam kenapa2 sedikit saja, maka maunisa bisa tidak ada lagi.
    Alam berjalan sesuai keinginannya tanpa manusia, kini terserah manusia mau mengambil peran apa.
    Kenapa anda bisa makan Beefburger tiap hari? saya sudah menglumit penjelasan google tentang sapi yang diternakkan secara masal. Di alas purwo ada beberapa sapi liar yang dilindungi masyarakat, tetapi tetap segitu2 aja dari dulu kok. Kadang lahir banyak, kadang mati banyak.
    Kinipun dunia akan bersiap2 menghadapi krisis ternak (terutama sapi). Kalau saja tidak ada beberapa umat hindu yang melindungi sapi mungkin krisi itu akan jauh lebih cepat. Jadi kalau sekarang anda masih bisa makan daging sapi, paling tidak hargai usaha kami(dan kalau benar kata anda diatas tentang islam menentang eksploitasi, anda akan mendukung kami cepat atau lambat). kok malah dilecehkan?

    Bro Sutha :
    Walau saya masih suka daging sapi, tetapi terus terang saya jarang makan daging sapi, kecuali kalo ada tetangga hajatan, karena daging sapi semakin mahal, sehingga saya mesti berfikir berkali2 jika ingin membelinya.
    Beef burger, wah itu cuma bisa ngiler saja melihat iklannya, masih banyak kebutuhan yg menanti dibandingkan beli makanan impor itu, yg mahal tapi gak bikin kenyang.
    Jadi saya membatasi diri makan daging sapi bukan karena ajaran agama, tetapi karena ekonomi terbatas.

    Sebenarnya tidak ada usaha pelecehan dari kami terhadap perlakuan orang Hindu atas para sapi
    Anda benar, perlakuan umat Hindu terhadap sapi bisa sedikit mengerem kepunahan sapi atas exploitasi daging yg berlebihan.
    Hal yg sama dengan pengharaman babi bagi umat Islam, paling sedikit hikmahnya yg bisa diambil adalah pengereman laju kepunahan babi karena permintaan daging babi yg berlebihan.

    Sapi memang dari dulu dianggap simbol kesejahteraan.
    Saya menerima jika ada orang yg memandang sapi mempunyai keistimewaan dibanding binatang lain karena sebab ini,
    Namun ketika pandangan tersebut melahirkan sikap yg berlebihan dalam menghormati sapi, itu yg saya (dan orang Islam umumnya) sangat tidak bisa menerima.
    Pengharaman makan daging sapi adalah sikap yg sangat berlebihan.
    Saya yakin Tuhan menciptakan sapi bukan untuk tidak boleh dimakan, karena Tuhan kami dalam kitab suci kami telah memberi tahu bahwa binatang2 ternak yg diciptakanNya memang diciptakan untuk dimanfaatkan daya gunanya bagi manusia, dan sebagiannya (bukan seluruhnya) boleh dimakan (dihabis-habiskan).
    Apalagi jika sampai mengharamkan SEGALA binatang untuk dikonsumsi, itu jelas tidak benar.
    Manusia tidak mempunyai hak mengharamkan apa yg dihalalkan oleh Tuhan, karena dengan demikian dia sedang berusaha jadi Tuhan bagi dirinya sendiri dan bagi sebagian orang.
    Sikap itu lah yg kami tentang, bukan karena makan atau tidak makan sapinya.
    Sama seperti kasus poligami, walau kami meyakini poligami tidak selalu baik, dan lebih suka menganjurkan monogamy, tetapi kami akan menentang keras orang yg mengatakan poligami dilarang Tuhan, karena sejatinya tidak ada larangan Tuhan terhadap poligami.
    Yg kami serang bukan masalah pelarangan poligaminya, tetapi kesesatan ucapannya yg mengatakan Tuhan MELARANG poligami.

    Kami mendukung perlindungan konservasi alam dan binatang2nya, karena Islam sendiri melarang umatnya untuk berbuat kerusakan dimuka bumi serta melarang berlebih-lebihanan dalam berbuat sesuatu.
    Bagus melihat anda mampu memahami sebab musabah masalahnya yg paling utama itu.

    Oleh sebab itu, saya ingin meminta ketegasan pendapat anda :
    “Apakah anda tahu Tuhan telah MELARANG manusia untuk memakan daging sapi dan binatang2 yg lainnya juga, sehingga berdosa bagi yg memakannya ?”

    Wassalam.

  72. On November 8th, 2010 at 10:57 pm putratridharma Says:

    @Ardhani

    KOMENTAR 1: Keberuntungan atau kemalangan dalam kelahiran satu entitas hidup (mahluk) logisnya adalah karena ada penyebabnya. ADA SEBAB ADA AKIBAT. Hukum karmaphala. Inilah yang logis untuk menjelaskan keadilan Tuhan. Kalau tidak ada penjelasan begitu maka Tuhan berarti sudah berbuat semena-mena kepada hambaNya.

    KOMENTAR 2: Anda ingin lahir jadi : orang baik, kaya, jadi anak raja, tampan, umur panjang, alim, dst. Mengapa tidak? Setelah orang saleh (Anda) menikmati kemewahan surga, dia akan lahir dengan penuh keberuntungan material seperti itu. Inilah hukum karma. Kelahiran itu tidak selamanya dalam keluarga atau di Indonesia. Anda lahir di Kutub Utara juga dimungkinkan. Bergantung karma yang Anda perbuat. Lebih dari keberuntungan yang Anda sebutkan itu pun mungkin akan Anda dapatkan. Berbuatlah terus hanya hal-hal yang saleh saja, maka lebih dari yang anda sebutkan akan tercapai. Orang jahat tidak akan mencapai itu. Tapi keberuntungan material itu bukan tujuan dalam agama Hindu karena itu hanya sementara (semu).

    KOMENTAR 3: Anda mempermasalahkan korelasi antara penyembah Tuhan sejati dengan kebiasaan tidak makan daging dan produk2 hewani. Sangat berkorelasi karena semua tokoh-tokoh suci yang merupakan guru kerohanian bonafide dalam Hindu itu pasti vegetarian. Saya tidak tahu kalau sufi2 tingkat tinggi di Islam apa mereka makan daging atau tidak.

    KOMENTAR 4. Anda meminta saya untuk berfikir logis: Jika Tuhan menciptakan binatang2, yg semuanya dilarang manusia memakannya, terus apa gunanya binatang2 itu diciptakan? JAWAB: mereka para binatang lahir adalah untuk menjalani karmaphala. Sama seperti kita juga lahir untuk menjalani karmaphala. Kita manusia hanya sedikit lebih beruntung saja dari para binatang karena bungkus atau baju pembungkus roh ini bermerek manusia. Mereka suatu saat juga akan mencapai kelahiran manusia melalui 3 pintu gerbang: sapi, singa, dan monyet.
    MENURUT ANDA: Untuk membantu kerja manusia? Ok. Taruhlah sapi, digunakan tenaganya untuk membajak sawah, mengangkut barang, dll. Dengan kemajuan teknologi pertanian dan transportasi sekarang ini, apakah tenaga sapi masih diperlukan lagi? Apakah tugas sapi sekarang ini hanya untuk menghasilkan susu saja? Jadi sapi perahan (baca : exploitasi industrialisasi) manusia? Lalu buat apa sapi jantannya ? mereka tidak menghasilkan susu? Satu sapi jantan bisa membuahai ribuan sapi betina, teknologi inseminasi buatan sudah maju pesat. Untuk apa memelihara sapi jantan jika tidak bisa diambil manfaatnya lagi? Rugi pemeliharaannya. Malah jadi beban.

    KOMENTAR 5: Sapi jantan bisa untuk membantu sarana transportasi dan untuk membajak tanah. Dalam pertanian organik yang sangat mahal dewasa ini, kencing sapi bisa dimanfaatkan (disemprotkan) sebagai pengusir serangga/hama pertanian. Buah-buahan dan sayuran organik adalah yang paling baik untuk dikonsumsi. Tidak sama dengan hasil pertanian modern yang sudah terpapar pestisida atau insektisida. Anda pernah belajar biologi tentunya. Veda mengajarkan kalau pada saat membajak sapi jantan sering kencing itu sudah pengaturan Tuhan bahwa kencing sapi itu begitu menyuburkan tanah secara alamiah. Sangat berbeda dengan sekarang yang mengolah tanah dengan TRAKTOR, Oh iya traktor juga kencing he he he… tapi kencingnya oli dan tumpahan bahan bakar. Orang goblok pun tahu kalau tanah yang sudah tercemar oli akan rusak dan tandus. Setelah tanah tandus, orang-orang goblok kemudian memupuknya dengan pupuk sintetik. Dikiranya tanah akan pulih kondisinya dengan racun kimia seperti itu. Padahal itu akan semakin memperparah kondisi tanah. Kalau sapi kotorannya menjadi pupuk yang pali bagus. Itu manfaatnya untuk tanaman, untuk manusia lain lagi. Sapi2 dengan jenis yang ada punuk (benjolan menggunung di lehernya) sudah diteliti secara ilmiah kalau punuknya (surya nadi) yang mampu mengikat partikel-partikel dari matahari yang disebut “garam emas”. Jadi, cahaya matahari yang mengandung garam emas tersebut ditangnkap melalui punuknya yang kemudian partikel garam emas tersebut dikeluarkan melalui susu dan kencing oleh sapi betina dan melalui kencing oleh sapi jantan. Garam emas ini adalah unsur utama dalam pengobatan. Makanya dalam Ayur Veda (kitab ilmu pengobatan Hindu) kencing dan kotoran sapi, susu sapi menjadi unsur utama.

    MENURUT ANDA: Anda khawatir kalah bersaing dengan binatang?

    KOMENTAR 6: He he he anda berpikir kalau binatang tidak disembelih maka manusia akan terdesak hidupnya oleh binatang. Itu sih akal-akalan kalian saja untuk menghalalkan penyembelihan binatang. Anda jangan khawatir, ambil saja sampelnya: di tempat sapi dilindungi, tidak pernah ada rebutan daun-daunan antara manusia dengan sapi. Tuhan sudah mengatur kok melalui keseimbangan alam yang sudah Beliau rancang dengan sangat sempurna. Jika manusia tidak ada, maka alam tidak akan kenapa2. Buktikanlah sebuah pulau dikosongkan dari mahluk yang namanya manusia. Di tempat itu banyak binatang termasuk sapi. Apa yang terjadi setelah beberapa tahun? Apa binatangnya menjadi begitu padat dan harus bertransmigrasi ke kampung Anda? Kalau soal mengurangi populasi, Tuhan paling ahli bung…. Contoh terdekat: Blaaarrrr tsunami di Aceh berapa yang berkurang populasinya? Glegarrrr gempa di Jogja, wussss merapi memuntahkan wedhus gembel, dan lain-lain…..
    MENURUT ANDA: Sumber daya nabati terbatas, tidak mampu mencukupi ledakan jumlah manusia dan binatang. Anda bisa memberi solusi? Apa anda masih bisa berfikir logis?

    KOMENTAR 7: Lahan begitu luas. Apa yang dikhawatirkan? Tubuh Anda tidak minta daging kok. Yang diminta adalah protein. Ini bisa diperoleh dari tumbuhan (kacang2an dan susu). Masyarakat tidak mengkonsumsi daging, maka otomatis sumber proteinnya dari tumbuhan. Kalau seperti itu, maka permintaan protein nabati akan meningkat, kalau permintaan meningkat maka harga juga bagus, kalau harga bagus maka petani akan menanam sumber protein itu, kalau petani banyak yang menanam sumber protein itu maka harga akan terkontrol (tidak terlalu tinggi atau tidak terlalu rendah). Inilah yang namanya logis….

    MENURUT ANDA: Yang pasti Tuhan tidak berfikir sesempit anda ketika Dia memfirmankan ayat2 ini kepada umat manusia :
    Maka makanlah binatang-binatang yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, jika kamu beriman kepada ayat-ayatNya. Mengapa kamu tidak mau memakan yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, padahal sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya. Dan sesungguhnya kebanyakan benar benar hendak menyesatkan dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan. Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas.
    (QS 6:118-119)
    Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya . Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu; dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik.
    (QS 6:121)
    Katakanlah: “Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi karena sesungguhnya semua itu kotor atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yang dalam keadaan terpaksa, sedang dia tidak menginginkannya dan tidak melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Dan kepada orang-orang Yahudi, Kami haramkan segala binatang yang berkuku, dan dari sapi dan domba Kami haramkan atas mereka lemak dari kedua binatang itu, selain lemak yang melekat di punggung keduanya atau yang di perut besar dan usus atau yang bercampur dengan tulang. Demikianlah Kami hukum mereka disebabkan kedurhakaan mereka; dan sesungguhnya Kami adalah Maha Benar. Maka jika mereka mendustakan kamu, katakanlah: “Tuhanmu mempunyai rahmat yang luas; dan siksa-Nya tidak dapat ditolak dari kaum yang berdosa”.
    (QS 6:145-147)
    Dan sesungguhnya pada binatang-binatang ternak, benar-benar terdapat pelajaran yang penting bagi kamu, Kami memberi minum kamu dari air susu yang ada dalam perutnya, dan pada binatang-binatang ternak itu terdapat faedah yang banyak untuk kamu, dan sebagian daripadanya kamu makan,
    (QS23:21)
    Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan , supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh ,
    (QS22:34).

    KOMENTAR 8: Saya mencurigai kalau terjemahan itu tidak otentik alias sudah diplintir. Kalaupun memang seperti itu terjemahannya, maka perlu ada penjelasan oleh ulama besar. Dan kalaupun ulama besar sudah membenarkan kalau memang seperti itu artinya atau penjelasannya, maka saya melihatnya inilah kekurang lengkapan dari kitab Anda. Iya karena kitabnya hanya satu buah kan? Logiskah kalau kitab yang semata wayang itu memuat hal yang lengkap? Saya ngeri membaca Tuhan berfirman ada kata menyembelih… ihhhh

    MENURUT ANDA: Krisna ketika berlila bergaul akrab dengan sapi dijamannya.
    Maka tidak ada alasan bagi anda sekarang ini untuk tidak boleh memakan daging sapi
    Karena sapi sekarang BUKANLAH sapi Nandi tunggangan dewa, juga bukan sapi teman Krisna di desa Vrindavan. Kalo anda tidak mau makan sapi disebabkan perasan sentimental terhadap “sapi istimewa” yg terdahulu, itu namanya TIDAK LOGIS.
    dan ada tertulis di dalam ajaran agama anda, yg selalu dibangga2kan oleh kaum anda ketika berusaha menjelekkan kebiasaan kami mengikuti sunnah rasul, bahwa tidak baik manusia meniru perbuatan orang lain. mengapa sekarang anda meniru2 orang lain tidak makan daging sapi karena Krisna akrab dengan sapi dan dewa punya tunggangan sapi ?

    Sekarang anda mengerti ketidak logisan cara berfikir anda ?

    KOMENTAR 9: Oh ini sangat logis menurut Anda: kalau anda berpikir begitu berarti Anda berniat memakan daging babi juga karena babi yang jaman nabi muhammad dulu berbeda dengan babi jaman sekarang he he he. Kok logikanya jongkok sih? Bung, kami tidak meniru apa yang dilakukan oleh Tuhan dan orang-orang suci jaman dulu. Tapi kami melaksanakan apa yang diajarkan. Kalau Tuhan mengajarkan bahwa sapi itu suci dan harus dilindungi maka akan kami lakukan. Kalau Tuhan menjelaskan bahwa makanan yang baik adalah makanan nabati dan sudah dipersembahkan, maka kami akan lakukan seperti penjelasanNya.
    MENURUT ANDA: Dapatkah anda memberikan ayat2 Vedanya bahwa Tuhan JELAS-JELAS MELARANG untuk memakan daging binatang ?
    Atau itu hanya bisa2 anda saja, sok mengatakan Tuhan telah melarangnya, padahal Tuhan tidak melarangnya ?
    Itu namanya fitnah.
    Dan anda tahu siapa yg anda fitnah ? Tuhan , T-U-H-A-N , Tuhan.
    Gak takut berbuat sekeji itu ya ?

    KOMENTAR 10:
    tapah saucam daya satyam iti padah krte krtah
    adharmamsais trayo bhagnah smaya-sanga-madais tava

    “Pertapaan, Kesucian, Kasih Sayang dan Kebenaran inilah empat tiang Dharma yang menopang hidup manusia pada Satya Yuga. Tetapi kemudian sebanyak tiga kaki penopang patah, kejahatan/adharma merajalela dalam wujud PEMBUNUHAN (termasuk membunuh binatang), zina dan
    mabuk-mabukan”. (SB 1.17.24)

    suta uvaca
    abhyarthitas tada tasmai sthanani kalaye dadau
    dyutam panam striyah suna yatradharmas catur-vidhah

    “Suta Goswami bersabda: kepribadian Kali(dosa) memohon kepada Maharaja
    Pariksit supaya diberikan tempat tinggal untuknya pada jaman Kali(penuh dosa) yaitu tempat perjudian, tempat bermabuk-mabukan, tempat pelacuran dan tempat PENYEMBELIHAN hewan”.(SB 1.17.38)

    yaksa raudropajivi ca marge sartham vilumpati
    mrgayavyasani yas tu chagah syad dadhika grhe

    “Orang yang hidup dengan kekerasan, orang yang merampok, dan orang yang suka berburu, pasti akan menjadi domba di rumah pembantaian”. (Garuda Purana 5.15)

    na krtva praninam himsam mamsamtpadyate kwacit
    na ca pranivadhah svargyas tasman mamsam vivarjayet

    ”Daging tidak akan bisa didapat tanpa menyakiti mahluk-mahluk hidup, dan penganiayaan terhadap mahluk adalah suatu larangan dalam mencapai kebahagian suci, oleh karena itu seseorang menghindari memakan daging”. (MDS = Manava Dharma Sastra 5.48)

    svamamsam paramamsena yo vardhayitumicchati
    anabyarcya pitindevams tano’nyo nastya punyakrit

    ”Tidak ada yang lebih berdosa daripada orang yang berusaha memperbanyak
    kumpulan daging dibadannya dengan daging dari mahluk lain, sekalipun ada orang yang yang berdosa karena tidak mempersembahkan sesajen kepada para dewa dan para leluhur”. (Manava Dharma Sastra 5.52)

    mam’sa bhaksayotam’mutra yasya mamsam idahmyaham
    etau mamsya mamsatvam pravadanti manisinah

    ”Mamsah yang berarti daging dinyatakan oleh orang-orang bijaksana seperti ‘saya adalah dia’ artinya yang dagingnya saya makan dalam hidup ini, akan menelan saya kemudian hari”. (MDS 5.55)

    patram puspam phalam to yam yo me bhaktya prayacchati
    tad aham bhakty-upahrtam asnami prayatatmanah

    ”Kalau seseorang mempersembahkan daun, bunga, buah dan air kepadaKu dengan cinta dan bakti Aku akan menerimanya”. (BG. 9.26) Penjelasan BG. 17. 8-10 (Tuhan tidak minta diberi persembahan daging).

    yajna-sistasinah santo mucyante sarva-kilbisaih
    bhunjate te tv agham papa ye pacanty atma-karanat

    ”Para penyembah Tuhan dibebaskan dari segala jenis dosa, karena mereka makan makanan yang dipersembahkan lebih dulu sebagai yadnya. Orang yang makan untuk kenikmatan indria pribadi, sebenarnya hanya makan dosa”.(BG. 3.13)

    Silakrama : Ahimsayah paro dharmah : Ahimsa = tidak menyakiti mahluk lain adalah dharma tertinggi.
    MENURUT ANDA: Apa bedanya ?
    Selamanya atau tidak selamanya, neraka ada karena diciptakan Tuhan anda, sebagai tempat menghukum dengan sangat keras siksanya kepada orang2 berdosa ? Memerintahkan untuk menyiksa, membangun tempat penyiksaan, menunjuk aparat untuk menyiksa, mengundang-undangkan peraturan tentang pelanggaran, dapatkah anda mengatakan Tuhan anda cuci tangan dari system yg kejam itu?
    Diberi kesempatan atau tidak, sama saja juga. Sebelum ada kesempatan kedua, ada penyiksaan. Gagal di kesempatan kedua, disiksa lagi, Kesempatan ketiga, gagal, disiksa lagi……..seterusnya hingga kesempatan ke sejuta kali, jika terus gagal, maka sejuta siksaan juga harus dijalani.

    KOMENTAR 11: Orang yang bersalah tentu harus mendapat hukuman kan? Tapi hukuman yang adil adalah hukuman yang setimpal. Berdosa limapuluh tahun dengan dosa yang paling keji pun kalau diganjar hukuman yang abadi itu tidak adil bung. Yang adil adalah diganjar hukuman berat tetapi setelah itu mendapat kesempatan lagi untuk memperbaiki karmanya inilah yang adil.
    MENURUT ANDA: Dengan itu anda menuduh Tuhan orang lain kejam, sementara Tuhan anda tidak ? Jika Tuhan anda tidak kejam, Dia akan mengampuni dikali yg pertama. Tapi apakah Tuhan anda punya sifat Pengampun ?

    KOMENTAR 12: Tentu saja saya tidak bermaksud sungguh2 mengatakan Tuhan kejam. Saya mengatakan itu supaya ada penjelasan yang benar dan masuk akal tentang apa yang menjadi topik permasalahan yang kita perbincangkan. Jika itu tidak mampu dijelaskan, maka Tuhan tetaplah Tuhan yang Maha penyayang dan pengampun. Mengampuni di kali pertama? Ini tidak adil bung! Walau Tuhan sebenarnya berhak untuk melakukan apa saja. Tapi Tuhan memberi teladan bagi semua ciptaanNya. Yang salah harus dihukum. Tapi hukuman Tuhan seperti orang tua yang mencubit anaknya. Tentu akan aneh kalau selamanya Tuhan mencubit kan? He he he :d

  73. On November 9th, 2010 at 4:57 pm bodogendeng Says:

    jadi memang ya yang membunuh sapi adalah jalan menuju neraka
    apakah dapat beli dapat sumbangan apalagi dapat nyolong
    wah-wah jalan mulus menuju neraka, jalan tol.
    ternyata makanan menuju neraka enaka banget kaya bakso sapi

    kapan ya hari penentuan sorga dan neraka
    apakah setelah bumi ini penuh kuburan orang-orang muslim
    mohon ada yang membahas,kecuali tidak boleh dijelaskan

  74. On November 10th, 2010 at 8:36 am Sutha Says:

    @Ardhani
    Senang sekali melihat anda menunjukkan sisi toleran anda. saya juga tidak makan daging babi(tapi bukan vegetarian). Hal ini sudah dilakukan duluan oleh orang tua saya, jadi saya salah satu dari beberapa orang beruntung yang bisa tidak makan daging sapi&babi dari lahir. Biar ga kalah sama di india dimana muslimnya menghormati hindu dengan tidak menyembelih sapi, dan juga Hindunya tidak memakan daging babi(tidak di semua daerah).
    Walaupun lingkungan saya tidak ada muslimnya.
    Pertanyaan anda sepertinya lebih cocok dijawab saudara Putratridharma karena beliau lebih bijak masalah kitab2 suci. Saya tidak banyak punya kitab asli.
    Ok bro? silahkan lanjut

  75. On November 10th, 2010 at 5:01 pm ardhani Says:

    @Putratridharma & bodogendeng

    ============= KOMENTAR 1:
    Keberuntungan atau kemalangan dalam kelahiran satu entitas hidup (mahluk) logisnya adalah karena ada penyebabnya. ADA SEBAB ADA AKIBAT. Hukum karmaphala. Inilah yang logis untuk menjelaskan keadilan Tuhan. Kalau tidak ada penjelasan begitu maka Tuhan berarti sudah berbuat semena-mena kepada hambaNya.

    *******Ardhani :
    Logis itu jika mengunakan standart pikiran manusia.
    Bagi anda (baca : manusia) hal itu perlu sebab akibat untuk terpenuhinya kelogisan atau ketidak logisan, karena anda tidak tahu tentang masa depan.
    Tetapi itu tidak berlaku bagi Tuhan.
    Tuhan yg Maha Tahu sejak sebelum penciptaan, telah mengetahui nasib akhir dari semua ciptaanNya, meskipun mereka belum diciptakan
    Tidak ada bedanya bagi Tuhan, ruh si A atau si B mau ditempatkan dalam kondisi kelahiran yg menyenangkan ataupun menyedihkan, karena Dia telah tahu, si A takdirnya akan jadi orang baik meskipun ditempatkan dalam keluarga penjahat, sedang si B kesudahannya akan jadi orang celaka meskipun dilahirkan diantara keluarga brahmana. Ataupun jika mereka ditempatkanNya diposisi yg sebaliknya.
    Sebutir mutiara tidak akan kehilangan pamornya meskipun dibenamkan ke dalam Lumpur yg pekat. Demikian juga seonggok bangkai akan tetap menebarkan aroma dan pemandangan menjijikkan meskipun ditempatkan didalam kotak berlapis emas permata.
    Anda tidak bisa mendikte Tuhan karena Dia telah tahu segalanya tentang mahkluk.
    Anda juga tidak bisa mengatakan Tuhan semena – mena karena KeMaha TahuanNya.
    Semua itu Hak Tuhan yg tidak perlu anda ikut2an sok mencampurinya.
    NGIMPIIII…..!!

    Setidaknya anda bisa berfikir sedikit sehat, jika diawal penciptaan ruh, ketika belum ada amal baik dan buruk yg sebelumnya dilakukan oleh para ruh / atman, Tuhan berhak penuh untuk menempatkan para ruh itu dalam kondisi2 kelahiran yg semata2 ditentukanNya sendirian.
    Maka mengapa anda kira setelah itu Tuhan tidak punya hak lagi untuk menentukan kondisi2 kelahiran kembali yg kedua, ketiga, keempat dan seterusnya dari para ruh / atman ?
    Apa anda kira Tuhan kehilangan hak preogratifnya mengatur para ruh hanya karena adanya prinsip karmaphala (yg sebenarnya sudah dibalas secara tuntas dan adil di surga atau neraka) ?

    ==================KOMENTAR 2:
    Anda ingin lahir jadi : orang baik, kaya, jadi anak raja, tampan, umur panjang, alim, dst. Mengapa tidak? Setelah orang saleh (Anda) menikmati kemewahan surga, dia akan lahir dengan penuh keberuntungan material seperti itu. Inilah hukum karma. Kelahiran itu tidak selamanya dalam keluarga atau di Indonesia. Anda lahir di Kutub Utara juga dimungkinkan. Bergantung karma yang Anda perbuat. Lebih dari keberuntungan yang Anda sebutkan itu pun mungkin akan Anda dapatkan. Berbuatlah terus hanya hal-hal yang saleh saja, maka lebih dari yang anda sebutkan akan tercapai. Orang jahat tidak akan mencapai itu. Tapi keberuntungan material itu bukan tujuan dalam agama Hindu karena itu hanya sementara (semu).

    ********** Ardhani :
    Komentar anda tidak mengena dengan pertanyaan saya,
    Saya bertanya untuk suatu kepastian yg mutlak,
    Anda menjawab dengan kemungkinan yg relatif.
    Itu artinya manusia sepenuhnya tidak bisa mengatur mau jadi apa dirinya dalam kelahiran kembalinya secara tepat,
    Orang hanya bisa berharap, tetapi yg paling tidak dapat dipungkiri adalah : TUHAN YG MENENTUKAN.
    Terus mengapa anda masih ngeyel tidak bisa menerima jawaban muslim, bahwa semua itu terserah Kehendak Tuhan ???

    ========== KOMENTAR 3:
    Anda mempermasalahkan korelasi antara penyembah Tuhan sejati dengan kebiasaan tidak makan daging dan produk2 hewani. Sangat berkorelasi karena semua tokoh-tokoh suci yang merupakan guru kerohanian bonafide dalam Hindu itu pasti vegetarian. Saya tidak tahu kalau sufi2 tingkat tinggi di Islam apa mereka makan daging atau tidak.

    ********** Ardhani :
    Tetap saja tidak ada korelasi,
    Para tokoh sufi yg termulia dalam Islam masih tetap memakan daging, mereka tidak akan mengharamkan apa yg dihalalkan Allah pada diri mereka sendiri, dan mereka juga tidak akan mengajarkan yg seperti itu pada para pengikutnya.
    Bahkan ada riwayat, syech Abdul Qadir Jailani, setelah makan daging ayam hingga tulang2nya, beliau menghidupkan kembali ayam itu.
    Soal benar atau tidaknya, wallahualam
    Bahkan Tokoh Nabi suci seperti Nabi Isa as / Yesus yg dianggap Tuhan oleh orang Kristen, masih makan daging juga (setidaknya daging ikan), yg bisa anda baca di injil
    Para murid2nya pun tidak pernah mengharamkan daging binatang pada pengikutnya, kecuali yg memang diharamkan.
    Ada ucapan Yesus dalam injil yg baik buat anda renungkan :
    “Bukan yg masuk mulut yg menjiskan orang, tetapi yg keluar dari mulut itulah yg menajiskan orang.”

    ============= KOMENTAR 4.
    Anda meminta saya untuk berfikir logis: Jika Tuhan menciptakan binatang2, yg semuanya dilarang manusia memakannya, terus apa gunanya binatang2 itu diciptakan? JAWAB: mereka para binatang lahir adalah untuk menjalani karmaphala. Sama seperti kita juga lahir untuk menjalani karmaphala. Kita manusia hanya sedikit lebih beruntung saja dari para binatang karena bungkus atau baju pembungkus roh ini bermerek manusia. Mereka suatu saat juga akan mencapai kelahiran manusia melalui 3 pintu gerbang: sapi, singa, dan monyet.

    ************* Ardhani :
    Binatang menjalani karmaphalanya sendiri2 ??
    Itu tidak ada dalam ajaran Islam. Makhluk dimintai pertanggung jawaban akibat pemberian akal pikiran dari Tuhan kepada mereka. Apakah binatang mempunyai akal pikiran sehingga segala tindakan mereka harus dipertanggungjawabkan melalui mekanisme karmaphala ?

    Amal apa yg harus dilakukan oleh binatang agar terlahir kembali sebagai manusia ?

    =========== KOMENTAR 5:
    ……..Makanya dalam Ayur Veda (kitab ilmu pengobatan Hindu) kencing dan kotoran sapi, susu sapi menjadi unsur utama.

    ********* Ardhani :
    Berapa persen petani Hindu India yg saat ini masih setia menggunakan sapi untuk membajak tanah pertanian mereka ?
    Apakah bukan malah diganti dengan traktor atao alat bajak modern lainnya ?
    Kalo di desa2 di jawa sih saya sudah jarang sekali melihat sapi digunakan untuk membajak sawah.

    Mungkin Tuhan menciptakan manfaat dalam kencing dan kotoran sapi, namun bagi muslim yg namanya kencing dan kotoran apapun itu adalah najis
    Masih banyak obat berkhasiat dari bahan lain yg tidak mengandung najis untuk digunakan.

    ========KOMENTAR 6:
    He he he anda berpikir kalau binatang tidak disembelih maka manusia akan terdesak hidupnya oleh binatang. Itu sih akal-akalan kalian saja untuk menghalalkan penyembelihan binatang. Anda jangan khawatir, ambil saja sampelnya: di tempat sapi dilindungi, tidak pernah ada rebutan daun-daunan antara manusia dengan sapi. Tuhan sudah mengatur kok melalui keseimbangan alam yang sudah Beliau rancang dengan sangat sempurna. Jika manusia tidak ada, maka alam tidak akan kenapa2. Buktikanlah sebuah pulau dikosongkan dari mahluk yang namanya manusia. Di tempat itu banyak binatang termasuk sapi. Apa yang terjadi setelah beberapa tahun? Apa binatangnya menjadi begitu padat dan harus bertransmigrasi ke kampung Anda? Kalau soal mengurangi populasi, Tuhan paling ahli bung…. Contoh terdekat: Blaaarrrr tsunami di Aceh berapa yang berkurang populasinya? Glegarrrr gempa di Jogja, wussss merapi memuntahkan wedhus gembel, dan lain-lain…..
    MENURUT ANDA: Sumber daya nabati terbatas, tidak mampu mencukupi ledakan jumlah manusia dan binatang. Anda bisa memberi solusi? Apa anda masih bisa berfikir logis?

    *********** Ardhani :
    Teori anda tidak pernah terbukti,
    Kondisi ideal tidak ada satupun binatang yg dibunuh oleh manusia tidak pernah terjadi di dunia ini.
    Jadi pendapat anda tidak lebih dari sebuah : ngimpiiii !
    Salah satu tujuan penciptaan binatang adalah untuk diambil manfaatnya, baik itu dagingnya atau yg lain2nya.
    Kalau tujuan itu tidak dilaksanakan oleh manusia, maka akan terjadi ketidak beresan dari system kehidupan. Itu juga berlaku bagi sapi maupun binatang lainnya.
    Contoh sederhana saja,
    Jika membunuh binatang itu tidak diperbolehkan Tuhan, bagaimana mengatasai masalah binatang kecil yg menjengkelkan ini : NYAMUK ?
    Anda yg paling vocal sebagai pendukung gerakan anti membunuh binatang pun tidak akan bisa menghindar dari pembunuhan terhadap binatang satu ini.
    Dosa apa yg ditanggung oleh manusia yg membunuh nyamuk ?
    Tidak dosakah ? atau nyamuk tidak bisa disebut binatang ??

    =========KOMENTAR 7:
    Lahan begitu luas. Apa yang dikhawatirkan? Tubuh Anda tidak minta daging kok. Yang diminta adalah protein. Ini bisa diperoleh dari tumbuhan (kacang2an dan susu). Masyarakat tidak mengkonsumsi daging, maka otomatis sumber proteinnya dari tumbuhan. Kalau seperti itu, maka permintaan protein nabati akan meningkat, kalau permintaan meningkat maka harga juga bagus, kalau harga bagus maka petani akan menanam sumber protein itu, kalau petani banyak yang menanam sumber protein itu maka harga akan terkontrol (tidak terlalu tinggi atau tidak terlalu rendah). Inilah yang namanya logis….

    ******* Ardhani :
    Anda tidak mempertimbangkan bahwa lahan yg luas bisa menjadi sempit karena manusia harus berbagi lahan dengan binatang2 yg semuanya berkembang biak.
    Penduduk Indonesia sepuluh tahun yg lalu 212 jutaan jiwa, sensus kemarin sudah menjadi 230 jutaan jiwa. Pertumbuhan masih sebesar itu walau diimbangi angka kematian yg tinggi baik karena usia tua, penyakit ataupun bencana alam.
    Itu baru satu jenis spesies bernama manusia, di bumi Indonesia, dalam jangka waktu sepuluh tahun. Bagaimana jika spesises binatang2 yg lain ikut diperhitungkan angka pertumbuhannya dengan aturan tanpa boleh dikonsumsi ?
    Di seluruh negara ? dalam waktu 1.000 tahun, 5.000 tahun kedepan ?
    Kalo lahan menjadi semakin terbatas, petani mau menanam dimana meskipun harga sedang bagus2nya ? di bulan ato di planet lain ??

    =========KOMENTAR 8:
    Saya mencurigai kalau terjemahan itu tidak otentik alias sudah diplintir. Kalaupun memang seperti itu terjemahannya, maka perlu ada penjelasan oleh ulama besar. Dan kalaupun ulama besar sudah membenarkan kalau memang seperti itu artinya atau penjelasannya, maka saya melihatnya inilah kekurang lengkapan dari kitab Anda. Iya karena kitabnya hanya satu buah kan? Logiskah kalau kitab yang semata wayang itu memuat hal yang lengkap? Saya ngeri membaca Tuhan berfirman ada kata menyembelih… ihhhh

    ******* Ardhani :
    Silahkan anda curigai, Al Quran ada tersedia buat anda kapan saja dengan teks arabnya yg otentik seperti sejak pertama diturunkan.
    Anda boleh mengkajinya kembali sepuas anda, tidak ada yg perlu ditutupi

    Mengapa kata “menyembelih” tidak pantas diucapkan Tuhan ??
    Penyembelihan adalah cara mematikan hewan yg paling hygienis dan bermoral.
    Coba anda bandingkan dengan peradaban2 lain bagaimana cara mereka membunuh binatang.

    =============KOMENTAR 9:
    Oh ini sangat logis menurut Anda: kalau anda berpikir begitu berarti Anda berniat memakan daging babi juga karena babi yang jaman nabi muhammad dulu berbeda dengan babi jaman sekarang he he he. Kok logikanya jongkok sih? Bung, kami tidak meniru apa yang dilakukan oleh Tuhan dan orang-orang suci jaman dulu. Tapi kami melaksanakan apa yang diajarkan. Kalau Tuhan mengajarkan bahwa sapi itu suci dan harus dilindungi maka akan kami lakukan. Kalau Tuhan menjelaskan bahwa makanan yang baik adalah makanan nabati dan sudah dipersembahkan, maka kami akan lakukan seperti penjelasanNya.

    *********** Ardhani :
    Kasus haramnya babi itu beda jauh dengan pengistimewaan sapi oleh orang Hindu.
    Babi diharamkan sebagai babi, di jaman apapun babi tetap babi.
    Sedangkan sapi istimewa karena ada satu masa dimana ia dikultuskan.

    ========KOMENTAR 10:
    Sloka2 Veda anti makan daging

    ********** Ardhani :
    Pemaksaan !
    Lihat sloka2 lainnya yg saya temukan, dibawah ini :
    JREEENNGGG…….!

    ==========KOMENTAR 11:
    Orang yang bersalah tentu harus mendapat hukuman kan? Tapi hukuman yang adil adalah hukuman yang setimpal. Berdosa limapuluh tahun dengan dosa yang paling keji pun kalau diganjar hukuman yang abadi itu tidak adil bung. Yang adil adalah diganjar hukuman berat tetapi setelah itu mendapat kesempatan lagi untuk memperbaiki karmanya inilah yang adil.

    ********** Ardhani :

    Tuhan lebih tahu keadaan makhluk.
    Roh orang yg pada dasarnya emang bejat, dikasih kesempatan jutaan kali akan tetap sama, bejat.

    Dan jika kamu melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata: “Kiranya kami dikembalikan dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman”, .
    Tetapi telah nyata bagi mereka kejahatan yang mereka dahulu selalu menyembunyikannya . Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya. Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta belaka.
    (QS 6:27-28)
    Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang lebih mengetahui tentang orang yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia lebih mengetahui tentang orang orang yang mendapat petunjuk.
    (QS 6:117)

    ========KOMENTAR 12:
    Tentu saja saya tidak bermaksud sungguh2 mengatakan Tuhan kejam. Saya mengatakan itu supaya ada penjelasan yang benar dan masuk akal tentang apa yang menjadi topik permasalahan yang kita perbincangkan. Jika itu tidak mampu dijelaskan, maka Tuhan tetaplah Tuhan yang Maha penyayang dan pengampun. Mengampuni di kali pertama? Ini tidak adil bung! Walau Tuhan sebenarnya berhak untuk melakukan apa saja. Tapi Tuhan memberi teladan bagi semua ciptaanNya. Yang salah harus dihukum. Tapi hukuman Tuhan seperti orang tua yang mencubit anaknya. Tentu akan aneh kalau selamanya Tuhan mencubit kan? He he he :d

    ************ Ardhani :
    Apakah anda mengharapkan segala sesuatu tentang Tuhan harus dapat dijelaskan ??
    Bagi saya tidak, Tuhan tetaplah Tuhan dengan segala otoritas kemandirianNya, walau ada sesuatu yg kelihatan tidak masuk akal ataupun tidak adil dalam pandangan manusia.
    Adilnya Tuhan =/= adilnya manusia.
    Hindu tidak bisa memberi jawaban ketika ditanyakan hubungan keadilan Tuhan dengan sifat Maha PengampunNya.
    Islam memberikan jawaban jelas : Allah telah menetapkan untuk DiriNya sendiri : “RahmatKu diatas MurkaKu”
    Jadi seadil-adilnya keadilan yg dituntut oleh Tuhan, RahmatNya tetap diatas segalanya.

    Wassalam.

    @Bodogendeng :

    jadi memang ya yang membunuh sapi adalah jalan menuju neraka
    apakah dapat beli dapat sumbangan apalagi dapat nyolong
    wah-wah jalan mulus menuju neraka, jalan tol.
    ternyata makanan menuju neraka enaka banget kaya bakso sapi
    kapan ya hari penentuan sorga dan neraka
    apakah setelah bumi ini penuh kuburan orang-orang muslim
    mohon ada yang membahas,kecuali tidak boleh dijelaskan

    ******** Ardhani :

    Baca dulu copas yg dibawah ini :
    Jreeennnnggggg……!
    He..he…

    Hari penentuan sorga dan neraka ?
    Untuk itu hanya Allah yg tahu.
    Kalo anda kurang kerjaan, silahkan dibahas.
    Jawaban saya tetap tidak berubah : GAK TAHU.

    Wassalam.

  76. On November 10th, 2010 at 5:28 pm ardhani Says:

    “Vegetarian, Makanan Religius? Bukan! Ia Cuma Pilihan Selera Makan..Ngga Lebih Dari Itu!”

    Sayur dan buah jelas bermanfaat bagi kesehatan namun entah mengapa sekelompok orang gemar sekali membonceng issue global warming dan mengkampanyekan vegetarian sebagai cara paling ampuh untuk menyelamatkan Bumi.

    Di artikel sebelumnya sudah kita bedah bahwa ternyata global warming sendiri merupakan bagian dari siklus alam.
    Disamping issue global warming, kelompok inipun gemar menggunakan pendekatan keagamaan dengan embel-embel vegetarian lebih suci daripada makanan lainnya [daging] namun inipun hanyalah kedok yang menyesatkan berbalut kepentingan bisnis/aliran semata.

    Vegetarian mempunyai sejarah panjang dan telah ada sebelum tahun masehi. Sebelum tahun 1847, kata ‘Vegetarian’ tidaklah dikenal. Mereka yang tidak makan daging disebut sebagai ‘Pythagorean’ atau kelompok aliran Pythagoras.

    Istilah vegetarian, pertama kali diproklamirkan oleh Joseph Brotherton dan rekan dihadapan Masyarakat Vegetarian Inggris, Northwood Villa, Kent, Inggris, pada tanggal 30 September 1847.
    Vegetarian berasal dari bahasa Latin ‘vegetus’ yang artinya keseluruhan, sehat, segar, hidup. Definisi ‘vegetarian’ menurut Vegetarian Society yang masih digunakan hingga kini adalah hidup dengan mengkonsumsi padi, biji, kacang-kacangang, sayuran dan buah dengan/tanpa susu dan telur atau produk olahannya. Kemudian, definisi vegetarian mengalami diversifikasi, sebagai berikut:

    • Pesco/pollo vegetarian (semi-vegetarian), tidak mengkonsumsi daging merah namun masih mengkonsumsi daging tertentu misalnya daging ayam dan ikan [kelompok daging putih]

    • Lacto-ovo vegetarian, tidak mengkonsumsi daging merah dan putih namun masih mengkonsumsi telur dan produk susu. Yang mengkonsumsi susu dan menghindari telur disebut lacto-vegetarian, sedangkan yang mengkonsumsi telur dan menghindari susu disebut ovo-vegetarian.

    • Vegan [Vegetarian murni] hanya mengkonsumsi biji-bijian, kacang-kacangan, sayur-sayuran dan buah-buahan tidak mengkonsumsi produk hewani termasuk gelatin, keju, yogurt. Mereka juga menghindari madu, royal-jeli dan produk turunan serangga. Beberapa Vegan bahkan tidak memakan bawang. Aliran Advent masih membolehkan minum anggur. Sebagian dari vegan juga tidak menggunakan produk hewani seperti kulit hewan ataupun kosmetik yang mengandung produk hewani.

    Kata Vegan merupakan pemotongan kata Vegetarian yang diperkenalkan pertamakalinya oleh Donald Watson saat mendirikan Vegan society di Inggris pada tahun 1 November 1944. Tanggal itu kemudian dijadikan tanggal peringatan World Vegan Day

    Definisi Vegan, selain yang telah disebutkan di atas masih memiliki kekhususan, yaitu:

    o Fruitarian, juicetarians, mengkonsunsi buah-buahan tidak termasuk sayuran. Ada yang menolak makan buah2an yang berisi biji, itu termasuk menolak memakan biji/benih lainnya. Ada yang hanya memakan buah yang jatuh ke tanah saja (tidak dipetik/dicabut [misalnya umbi2an]). Alasan tidak memakan buah yang bersisi biji, biji2an, termasuk memetik/mencabut karena dianggap melakukan pembunuhan juga. Ajaran ini berasal dari Jainisme. Mahatma Gandhi pernah 5 tahun berpola hidup frutarian namun kemudian berhenti karena diare.

    o Raw Vegetarian, hanya memakan sayuran dan tumbuhannya namun tidak dimasak [walaupun sebagian membolehkan dimasak asal tidak lebih dari 46/48 °C (115/118 °F)]

    Asal-Usul Vegetarian

    Yunani kuno dan Romawi kuno memuja banyak Dewa-Dewi. Apollo adalah salah satunya [sekitar 1100 SM], Ia merupakan dewa dengan banyak gelar, di samping sebagai dewa cahaya, matahari, kebenaran, ramalan, obat dan pengobatan, kesehatan, puisi dan lainnya ia juga merupakan ksatria penakluk musuh yang hebat. Lambang Apollo adalah panah dan Gendewa.
    Pada saat perayaan, kurban binatang dipersembahkan di kuil Dewa Apollo hingga kemudian Phytagoras (570-c. 495 BC) mempersembahkan tumbuhan dan wewangian di kuil itu. Sejak itulah Kuil Dewa Apollo di Delos, melakukan upacara kurban persembahan tanpa daging dan Raja Yunani pun meresmikan ritual vegetarian sebagai bagian dari agama yunani.
    Persembahan kepada Dewa Apollo berupa daun salam. persembahan daun itu sebagai tanda peringatan kisah Apollo & Daphne, yaitu kisah kegagalan Apollo mempersunting Bidadari cantik bernama Daphne. Kisah ini bermula karena penghinaan Appolo pada senjata milik Cupid, sang dewa Asmara. Cupid kemudian menembak Daphne dengan panah timbal [untuk membenci] dan menembak Apolo dengan panah emas [untuk mencintai]. Ini kemudian membuat Daphne membenci Apollo. Appolo pernah tidak putus asa, Ia terus mengejar dan memohon Daphne untuk bersedia menjadi istrinya. Kadang pengejaran ini menjadi lomba lari.
    Saat ketika Appolo hampir dapat menawan Daphne. Sang Bidadari itu berteriak memohon pertolongan ayahnya, Dewa Pheneus, membukakan tanah agar ia bisa sembunyi atau merubah bentuknya supaya tidak dikenali dan lolos dari Apollo. Permohonan itu rupanya terkabul, tiba-tiba tangan Daphne berubah menjadi bercabang dan berdaun. Ia tidak bisa berlari karena kakinya masuk ke dalam tanah dan menjadi akar. Bahkan ketika menjadi pohonpun ia tetap masih menjauhi Apollo, yang ketika itu tengah berduka atas apa yang terjadi. Apollo kemudian menganugerahinya keabadian dan menyatakan bahwa daun pohonnya kelak akan selalu digunakan sebagai mahkota bagi para pemenang. Hingga kini daun salam dikenal daun yang tidak busuk.

    Phytagoras adalah seorang filsuf Yunani. Setelah Cambyses [Kambūjiya, persia lama] menginvasi Mesir, selama 22 tahun Phytagoras belajar bersama para Magi tentang rahasia Chaldean, Ia kemudian ke Persia dan setelah itu ke India, tempat dimana para Jainis dan Buddhis berkembang pesat. Phytagoras datang ke India sebagai murid namun pulang sebagai guru yang dikenal sebagai Yavanacharya, “Guru dari Ionian”. Salah satu ajarannya yaitu pola hidup vegetarian. [NOTE: Yavana juga merujuk pada arti semua bangsa-bangsa non India dan belum tentu berarti Yunani, menurut definisi kitab Gautama Dharmasutra: kaum Yavana adalah semua yang Ayahnya Ksatriya dan Ibunya Sudra]
    Namun menurut Voltaire (The Philosophy of History p. 527), Para Yunani kerap bepergian ke India sebelum Pythagoras melakukan itu. Tak heran jika kemudian sekumpulan orang yaitu: Richard Garbe (Philosophy of Ancient India, pp. 39 ff), Colebrooke (Miscellaneous Essays, i. 436 ff.), Sir William Jones (Works, iii. 236), Professor Maurice Winternitz (Visvabharati Quarterly Feb. 1937, p. 8),Hopkins (Religions of India, p. 559 and 560) and Macdonell (Sanskrit Literature, p. 422) menyatakan bahwa ajaran-ajaran dari Thales, Pythagoras, Socrates dan Plato [Ajaran Orphic, Pythagoras, Neo-Platonism, Stoicisme] memiliki banyak kesamaan dengan aliran tradisi India [Samkhya, Upanisad dan Buddhisme]

    [Sumber: Professor H. G. Rawlinson, Legacy of India 1937, p. 5; ON HINDUISM Reviews and Reflections, RAM SWARUP, Forward by DAVID FRAWLEY; Apollonius of Tyana, by G.R.S. Mead; Phytagoras; ARCHAIC HISTORY; Eastern Religions and Western Thought, Dr. Sarvepalli Radhakrishnan p. 143; In Search of The Cradle of Civilization: New Light on Ancient India, George Feuerstein, Subhash Kak & David Frawley p. 252]

    Jika praktik hidup vegetarian adalah berasal dari india, maka ajaran India manakah yang saat mendukung praktek vegetarian?

    HINDU :

    Di website ini(WWW.ngarayana.web.ugm.ac.id) anda akan temukan eksploitasi paksa sloka-sloka Veda yang dianggap sebagai larangan mengkonsumsi daging dan pembantaian binatang namun ternyata di kitab Veda yang sama, berserakan pula sloka-sloka yang mendukungan aktivitas persembahan dan mengkonsumsi daging. Berikut beberapa sample slokanya:


    o “[..]Secara keseluruhan memakan daging tidaklah sepenuhnya dilarang; sekelompok kelas manusia diperbolehkan makan daging menurut beberapa kondisi tertentu. Sejauh pertimbangan pada makan daging, makan sapi dilarang, kemudian di Bhagavad Gita, Krishna secara personal menyatakan pada go-raksyam, pelindung sapi. Pemakan daging, menurut keadaan kalian dan juga sastra, di perbolehkan makan daging namun bukan daging sapi. Sapi mesti diberikan perlindungan[..]“

    Kemudian, Vikuksi, anak raja Iksvaku pergi ke hutan dan membunuh banyak binatang yang cocok untuk persembahan. Namun ketika lelah dan lapar ia lupa dan memakan seekor kelinci yang telah dibunuhnya. Vikuksi menawarkan sisa-sisa buruannya pada Raja Iksvaku, yang kemudian memberikannya pada Rsi Vasistha untuk diberkati. Namun Vasitha mengetahui bahwa sebagian dari daging itu telah diambil oleh Vikuksi oleh karenanya ia katakan bahwa pemberian ini tidak pantas untuk upacara Sradha [Srimad Bhagavatam/Bhagavata Purana, 9.6.7-8].

    Sehubungan dengan ayat di atas, Pendiri sekte Gaudiya Vaisnawa yang juga merupakan Tuhan dari aliran Hare Krishna, yaitu Sri Caitanya Mahaprabhu [1486 M – 1534 M)mengatakan,
    o

     With sesame seeds and rice and barely and Masha and water and roots and fruits, if given at Shraddhas, the pitris, O king, remain gratified for the period of a month.

     With fishes offered at Shraddhas, the pitris remain gratified for a period of two months.

     With the mutton they remain gratified for three months and

     with the hare for four months,

     with the flesh of the goat for five months,

     with the bacon (meat of pig) for six months, and

     with the flesh of birds for seven.

     With venison obtained from those deer that are called Prishata, they remaingratified for eight months, and

     with that obtained from the Ruru for nine months, and

     with the meat of Gavaya for ten months,

     With the meat of the bufffalo their gratification lasts for eleven months.

     With beef presented at the Shraddha, their gratification, it is said , lasts for a full year. Payasa mixed with ghee is as much acceptable to the pitris as beef.

     With the meat of Vadhrinasa (a large bull) the gratification of pitris lasts for twelve years.

     the flesh of rhinoceros, offered to the pitris on anniversaries of the lunar days on which they died, becomes inexhaustible.

     The potherb called Kalaska, the petals of kanchana flower, and meat of (red) goat also, thus offered, prove inexhaustible.

     So but natural if you want to keep your ancestors satisfied forever, you should serve them the meat of red goat.

    [Anushashan Parva chapter 88]

    “Yudhishthira said, “O thou of great puissance, tell me what that object is which, if dedicated to the Pitiris (dead ancestors), become inexhaustible! What Havi, again, (if offered) lasts for all time? What, indeed, is that which (if presented) becomes eternal?”
    “Bhishma said, “Listen to me, O Yudhishthira, what those Havis are which persons conversant with the rituals of the Shraddha (the ceremony of dead) regard as suitable in view of Shraddha and what the fruits are that attach to each.

    o Ramayana:
    ‘Hanya lima diantara semua binatang yang bercakar/jari lima dapat di makan oleh para Brahmana dan Ksatriya, Raghava: Landak, sejenis landak, kadal, kelinci dan yang kelima adalah kura-kura [Ramayana 4:17:34]

    o Rama, Lakshmana dan Sitha mengunjungi Petapa Suthikshna dipertapaannya. Sang petapa prihatin karena Rama berburu banyak sekali rusa yang ada di pertapaan. Rama berjanji tidak akan membunuh rusa yang menyebabkan sang petapa tersinggung [Aranyakanda Canto VII:13-24]

    o Mahabharata:
    Diskusi antata Raja Dharma Yudhishthira dan Bisma mengenai makananan apa yang seharusnya dipersembahkan pada Leluhir selama perayaan kematian agar mereka puas.

    o Variasi suguhan yang berasal dari tumbuh2an hanya menyenangkan leluhur 1 bulan lamanya, kemudian suguhan daging bervariasi dari 2 bulan hingga tak terhingga waktunya.

    o Suguhan yang terhingga adalah dengan menyuguhkan daging badak dan terlebih lagi bila menyuguhkan daging kambing merah. Berikut kutipan percakapannya:

    • 17-8
    ayuh-sattva-balarogya-
    sukha-priti-vivardhanah
    rasyah snigdhah sthira hrdya
    aharah sattvika-priyah

    • Makanan yang meningkatkan kehidupan, kekuatan, vitalitas, kesehatan, kegembiraan dan kesenangan, yang terasa lezat, lembut, menyegarkan dan enak, disukai oleh para sattvika.

    • 17-9
    katv-amla-lavanaty-usna-
    tiksna-ruksa-vidahinah
    ahara rajasasyesta
    duhkha-sokamaya-pradah

    • Makanan yang pahit, masam, asin, pedas, kebanyakan rempah-rempah (bumbu), keras dan hangus, yang menyebabkan penderitaan dan penyakit serta kesusahan, disukai oleh kaum rajasa.

    • 17-10
    yata-yamam gata-rasam
    puti paryusitam ca yat
    ucchistam api camedhyam
    bhojanam tamasa-priyam

    • Makanan yang basi, kehilangan rasa, busuk, berbau, bekas sisa dan tidak bersih adalah yang disukai para tamasa.
    • Rig Veda:

    [..]Vrsakapayi yang makmur, yang diberkati dengan putra2 dan menantu2, Indra akan menerima [makan] banteng-bantengmu, persembahan mulia dan tulus darimu. Indra adalah yang tertinggi dari semuanya. Lima belas jumlahnya, kemudian, untukku sejumlah sapi mandul telah disajikan mereka, karenanya ku pilih [u/ di telan] yang gemuk daripadanya: mereka telah memenuhi perut ku dengan makanan.[..][RV 10.86.13-14]

    • [..]Pujian bagi yg wafat kan ku lantunkan dihadapannya. Tetua yang menyukai ini, semoga ia dengar pujian kita. Semoga menggapai dekat hatinya dan tergerak karena cinta, bagai pemudi yang berhias rapi ketika berada dekat pujaannya. Ia yang padanya kuda-kuda, banteng-banteng, sapi-sapi dan biri-biri, sebagaimana mestinya tersusun, dipersembahkan -pada agni, sari soma, peminum sari buah, pemberi, dengan tulus kubawakan pujian ini [..][RV 10.91.13-14]

    • Ritual Veda Gaomeda, atau ritual dengan mempersembahkan sapi, merupakan ritual standar upacara seperti Raja surya dan/atau Ashwameda yang diakhiri dengan pemotongan kuda jantan. Gambaran ritual yang agak berlumur darah itu dapat dilihat di RV 1.162.9-22

    • Brahmanas:
    Menyalakan api menyambut kedatangan beberapa raja adalah sebanding dengan memotong banteng atau sapi menyambut seorang raja atau orang terhormat lainnya [Aiteriya Brahmana, 1.15],

    • Penghormatan pada Rsi Agastya dilakukan dengan memotong ratusan banteng [Taiteriya Brahmana, II.1.11.1; Panchavinsha Brahmana,XXXI.14.5]

    • Yajnavalkaya sang bijaksana menyatakan jikapun sapi adalah pembantu bagi banyak orang, Ia akan memakan dagingnya jika itu lezat. [Satapatha Brahmana,III.1.2.21]

    • Sapi dapat dipotong untuk beberapa persembahan, bukan hanya untuk keperluan religi, namun juga jika seorang memotongnya dan memakan dagingnya [Satapatha Brahmana, IV.5-2.1]

    • Banteng dan kambing gemuk dapat di korbankan untuk menghormati tamu penting [Satapatha Brahmana, II.4.2 of the same Brahmana]

    • Upanisad:
    Pasangan muda dapat makan malam daging sapi atau anak lembu tertentu jika mereka menginginkan anak lelaki sebagaimana yang disebutkan di kitab-kitab veda [Brihadaranyaka Upanishada (VI.4.18), Robert Trumbull, As I see India, London, 1957, p. 241].

    • Jika seorang laki-laki berharap bahwa seorang putra terlahir baginya dan kelak menjadi seorang pelajar terkenal, seringlah berkata-kata baik, murid dari semua Veda dan yang menyukai hidup yang baik, Ia seharusnya memasak nasi dengan lauk sepotong daging banteng muda, atau bagi yang berusia lanjut, Ia dan istri seharusnya makan itu dengan mentega yang disaring. kemudian mereka akan mendapatkan anak seperti yang diharapkan [Brhadaranyaka Upanishad 6.4.18]

    • Purana:
    Alaminya, buah-buahan dan bunga adalah makanan bagi serangga dan burung; Rumput dan mahluk-mahluk tanpa kaki adalah makanan bagi binatang berkaki emapt seperti sapi dan kerbau; Binatang yang tidak dapat menggunakan kaki depannya sebagai tangan adalah makanan bagi binatang seperti macan yang mempunyai cakar; dan binatang berkaki empat seperti rusa-rusa dan kambing-kambing juga beras adalah makanan bagi manusia [Srimad Bhagavatam/Bhagavata Purana, 6.4.9]

    • Beberapa daging seyogyanya selalu dipertimbangkan sebagai dharmic bahkan di jaman kali yuga sekalipun:


    Jika seseorang [tidak sengaja] makan binatang berkuku lima, TERKECUALI kelinci, landak, iguana (sej.biawak), badak, dan kura-kura darat, ia harus berpuasa tujuh hari lamanya. [Vaisnava dharmasastra from Visnu-smrti 51.6]

    • Itihasa:

    Manusmriti
    Yang kesehariannya memakan makanan yang diperuntukkan baginya sebagai makanan, tidak melakukan dosa apapun; Bagi Pencipta, Ia menciptakan keduanya pemakan dan makanan yang mereka makan(5:30)

    • Ia yang memakan daging, ketika ia menghormati Para dewa dan..tidak melakukan dosa, apakah ia yang membawanya sendiri, atau membunuhnya sendiri, atau menerimanya dari orang lainnya [5:32]

    • Seorang lelaki, yang berada pada kondisi tertentu [sedang memimpin, atau makan malam di satu upacara suci] menolak memakan daging, setelah kematiannya Ia akan terlahir menjadi binatang selama 21 kehidupan [5:35]

    • Tumbuh-tumbuhan bumbu, Pohon, Lembu, Burung-Burung, dan binatang lainnya yang dibinasakan sebagai persembahan, dilahirkan di alam yang lebih baik [5:40]

    • Seorang Ksatria, yang mengerti Veda dengan sebenarnya, membunuh binatang untuk tujuan ini [upacara], menyebabkan dirinya dan juga binatang itu diberkati [5:42]

    • Tidaklah berdosa memakan daging, meminum alkohol, dan melakukan aktivitas seksual, karena itu alami bagi mahluk yang diciptakan, namun juga abstain dari ganjaran besar(5:56)

    • Manawa dharmasastra
    Yajnya artham braahmanairwadhyaah
    Prasastaa mrigapaksiinah.
    Bhrityaanaam caiwa writtyartham
    Agastyo hyaacaratpuraa. (V.22).

    • Hewan-hewan dan burung-burung yang dianjurkan boleh dimakan, dapat disembelih oleh para brahmana sepanjang untuk upacara yadnya dan juga diberikan kepada mereka yang patut diberikan. Karena Resi Agastia pun melakukan itu pada zaman dulu.

    • Komentar Adi Sankaracharya [788 M - 821 M] di Bhagavad Gita, bab 17.7-10, tentang klasifikasi makanan ke dalam Triguna: Satvam, rajas dan tamasika. Bahkan Daging-dagingan-pun TIDAK MASUK ke kategori RAJASA ataupun TAMASIKA!. Berikut di bawah ini adalah cuplikan sloka BhagavadGita-nya:

    Jadi, mulai dari Ibu semua Veda, yaitu Rig Veda hingga kepada komentar Adi sankaracharya di Bhagavad Gita memberikan satu kesimpulan yaitu mengkonsumsi daging merupakan hal yang wajar dan praktek Vegetarian BUKANLAH suatu keharusan di Hinduisme. [Bacaan lebih lanjut: "Untouchability, The Dead Cow And The Brahmin"]
    Srila Prabhupada [Pendiri ISKCON atau gerakan hare krishna, pada tahun 1965, Boston, Amerika Serikat] pernah berkata

    “Terkecuali bahwa, sejauh urusan makan daging, semua sapi akan mati, jadi engkau hanya perlu menunggu sebentar, dan akan tersedia begitu banyak bangkai sapi. Kemudian engkau dapat ambil semua bangkai sapi itu dan memakannya.
    Jadi, bagaimana mungkin ini merupakan usulan buruk?
    Jika engkau katakan, “Engkau melarang kita untuk makan daging”.
    Tidak, Kami tidak melarangmu. Kami sederhananya hanya memintamu “Jangan membunuh. Ketika sapi itu telah mati. Engkau dapat memakannya” [Journey of Self Discovery]

    Dalam kesempatan lainnya yaitu ketika Prabhupada meminta Harikesh menjalankan misi “menggalang domba” [baca: Dakwah] di Rusia, Harikesh berkata, “Mereka cuma makan daging”.
    Prabhupada memjawab, “Ya Makan daginglah”. [di ambil dari, ‘Thirty Five Years In Mayapur’]

    Srila Prabhupahada dan Hare Krishna-nya, walaupun banyak menggunakan atribut-atribut Hindu, Ia menolak di kategorikan Hindu. Dalam suatu kesempatan, Ia pernah mengatakan bahwa Hindu sebagai sumber keruntuhan moral dan mengatakan di ceramah-ceramahnya tahun 1967, di New York dia berkata, “Sekalipun memunculkan para sarjana, sanyasin, grihasta dan swami besar, apa yang disebut pengikut agama Hindu semuanya tidak berguna, cabang-cabang kering dari agama Veda.”

    Dalam satu wawancara yang diberikan untuk Bhavan’s Journal tanggal 28 Juni, 1976, dia berkata, “India, mereka telah membuang sistem agama yang sesungguhnya, Sanatana Dharma. Secara takhyul, mereka menerima satu agama campur aduk (a hodgepodge thing) yang disebut Hinduisme. Karena itulah muncul kekacauan.”

    Namun ketika aliran ini mendapatkan kesulitan di Inggris dan di Rusia misalnya ketika menghadapi perkara atas gedung ‘Bhaktivedanta Manor’ di Inggris atau ketika dituntut oleh orang Kristen di Russia dan Polandia (yang menganggap Hare Krishna hanyalah gerakan ‘cult’ dan meminta agar pemerintah melarang mereka). Dalam permohonan kepada hakim dan pemerintah, kata Hindu dipergunakan secara terbuka.

    Dalam kasus-kasus hukum yang lain, termasuk kasus di Mahkamah Agung Amerika Serikat, Hare Krishna berusaha menangkis label “cult” dengan menyatakan dirinya sebagai satu sampradaya Hindu tradisional, dan meminta orang-orang Hindu yang lain untuk menguatkan hal ini di pengadilan.

    Dibali saja organisasi ini sering mengajukan permohonan kepada masyarakat dan pengusaha Hindu untuk bantuan keuangan bagi program sosial dan politik mereka untuk melidungi Hare Krishna dari pelecehan dan tuntutan. [Sekilas Hare Krishna; Juga lihat ini:Krishna/ISKCON]

    Tulisan di atas, menunjukan satu indikasi kuat bahwa bagi aliran Hare Krisna, Vegetarian masih bisa di kompromikan guna keperluan-keperluan tertentu dan bukan sebuah syarat mati.

    =========

    BUDDHISME :

    Dalam suatu perjalanan untuk memperoleh penerangan sempurna, Siddharta Gautama, melewati sekumpulan domba. Para penggembala mengarahkan domba-dombanya ke Rajagaha untuk dikorbankan dalam suatu upacara pembakaran. Satu domba kecil terluka. Karena simpati, Siddhartha menggendong domba itu dan mengikuti para penggembala domba kembali ke kota.
    Di kota, dalam suat pemujaan di rumah pemujaan, terdapat api menyala di atas altar, Raja Bimbisara dan sekelompok pendeta sedang melakukan upacara mereka kepada Dewa Indra diseputaran api. Diseputaran Api itu telah banyak darah mengucur sebelumnya dan ketika seorang pemimpin dari para pemuja api itu mengangkat pedangnya untuk membunuh domba pertama, Siddhartha menghampiri pendeta itu dan meminta kepada raja untuk menghentikannya kemudian membuka tali yang mengikat domaba itu dan tidak ada seorangpun yang sanggup mencegahnya.
    Siddharta meminta ijin raja Bimbisara untuk berbicara dan ini merupakan kotbah pertama Sidharta yang ringkasnya adalah semua dapat bikin musnah jiwa-jiwa mahluk lain namun tidak ada yang dapat bikin hidup mahluk yang sudah mati, Bagi yang ingin dikasihani Dewa-dewa kita juga mesti mengasihani mahluk lainnya, manusia tidak nanti dapat membersihkan jiwa mereka dengan menggunakan darah,
    Sambil menghampiri Raja dengan merangkapkan kedua tangan, ia berkata pula bahwa Alangkah indahnya kalau semua mahluk hidup saling berbuat yang baik terhadap yang lain.
    “Jika manusia mengharapkan belas kasih, mereka seharusnya menunjukkan belas kasih. Sesuai dengan hukum sebab-akibat (karma), mereka yang membunuh makhluk lain akan, pada gilirannya, dibunuh.
    Jika kita mengharapkan kebahagiaan di masa depan, kita tidak boleh melukai semua makhluk. Siapapun yang menabur penderitaan akan menuai buah yang sama. Alangkah indahnya kalau semua mahluk hidup saling berbuat yang baik terhadap yang lain.”
    Ucapan ini mengubah pikiran raja Bimbisara sepenuhnya, Raja Bimbisara kemudian membuat maklumat bahwa sejak saat itu dilarang menumpahkan darah binatang-binatang baik untuk persembahan para Dewa maupun dimakan dagingnya kemudian Ia mengundang Siddhartha untuk tinggal dan mengajari rakyatnya. Tetapi Siddhartha menolak, karena ia belum menemukan kebenaran yang dicarinya. [Lanjutan perjalanan Sidharta Gautama lihat di sini]

    Membaca kisah di atas, maka apakah ini artinya Buddhisme mendukung penuh Praktek Vegetarian?

    Praktik vegetarian bukan bagian dari moralitas (sila) yang merupakan salah satu faktor dari Jalan Mulia Beruas Delapan.
    Sang Buddha menganjurkan kepada semua murid-Nya untuk mempraktikkan Dhutanga [secara harfiah diartikan sebagai latihan untuk menghancurkan kekotoran batin]. Praktik vegetarian tidaklah termasuk dalam faktor dhutanga, yang berarti bukan merupakan faktor penting untuk mengakhiri penderitaan.

    Di Pacittiya Pali, Vinaya Pitaka, disebutkan lima jenis makanan yang biasa disajikan/di Danakan kepada para bhikkhu, yaitu nasi, bubur beras, terigu rebus, ikan, dan daging. Disebutkan pula sembilan jenis makanan yang lebih istimewa, yaitu makanan yang dicampur dengan mentega cair, mentega segar, minyak, madu, sirup gula, ikan, daging, susu, dan dadih. Sembilan jenis makanan tersebut umumnya ditemukan di kalangan keluarga kaya dan mereka juga mendanakannya kepada para bhikkhu. Para Bikkhu dikatakan melanggar vinaya jika dengan sengaja meminta makanan tersebut. Diantara Daging yang disebutkan di atas, Sang Buddha menganjurkan untuk menghindari memakan sepuluh jenis daging. Kesepuluh jenis daging tersebut adalah daging manusia, daging gajah, daging kuda, daging anjing, daging ular, daging singa, daging harimau, daging macan tutul, daging beruang, dan daging serigala atau hyena (Mahavagga Pali, Vinaya Pitaka).

    Seorang Bhikkhu dianjurkan untuk tidak mengkonsumsi sepuluh macam daging tersebut karena beberapa alasan yang secara ringkas tercantum di kitab Komentar Vinaya (Samattpasadika) seperti berikut ini. Daging manusia tidak seharusnya dimakan karena berasal dari spesies yang sama. Daging gajah dan kuda tidak seharusnya dimakan karena mereka adalah peliharaan dari seorang raja. Sedangkan daging anjing dan ular dikarenakan mereka termasuk jenis hewan yang menjijikkan, kelompok terakhir adalah singa, harimau, dan sebagainya, tidak seharusnya dimakan karena mereka tergolong binatang berbahaya dan jika dimakan bau daging binatang tersebut bisa membahayakan para bhikkhu yang bermeditasi di hutan.

    Di Seluruh Tipitaka ditemukan bahwa Buddha dan Para Bikkhu makan daging, misalnya di kisah ini:

    Pada suatu ketika, di sebuah hutan, segerombolan perampok membunuh seekor sapi untuk dimakan. Pada saat yang sama, di hutan itu seorang bhikkhuni arahat bernama Uppalavamna sedang duduk bermeditasi di bawah pohon. Ketika melihat bhikkhuni tersebut, kepala gerombolan perampok menganjurkan anak buahnya untuk tidak mengganggu. Dia sendiri menggantungkan sepotong daging sapi di cabang pohon, mempersembahkannya kepada bhikkhuni ini, dan berlalu. Bhikkhuni Uppalavamna kemudian mengambil potongan daging tersebut dan mempersembahkannya kepada Sang Buddha (Nissaggiyapacittiya Pali, Vinaya Pitaka).

    Pada peristiwa lainnya, Sang Buddha dalam perjalanan menuju Kusinara (hari terakhir sebelum Sang Buddha Parinibbana). Cunda, perajin emas dari Pava, mempersembahkan makanan terhadap Sang Buddha, termasuk sukaramaddava di dalamnya. Sukaramaddava berarti daging babi berusia setahun yang dijual. Daging babi semacam ini lunak dan kaya gizi. Meskipun kata sukaramaddava ini ditafsirkan dalam banyak arti, namun arti seperti di atas didukung oleh Y.M. Buddhagosa, penulis kitab Komentar Mahaparinibbana Sutta, Digha Nikaya.

    Meskipun Sang Buddha mengizinkan para pengikut-Nya untuk menkonsumsi daging kecuali kesepuluh jenis di atas, Beliau memberlakukan tiga persyaratan, yaitu seorang bhikkhu tidak diperbolehkan menerima daging apabila:

    • Melihat secara langsung pada saat binatang tersebut dibunuh

    • Mendengar secara langsung suara binatang tersebut pada saat dibunuh.

    • Mengetahui bahwa binatang tersebut dibunuh khusus untuk dirinya.

    Karena Sang Buddha dan para murid-Nya bersikap non-vegetarian, tidak sedikit tokoh keagamaan lainnya yang mencela Sang Buddha. Sebagai contoh, suatu ketika kepala suku Vajji yang bernama Siha mengundang Sang Buddha dan murid-Nya untuk makan siang. Siha mempersembahkan nasi dan lauk, termasuk daging yang dibelinya di pasar. Sekelompok pertapa Jain mendengar bahwa Siha mempersembahkan nasi campur daging kepada Sang Buddha. Mereka mencela Sang Buddha maupun Siha, mereka memfitnah: “Siha, sang kepala suku, telah membunuh binatang besar untuk diambil dagingnya dan dipersembahkan kepada Sang Buddha, dan sekalipun Sang Buddha mengetahuinya, Ia tetap saja memakan daging tersebut (Siha-senaoati Sutta, Anguttara Nikaya).

    Berdasarkan Jainisme, memakan daging adalah hal yang salah. Mereka berpandangan bahwa seseorang yang memakan daging akan mewarisi setengah karma buruk yang dibuat oleh si pembunuh hewan itu. Si pembunuh membunuh hewan karena si pemakan memakan daging. Sebelum menjadi pengikut Sang Buddha, Siha adalah pengikut Mahavira, pendiri Jainisme.

    Suatu ketika, seorang tabib bernama Jivaka mengunjungi Sang Buddha dan memberitahukan tentang berita yang didengarnya. “Yang mulia, ada yang mengatakan bahwa beberapa bintang telah dibunuh untuk diambil dagingnya dan dipersembahkan kepada Pertapa Gotama. Pertapa Gotama menerimanya sekalipun mengetahui bahwa binatang itu khusus dibunuh untuk-Nya. Yang Mulia, mohon dijelaskan apakah yang mereka katakan itu benar atau tidak.”
    Sang Bhuddha menolak kebenaran berita tersebut dan menjelaskan, ”O Jivaka, barang siapa yang terlibat dalam pemotongan hewan untuk diambil dagingnya dan dipersembahkan kepada-Ku dan para murid-Ku, orang itu akan melakukan banyak kejahatan karena lima hal:

    • Dengan tujuan berdana, orang itu memerintahkan agar seekor binatang dibawa untuk dibunuh;

    • Binatang itu mengalami kesakitan dan derita ketika ditarik dengan paksa;

    • Perintah untuk membunuh binatang itu;

    • Binatang itu mengalami kesakitan dan derita ketika dibunuh;

    • Ia menyulitkan Aku dan murid-murid-Ku dengan mempersembahkan makanan yang tidak sesuai untuk kami.” (Jivaka Sutta, Majjima Nikaya)

    Sang Buddha mengizinkan untuk mengkonsumsi daging asalkan bebas dari ketiga syarat di atas, karena memakan daging bukanlah perbuatan buruk, seperti halnya perbuatan membunuh makhluk hidup. Karena itu Sang Buddha menolak kepercayaan bahwa orang yang makan daging akan ikut mewarisi perbuatan buruk dari orang yang membunuh hewan.

    Bhikkhu Devadatta, sepupu Sang Buddha, yang selalu menentang Sang Buddha, pada suatu ketika datang dan meminta Sang Buddha untuk tidak mengizinkan para bhikkhu mengkonsumsi daging dan ikan sepanjang hidup mereka, dan apabila hal itu dilanggar maka mereka dinyatakan bersalah. Dengan tegas Sang Buddha menolak permintaan Devadatta ini (Culavagga Pali, Vinaya Pitaka).

    Sehubungan dengan konsumsi daging, Amagandha Sutta adalah sutta yang sangat penting. Sutta yang termasuk dalam Sutta Nipata, Khudaka Nikaya, ini untuk pertama kalinya dibabarkan oleh Buddha Kassapa dan kemudian dikatakan ulang oleh Buddha Gotama.
    Pada suatu ketika, seorang pertapa yang menjalani vegetarian mendatangi Sang Buddha dan menanyakan apakah Sang Buddha memakan amagandha atau tidak.
    Sang Buddha bertanya kepada pertapa itu, “Apakah amagandha itu?”,
    dan pertapa itu menjawab bahwa amagandha adalah semacam daging. Amagandha secara harfiah berarti bau daging, dalam hal ini berkonotasi sesuatu yang busuk, menjijikkan, dan kotor. Karena itulah pertapa ini memakai istilah amagandha.
    Selanjutnya Sang Buddha menjelaskan bahwa sesungguhnya daging bukanlah amagandha, tetapi segala jenis kekotoran batin dan semua bentuk perbuatan jahatlah yang semestinya disebut amagandha. Sang Buddha berkata:

    • Membunuh, menganiaya, memotong, mencuri, berdusta, menipu, kepura-puraan, berzinah, inilah yang disebut amagandha, bukannya memakan daging.

    • Jika seorang tidak terkendali hawa nafsunya, serakah, melakukan tindakan yang tidak baik, berpandangan salah, tidak jujur, inilah yang disebut amagandha, bukannya memakan daging.

    • Jika seseorang berlaku kasar dan kejam, suka memfitnah, pengkhianat, tanpa belas kasih, sombong, kikir, dan tidak pernah berdana, inilah yang disebut amagandha, bukannya memakan daging.

    • Kemarahan, kesombongan, keras kepala, bermusuhan, munafik, dengki, tidak mau mendengarkan pendapat orang lain, berhubungan dengan hal-hal yang tidak baik, inilah yang disebut amagandha, bukannya memakan daging.

    • Jika seseorang bermoral buruk, menolak membayar hutang, pengumpat, penuh tipu daya, penuh dengan kepura-puraan, inilah yang disebut amagandha, bukannya memakan daging.
    [sumber: Buddhism & Vegetarianism, Sayadaw U Nandamala]

    Informasi di atas menegaskan bahwa praktek Vegetarian di Buddhisme bukan hal yang signifikan karena tidak berpengaruh pada upaya meraih tingkat kesucian.

    ===============
    JAINISME :

    Di atas, telah kita ketahui bahwa dua tradisi India, yaitu Hinduisme dan Buddhisme tidak menganggap praktek vegetarian merupakan suatu keharusan. Lantas di tradisi India manakah yang mempunyai dukungan penuh terhadap praktek vegetarian?
    Jawabannya adalah hanya di aliran Jainisme!

    Menurut aliran Jain, Jiva/Atman/Roh ada di bumi, air, api, udara, sayur-mayur dan semua mahluk. Jiwa seekor semut dan seekor gajah tidaklah berbeda hanya bentuknya saja yang mengikuti bentuk mahluk tersebut. Karma sebelumnya menjadikan mereka terlahir kembali menjadi bentuk-bentuk seperti tersebut di atas.

    Jainisme mengklasifikasikan kelahiran kembali mahluk hidup kedalam 6 kelas. Kelas terendah adalah mahluk yang mempunyai satu indera [ekindriya] termasuk didalamnya bentuk bumi, api, air, sayuran. Mereka hanya memiliki hanya empat ciri vital, yaitu: mempunyai umur, dapat bernafas, mempunyai fisik dan memiliki sentuhan.
    Setelah mahluk-mahluk tersebut mati, maka kelahiran kembali mereka akan meningkatkan status kelas mereka.
    Jainisme sangat mendukung praktek a-himsa [tidak menyakiti mahluk hidup] sebagaimana tersurat pada text dibawah ini:
    Himsa [menyakiti mahluk] adalah rintangan terbesar bagi penyucian diri, dimana seseorang memuaskan diri dengan menyakiti mahluk tidak akan tercerahkan. [Acharanga Sutra]

    “mengetahui bahwa semua kejahatan dan penderitaan ditimbulkan akibat menyakiti mahluk dan selanjutnya mengarahkannya pada kebencian dan permusuhan tiada ada henti merupakan akar penderitaan, Seorang bijaksana, yang telah disadarkan sepatutnya menahan diri dari semua aktivitas penuh dosa” [Sutrakrtanga Sutra]

    “Tanpa membunuh mahluk hidup, maka tidak tersedia daging. Cedera merupakan hal yang terelakan di kalangan para mahluk pemakan daging. Walaupun benar daging dapat diperoleh dari kematian alami seekor kerbau liar dan sapi, di dalam luka dan juga mayat tersebut sedang berkelanjutan kelahiran makhluk-mahluk hidup..Ia yang makan, bahkan menyentuh, memasak, memakan mentah2 ataupun bentuk lain dari memotongnya, membasmi banyak jenis mahluk berjiwa” [Purusharthsidhyupaya]

    Namun demikian, untuk memahami mengapa tetap ada mahluk-mahluk yang terbuhuh/dilukai, maka perlu kita pahami lebih lanjut konsep Himsa menurut aliran jain ini.
    Himsa dibedakan antara `Sthula Himsa’ Dan `Sukshma Himsa’.
    Sthula Himsa, melukai/membunuh mahluk yang mempunyai dua indra atau adalah lebih terlarang bagi semua Jain, sementara ‘Sukshma Himsa’ bahkan mahluk yang memiliki satu indera [ekindriya] termasuk didalamnya jiwa2 yang tidak bergerak [Sthavara-Jivas] terlarang dilukai/dibinasakan oleh Petapa Jaina

    Himsa [menyakiti] di kategorikan dalam:

    • Arambhaja or Arambhi Himsa, melukai/membunuh mahluk tersebut terjadi sebagai konsekuensi dari pekerjaan/kejadian yang lakoni seorang jaina. Kondisi ini terbagi menjadi:

    o Udyami Himsa, melukai/pembunuhan yang terjadi sebagai konsekuensi dari pekerjaan yang dilakukan. Terdapat kelompok pekerjaan-pekerjaan tertentu yang mendapatkan “ijin” karena aturan “himsa” ini, yaitu: prajurit, penulis, agriculturist, pedagang, montir/tukang, dan intelektual.

    o Grharambhi Himsa, melukai/pembunuhan yang terjadi sebagai konsekuensi dari pekerjaan rumah tangga seperti: mempersiapkan makanan, memelihara/membersihkan [rumah, badan, pakaian, hal2 lainnya yang memerlukan dibersihkan/dipelihara], konstruksi bangunan, sumur-sumur, kebun, dan infra struktur lainnya, beternak, dll.

    o Virodhi Himsa, melukai/pembunuhan yang terjadi sebagai konsekuensi dari mempertahankan diri/harta milik dengan mengadakan perlawanan terhadap para pencurian/perampokan, penyerbu dan musuh, dalam menghadapi agresi.

    • Anarambhaja or Anarambhi or Samkalpi Himsa, dimana melukai/membunuh mahluk terjadi bukan karena pekerjaan [ada unsur kesengajaan]
    [Sumber: A Treatise On Jainism By - Shri Jayatilal S. Sanghvi; AHIMSA(NON-VIOLENCE); Meat; Jainism]

    Berdasarkan kutipan teks tersebut di atas, definisi himsa dan kelas mahluk hidup, maka pembunuhan mahluk hidup apapun tetaplah menimbulkan dosa namun kadar dosa yang terendah yang diakibatkannya berasal dari terbunuhnya mahluk-mahluk ekindriya.
    Inilah alasan utama mengapa vegetarian sangat dianjurkan di aliran Jainisme.

    Namun demikian, menurut saya, setelah melihat lingkup pengertian dari jiwa, praktek a-himsa hingga ke vegetarian, maka alasan vegetarian di aliran ini lebih berfokus kepada pemilahan korban untuk mengisi perut daripada pemenuhan praktek a-himsa, karena pemilahan ini didasarkan pada kadar dosa terendah jika melakukan himsa.
    Pengikut Jainisme di seluruh dunia ini tidak lebih dari 4.2 juta jiwa [tahun 2001]. Namun ajaran vegetariannya melampaui benua dan menyebar ke seluruh dunia.
    Mengapa ini bisa terjadi?
    Dari 3 Aliran tradisi India di atas, Buddhisme merupakan satu-satunya aliran yang tidak mengakui adanya Jiva/Roh/Atman yang menjadi inti mahluk hidup sedangkan dua aliran lainnya mengakui kebaradaan jiwa ada diseluruh mahluk hidup.
    Ketika Phytagoras berkunjung ke India, maka dapat dipastikan Philosofis aliran Jainisme tentang jiva, kelahiran kembali dan vegetarian sangat mencocoki seleranya. Ajaran itulah yang kemudian dibawanya ke Yunani dan menyebar ke seluruh dunia serta merambah ke area ajaran Abrahmic berkembang.

    Para penulis Yahudi-yunani Alexandrian menyatakan bahwa Pythagoras mengajarkan doktrin Judaisme. Aristobulus dari Alexandria ( sekitar 150 SM), Filsuf religious Yahudi pertama, mengevaluasi ajaran pytagoras dan menggunakan doktrin angka aliran pytagoras itu seluas-luasnya, kemudian filsuf ke-3 Yahudi yaitu Philo [20-15 - 45-50 M] berbasis aliran Pytaghoras, Ia memakai angka 3 sebagai dasar trinity ketuhanan Yahudi untuk pertama kalinya. [Alexandrian Judaism: the Precursor of Christianity]

    ==========

    NASRANI :

    Satu Decade yang lalu, sebuah organisasi yang bernama People for the Ethical Treatment of Animals (PETA), meluncurkan satu kampanye bahwa Yesus adalah seorang vegetarian yang berasal dari sekte Essene dan sekte itu juga Sekte vegetarian.

    Aliran Yahudi terbagi dalam 3 sekte yaitu, Saduki, Farasi dan Essene. Aliran terakhir tidak pernah disebut di Alkitab dan menjadi populer setelah ditemukan risalah Laut Mati [Dead Scroll]. Di jaman Yesus masih hidup, kaum Essene tinggal di padang pasir Judea yang ada di sebelah barat laut mati.

    Klaim itu bermula dari hasil temuan arkeologi di sekitar Oasis Ein Gedi, dekat laut mati. Lokasi Essene di Ein Gedi adalah menurut penulis romawi, seorang tetua bernama Pliny (wafat 79 M), di bukunya “Natural History” (N’H,V,XV).
    Dalam penggalian arkelogi tersebut tidak diketemukan adanya tulang belulang binatang.

    Kemudian, mereka juga merujuk pada Hari ke-6 Penciptaan, yaitu setelah Manusia di ciptakan Allah menurut Perjanjian lama, Kejadian 1:29-30 sebagai berikut,
    Berfirmanlah Allah: “Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya.” Dan jadilah demikian.
    Juga merujuk pada kejadian setelah banjir besar Nuh [yang tidak masuk akal itu, lihat detailnya di sini], yaitu di Kejadian 9:4,
    Hanya daging yang masih ada nyawanya, yakni darahnya, janganlah kamu makan.

    Juga berdasarkan ayat di Perjanjian baru, surat Roma 14:21, yaitu surat yang ditulis Paulus melalui pembantunya tertius di menjelang akhir perjalanan misioner yang ketiga, Ketika itu Paulus berada di Korintus di rumah Gayus dan sedang merencanakan kembali ke Yerusalem untuk hari Pentakosta:
    Baiklah engkau jangan makan daging atau minum anggur, atau sesuatu yang menjadi batu sandungan untuk saudaramu.

    Benarkah Yesus, Kaum Essene dan Nasrani mengajarkan Vegetarian?
    Tentu tidak dan tidak mendekati sama sekali.

    Pertama-tama,
    Klaim bahwa tidak ditemukan tulang belulang hewan, tidak lah tepat, karena penggalian arkeologi tersebut akhirnya menemukan 4,000 tulang belulang hewan di Ein Gedi juga.
    Bahkan di kitab kaum essene, Covenant of Damascus, The ‘ZADOKITE’ DOCUMENT, mengenai makanan tertulis [lihat di sini dan di sini]:
    Tak seorangpun berlumur dosa dengan makan binatang melata atau binatang kotor manapun. Aturan ini meliputi larva lebah dan mahluk hidup manapun yang keluar dari air. Janganlah memakan ikan kecuali di sayat ketika ia masih hidup dan darahnya dibuang.
    Perihal berbagai macam belalang, taruhlah di api atau air selagi mereka masih hidup; Itulah yang sejatinya mereka alami [xii, 11-15]

    Kedua,
    Penafsiran dari ayat-ayat kitab kejadian di alkitab tersebut diatas tidaklah tepat. Untuk kejadian 1:29-30, jika mereka mau mundur 1-2 ayat akan ditemukan kata “ternak” pada sekumpulan hewan, yaitu di Kejadian 1:24-25:
    Berfirmanlah Allah: “Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak [be-hay-maw: binatang domestik, ternak] dan binatang melata dan segala jenis binatang liar [chay: liar].” Dan jadilah demikian. Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
    Tentunya definisi ternak bukan hanya dimanfaatkan tenaganya namun juga dagingnya.
    Di Kejadian 3:21 Tuhan juga mengajarkan pemanfaatan binatang untuk diambil kulitnya sebagai pakaian bagi Adam dan Hawa. Ayat ini bolehlah dianggap sebagai ayat favorit para designer pakaian kulit binatang.

    Bagi yang menganggap bahwa vegetarian terjadi sebelum Adam dan Hawa “jatuh dalam dosa”, maka inipun tidaklah tepat karena setelah jatuh dalam dosa, di kejadian 3:18, Allah malah mengutuk mereka agar menjadi vegetarian:
    semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;
    Tentu saja hal itu juga tidak benar karena di kejadian 4:2, Anak Adam dan Hawa, yaitu si sulung Habel menjadi gembala kambing dan domba sedangkan si nomor 2, yaitu Kain menjadi petani kemudian di Kejadian 4:3-5, dikisahkan bahwa ternyata Allah lebih menyukai persembahan DAGING daripada tetumbuhan.

    Di setelah banjir besarpun, yaitu di kejadian 8:20 Nuh memberikan korban persembahan daging bagi Allah. Kemudian Allah juga menegaskan kembali di kejadian 9:3 bahwa segala yang bergerak dan tumbuhan akan menjadi makanan seluruh keturunan Nuh dengan pengecualian pada darah binatang tidak boleh dimakan [kejadian 9:4]
    Kemudian jika dinyatakan bahwa Roma 14:21 sebagai dasar vegetarian, maka itu juga kurang tepat mengingat di Roma 14:2 dan 14:17, dinyatakan sebagai berikut:
    Yang seorang yakin, bahwa ia boleh makan segala jenis makanan, tetapi orang yang lemah imannya hanya makan sayur-sayuran saja…Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

    Di surat Paulus lainnya yaitu korintus 10:25-26, untuk jemaat di korintus ditegaskan bahwa makan daging itu boleh2 saja selama itu bukan bekas persembahan kepada berhala:
    Kamu boleh makan segala sesuatu yang dijual di pasar daging, tanpa mengadakan pemeriksaan karena keberatan-keberatan hati nurani. Karena: “bumi serta segala isinya adalah milik Tuhan.”. Kalau kamu diundang makan oleh seorang yang tidak percaya, dan undangan itu kamu terima, makanlah apa saja yang dihidangkan kepadamu, tanpa mengadakan pemeriksaan karena keberatan-keberatan hati nurani. Tetapi kalau seorang berkata kepadamu: “Itu persembahan berhala!” janganlah engkau memakannya, oleh karena dia yang mengatakan hal itu kepadamu dan karena keberatan-keberatan hati nurani.

    Yesus juga ternyata makan ikan sebagaimana tergambar di beberapa perjalanan sebelum kisah penyaliban [Matius 14:19, 15:34-36; Markus 6:41; 8:7; Lukas 9:16]. Setelah periode penyaliban, Yesus juga melakukan demonstrasi makan ikan sebagaimana tercantum di Lukas 24:41-43,
    Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: “Adakah padamu makanan di sini?” Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng. Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka.

    Juga di Yohanes 21:9-13, yaitu ketika Yesus melakukan “penampakan” yang ketiga kalinya, saat itu, Ia menyempatkan diri untuk sarapan ikan:
    Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya ikan dan roti.Kata Yesus kepada mereka: “Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu tangkap itu.”..Kata Yesus kepada mereka: “Marilah dan sarapanlah.”..Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka, demikian juga ikan itu.

    Disamping ikan, Yesus dan 12 Muridnya pun makan daging domba, sembelihan untuk upacara paskah [Markus 14:12-18; Lukas 22:7-16] Bahkan alkitab juga mengindikasikan bahwa makan daging domba Paskah sudah kerap dilakukan sebelumnya yaitu pada kalimat “Kata-Nya kepada mereka: “Aku sangat rindu makan Paskah ini bersama-sama dengan kamu..”

    Berdasarkan petunjuk diatas, dapat kita simpulkan bahwa makan daging dan kebiasaan mempersembahkan binatang kepada tuhan, baik itu dipersembahkan kepada tuhan orang kafir maupun tuhan yahudi dan kaum Nasrani adalah hal yang lazim dilakukan.

    ==========
    ISLAM :

    Tidak diragukan lagi Islam sangat tidak mendukung praktek vegetarian. Menurut Allah semua makanan dapat dimakan, kecuali binatang tertentu yang diharamkan sebagaimana tersurat dari ayat-ayat dibawah ini:

    AQ 23: 21. Dan sesungguhnya pada binatang-binatang ternak, benar-benar terdapat pelajaran yang penting bagi kamu, Kami memberi minum kamu dari air susu yang ada dalam perutnya, dan (juga) pada binatang-binatang ternak itu terdapat faedah yang banyak untuk kamu, dan sebagian daripadanya kamu makan,
    AQ 6:142. Dan di antara hewan ternak itu ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih. Makanlah dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.
    AQ 22:34. Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah),
    AQ 22:30. Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah[989] maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Tuhannya. Dan telah dihalalkan bagi kamu semua binatang ternak, terkecuali yang diterangkan kepadamu keharamannya, maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta.
    AQ 22:28. supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan[985] atas rezki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak[986]. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.
    AQ 5:1. Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu[388]. Dihalalkan bagimu binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan kepadamu. (Yang demikian itu) dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang mengerjakan haji. Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya.
    AQ 16:5. Dan Dia telah menciptakan binatang ternak untuk kamu; padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai-bagai manfaat, dan sebahagiannya kamu makan.
    AQ 40:79. Allahlah yang menjadikan binatang ternak untuk kamu, sebagiannya untuk kamu kendarai dan sebagiannya untuk kamu makan.

    Dari bukti-bukti tekstual religi di atas, kita melihat bahwa tidak ada satupun agama dengan tanpa kompromi mendukung Vegetarian KECUALI satu aliran saja yaitu Jainisme.
    Bahkan Aliran Hare Krishna secara terang-terangan masih berkompromi makan daging selama diperuntukan untuk tujuan tertentu, misalnya berdakwah.

    Yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah benarkan manusia secara alami adalah vegetarian?
    Prof Hiromi, seorang ahli usus dan juga non vegetarian, memang Ia tidak merekomendasikan daging sebagai makanan utama. Dia hanya menganjurkan makan daging itu cukup 15% dari seluruh makanan yang masuk ke perut sesuai dengan perbandingan jumlah gigi manusia, dimana jumlah gigi taring kita, yang tugasnya mengoyak-ngoyak makanan seperti daging, adalah 15% dari seluruh gigi kita.

    Manfaat paling nyata dari daging adalah keratin!
    Ya! Itulah alasan mengapa daging itu perlu, karena keratin alami hanya ada di HEWANI [kita bisa masukan manusia dengan susunya disini] dan TIDAK di Nabati.
    Trus manfaatnya apa sih?
    Keratin berguna bagi perkembangan otak pada embrio manusia [baca: bayi], mengoptimalkan fungsi fisiologi pada otak, jaringan saraf, sistem saraf, otot dakn lain-lain [yang butuh banyak energi]. Keratin juga berguna mengobati penyakit2 otot dan saraf misalnya: artritis, gagal jantung, penyakit Parkinson, atrofi, penyakit McArdle, penyakit Huntington!

    Berbicara tentang percobaan pada tikus, hasil studi menyatakan keratin dua kali lebih efektif dari obat riluzol dalam memperpanjang usia tikus yang terkena penyakit neuro-degeneratif sklerosis amiotropik lateral (ALS / penyakit Lou Gehrig).
    Apa lagi pada manusia, ya..

    Efek neuropatif yang muncul mungkin diakibatkan oleh peningkatan ketersediaan energi di dalam sel saraf yang rusak.
    Tentu saja cara memasak yang tidak benar DAPAT mengubah keratin menjadi keratinin yang merupakan zat racun dalam darah.

    Turunan produk daging yang bermanfaat bagi manusia adalah susu, disamping sebagai sumber kalsium juga hal-hal lain yang ada di susu [manusia dan sapi] menjadikannya layak menjadi makanan manusia:

    • Human milk contains, on average, 1.1% protein, 4.2% fat, 7.0% lactose (a sugar), and supplies 72 kcal of energy per 100 grams.

    • Cow’s milk contains, on average, 3.4% protein, 3.6% fat, and 4.6% lactose, 0.7% minerals[30] and supplies 66 kcal of energy per 100 grams. See also Nutritional value further on.
    Salah satu kebaikan dari susu adalah menghindari kanker usus, seperti yang dirilis oleh European Journal of Clinical Nutrition (2001) 55, 1000-1007 yang di sponsori oleh Swedish Cancer Foundation [lihat di sini, di sini dan di sini]
    “Conclusions: Our results indicate that individuals showing high consumption of milk have a potentially reduced risk of colon cancer; however, the association does not appear to be due to intake of calcium, vitamin D, or to specific effects of fermented milk.”

    Namun demikian, jika minum susu berlebihan malah akan mengakibatkan osteoporosis dan juga osteoarchtistic.
    Kadar kalsium dalam darah biasanya 9-10 miligram. Kalau kita minum susu, maka konsentrasi kalsium dalam darah tiba-tiba meningkat. Akibatnya adalah tubuh harus mengembalikan kondisi ke kadar normal dengan jalan membuang kalsium dari ginjal melalui urine.

    Bukti yang diberikan oleh Hiromi Shinya adalah di negara yang tingkat konsumsi susunya tinggi seperti Amerika Serikat, Swedia, Denmark dan Finlandia, kasus retak tulang panggul dan osteoporosis jauh lebih tinggi dibanding negara-negara Asia dan Afrika, yang konsumsi susunya lebih rendah. – [Majalah Tempo, ed 15-22 Nov 2009]

    Iklan susu juga menyesatkan dan mengakibatkan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (POM) melakukan penyitaan: “Kami juga menyita produk susu ‘anlene’ karena label di kemasannya menyalahi izin. Di label itu menyebutkan kegunaannya sebagai nutrisi dan menyempurnakan tulang. Penyebutan ini tidak boleh, dan yang diizinkan dengan penyebutan kegunaannya menjaga kesehatan, bukan untuk mengobati,”

    Padahal cukup banyak minun teh hijau maka dua gejala keluarga besar osteo mana saja dapat di cegah dan di obati! – [Penelitian Dr. Ping Chung Leung dan rekan dari Institute of Chinese Medicine, Chinese University of Hong Kong, dipublikasikan di Journal of Agricultural and Food Chemistry, Agustus 2009]

    Note:
    Sumber kalsium terbesar bukanlah susu, salah satunya adalah kedelai..namun kalsium hewani juga ternyata bermanfaat, bukan?!

    Di beberapa situs, terutama situs-situs pendukung praktek hidup Vegetarian, terdapat sirkulasi tulisan dari BBC dengan judul: “High IQ link to being vegetarian“ [juga di sciencedaily], yang melansir hasil penelitian British Medical Journal:
    [..]Team dari Universitas Southampton menemukan bahwa mereka [test IQ dilakukan saat subjek berusia 10 tahun], mempunyai hasil test IQ 5 poin lebih tinggi dari rata-ratanya ketika memutuskan menjadi vegetarian di usia 30 tahun
    Peneliti menyatakan bahwa ini dapat menerangkan mengapa mereka yang memiliki IQ lebih cerdas lebih sehat ketika ber diet vegetarian yang berhubungan dengan rendahnya rata-rata jumlah penderita sakit jantung dan kegemukan
    Penelitian pada 8,179 orang dilaporkan di British Medical Journal.
    ..
    Liz O’Neill, dari masyarakan Vegetarian, mengatakan: “Kita selalu tahu bahwa vegetarianisme adalah cerdas, pilihan berbelas kasih yang menguntungkan binatang, masyarakat dan lingkungan
    “Sekarang kita punya pembuktian saintifik untuk membuktikan itu. Mungkin itulah yang menjelaskan mengapa banyak “meat-reducer” dengan cerdas menyebut diri mereka vegetarian yang bahkan mereka juga tahu mesti ngga makan ikan, kalkun atau ikan”[..]

    Note: Vegetarianisme adalah Praktik hidup yang sepenuhnya mengkonsumsi tetumbuhan, dengan atau tanpa produk yang berasal dari susu, madu dan telur

    Secara Provokatif, berita itu ingin menyampaikan “pesan” pada khalayak umum bahwa:
    “Orang pintar pilih vegetarian”!!

    Apa yang salah dengan berita itu?
    Jika saja mau membuka link dari British Medical Journal [BMJ] maka segera kita ketahui bahwa jumlahnya bukanlah 8179 namun 8170 orang, namun tentu saja bukan itu yang menjadi fokus pembahasan saya pada tulisan di atas itu.

    Pertama-tama,
    Mari kita lihat dulu definisi kepintaran dari hasil test IQ sehingga seseorang dapat di kategorikan cerdas atau tidak cerdas:

    Range Klasifikasi IQ menurut Terman:

    • > 140 Genius atau mendekati Jenius
    • 120-140 Kecerdasan Sangat Super
    • 110-120 Kecerdasan Super
    • 90-110 Kecerdasan Rata-rata
    • 80-90 Tumpul/bodoh
    • 70-80 Garis Batas Kekurangan
    • < 70 Dipastikan Lemah Pikiran
    [Terman wrote the Stanford-Binet test: Berk, L.E. (1997). Child Development, 4th ed. Toronto: Allyn and Bacon]

    Dari hasil BMJ journal kita ketahui bahwa skor test IQ mereka saat berusia 10 tahun dan kemudian kelak menjadi Vegetarian atau Non Vegetarian adalah:

    • Pria: 106.1 VS 100.6
    • Wanita: 104 VS 99

    Dari data hasil test IQ mereka di atas, semua hasil skor masih berada di kisaran range yang sama yaitu hanyalah rata-rata saja!
    Melihat itu, dengan bahasa provokatif yang sama, saya juga boleh menyatakan bahwa kecerdasan anak perempuan berusia 10 tahun, 5 point-an di bawah rata-rata anak lelaki!

    Mari kita telusuri lebih lanjut.
    Study ini dilakukan pertama kalinya pada tahun 1970, tepatnya tanggal 5-11 April 1970. Study dari British cohort mengumpulkan informasi 17.198 anak yang lahir di Inggris raya pada kisaran tanggal tersebut.

    Pada usia 10 tahun, mereka melakukan test IQ. Pada 20 tahun kemudian, dari sekian orang yang terdata di atas, 11.204 orang berpartisipasi pada program ini dan kemudian, yang ternyata punya hasil test IQ saat mereka berusia 10 tahun hanyalah 8170 orang.

    Setelah di teliti, ternyata dari 8170 orang ini:
    • Yang vegetarian hanyalah berjumlah 366 orang atau 4.5% dari seluruh partisipan [8170 orang]!
    • Dari yang 366 vegetarian tersebut, yang benar-benar vegetarian murni [Vegan] hanyalah 9 Orang saja atau 0.0003% saja!
    • Bahkan, dari 366 orang yang mengaku vegetarian, 123 orang dilaporkan makan ikan atau ayam juga! sedangkan sisanya, 234 orang melakukan praktek vegetarian dengan mengkonsumsi juga produk olahan dari susu, madu dan telor

    Wow! Sekarang, coba bayang dengan cara seperti ini:

    Misalkan sample non vegetarian yang di ambil hanyalah saya saja [n=1] dan hasil test saya saat di usia 10 tahun misalkan 69. Di usia 30 saya tetap non vegetarian.
    Hasil test IQ saya kemudian dibandingkan dengan hasil test IQ dari mereka yang memilih menjadi vegetarian di usia 30 tahun, yaitu 106
    Jadi, dengan mengabaikan perbedaan sangat signifikan pada besaran jumlah sample antar dua kelompok, kemudian meminjam cara mereka menyimpulkan, maka secara provokatif akan tertulis:

    “Penelitian berdasarkan hasil test IQ membuktikan bahwa non vegetarian itu ternyata IDIOT!”

    Mari kita lanjutkan.
    Kemudian, dari 366 orang vegetarian tersebut, hasil Skor IQ mereka [saat berumur 10 tahun] yang nantinya menjadi Vegan [9 orang] VS non Vegan [357 orang], ternyata tidak terdapat perbedaan!
    Namun, di antara mereka yang menjadi vegetarian, yaitu vegan (9 orang) dan vegetarian (makan juga produk olahan dari susu, madu dan telor, 234 orang). Ternyata hasil skor IQ kelompok vegan adalah 95.1! Hasil itu 10 point lebih rendah dari semua golongan vegetarian!

    Apa yang saya baca dari hasil di atas?
    Skor IQ terendah dari anak-anak yang kemudian tetap memilih jadi Non Vegetarian [99.0 point] terbukti MASIH LEBIH TINGGI dari skor IQ anak-anak yang kemudian memilih jadi Vegan [95.1 point]!

    Kesimpulannya:

    • Tetep saja yang bersikeras menjadi vegetarian murni memang lebih bodoh dari Non Vegetarian
    • Memperhatikan cara team Universitas Southampton melakukan pengolahan informasi dan juga menyimpulkan, maka mereka yang masih mau bersekolah di sana dan juga yang masih mau mempekerjakan lulusan dari sana, jelas merupakan keputusan yang kurang cerdas, bukan?!

    Yang perlu diwaspadai oleh mereka yang bersikeras untuk Vegetarian terutama karena Praktik hidup Vegetarian dapat menyebabkan PENYUSUTAN OTAK!

    [..]Ilmuwan menemukan bahwa menjadi Veggie berdampak buruk pada otak yaitu mereka yang mengkonsumsi bebas daging 6 x lebih banyak menderita penyusutan otak.

    Vegan dan vegetarian lebih cenderung kekurangan sumber vitamin yang berasal dari daging [hati], susu dan ikan. Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan anemia dan peradangan pada system syaraf. Ekstrak yagi adalah satu dari makanan vegetarian yang menyediakan tingkat vitamin yang baik

    Hubungan ini ditemukan ilmuwan dari Universitas Oxford dengan menggunakan tes-tes memori, check fisik dan scan otak pada 107 orang yang berusia natara 61 – 87 tahun
    Ketika para partisipan itu di test kembali 5 tahun kemudian, hasil medex menemukan bahwa mereka yang rendah tingkat vitamin B12 adalah yang paling utama menderita penyusutan otak.

    Ini mengkonfirmasi penelitian sebelumnya yang menunjukan hubungan antara berhentinya pertumbuhan otak dan tingkatan vitamin B12[..]

    Sebagai penutup dari artikel ini, ijinkan saya memperkenalkan tokoh-tokoh terkenal dalam sejarah yang merupakan VEGETARIAN yang saya ambil dari website ini:

    • POLPOT, Pemimpin Khmer Merah, Ia membunuh cuma 2 juta orang kamboja saja selama hidupnya [jumlah korban bervariasi tergantung sumbernya]

    • ADOLF HITLER, vegetarian sejak tahun 1932, Diktaktor Jerman [1934-1945], melakukan pembunuhan massal secara sistimatik dengan korban sekurangnya 17 Juta penduduk sipil, diperkirakan 6 juta adalah Yahudi [Tentu saja karena reputasinya, akan ada yang mati-matian membantah bahwa Adolf Hitler adalah vegetarian]

    • Charles mansion, penjahat dari Amerika Serikat, Pengelola “cult” yang bernama Kehancuran hari kiamat, mengaku reinkarnasi Yesus kristus, keluar-masuk penjara sejak kecil, mulanya karena pencurian mobil, pemalsuan, dan penipuan kartu kredit. Pernah bekerja sebagai mucikari. Pada akhir tahun 1960-an, Menjadi pemimpin kelompok yang dikenal sebagai “The Family”, dan memimpin beberapa pembunuhan sadis, terutama aktris Sharon Tate/La Bianca (istri sutradara Roman Polanski), yang sedang mengandung delapan setengah bulan. Saat ini dipenjara seumur hidup di Corcoran State Prison, California

    • Volkert van der Graaf, aktivis lingkungan, menembak mati Pim Fortuyn pada saat politikus itu keluar dari sebuah stasiun radio disiang hari pada tanggal 6 May 2002. Van der Graaf dijatuhi hukuman penjara 18 tahun untuk perbuatannya itu
    So, berhati-hatilah jika anda hendak menjadi vegetarian…anda bisa jadi mencintai binatang dan tidak memakannya…namun menjadi lebih senang membunuh manusia!

    Sumber : http://jakarta45.wordpress.com/2010/05/page/4/
    Dari : [Wirajhana eka] di http://wirajhana-eka.blogspot.com, 3:25 PM

  77. On November 10th, 2010 at 9:10 pm putratridharma Says:

    1. Logis itu jika mengunakan standart pikiran manusia. Bagi anda (baca : manusia) hal itu perlu sebab akibat untuk terpenuhinya kelogisan atau ketidak logisan, karena anda tidak tahu tentang masa depan. Tetapi itu tidak berlaku bagi Tuhan. Tuhan yg Maha Tahu sejak sebelum penciptaan, telah mengetahui nasib akhir dari semua ciptaanNya, meskipun mereka belum diciptakan.
    JAWAB: Lho, kan anda yang meminta saya supaya berargumen logis. Maka saya kemukakan kelogisan ajaran Hindu. Karena kita kan lagi menggunakan logika material. Ehmm siapa sih yang meragukan KemahaTahuan Tuhan? Beliau mengetahui apapun yang diciptakanNya. Anda tak usah ungkap lagi hal itu. Anak TK pun tahu itu. Di sini saya hanya ingin mengemukakan penjelasan yang masuk akal secara material, dan juga rohani tentunya. Hukum karmaphala ini adalah ciptaan Tuhan, bukan dikarang oleh putratridharma. Tuhan memberikan alasan yang logis mengapa ada beraneka kelahiran.

    2. Tidak ada bedanya bagi Tuhan, ruh si A atau si B mau ditempatkan dalam kondisi kelahiran yg menyenangkan ataupun menyedihkan, karena Dia telah tahu, si A takdirnya akan jadi orang baik meskipun ditempatkan dalam keluarga penjahat, sedang si B kesudahannya akan jadi orang celaka meskipun dilahirkan diantara keluarga brahmana. Ataupun jika mereka ditempatkanNya diposisi yg sebaliknya. Sebutir mutiara tidak akan kehilangan pamornya meskipun dibenamkan ke dalam Lumpur yg pekat. Demikian juga seonggok bangkai akan tetap menebarkan aroma dan pemandangan menjijikkan meskipun ditempatkan didalam kotak berlapis emas permata.
    JAWAB: Ini sungguh lucu. Berarti Anda tidak perlu khawatir jika anak anda diasuh oleh penjahat. Toh nanti kalau memang program Tuhan dia akan jadi baik maka dia tetap jadi orang baik. Begitu juga sebaliknya, Anda tidak perlu untuk bawa anak ke pesantren. Sebab, kalau dia sudah digariskan jadi soleh, kelak jadi juga. Singkat kata Anda tidak perlu melakukan apa2, karena semua sudah ditentukan. Ini pemikiran yang (maaf) sontoloyo menurut saya. Tuhan memang bisa melakukan apa saja, tapi Tuhan juga punya aturan yang Beliau ciptakan. Aturan atau tertib ini secara universal disebut Rta. Bagaimana planet2 dan alam semesta menjadi tertib memang karena aturan/tertib yang dibuat oleh Tuhan. Tertib ini dalam entitas hidup disebut hukum karmaphala.

    3. nda tidak bisa mendikte Tuhan karena Dia telah tahu segalanya tentang mahkluk.
    Anda juga tidak bisa mengatakan Tuhan semena – mena karena KeMaha TahuanNya.
    Semua itu Hak Tuhan yg tidak perlu anda ikut2an sok mencampurinya.
    NGIMPIIII…..!
    JAWAB: Ketika saya mempertanyakan keadilan Tuhan, bukan berarti saya berpikir kalau Tuhan tidak adil. Tuhan Maha Adil. Contoh keadilan Beliau tercermin dari beraneka jenis mahluk yang diciptakanNya. Mengapa ada berbagai jenis mahluk? Mengapa bukan manusia saja? Mengapa ada yang beruntung dan ada yang tidak beruntung? Jawaban adilnya adalah karena mereka lahir membawa sisa-sisa hasil dari perbuatan masa lalunya. Ini baru adil. Saya tidak mengatakan kalau Tuhan tidak bisa membuat orang jahat masuk surga atau orang baik masuk neraka. Tuhan pasti bisa. Tapi, sekali lagi Tuhan punya aturan/tertib.
    4. Setidaknya anda bisa berfikir sedikit sehat, jika diawal penciptaan ruh, ketika belum ada amal baik dan buruk yg sebelumnya dilakukan oleh para ruh/atman, Tuhan berhak penuh untuk menempatkan para ruh itu dalam kondisi2 kelahiran yg semata2 ditentukanNya sendirian. Maka mengapa anda kira setelah itu Tuhan tidak punya hak lagi untuk menentukan kondisi2 kelahiran kembali yg kedua, ketiga, keempat dan seterusnya dari para ruh / atman ? Apa anda kira Tuhan kehilangan hak preogratifnya mengatur para ruh hanya karena adanya prinsip karmaphala (yg sebenarnya sudah dibalas secara tuntas dan adil di surga atau neraka)?
    JAWAB: Di awal penciptaan? Di awal penciptaan yang mana? Penciptaan dan peleburan sudah silih berganti datangnya. Setelah 4.320.000.000 tahun, alam semesta dilebur ke badan Maha Vishnu. Di sana semua entitas hidup mengalami “tidur” selama 4.320.000.000. Ini disebut malam hari Brahma. Setelah itu, Tuhan mengeluarkan lagi alam semesta dan 4.800.000 jenis mahluk. Ini disebut siang hari Brahma. Jenis-jenis mahluk ini tetap masih membawa karmaphala pada siang hari Brahma yang kemarinnya. Ini berlangsung terus menerus. Akan tetapi, pada mulanya, terlemparnya roh dari planet rohani ke planet material (yang transendental prosesnya) adalah mendapat badan manusia. Sang roh yang berbadan manusia ini kemudian bersentuhan dengan tiga sifat alam. Satvam, Rajas, dan Tamas (kebaikan, nafsu, dan kebodohan). Inilah yang menjadikan baju (badan) sang Roh nantinya tidak seragam.

    5. Anda ingin lahir jadi : orang baik, kaya, jadi anak raja, tampan, umur panjang, alim, dst. Mengapa tidak? Setelah orang saleh (Anda) menikmati kemewahan surga, dia akan lahir dengan penuh keberuntungan material seperti itu. Inilah hukum karma. Kelahiran itu tidak selamanya dalam keluarga atau di Indonesia. Anda lahir di Kutub Utara juga dimungkinkan. Bergantung karma yang Anda perbuat. Lebih dari keberuntungan yang Anda sebutkan itu pun mungkin akan Anda dapatkan. Berbuatlah terus hanya hal-hal yang saleh saja, maka lebih dari yang anda sebutkan akan tercapai. Orang jahat tidak akan mencapai itu. Tapi keberuntungan material itu bukan tujuan dalam agama Hindu karena itu hanya sementara (semu).
    ********** Ardhani :
    Komentar anda tidak mengena dengan pertanyaan saya, Saya bertanya untuk suatu kepastian yg mutlak, Anda menjawab dengan kemungkinan yg relatif. Itu artinya manusia sepenuhnya tidak bisa mengatur mau jadi apa dirinya dalam kelahiran kembalinya secara tepat. Orang hanya bisa berharap, tetapi yg paling tidak dapat dipungkiri adalah : TUHAN YG MENENTUKAN. Terus mengapa anda masih ngeyel tidak bisa menerima jawaban muslim, bahwa semua itu terserah Kehendak Tuhan ?
    JAWAB: Iya Tuhan maha berkehendak, tapi Tuhan punya aturan yaitu (karmaphala). Analoginya adalah seperti ini: Jika anda ingin jadi Presiden, bisakah? Jawabannya bisa! Lalu setelah itu anda berdoa dan menyerahkan semua kepada Tuhan tanpa berupaya lebih jauh. He he he Tuhan akan tertawa dengan kepandiran Anda. Berkarmalah plus berdoa. Anda jadi apapun kalau Tuhan menghendaki bisa kok. Tapi Tuhan he he he punya aturan (karmaphala).

    6. Anda mempermasalahkan korelasi antara penyembah Tuhan sejati dengan kebiasaan tidak makan daging dan produk2 hewani. Sangat berkorelasi karena semua tokoh-tokoh suci yang merupakan guru kerohanian bonafide dalam Hindu itu pasti vegetarian. Saya tidak tahu kalau sufi2 tingkat tinggi di Islam apa mereka makan daging atau tidak.
    Tetap saja tidak ada korelasi, Para tokoh sufi yg termulia dalam Islam masih tetap memakan daging, mereka tidak akan mengharamkan apa yg dihalalkan Allah pada diri mereka sendiri, dan mereka juga tidak akan mengajarkan yg seperti itu pada para pengikutnya. Bahkan ada riwayat, syech Abdul Qadir Jailani, setelah makan daging ayam hingga tulang2nya, beliau menghidupkan kembali ayam itu. Soal benar atau tidaknya, wallahualam

    JAWAB: wallahualam? He he he Di Hindu itu sudah antara vegetarian dan kesucian sudah berkorelasi secara sangat signifikan.
    Bahkan Tokoh Nabi suci seperti Nabi Isa as / Yesus yg dianggap Tuhan oleh orang Kristen, masih makan daging juga (setidaknya daging ikan), yg bisa anda baca di injil
    Para murid2nya pun tidak pernah mengharamkan daging binatang pada pengikutnya, kecuali yg memang diharamkan. Ada ucapan Yesus dalam injil yg baik buat anda renungkan : “Bukan yg masuk mulut yg menjiskan orang, tetapi yg keluar dari mulut itulah yg menajiskan orang.”
    JAWAB: Nah kalau yang ini baru wallahualam he he he….

    7. Anda meminta saya untuk berfikir logis: Jika Tuhan menciptakan binatang2, yg semuanya dilarang manusia memakannya, terus apa gunanya binatang2 itu diciptakan? JAWAB: mereka para binatang lahir adalah untuk menjalani karmaphala. Sama seperti kita juga lahir untuk menjalani karmaphala. Kita manusia hanya sedikit lebih beruntung saja dari para binatang karena bungkus atau baju pembungkus roh ini bermerek manusia. Mereka suatu saat juga akan mencapai kelahiran manusia melalui 3 pintu gerbang: sapi, singa, dan monyet.
    ************* Ardhani :
    Binatang menjalani karmaphalanya sendiri2 ? Itu tidak ada dalam ajaran Islam. Makhluk dimintai pertanggung jawaban akibat pemberian akal pikiran dari Tuhan kepada mereka. Apakah binatang mempunyai akal pikiran sehingga segala tindakan mereka harus dipertanggungjawabkan melalui mekanisme karmaphala ? Amal apa yg harus dilakukan oleh binatang agar terlahir kembali sebagai manusia ?
    JAWAB: Tolong bedakan antara karma dengan karma+phala. Yang saya maksudkan dengan karmaphala adalah sisa hasil dari karma masa lalunya yang harus dijalani. Tentu saja hewan tidak bisa beramal. Hewan dan tumbuhan mereka tidak bisa memperbaiki karmanya. Mereka hanya bisa menunggu sampai masa tertentu untuk memperoleh badan yang lebih baik. Prosesnya lama. Tapi kalau dalam menjalani hukuman di dunia ini mereka kita bunuh sebelum saatnya, maka kasihan mereka akan mengulang lagi kelahirannya. Ini akan membuat mereka semakin lama menanti badan yang lebih baik.

    8. ……..Makanya dalam Ayur Veda (kitab ilmu pengobatan Hindu) kencing dan kotoran sapi, susu sapi menjadi unsur utama.
    ********* Ardhani :
    Berapa persen petani Hindu India yg saat ini masih setia menggunakan sapi untuk membajak tanah pertanian mereka ? Apakah bukan malah diganti dengan traktor atao alat bajak modern lainnya ? Kalo di desa2 di jawa sih saya sudah jarang sekali melihat sapi digunakan untuk membajak sawah.
    JAWAB: Iya mungkin tidak sebanyak dulu, tapi sekarang sudah mulai disadarkan kembali. Sudah banyak petani2 organik, sudah banyak obat2 ayur vedic yang dieksport ke luar negeri. Sudah banyak organisasi2 yang “care for cows”.

    9. Mungkin Tuhan menciptakan manfaat dalam kencing dan kotoran sapi, namun bagi muslim yg namanya kencing dan kotoran apapun itu adalah najis. Masih banyak obat berkhasiat dari bahan lain yg tidak mengandung najis untuk digunakan.
    JAWAB: Kami tidak memaksakan supaya Muslim itu memakai pengobatan ayur vedic. Untuk diekspor ke Barat aja produsennya sudah kewalahan, saking banyaknya permintaan.

    10. He he he anda berpikir kalau binatang tidak disembelih maka manusia akan terdesak hidupnya oleh binatang. Itu sih akal-akalan kalian saja untuk menghalalkan penyembelihan binatang. Anda jangan khawatir, ambil saja sampelnya: di tempat sapi dilindungi, tidak pernah ada rebutan daun-daunan antara manusia dengan sapi. Tuhan sudah mengatur kok melalui keseimbangan alam yang sudah Beliau rancang dengan sangat sempurna. Jika manusia tidak ada, maka alam tidak akan kenapa2. Buktikanlah sebuah pulau dikosongkan dari mahluk yang namanya manusia. Di tempat itu banyak binatang termasuk sapi. Apa yang terjadi setelah beberapa tahun? Apa binatangnya menjadi begitu padat dan harus bertransmigrasi ke kampung Anda? Kalau soal mengurangi populasi, Tuhan paling ahli bung…. Contoh terdekat: Blaaarrrr tsunami di Aceh berapa yang berkurang populasinya? Glegarrrr gempa di Jogja, wussss merapi memuntahkan wedhus gembel, dan lain-lain…..
    MENURUT ANDA: Sumber daya nabati terbatas, tidak mampu mencukupi ledakan jumlah manusia dan binatang. Anda bisa memberi solusi? Apa anda masih bisa berfikir logis?
    *********** Ardhani :
    Teori anda tidak pernah terbukti, Kondisi ideal tidak ada satupun binatang yg dibunuh oleh manusia tidak pernah terjadi di dunia ini. Jadi pendapat anda tidak lebih dari sebuah : ngimpiiii ! Salah satu tujuan penciptaan binatang adalah untuk diambil manfaatnya, baik itu dagingnya atau yg lain2nya. Kalau tujuan itu tidak dilaksanakan oleh manusia, maka akan terjadi ketidak beresan dari system kehidupan. Itu juga berlaku bagi sapi maupun binatang lainnya.
    JAWAB: Tidak pernah terbukti? Dimana teori itu pernah diuji? Kalau saya sih meyakininya. Tuhan Maha ahli dalam menjaga populasi mahluk hidup. Kalau Anda tidak percaya terhadap kemampuan Tuhan dalam menjaga populasi mahluk hidup, maka buktikanlah….

    11. Contoh sederhana saja, Jika membunuh binatang itu tidak diperbolehkan Tuhan, bagaimana mengatasai masalah binatang kecil yg menjengkelkan ini : NYAMUK ? Anda yg paling vocal sebagai pendukung gerakan anti membunuh binatang pun tidak akan bisa menghindar dari pembunuhan terhadap binatang satu ini. Dosa apa yg ditanggung oleh manusia yg membunuh nyamuk ? Tidak dosakah ? atau nyamuk tidak bisa disebut binatang ?
    JAWAB: Wahai Arjuna, bertempurlah.bunuhlah musuhmu! Membunuh manusia pun dibenarkan demi sebuah kewajiban. Yang tidak benar adalah membunuh semata-mata untuk memuaskan nafsu. Bagaimana dengan nyamuk? Atau saya luaskan bagaimana dengan kuman berbahaya? Itu adalah musuh….. kalau nyamuk demam berdarah tidak kita lumpuhkan, maka kita yang akan dilumpuhkannya. Oleh karena itu, Wahai arjuna, bunuhlah musuh-musuhmu he he he…. Tapi kalau bisa dilumpuhkan atau diusir tanpa harus dibunuh, maka inilah yang lebih baik.

    12. Lahan begitu luas. Apa yang dikhawatirkan? Tubuh Anda tidak minta daging kok. Yang diminta adalah protein. Ini bisa diperoleh dari tumbuhan (kacang2an dan susu). Masyarakat tidak mengkonsumsi daging, maka otomatis sumber proteinnya dari tumbuhan. Kalau seperti itu, maka permintaan protein nabati akan meningkat, kalau permintaan meningkat maka harga juga bagus, kalau harga bagus maka petani akan menanam sumber protein itu, kalau petani banyak yang menanam sumber protein itu maka harga akan terkontrol (tidak terlalu tinggi atau tidak terlalu rendah). Inilah yang namanya logis….
    ******* Ardhani :
    Anda tidak mempertimbangkan bahwa lahan yg luas bisa menjadi sempit karena manusia harus berbagi lahan dengan binatang2 yg semuanya berkembang biak. Penduduk Indonesia sepuluh tahun yg lalu 212 jutaan jiwa, sensus kemarin sudah menjadi 230 jutaan jiwa. Pertumbuhan masih sebesar itu walau diimbangi angka kematian yg tinggi baik karena usia tua, penyakit ataupun bencana alam. Itu baru satu jenis spesies bernama manusia, di bumi Indonesia, dalam jangka waktu sepuluh tahun. Bagaimana jika spesises binatang2 yg lain ikut diperhitungkan angka pertumbuhannya dengan aturan tanpa boleh dikonsumsi?
    Di seluruh negara ? dalam waktu 1.000 tahun, 5.000 tahun kedepan Kalo lahan menjadi semakin terbatas, petani mau menanam dimana meskipun harga sedang bagus2nya? di bulan ato di planet lain?
    JAWAB: Itu kalau hitung-hitungan Abunawas he he he. Yang membuat ekosistem tidak seimbang adalah manusia. Bukan yang mahluk lain. Saya sudah katakan Tuhan sudah punya aturannya sendiri dalam menjaga keseimbangan populasi mahluk ciptaannya. Tapi ini akan berjalan dengan baik jika manusia tidak serakah. Buktikanlah dalam sebuah pulau yang semuanya dijaga kealamiahannya. Apa iya hewan-hewan akan bersaing dengan manusia dalam mencari makan? Sekali lagi Tuhan punya caranya sendiri…. Anda jangan mendikte (he he he) Tuhan atau sok membantu Tuhan dalam mengurangi jumlah binatang. Anda ngerti kan kalau Tuhan itu mahakuasa?

    13. Saya mencurigai kalau terjemahan itu tidak otentik alias sudah diplintir. Kalaupun memang seperti itu terjemahannya, maka perlu ada penjelasan oleh ulama besar. Dan kalaupun ulama besar sudah membenarkan kalau memang seperti itu artinya atau penjelasannya, maka saya melihatnya inilah kekurang lengkapan dari kitab Anda. Iya karena kitabnya hanya satu buah kan? Logiskah kalau kitab yang semata wayang itu memuat hal yang lengkap? Saya ngeri membaca Tuhan berfirman ada kata menyembelih… ihhhh
    ******* Ardhani :
    Silahkan anda curigai, Al Quran ada tersedia buat anda kapan saja dengan teks arabnya yg otentik seperti sejak pertama diturunkan. Anda boleh mengkajinya kembali sepuas anda, tidak ada yg perlu ditutupi
    JAWAB: Anda belum menjawab mengenai keraguan saya terhadap kelengkapan kitab yang hanya satu itu.

    14. Mengapa kata “menyembelih” tidak pantas diucapkan Tuhan ? Penyembelihan adalah cara mematikan hewan yg paling hygienis dan bermoral. Coba anda bandingkan dengan peradaban2 lain bagaimana cara mereka membunuh binatang.
    JAWAB: Oh jadi itu kegiatan bermoral ya… Menurut saya, Anda tidak punya perikebinatangan he he he…. Dalam ajaran saya, yang namanya membunuh binatang untuk memuaskan nafsu makan, itu jauh dari perikebinatangan. Alias dosa he he he.

    15. Oh ini sangat logis menurut Anda: kalau anda berpikir begitu berarti Anda berniat memakan daging babi juga karena babi yang jaman nabi muhammad dulu berbeda dengan babi jaman sekarang he he he. Kok logikanya jongkok sih? Bung, kami tidak meniru apa yang dilakukan oleh Tuhan dan orang-orang suci jaman dulu. Tapi kami melaksanakan apa yang diajarkan. Kalau Tuhan mengajarkan bahwa sapi itu suci dan harus dilindungi maka akan kami lakukan. Kalau Tuhan menjelaskan bahwa makanan yang baik adalah makanan nabati dan sudah dipersembahkan, maka kami akan lakukan seperti penjelasanNya.
    *********** Ardhani :
    Kasus haramnya babi itu beda jauh dengan pengistimewaan sapi oleh orang Hindu.
    Babi diharamkan sebagai babi, di jaman apapun babi tetap babi. Sedangkan sapi istimewa karena ada satu masa dimana ia dikultuskan.
    JAWAB: He he he Anda kekanak-kanakan. Kalau Anda memahami tentang eksistensi Roh dan badan versi Hindu, maka kekanak-kanakan anda akan hilang. Ada apa di balik sapi itu?

    16. Sloka2 Veda anti makan daging
    ********** Ardhani :
    Pemaksaan !
    Lihat sloka2 lainnya yg saya temukan, dibawah ini :
    JREEENNGGG…….!
    JAWAB: Apanya yang pemaksaan? Semua sudah jelas kalau dilihat dengan kecerdasan rohani.

    17. Inilah Veda. Kitab Veda tidak memaksakan harus memilih jalan ini atau jalan itu. Veda memberikan kebebasan bagi pemilih jalan untuk memilih jalannya secara dewasa. Jenis makanan ada 3: Makanan satvik (mengandung kebaikan), rajasik (nafsu), dan tamasik (kebodohan/malas). Yang mana mau dipilih?

    18. Orang yang bersalah tentu harus mendapat hukuman kan? Tapi hukuman yang adil adalah hukuman yang setimpal. Berdosa limapuluh tahun dengan dosa yang paling keji pun kalau diganjar hukuman yang abadi itu tidak adil bung. Yang adil adalah diganjar hukuman berat tetapi setelah itu mendapat kesempatan lagi untuk memperbaiki karmanya inilah yang adil.
    ********** Ardhani :
    Tuhan lebih tahu keadaan makhluk. Roh orang yg pada dasarnya emang bejat, dikasih kesempatan jutaan kali akan tetap sama, bejat.

    19. Tidak ada roh bejat. Roh itu suci karena roh adalah percikan terkecil dari Tuhan. Tapi karena dia ingin menikmati sendiri (terpisah dari Tuhan) maka Tuhan menyediakan fasilitas sementara agar roh bisa menikmati secara semu. Fasilitas inilah alam material. Walaupun roh sudah jatuh seperti itu tapi Tuhan menyediakan Veda dan mengirimkan guru-guru untuk menyelamatkan roh yang terikat ini agar bisa kembali pulang ke planet rohani.

    20. Tentu saja saya tidak bermaksud sungguh2 mengatakan Tuhan kejam. Saya mengatakan itu supaya ada penjelasan yang benar dan masuk akal tentang apa yang menjadi topik permasalahan yang kita perbincangkan. Jika itu tidak mampu dijelaskan, maka Tuhan tetaplah Tuhan yang Maha penyayang dan pengampun. Mengampuni di kali pertama? Ini tidak adil bung! Walau Tuhan sebenarnya berhak untuk melakukan apa saja. Tapi Tuhan memberi teladan bagi semua ciptaanNya. Yang salah harus dihukum. Tapi hukuman Tuhan seperti orang tua yang mencubit anaknya. Tentu akan aneh kalau selamanya Tuhan mencubit kan? He he he
    ************ Ardhani :
    Apakah anda mengharapkan segala sesuatu tentang Tuhan harus dapat dijelaskan ?
    Bagi saya tidak, Tuhan tetaplah Tuhan dengan segala otoritas kemandirianNya, walau ada sesuatu yg kelihatan tidak masuk akal ataupun tidak adil dalam pandangan manusia.
    Adilnya Tuhan =/= adilnya manusia. Hindu tidak bisa memberi jawaban ketika ditanyakan hubungan keadilan Tuhan dengan sifat Maha PengampunNya.
    Islam memberikan jawaban jelas : Allah telah menetapkan untuk DiriNya sendiri : “RahmatKu diatas MurkaKu” Jadi seadil-adilnya keadilan yg dituntut oleh Tuhan, RahmatNya tetap diatas segalanya.
    JAWAB: Memang kita tidak bisa mengukur apa kehendak Tuhan, bagaimana Kemahaadilan Tuhan, tetapi ada keadilan-keadilan yang sudah Beliau jelaskan di kitab suci yang mampu kita pahami. Tuhan maha pengampun, tetapi kenapa Allah tidak mengampuni seluruh penghuni neraka sehingga tidak ada yang disiksa di neraka? Ini hanya aturan Tuhan yang bisa menjelaskan. Aturan Tuhan ini adalah hukum karmaphala. Yang berbuat harus bertanggung jawab, walau Tuhan bisa saja membuat seseorang menjadi tidak bertanggung jawab. Tapi sekali lagi Tuhan punya hukum atau aturannya sendiri yang disebut karmaphala..
    Mengenai tulisan Wirajhana itu? Sebelum anda membacanya, saya sudah membaca duluan. Debat antara Wirajhana dan teman-teman Hare Krishna menjadi hal yang menarik. Wirajhana membawa ayat-ayat yang dicomot-comotnya dari berbagai literatus Veda. Dia cerdas secara material. Bagi orang awam, apa yang diwacanakan Wirajhana tentu akan masuk akal. Lagian zaman sekarang kalau bisa dipermudah, kenapa harus dipersulit? Inilah prinsip kebanyakan orang zaman kaliyuga.
    Wirajhana cerdas secara material, tapi saya pastikan dia tidak cerdas secara rohani. Memang benar ada ayat-ayat yang seperti itu, tapi ayat-ayat itu harus diberi penjelasan oleh orang yang berkualifikasi (guru kerohanian). Mengapa ada ayat-ayat yang masih mentoleransi makan daging? Jawabannya: karena tidak semua karakter manusia sama. Kecenderungan-kecenderungan manusia berbeda-beda. Orang yang bertujuan menikmati dunia atau paling tinggi ingin masuk surga, maka ada pilihan jenis makan seperti itu. Tapi orang yang insyaf akan tujuan akhir kehidupan material ini sudah pasti adalah orang2 yang sedikit lebih cerdas. Karena kecerdasannya dia bisa memilih jenis makanan yang tepat untuk menunjang kerohaniannya. MAKANAN NON VEGETARIAN MUNGKIN MAMPU MEMBUAT ORANG CERDAS, TAPI HANYA CERDAS MATERIAL. BERBEDA DENGAN MAKANAN VEGETARIAN YANG MAMPU MEMBUAT ORANG CERDAS MATERIAL DAN JUGA CERDAS ROHANI. Kalau mau meneliti tentang perbandingan kecerdasan anatara yang vegetarian dan non vegetarian, sampel yang vegetarian harus diambil dari pelaku vegetarian ideal, misalnya di gurukula-gurukula (semacam pesantren) vaishnava. Sebab vegetarian di tempat ini adalah vegetarian yang ideal, tidak sekedar tidak makan daging, ikan, dan telur. tapi ada etika dan sadhana yang harus dijalani.

    Pendiri ISKCON sendiri (Srila Prabhupada) yang menjadi tokoh panutan kami, pernah berkata: Jika kamu tidak bisa vegetarian, setidaknya kamu tidak makan daging sapi.
    Ada hal penting yang belum sempat saya bahas dalam diskusi-diskusi dengan teman-teman. Kami di Vaishnava tidak sekedar vegetarian. Kalau hanya vegetarian, apa bedanya dengan kambing? Kambing kan juga vegetarian. Vegetarian dalam vaishnava adalah makan “hanya” makanan yang sudah dipersembahkan kepada Tuhan Sri Krishna dengan rasa cinta dan bhakti. Makanan yang sudah dipersembahkan ini namanya Prasadam (makanan suci/rohani). Makanan seperti ini mampu menyucikan orang. Orang yang sering memakan prasadam, maka perlahan-lahan akan disucikan. Inilah yang membedakan vegetarian kami dengan vegetarian lain semisal Hitler dan lain-lain (kalau memang benar dia vegetarian).
    Salam

  78. On November 11th, 2010 at 5:13 pm ardhani Says:

    @Putratridharma :

    ==========Putra:
    Lho, kan anda yang meminta saya supaya berargumen logis. Maka saya kemukakan kelogisan ajaran Hindu. Karena kita kan lagi menggunakan logika material. Ehmm siapa sih yang meragukan KemahaTahuan Tuhan? Beliau mengetahui apapun yang diciptakanNya. Anda tak usah ungkap lagi hal itu. Anak TK pun tahu itu. Di sini saya hanya ingin mengemukakan penjelasan yang masuk akal secara material, dan juga rohani tentunya. Hukum karmaphala ini adalah ciptaan Tuhan, bukan dikarang oleh putratridharma. Tuhan memberikan alasan yang logis mengapa ada beraneka kelahiran.

    ********* Ardhani :
    Itulah bedanya cara berfikir Hindu dengan Muslim
    Hindu memaksakan diri berfikir secara material, semua harus ada alasan sebab akibatnya, termasuk urusan ruh.(walau sering dipaksakan yg kelihatan gak nyambungnya).

    Muslim tidak pernah repot2 ngurusi masalah ruh, soal itu urusan Tuhan, terserah Dia mau ngapain, toh kita juga gak bisa protes jika Tuhan bekehendak lain yg berbeda dengan hukum alam ataupun keinginan kita. .
    Yg jadi titik berat muslim adalah bagaimana bersikap selama hidup di dunia ini agar selamat di dunia dan di akherat.
    Itu aja.

    =========JAWAB:
    Ini sungguh lucu. Berarti Anda tidak perlu khawatir jika anak anda diasuh oleh penjahat. Toh nanti kalau memang program Tuhan dia akan jadi baik maka dia tetap jadi orang baik. Begitu juga sebaliknya, Anda tidak perlu untuk bawa anak ke pesantren. Sebab, kalau dia sudah digariskan jadi soleh, kelak jadi juga. Singkat kata Anda tidak perlu melakukan apa2, karena semua sudah ditentukan. Ini pemikiran yang (maaf) sontoloyo menurut saya. Tuhan memang bisa melakukan apa saja, tapi Tuhan juga punya aturan yang Beliau ciptakan. Aturan atau tertib ini secara universal disebut Rta. Bagaimana planet2 dan alam semesta menjadi tertib memang karena aturan/tertib yang dibuat oleh Tuhan. Tertib ini dalam entitas hidup disebut hukum karmaphala.

    ******** Ardhani :
    Dalam pandangan kepasrahan pada Tuhan, jawabannya IYA.
    Tapi anda jangan salah meletakkan perspektif pandangan anda.

    Tulisan saya sebelumnya adalah ulasan dari perspektif Tuhan, yg mana dari sisi ini Tuhan mengetahui segalanya, Dia mengetahui si A akan tetap menjadi orang baik walau ditempatkan di tempat yg paling buruk. Jadi diletakkan di tempat baik atau buruk tidak ada arti apa2 bagi Tuhan, karena hasilnya akan sama saja. Itu berarti “Karma wasana” atau teori botol bekas minyak wangi itu gak diperlukan sama sekali oleh Tuhan, karena Dia sudah tahu sejak awal sebelum ciptaan diciptakan.

    Namun jika anda mengaku golongan manusia, maka letakkan sudut pandangan anda disisi perspektif manusia dong. Manusia gak tahu apa2 yg diketahui oleh Tuhan.
    Jika anda tidak tahu besok anak anda akan jadi orang baik atau bejat, ya anda harus usaha supaya anak anda bisa menjadi orang baik. Kalo anda cuma mengandalkan terserah apa mau Tuhan tanpa ada usaha sedikitpun itu namanya anda akan jadi orang tua paling sontoloyo sedunia.

    Muslim itu begitu, mereka memahami segala sesuatu mutlak telah ditakdirkan oleh Allah namun itu tidak berarti menjadikan orang lantas berhenti berusaha.
    Takdir itu adalah kepastian yg ada di sisi Allah. Sedangkan usaha itu adalah cara manusia mengetahui takdir yg telah ditetapkan pada mereka.

    *
    Kalo anda memahami karmaphala adalah aturan universal dalam entitas hidup, maka karmaphala itu berarti sama saja dengan takdir.
    Hanya bedanya, anda gak sadar bahwa karmaphala dari segala makhluk itu sudah diketahui dan ditetapkan Tuhan sejak dari jaman azali.
    Sekarang ini karmaphala sedang dilakonkan. Tapi parahnya, sekarang anda menganggap karmaphala tidak ada hubungannya dengan kehendak Tuhan sama sekali.
    Itu berarti disatu sisi anda mengakui kekuasaan Tuhan, tetapi di sisi lain anda mengingkarinya.

    NB :
    Sontoloyo itu aslinya adalah sebutan bagi para penggembala bebek.
    Tapi gak tahu kenapa kok sekarang kata itu digunakan untuk melecehkan orang lain ya ?

    =========JAWAB:
    Ketika saya mempertanyakan keadilan Tuhan, bukan berarti saya berpikir kalau Tuhan tidak adil. Tuhan Maha Adil. Contoh keadilan Beliau tercermin dari beraneka jenis mahluk yang diciptakanNya. Mengapa ada berbagai jenis mahluk? Mengapa bukan manusia saja? Mengapa ada yang beruntung dan ada yang tidak beruntung? Jawaban adilnya adalah karena mereka lahir membawa sisa-sisa hasil dari perbuatan masa lalunya. Ini baru adil. Saya tidak mengatakan kalau Tuhan tidak bisa membuat orang jahat masuk surga atau orang baik masuk neraka. Tuhan pasti bisa. Tapi, sekali lagi Tuhan punya aturan/tertib.

    ********** Adhani :
    Memang benar dikatakan bahwa Tuhan mempunyai tata aturan / tertib hukum, itu yg disebut Kemaha adilanNya.
    Tapi diatas itu, dalam beberapa kasus Tuhan mempunyai hak penuh untuk menganulir atau membatalkan tata tertib / aturan hukum yg telah Dia tetapkan, itu yg disebut “ampunan” yg merupakan bagian dari RahmatNya.

    Jika Presidennya manusia saja bisa mmberikan grasi, amnesty maupun rehabilitasi kepada terdakwa yg sedang dijerat proses hukum, mengapa Tuhan tidak mempunyai kewenangan yg seperti itu ?
    Tentu saja Tuhan punya, dan itu disebut sifat Kemaha PengampunanNya.
    Jadi sangat jelas, Pengampunan Tuhan itu tingkatnya diatas keadilanNya.

    Karena itu jika orang Hindu bersikeras segala sesuatu harus memenuhi kewajiban karmaphala dan reinkarnasi demi keadilan Tuhan, maka selamanya mereka akan menjadikan sifat Maha Pengampun Tuhan hanya sebagai semboyan kosong belaka.
    Dapat dgn mudah dipahami alasannya, karena jika mereka menempatkan kemaha pengampunan Tuhan diatas keadilanNya, maka paham karmaphala dan reinkarnasi harus diturunkan gradenya dari tingkat pertama ke tingkat kedua.
    Sebab karmaphala dan reinkarnasi tidak lagi menjadi momok menakutkan yg digunakan untuk menakut2i setiap orang, karena semua orang mengetahui bahwa ada pengampunan dari Tuhan yg Maha Pengampun, yg bisa memutus dengan mudah belenggu karmaphala dan rantai reinkarnasi, walau dosa dan kesalahan yg dilakukannya seluas langit dan bumi.

    ============JAWAB:
    Di awal penciptaan? Di awal penciptaan yang mana? Penciptaan dan peleburan sudah silih berganti datangnya. Setelah 4.320.000.000 tahun, alam semesta dilebur ke badan Maha Vishnu. Di sana semua entitas hidup mengalami “tidur” selama 4.320.000.000. Ini disebut malam hari Brahma. Setelah itu, Tuhan mengeluarkan lagi alam semesta dan 4.800.000 jenis mahluk. Ini disebut siang hari Brahma. Jenis-jenis mahluk ini tetap masih membawa karmaphala pada siang hari Brahma yang kemarinnya. Ini berlangsung terus menerus. Akan tetapi, pada mulanya, terlemparnya roh dari planet rohani ke planet material (yang transendental prosesnya) adalah mendapat badan manusia. Sang roh yang berbadan manusia ini kemudian bersentuhan dengan tiga sifat alam. Satvam, Rajas, dan Tamas (kebaikan, nafsu, dan kebodohan). Inilah yang menjadikan baju (badan) sang Roh nantinya tidak seragam.

    ************ Ardhani :
    Pengetahuan seperti diatas tidak ada kepentingan apapun bagi manusia untuk mengetahuinya. Itu sama sekali tidak membawa pengaruh positif dalam rangka meningkatkan spiritualitas dan moralitas manusia. Jadi mengapa begitu anda banggakan ?
    Saya bilang di awal penciptaan, tentu sudah sangat jelas sekali maksudnya, yaitu diawal pertama kalinya ada penciptaan.
    Mengapa anda persulit sendiri dengan kepura2 tidak tahuan anda ?

    *
    Justru ada kesan anda ingin mengalihkan pertanyaan yg paling esensial
    Di awal penciptaan, siapa dan apa yg punya inisiatif dan kehendak serta tujuannya dibalik :
    – mencipta alam & roh ?
    – melebur alam & roh ?
    – menidurkan semua entitas ?
    – mengeluarkan lagi alam dan entitas ?
    – melempar roh dari planet rohani ke planet material ?
    – pemberian badan ?
    – penciptaan tiga alam dengan sifat2 dasarnya ?
    – ketidak seragaman baju ?

    ========== JAWAB:
    Iya Tuhan maha berkehendak, tapi Tuhan punya aturan yaitu (karmaphala). Analoginya adalah seperti ini: Jika anda ingin jadi Presiden, bisakah? Jawabannya bisa! Lalu setelah itu anda berdoa dan menyerahkan semua kepada Tuhan tanpa berupaya lebih jauh. He he he Tuhan akan tertawa dengan kepandiran Anda. Berkarmalah plus berdoa. Anda jadi apapun kalau Tuhan menghendaki bisa kok. Tapi Tuhan he he he punya aturan (karmaphala).

    *********** Ardhani :
    Kehendak dan usaha seperti yg anda katakana itu adalah di dunia nyata,
    Sedangkan yg kita bicarakan disini adalah ruh dan kaitan reinkarnasi yg terjadi di dunia ghaib.
    Kalo yg didunia nyata saya nggak comment apa2, memang mekanismenya harus begitu, berusaha keras dan berdoa. Saya bisa jadi presiden persis seperti yg saya inginkan, atau ingin lulus kuliah dengan IP = 4 alias sempurna semua mata kuliah dapat A, semua itu tidak mustahil untuk saya raih asal berusaha dan Tuhan menentukan
    (Remember this : Dalam dunia nyata saja, kehendak Tuhan tidak bisa ditinggalkan sama sekali)

    Padahal yg saya tanyakan adalah dunia kelahiran kembali yg baru ada esok hari.
    Tidak ada seorang pandit dan rsi agung Hindu pun yg bisa memberi jaminan kalo sekarang ini saya melakukan amalan ini itu secara terprogram maka saya kelak bisa lahir kembali sesuai dengan spesifikasi teknis yg telah saya rencanakan dari saat ini dengan tingkat akurasi yg begitu presisi dengan rencana saya tadi.
    Itu adalah perbuatan Mustahil, karena kalopun ada kelahiran kembali, anda mau dilahirkan sebagai apa itu sepenuhnya terjadi karena kehendak dan pilihan Tuhan atas diri anda, bukan karena usaha anda.

    Bukankah begitu keadaannya ??
    Kalo memang begitu adanya, berarti keadaan ketika reinkarnasi tidak selalu tergantung pada karmaphala seseorang bukan ??
    Kalo tidak selalu bergantung pada karmaphala, berarti jawaban bahwa karma terdahulu menyebabkan ada orang terlahir kembali dalam posisi enak dan tidak enak sebenarnya hanyalah penjelasan yg tidak logis tapi dipaksakan supaya kelihatan seolah2 logis bukan ???
    Tul nggak ???

    Maka jawaban yg tepat dari masalah ini adalah : “Itu terserah Kehendak Tuhan”.
    Itu jawaban paling gampang, paling ringan, sekaligus paling imaniyah, yg gak perlu dicari logikanya karena memang itu tidak terjangkau oleh logika manusia manapun.

    ===========JAWAB:
    wallahualam? He he he Di Hindu itu sudah antara vegetarian dan kesucian sudah berkorelasi secara sangat signifikan.

    *********** Ardhani :
    Sama sekali tidak ada korelasi.
    Jika dalam Hindu sudah ada korelasi yg signifikan tentang hal itu, maka tidak akan ada orang Hindu yg jelek prilakunya di dunia ini.
    Tapi faktanya : Di India, gudangnya orang Hindu di planet ini, pembunuhan dan kekerasan kepada muslim masih banyak dilakukan oleh kelompok2 Hindu fundamentalis.
    Belum terhitung kasus2 kriminalitas yg terjadi antara mereka.
    Apakah mereka itu bukan vegetarian ? Tidak ada jaminan untuk mengatakan bukan !

    Karena itu dengan secara kasarpun sudah dapat disimpulkan : TIDAK ADA korelasi (apalagi signifikan) antara vegetarian dan kesucian.

    KESUCIAN ITU TERGANTUNG PADA PENGENDALIAN DIRI, BUKAN PADA APA YG ANDA MAKAN.

    ============JAWAB:
    Tolong bedakan antara karma dengan karma+phala. Yang saya maksudkan dengan karmaphala adalah sisa hasil dari karma masa lalunya yang harus dijalani. Tentu saja hewan tidak bisa beramal. Hewan dan tumbuhan mereka tidak bisa memperbaiki karmanya. Mereka hanya bisa menunggu sampai masa tertentu untuk memperoleh badan yang lebih baik. Prosesnya lama. Tapi kalau dalam menjalani hukuman di dunia ini mereka kita bunuh sebelum saatnya, maka kasihan mereka akan mengulang lagi kelahirannya. Ini akan membuat mereka semakin lama menanti badan yang lebih baik.

    ********** Ardhani :
    Walah !
    Itu aturan yg benar2 gak beres.
    Bener2 Kasihan sekali para binatang, hanya karena mereka dibunuh oleh pihak lain sebelum masanya, mereka harus mengulang proses reinkarnasinya dari awal.
    Yg paling kasihan itu nyamuk, dimana2 mereka diuber2 dan dibunuh manusia, padahal mereka cuma sekedar cari makan karena perut lapar, dan kebetulan oleh Tuhan ditentukan makannya adalah darah manusia yg kebetulan juga oleh Tuhan ditentukan nggak ikhlas darahnya disedot nyamuk begitu saja, apalagi jika ketahuan nyamuknya nggak suka menjaga kebersihan sehingga ditempeli bibit2 penyakit semacam demam berdarah, malaria, chikungunya, ato kaki gajah.
    Jadi salah siapa bila nyamuk gak kunjung berinkarnasi menjadi macan ?
    Salah nyamuknya ? manusianya ? ato justru yg bikin aturan ??

    *
    Lagipula, setahu saya, dalam agama saya itu ajal ada dalam ketentuan Tuhan.
    Dan gak ada kejadian yg bisa terjadi tanpa dikehendaki oleh Tuhan untuk terjadi.
    Jadi gak ada ceritanya, mati sebelum waktunya itu.

    =======JAWAB:
    Kami tidak memaksakan supaya Muslim itu memakai pengobatan ayur vedic. Untuk diekspor ke Barat aja produsennya sudah kewalahan, saking banyaknya permintaan.

    ******** Ardhani :
    Padahal sapi punya kakak saya, kencing dan kotorannya dibuang begitu saja.
    Mungkin ada exportir Hindu yg mau menampung ??
    He..he… lumayan kalo hasil diskusi ini bisa membuka peluang bisnis.

    ========== JAWAB: Tidak pernah terbukti? Dimana teori itu pernah diuji? Kalau saya sih meyakininya. Tuhan Maha ahli dalam menjaga populasi mahluk hidup. Kalau Anda tidak percaya terhadap kemampuan Tuhan dalam menjaga populasi mahluk hidup, maka buktikanlah….

    ********* Ardhani :
    Saya tidak sedang mempertanyakan Kemaha Kuasaan Tuhan,
    Tapi kevalidan teori anda.
    Anda sebutkan dalam sejarah dunia yg telah dan sedang berjalan ini, di periode mana ada keadaan manusia dan hewan tidak saling membunuh ?
    Gak pernah ada kan ?
    Makanya gak usah ngimpiii….

    ========JAWAB:
    Wahai Arjuna, bertempurlah.bunuhlah musuhmu! Membunuh manusia pun dibenarkan demi sebuah kewajiban. Yang tidak benar adalah membunuh semata-mata untuk memuaskan nafsu. Bagaimana dengan nyamuk? Atau saya luaskan bagaimana dengan kuman berbahaya? Itu adalah musuh….. kalau nyamuk demam berdarah tidak kita lumpuhkan, maka kita yang akan dilumpuhkannya. Oleh karena itu, Wahai arjuna, bunuhlah musuh-musuhmu he he he…. Tapi kalau bisa dilumpuhkan atau diusir tanpa harus dibunuh, maka inilah yang lebih baik.

    ********* Ardhani :
    Karena itulah sebelumnya anda harus menentukan dahulu, membunuh yg dilarang itu yg seperti apa, karena tidak selamanya membunuh itu dilarang, termasuk membunuh sapi sekalipun.
    Memang membunuh untuk kepuasan nafsu semata itu dilarang
    kalo dalam Islam itu masuk kedalam perbuatan berlebih-lebihan bahkan bisa terjerumus kedalam kezhaliman, dan itu jelas dilarang.

    Kalaupun membunuh sapi untuk dimakan dalam Hindu adalah perbuatan terlarang, tidak berarti Tuhan menerapkan larangan serupa kepada umat2 lain yg non Hindu.
    Kaena itu kalo ada orang Hindu menuduh umat lain yg membunuh sapi dan atau memakannya sebagai seorang pendosa yg akan diseret masuk neraka, itu benar2 perbuatan orang yg derajat ketololannya tidak tertolong lagi.
    Orang Tuhan saja bilang “Boleh” pada umat lain, kok mereka menyalahkan ?
    Emang mereka mau jadi “Tuhan” yg kedua apa ?

    ==========JAWAB:
    Itu kalau hitung-hitungan Abunawas he he he. Yang membuat ekosistem tidak seimbang adalah manusia. Bukan yang mahluk lain. Saya sudah katakan Tuhan sudah punya aturannya sendiri dalam menjaga keseimbangan populasi mahluk ciptaannya. Tapi ini akan berjalan dengan baik jika manusia tidak serakah. Buktikanlah dalam sebuah pulau yang semuanya dijaga kealamiahannya. Apa iya hewan-hewan akan bersaing dengan manusia dalam mencari makan? Sekali lagi Tuhan punya caranya sendiri…. Anda jangan mendikte (he he he) Tuhan atau sok membantu Tuhan dalam mengurangi jumlah binatang. Anda ngerti kan kalau Tuhan itu mahakuasa?

    ******** Ardhani :
    Pulau yg anda andai2kan semuanya dijaga kealamiahannya itu, apa bener manusia dan hewan2 nya tidak saling memakan ?? Juga penduduknya vegetarian semua ?
    Apa ada pulau seperti itu dikolong langit ini ???
    Kalo gak ada, gak usah diperpanjang lagi deh
    Cuma ngimpiiii….

    =========JAWAB: Anda belum menjawab mengenai keraguan saya terhadap kelengkapan kitab yang hanya satu itu.

    ********* Ardhani :
    Keraguan itu ada pada diri anda sendiri, jadi anda yg harus berusaha menyingkirkannya ato malah memeliharanya sendiri, bukan saya.

    Tapi Ok lah,
    Apa yg anda ragukan dari Kelengkapan kitab yg hanya satu itu ?

    ======== JAWAB:
    Oh jadi itu kegiatan bermoral ya… Menurut saya, Anda tidak punya perikebinatangan he he he…. Dalam ajaran saya, yang namanya membunuh binatang untuk memuaskan nafsu makan, itu jauh dari perikebinatangan. Alias dosa he he he.

    ********* Ardhani :
    Disini masalahnya adalah cara membunuh binatangnya, bukan tujuan untuk dibunuhnya atau perbuatan membunuhnya itu sendiri
    Kalo dalam Veda anda, membunuh binatang, baik untuk persembahan ataupun untuk dimakan itu boleh. Anda tidak bisa mengelak karena ada sloka2 nya seperti telah saya tunjukkan dalam post terdahulu.
    Kalo anda hantam rata, maka membunuh hewan dalam acara persembahan Hindu juga tidak bermoral, para pandit dan pemimpin upacara nya semuanya adalah orang2 yg tidak layak disucikan karena mereka cacat moral membunuhi atau menyuruh orang lain membunuh hewan untuk digunakan dalam upacara.

    Cara membunuhnya :
    Ada praktek2 pembunuhan hewan yg banyak dipraktekkan orang diseluruh bangsa. Manakah yg menurut anda lebih hygeinis dan bermoral ?
    – Disembelih, agar seluruh darahnya keluar tanpa sisa
    – Dikepruk kepalanya
    – Diracun sampai mati
    – Ditombak sehingga mati pelan2 karena kehabisan darah
    – Diplintir lehernya
    – Direbus hidup2
    – Dibacok dimana saja dari anggota badan kecuali dibagian leher untuk memutuskan kerongkongan dan jalan nafas (disembelih)
    – Ditenggelamkan di sungai
    – Dll

    Cara mana yg anda lihat paling bermoral dan hygeinis ditinjau dari sudut kesehatan ?

    Oh Ya, acara keagamaan dalam Hindu yg menuntut pengorbanan binatang, binatang2nya itu dibunuh dengan cara apa ya ???
    Menurut anda bermoral dan berperikebinatangan gak cara itu ??

    =========JAWAB:
    He he he Anda kekanak-kanakan. Kalau Anda memahami tentang eksistensi Roh dan badan versi Hindu, maka kekanak-kanakan anda akan hilang. Ada apa di balik sapi itu?

    ******** Ardhani :
    Sapi tidak lebih mulia dan istimewa dibanding ciptaan2 Tuhan yg lainnya.
    Kami menghormati semua ciptaan Tuhan, karena itu berarti menghormati Dia yg menciptakannya.
    Penghormatan tersebut adalah dengan cara memperlakukan segala ciptaan sebagai mana mestinya seperti tujuan mereka diciptakan oleh Tuhan.

    ===========17. Inilah Veda. Kitab Veda tidak memaksakan harus memilih jalan ini atau jalan itu. Veda memberikan kebebasan bagi pemilih jalan untuk memilih jalannya secara dewasa. Jenis makanan ada 3: Makanan satvik (mengandung kebaikan), rajasik (nafsu), dan tamasik (kebodohan/malas). Yang mana mau dipilih?

    ********** Ardhani :
    Kalo saya lebih suka memakan makanan yg halal lagi baik, seperti perintah Allah ini :
    Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.
    (QS 2:168)

    Dalam Islam, makanan tidak cukup digolongkan dalam tiga jenis seperti dalam veda, tapi sifat makanan dan cara perolehan makanan itu juga diprehitungkan, halal atau haram.
    Makanan yg baik tapi haram sifatnya, walaupun diperoleh secara halal itu menjadi tidak baik
    Yg terbaik adalah yg baik jenis makanannya, yg halal sifat makanannya, yg halal cara perolehannya, yang disyukuri, dimakan tidak berlebih2an, makan hanya bila lapar, berhenti makan sebelum kenyang, mengkomposisikan volume perut menjadi sepertiga bersisi makanan, sepertiganya air dan sepertiganya udara, maka itu akan menjadi makanan yg penuh keberkahan, yg membawa kebaikan bagi fisik dan spiritual seseorang.
    Itu tuntunan Islam dalam hal makanan.

    Bagaimana menentukan jenis2 makanan yg baik ?
    Itu diserahkan pada kemajuan ilmu pengetahuan manusia untuk menentukan, menemukan dan menciptakan varian baru dari makanan yg baik dan sehat.

    =========19.
    Tidak ada roh bejat. Roh itu suci karena roh adalah percikan terkecil dari Tuhan. Tapi karena dia ingin menikmati sendiri (terpisah dari Tuhan) maka Tuhan menyediakan fasilitas sementara agar roh bisa menikmati secara semu. Fasilitas inilah alam material. Walaupun roh sudah jatuh seperti itu tapi Tuhan menyediakan Veda dan mengirimkan guru-guru untuk menyelamatkan roh yang terikat ini agar bisa kembali pulang ke planet rohani.

    *********** Ardhani :
    Anda kurang jeli,
    Roh yg punya niat berpisah dengan Tuhan, itu sudah ketahuan bibit2 kebejatannya ! Dalam perjalanannya bisa semakin bejat, atau sadar akan kebejatannya.
    Roh suci yg tidak mengandung bibit2 kebejatan, tidak akan punya niat sedikitpun untuk berpisah dengan Tuhan.

    Kalo anda benar2 mencintai pacar anda, tidak sedikitpun anda ingin berpisah dengannya.
    Tapi kalo cinta anda tidak tulus, apalagi cuma cinta munafik, anda masih bisa mengumbar mata anda jelalatan kepada selain pacar anda.

    =========== 20.

    JAWAB: Memang kita tidak bisa mengukur apa kehendak Tuhan, bagaimana Kemahaadilan Tuhan, tetapi ada keadilan-keadilan yang sudah Beliau jelaskan di kitab suci yang mampu kita pahami. Tuhan maha pengampun, tetapi kenapa Allah tidak mengampuni seluruh penghuni neraka sehingga tidak ada yang disiksa di neraka? Ini hanya aturan Tuhan yang bisa menjelaskan. Aturan Tuhan ini adalah hukum karmaphala. Yang berbuat harus bertanggung jawab, walau Tuhan bisa saja membuat seseorang menjadi tidak bertanggung jawab. Tapi sekali lagi Tuhan punya hukum atau aturannya sendiri yang disebut karmaphala..

    ********* Ardhani :
    Memang benar Tuhan punya aturan main, Jika di Hindu ada prinsip Karmaphala, dalam Islam ada prinsip pertanggung jawaban.
    Kira2 prinsipnya sama saja, yaitu, segala perbuatan harus dipertanggung jawabkan oleh pelaku masing2.
    Hanya saja Islam memahami bahwa Tuhan Maha Pengampun, dan ampunan Tuhan bisa menghapuskan kesalahan manusia yg memohon ampunan kepadaNya dengan tulus. Jadi dalam kasus tersebut pertanggung jawaban bisa seketika digantikan dengan RahmatNya.
    Mengenai orang2 yg berada di dalam neraka, Tuhan tidak serta merta mengampuni mereka karena mereka sebelumnya telah diberikan waktu untuk bertobat, tetapi mereka tidak mau, karena itu mereka harus merasakan keadilan Tuhan.

    Yg saya amati prinsip tersebut tidak jelas dalam Hindu.
    Peran kemaha pengampunan Tuhan tidak kelihatan, karena orang Hindu lebih suka mengedepankan isu karmaphala dan reinkarnasi sebagai prinsip yg mutlak dibanding ampunan.

    ============= Putra :
    Mengenai tulisan Wirajhana itu? Sebelum anda membacanya, saya sudah membaca duluan. Debat antara Wirajhana dan teman-teman Hare Krishna menjadi hal yang menarik. Wirajhana membawa ayat-ayat yang dicomot-comotnya dari berbagai literatus Veda. Dia cerdas secara material. Bagi orang awam, apa yang diwacanakan Wirajhana tentu akan masuk akal. Lagian zaman sekarang kalau bisa dipermudah, kenapa harus dipersulit? Inilah prinsip kebanyakan orang zaman kaliyuga.
    Wirajhana cerdas secara material, tapi saya pastikan dia tidak cerdas secara rohani. Memang benar ada ayat-ayat yang seperti itu, tapi ayat-ayat itu harus diberi penjelasan oleh orang yang berkualifikasi (guru kerohanian). Mengapa ada ayat-ayat yang masih mentoleransi makan daging? Jawabannya: karena tidak semua karakter manusia sama. Kecenderungan-kecenderungan manusia berbeda-beda. Orang yang bertujuan menikmati dunia atau paling tinggi ingin masuk surga, maka ada pilihan jenis makan seperti itu. Tapi orang yang insyaf akan tujuan akhir kehidupan material ini sudah pasti adalah orang2 yang sedikit lebih cerdas. Karena kecerdasannya dia bisa memilih jenis makanan yang tepat untuk menunjang kerohaniannya. MAKANAN NON VEGETARIAN MUNGKIN MAMPU MEMBUAT ORANG CERDAS, TAPI HANYA CERDAS MATERIAL. BERBEDA DENGAN MAKANAN VEGETARIAN YANG MAMPU MEMBUAT ORANG CERDAS MATERIAL DAN JUGA CERDAS ROHANI. Kalau mau meneliti tentang perbandingan kecerdasan anatara yang vegetarian dan non vegetarian, sampel yang vegetarian harus diambil dari pelaku vegetarian ideal, misalnya di gurukula-gurukula (semacam pesantren) vaishnava. Sebab vegetarian di tempat ini adalah vegetarian yang ideal, tidak sekedar tidak makan daging, ikan, dan telur. tapi ada etika dan sadhana yang harus dijalani.
    Pendiri ISKCON sendiri (Srila Prabhupada) yang menjadi tokoh panutan kami, pernah berkata: Jika kamu tidak bisa vegetarian, setidaknya kamu tidak makan daging sapi.
    Ada hal penting yang belum sempat saya bahas dalam diskusi-diskusi dengan teman-teman. Kami di Vaishnava tidak sekedar vegetarian. Kalau hanya vegetarian, apa bedanya dengan kambing? Kambing kan juga vegetarian. Vegetarian dalam vaishnava adalah makan “hanya” makanan yang sudah dipersembahkan kepada Tuhan Sri Krishna dengan rasa cinta dan bhakti. Makanan yang sudah dipersembahkan ini namanya Prasadam (makanan suci/rohani). Makanan seperti ini mampu menyucikan orang. Orang yang sering memakan prasadam, maka perlahan-lahan akan disucikan. Inilah yang membedakan vegetarian kami dengan vegetarian lain semisal Hitler dan lain-lain (kalau memang benar dia vegetarian).
    Salam

    ********* Ardhani :
    Mengenai polemik anda dan kawan2 dengan Wirajhana itu saya tidak peduli.
    Setidaknya dengan apa yg dituliskan olehnya, orang bisa mengerti secara seimbang (tidak dari satu arah saja) bahwa dalam Hindu membunuh dan memakan hewan, termasuk sapi adalah bukan larangan yg mutlak.
    Meskipun anda berargumen sloka2 pembolehan itu memerlukan tafsiran dari orang yang ahli, tetapi yg tidak dapat disangkal oleh siapa saja adalah dalam Hindu pun larangan (kalo boleh disebut larangan, padahal yg benar adalah anjuran) itu tidak mutlak.
    Maka tidak ada alasan bagi orang Hindu yg vegetaris seperti anda untuk mengusili kepercayaan orang lain yg membolehkan memakan daging sapi.
    Sebab mereka mempunyai cara tersendiri untuk membangun kerohanian yg tinggi dalam keimanan pada Tuhan Yg Esa, yg tidak berhubungan dengan makan memakan sapi dan daging seperti yg dipercayai Hindu.

    Apalagi tidak ada jaminan mutlak dalam Hindu seorang vegetaris yg hanya memakan makanan yg telah dipersembahkan kepada Tuhannya dengan penuh cinta dan bhakti akan mencapai tingkat rohani yg tinggi, selama mereka tidak dapat mengendalikan dirinya di hal2 yg lain.

    Kesimpulan saya tetap tidak berubah :

    KESUCIAN ITU TERGANTUNG PADA PENGENDALIAN DIRI, BUKAN PADA APA YG ANDA MAKAN.

    Apa dan bagaimana yg anda makan, itu hanya salah satu cara untuk melatih pengendalian diri, bukan satu2nya cara.

    Apakah anda akan membantah kesimpulan ini ??
    Silahkan dibantah.

    Wassalam.

  79. On November 11th, 2010 at 10:19 pm putratridharma Says:

    @ Ardhani

    =KESUCIAN ITU TERGANTUNG PADA PENGENDALIAN DIRI, BUKAN PADA APA YG ANDA MAKAN=.

    Komentar: Pengendalian diri? Itu artinya pertapaan dalam arti yang luas, saya setuju. Tapi makanan yang kita makan akan mempengaruhi pikiran. Makanan yang suci akan menyucikan pikiran. Jika pikiran disucikan maka tindakan yang dilakukan juga akan suci. Orang yang pikiran dan tindakannya suci adalah “orang suci”.

    Kalau ada waktu mohon baca buku: Merekonstruksi Hindu yang baru terbit itu ya. Apa yang anda pertanyakan itu ternyata ada di buku itu. Saya baru melihatnya. Di situ lebih rinci dan bernas.

    Salam hormat

  80. On November 12th, 2010 at 11:08 am ardhani Says:

    @Putratridharma

    beli gak bro bukunya ?
    kalo beli gak usah dulu ah…
    gak punya duit
    ada ebook gratisnya gak ?
    he..he…

    wassalam

  81. On November 13th, 2010 at 4:51 pm putratridharma Says:

    @ Ardhani

    Lho kan namanya masuk sebagai penerima free book itu. Apa bukunya nggak diambil bro?

  82. On November 13th, 2010 at 7:55 pm bodogendeng Says:

    @ARDHANI
    Hari penentuan sorga dan neraka ?
    Untuk itu hanya Allah yg tahu.
    Kalo anda kurang kerjaan, silahkan dibahas.
    Jawaban saya tetap tidak berubah : GAK TAHU.

    koment:
    Pertanyaan yang sederhana dan prinsip
    tapi tak bisa dijawab.

  83. On November 13th, 2010 at 11:51 pm Eve Says:

    @ Ardhani

    Lho kan namanya masuk sebagai penerima free book itu. Apa bukunya nggak diambil bro?

    #Ardhani

    Dihibahkan kesaya saja gimana, lumayan buat pengetahuan……:D

    Salam

  84. On November 14th, 2010 at 11:59 am ardhani Says:

    @Putratridharma :

    @ Ardhani

    Lho kan namanya masuk sebagai penerima free book itu. Apa bukunya nggak diambil bro?

    ********* Ardhani :

    Oh ya ??
    saya malah gak tahu nih
    bener gak sih,
    coba saya cek

    wassalam

  85. On November 15th, 2010 at 11:42 am ardhani Says:

    @Bodogendeng :

    Pertanyaan yang sederhana dan prinsip
    tapi tak bisa dijawab.

    *********** Ardhani :

    Kalo anda menganggap itu sangat sederhana dan prinsip
    apakah anda bisa menjawab, kapan saatnya itu ???
    jangan2 anda sendiri juga gak bisa tahu kapan persisnya akan terjadi ?

    saya nyerah deh, GAK TAHU,
    Sekali GAK TAHU , tetap GAK TAHU.
    Hidup GAK TAHU !!

    =========================================================================

    @EVE

    #Ardhani

    Dihibahkan kesaya saja gimana, lumayan buat pengetahuan……:D

    ********* Ardhani :

    kalo anda meminta, saya persilahkan untuk mengambil hak saya.
    saya tidak keberatan

    tadinya saya kira itu semacam ebook, ternyata buku beneran.
    ribet ngambilnya.
    but, terima kasih kepada Bro Ngarayana yg telah memilih saya.

    sekedar usul saja buat bro Ngarayana,
    mengapa buku itu nggak disediakan dalam format ebook yg gratis untuk di unduh siapa saja ?
    supaya semakin banyak orang yg bisa mengambil manfaatnya.
    kalo dalam Islam itu namanya AMAL JARIYAH – amal yg akan terus mengalirkan pahala kebaikan bagi anda (meskipun anda sudah meninggal dunia) selama masih ada orang yg bisa memetik manfaat kebaikan dari yg anda amalkan itu

    Wassalam

  86. On May 13th, 2011 at 11:46 pm Yossy Says:

    surga dan neraka merupakan persepsi dr leluhur kita akan pencerahan sebab dan akibat. Spesies manusia (manusia, raksasa, asura, dewa, wanara) bermigrasi ke arah barat dr sbelumnya terletak di belahan bumi yg maha indah yg bisa disebut surga yaitu nusantara karena bencana yg dapat didefinisikan sbg murka Tuhan. Sebaiknya kita renungkan dalam hati saja pertanyaan2 mengenai Ilahiah.. Kembangkan wawasan dengan ilmu pengetahuan dan bukti2 sejarah, tak perlu berselisih.. karena perbedaan bukanlah permasalahan.. Saya seorang muslim karena meyakini Islam sbg keselamatan namun saya tidak menutup mata dengan pengetahuan dan penemuan sejarah sehingga kita akan lebih bersyukur dapat mengetahui sejarah peradaban umat manusia. Pendapat ttg Abraham merupakan seorang resi Hindu pun dapat diterima akal sehat. Dan itu tidak berarti Islam salah, Nabi SAW pun mengakui agama Abraham merupakan agama Tuhan, karena setiap manusia yg dapat mendekatkan diri kepada Tuhan dan dapat menjalani perjalanan spiritual yg sedemikian berat seperti Abraham hingga namanya tersohor dr waktu ke waktu dan generasi ke generasi pasti akan selalu menjadi panutan generasi dibawahnya. Semua agama berpangkal pada 1 pencipta. Yaitu Sang Zat Ilahi. yg berbeda hanya ruang wilayah dan waktu serta bahasa dan adat yg dimulai dari kebiasaan. Maka sangatlah menarik bila kita tidak membandingkan pemahaman 1 dgn yg lainnya untuk niat perselisihan, namun sama2 kita puaskan dahaga kita akan wawasan sejarah peradaban spesies kita dengan pandangan budaya serta ilmiah.. blog ini sangat menarik perhatian saya, terlebih bila unsur2 mitosnya dapat dibuktikan dgn fakta ilmiah. saya pun berulang kali membaca seri ramayana dan mahabharata hanya untuk mencocokan suatu kebenaran lokasi dan persamaan antara tokoh dlm budaya hindu dan budaya yg lainnya. jadi bila ada perkembangan terbaru mengenai pengetahuan ttg sejarah awal peradaban manusia. tolong sering2 di share. makasi kawan2.. damai utk alam semesta beserta isinya. Assalamulaikum Wr. Wb.

You must be logged in to post a comment.